Anda di halaman 1dari 14

Teori

HUKUM PIDANA
oleh : YANA INDAWATI,SH.,M.KN
PENGERTIAN KAUSALITAS
keadaaan sebab akibat diantara suatu peristiwa-
peristiwa

Dalam Hukum Pidana Paham Kausalitas ini mencari


jawaban atas pertanyaan bilamana ada suatu perbuatan
yg dpt dipandang sbg akibat dari suatu peristiwa yang
dilarang oleh Undang-undang Pidana Khususnya dalam
hal delik-delik Materiil.
Pendapat para pakar pada umumnya :
perbuatan yang segera dan langsung menimbulkan
akibat merupakan sebab dari suatu akibat
kecermatan dan ketelitian diperlukan untuk
menemukan sebab-akibat

Manfaat Ajaran Causaliteit :


- Dapat membantu para hakim untuk dapat lebih
cermat dalam menjatuhkan putusan.
Karena dalam persidangan pastinya terjadi
argumentasi antara penuntut umum dengan penasihat
hukum terdakwa
Pengertian Delik
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
perbuatan yang dpt dikenakan hukuman krn
merupakan pelanggaran terhadap undang-undang
Tindak Pidana

Istilah Delik Straafbaar Feit


(suatu peristiwa atau perbuatan yang dapat dipidana)

Van Hattum antara perbuatan dan org yang


melakukannya tidak dapat dipisahkan.
MACAM-MACAM DELIK

1. DELIK FORMIL
delik yang perumusannya menitikberatkan pada
perbuatan yang dilarang dan diancam pidana oleh
undang-undang. (rumusan dari perbuatannya jelas)
misal : Pasal 362KUHP ttg Pencurian
2. DELIK MATERIIL
delik yang perumusannya menitikberatkan pada
akibat yang dilarang dan diancam pidana oleh
undang-undang.(rumusan dari akibat perbuatan).
Misal : pasal 338 KUHP ttg Pembunuhan)
PEMBUNUHAN
-Dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara dan
perbuatan. Dimana antara perbuatan-perbuatan itu
ada hubungannya dengan akibat yang dilarang oleh
Undang-undang.
-hubungan sebab inilah yg merupakan syarat bagi akibat
yang dapat dihukum
- Satu akibat bisa merupakan suatu hasil dari beberapa
perbuatan

Contoh :
A meminjamkan pistolnya kepada B
B memaksa C dengan ancaman akan dibunuh, untuk
membunuh D dengan pistol tersebut.
Karena takut dengan ancaman B maka C menembak D,
dan terkena di dadanya.
D terluka lalu dibawa ke Rumah Sakit, ditengah
perjalanan menuju RS, mobil ambulans yang
mengangkut D ditabrak oleh truck,sehingga D
mendapat tambahan luka yakni kepalanya retak
Di RS oleh Dokter D diberi suntikan , dan ternyata obat
yang disuntikkan pada D adalah obat yang salah
sehingga berakibat D meninggal dunia.
Perbuatan yang manakah yang mengakibatkan
meninggalnya D?
VON BURI
tiap-tiap syarat (perbuatan) dpt dijadikan sebab dari
akibat yang dilarang oleh undang-undang
Disebut juga dengan Adaequat theorie atau
Equivalentie theorie
tiap-tiap perbuatan dalam rangkaian itu sama artinya
dan tidak dapat dilepaskan dari peristiwa yg lain yang
menimbulkan akibat.
Pembahasan kasus diatas menurut Teori Von Buri???
Pada contoh kasus diatas :
-peminjaman pistol oleh A, penembakan C kepada D
dianggap sbg penyebab matinya D
Teori Conditio Sine Quanon

Menurut SIMONS
suatu perbuatan hanya dapat dianggap sbg sebab dari
suatu akibat jikalau menurut pengalaman manusia
yang waspada dgnmelihat keadaan yang meliputi
perbuatan itu dapat menimbulkan akibat.
Pada Kasus diatas : suntikan oleh dokter kpd D itulah
yang dianggap sbg sebab dari akibat kematian D, krn
obat suntik yang keliru itu menurut pengalaman
manusia yg bisa menimbulkan kematian
Menurut TRAEGER:
Tidak setiap syarat atau perbuatan dapat dianggap sbg
sebab dari akibat yang dilarang undang-undang,
antara syarat2/perbuatan2 itu hrs diuji, dan hanya
syarat atau perbuatan yg mempunyai pengaruh yang
terbesar atas timbulnya akibatm atau yg pd umumnya
menurt perhitungan manusia yang layak akan
menimbulkan akibat . dikenal sbg Teori ADEQUAT

Dianut dalam Praktek pelanggaran Hukum Pidana


di Indonesia
TRAGER membagi Teorinya menjadi 2 kelompok yakni:
1. Individualiseerende-theorieen
dipersyaratkan utk membuat perbedaan antara syarat
Dgn apa yang disebut penyebab, dan hanya satu syarat
saja yang paling menentukan atas timbulnya sesuatu
akibat.
2. Generaliseerende-theorieen
Harus dibuat pemisahan antara syarat yang satu dengan
syarat yang lain, kemudian kpd masing2 syarat tersebut
diberikan suatu penilaian sesuai dgn pengertian yang
umum dan layak dipandang sbg penyebab dr ssu
peristiwa yg tjd
BIRKMEYER :
diantara syarat-syarat yang ada itu yang dapat dianggap
sbg suatu penyebab hanyalah syarat yang paling
berperan atas timbulnya akibat TEORI BINDING
digambarkan seolah-olah ada 2 syarat, yakni :
1. Syarat pertama merupakan syarat-syarat yang
mempunyai peranan atas timbulnya sesuatu akibat
2. Syarat kedua merupakan syarat yang menghambat
timbulnya suati akibat . (ini merupakan syarat positif
yang mendukung syarat pertama dibanding
tindakan2 yg lain.
Ada beberapa pendapat dari Pakar :
1. VON KRIES : faktor2 yg layak utk disebut sbg
penyebab dari s/ peristiwa yg tjd itu hanyalah
keadaan2 yg diketahui oleh sso pelaku pd waktu
pelaku tsb melakukan perbuatannya, yaitu bahwa
perbuatannya itu akan menimbulkan akibat ttt.

2. RUMELIN : faktor2 yang layak utk disebut sbg


penyebab dr s/ peristiwa yg tjd adalah keadaan2 yg
pd umumnya dpt diketahui o/ setiap manusia
normal pada saat ssu tindakan itu dilakukan bahwa
tindakan tsb dpt menimbulkan ssu akibat ttt
3. TRAGER
semua faktor yang pada saat ssu tindakan itu
dilakukan yang menurut der verstandigste mens atau
org yg plg pandai dpt diketahui faktor 2 tsb dpt
menimbulkan akibat ttt.
4. VAN BEMMELEN
faktor kebetulan itu telah mempunyai peranan yg
menentukkan atas timbulnya s/ keadaan, maka
menurut hukum Pidana tdk ada s/ alasan pun utk
berbicara ttg adanya s/ hubungan kausal.