Anda di halaman 1dari 16

BAHAN HAYATI LAUT

METODE ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAHAN BIOAKTIF

JAKFAR SHODIQ PANATAR 26020114120001


HATTA ADI FAILASUF 26020114120002
SARAH NABILLA 26020114120003
ROZI HAMDANI 26020114120007
FRAN CIPUTRA 26020114120008
LIA VANNY DAMANIK 26020114120009
ROTUA MALAU 26020114120012
MUHAMMAD TEGUH
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
SENYAWA BIOAKTIF
Senyawa bioaktif merupakan senyawa yang
mempunyai efek fisiologis dalam tubuh yang
berpengaruh positif terhadap kesehatan
manusia. Peran bioaktif dalam tubuh diperoleh
jika senyawa tersebut mencapai lokasi
aksinya.
BAHAN BIOAKTIF DARI TERIPANG
Bahan bioaktif teripang dikenal juga sebagai
antioksidan yang membantu mengurangi
kerusakan sel dan jaringan tubuh
Teripang juga dikenal mempunyai efek
antinosiseptif (penahan sakit) dan anti-inflamasi
(melawan radang dan mengurangi
pembengkakakan)
FUNGSI BAGI KESEHATAN
Mencegah penyakit yang terkait hormon.
Mencegah kanker payudara, prostat dan
usus besar
PENGHASIL BIOAKTIF DARI LAUT
Senyawa bioaktif dapat di peroleh dari
rumput laut, teripang, spons dan
masih banyak lagi bahan alam lain nya
yang bisa menghasilkan senyawa
bioaktif
METODE ISOLASI
Salah satu senyawa bioaktif yang terkandung dalam teripang
adalah senyawa steroid alami yang sangat potensial.
Kandungan steroid dalam jaringan tubuh dan pembuluh darah
dapat berupa hormon steroid, asam lemak bebas, trigliserida
maupun kolesterol (Kustiariyah 2006; Nurjanah 2008).
Steroid merupakan salah satu jenis hormon yang memiliki
nilai ekonomis cukup penting dalam industri farmasi sebagai
aprodisiaka dan, penambah vitalitas
isolasi senyawa steroid dari teripang terdiri dari dua tahap
yakni mengekstraksi bagian lemak pada teripang, kemudian
dilanjutkan dengan mengekstraksi senyawa steroidnya.
Berikut merupakan salah satu penelitian yang dilakukan
Sarifah Nurjanah, dkk (2009) untuk mengidentifikasi steroid
teripang pasir (Holothuria scabra) yang ada di Indonesia
a. Prosedur
Ekstraksi steroid teripang dilakukan dengan dua tahap,
yaitu ekstraksi lemak kemudian dilanjutkan dengan
ekstraksi steroid. Ekstraksi lemak dilakukan dengan
pelarut aseton dengan cara maserasi, selanjutnya
dilakukan proses penyabunan dengan menggunakan
larutan KOH 1 M dan dilakukan refluks pada suhu 70oC
selama 1 jam. Steroid diekstrak dengan menggunakan
pelarut dietil eter.
b. ldentifikasi senyawa steroid
Identifikasi keberadaan senyawa steroid pada teripang
dilakukan dengan reaksi warna menggunakan pereaksi
liebermann burchard yang terdiri dari kloroform, asam
asetat anhidrid dan asam sulfat pekat.
c. Karakterisasi senyawa steroid
Karakterisasi senyawa steroid teripang dilakukan dengan melihat bobot
molekul dan struktur molekul menggunakan liquid chromatography-mass
spectroscopy (LC-MS), nuclear magnetic resonance (NMR) dan fourier
transform-infra red (FT-IR). LC-MS yang digunakan adalah Mariner
Biospectrometry/ Perkin Elmer Series 200 dengan sistem ESI
(Electrospray Ionisation), pelarut metanol dan air dengan perbandingan
8:2 (metanol:air) dengan menggunakan kolom C18 (RP 18) Vydac. FT-IR
yang digunakan adalah IR Prestige-21 FT-IR Shimadzu dengan metode
diffuse reflectance (DRS). Pengukuran spektra 1H NMR dan 13C NMR
menggunakan NMR JNM-ECA 500 dengan pelarut CDCl3 (kloroform-D)
dan TMS (tetramethylsylane) sebagai standar internal. Penentuan
senyawa dan struktur molekul dilakukan dengan bantuan software DNP
Chapman and Hall dan ChemOffice 2006.
Contoh Senyawa Bioaktif
Holothuria scabra

H. Scabra memiliki kandungan senyawa alkaloid, saponin dan triterpen yang berperan sebagai
anti jamur (Pranoto et al, 2012)
Stichopus hermanni

Senyawa metabolit sekunder saponin pada S. hermanni mampu menghambat


pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dengan diameter zona hambat 7-29 mm.
Halymenia harveyana

Ekstrak H. harveyana segar fraksi metanol mengandung berbagai senyawa


antioksidan ester dan hidrokarbon aromatis (Suryaningrum, 2006)
E. Cottonii

Ekstrak E. cottonii banyak mengandung senyawa antioksidan didominasi oleh derivat


senyawa benzen (Suryaningrum, 2006).
Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii

Ekstrak Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii menunjukkan adanya kandungan senyawa
bioaktif dari jenis flavonoid, alkaloid, dan steroid;
TERIMAKASIH
Daftar Pustaka