Anda di halaman 1dari 22

DERMATITIS

KONTAK IRITAN
Rana Zara Athaya 1110313069
Tuti Angriani 1110313097

Preseptor : Dr. dr. Sri Lestari, Sp.KK (K), FAADV, FINSDV


Laporan Kasus
I. Identitas pasien
Nama : Nn. M
Umur : 21 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Suku : Minang
Alamat : Jl. Ambacang No. 10
Pekerjaan : Mahasiswi
Pendidikan : Strata-1
Status : Belum menikah
No. Telp. : 082174572363
Anamnesis
Seorang pasien perempuan berusia 21 tahun datang ke Poliklinik Kulit
dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tanggal 21 Agustus 2017
dengan :

Keluhan Utama
Bercak merah yang terasa perih di hidung sejak 1 hari yang lalu.
.
Riwayat Penyakit Sekarang
Bercak merah yang terasa perih di hidung sejak 1 hari yang lalu
Awalnya, pasien mengeluh adanya jerawat di hidung, lalu pasien
mengoleskan obat jerawat milik kakak pasien ke jerawat dan kulit di sekitar
hidung pasien
Pertama kali pasien mengoleskan obat pada pagi hari, bagian kulit yang
diolesi obat terasa perih dan menjadi merah namun perih dan merah
menghilang setelah 30 menit.
Pasien lalu mengoleskan lagi obat tersebut di tempat yang sama pada sore
hari. Bagian kulit yang diolesi obat jerawat kembali terasa perih dan merah,
kemudian pasien mencuci bagian hidung yang diolesi obat jerawat, dan
bagian kulit tersebut menghitam.
Pasien lalu mengoleskan lendir lidah buaya pada bagian kulit yang
menghitam tersebut selama 1 jam, kemudian dibilas dengan air bersih.
Pasien lalu menutup bagian kulit yang menghitam dengan plester.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak ada riwayat mengalami keluhan serupa sebelumnya.
Pasien mengatakan jika kulit pasien terpapar deterjen kulit pasien akan
terasa perih dan muncul gelembung-gelembung air.

Riwayat Pengobatan
Pasien sebelumnya pernah memakai obat jerawat yang diperoleh bebas
dari Apotek, yaitu Vitacid. Namun tidak pernah ada reaksi perih dan merah
seperti yang dialami pasien sekarang.
Riwayat Penyakit Keluarga/ Riwayat Atopi/ Alergi
Tidak ada keluarga pasien yang menderita penyakit seperti ini.
Riwayat bersin-bersin pada pagi hari tidak ada.
Riwayat asma tidak ada.
Riwayat alergi makanan tidak ada
Riwayat alergi obat tidak ada
Riwayat galigata tidak ada
Riwayat alergi serbuk sari tidak ada
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan Umum : Tidak tampak sakit
Kesadaran : Komposmentis kooperatif
Berat Badan : 62 kg
Tinggi Badan : 163 cm
Nadi : 84x/menit
Nafas : 18 x/menit
Tekanan Darah : 110/60 mmHg
Suhu : 36,2C
Kepala : Tidak terdapat kelainan
Mata : Konjungtiva tidak anemis
Hidung : Status dermatologikus
Thorak : Dalam batas normal
Abdomen : Dalam batas normal
Status Dermatologikus
Lokasi : Hidung
Distribusi : Terlokalisir
Bentuk : Tidak khas
Susunan : Tidak khas
Batas : Tegas
Ukuran : Plakat
Effloresensi :
Plak eritem dengan hiperpigmentasi diatasnya
Status Venereologikus
Dalam batas normal

Kelainan Selaput
Tidak ada kelainan

Kelainan Kuku
Tidak ada kelainan

Kelainan Rambut
Tidak ada kelainan

Pemeriksaan Penunjang
Skin patch test
Resume
Seorang pasien perempuan berusia 21 tahun datang ke Poliklinik
Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan keluhan utama bercak
merah terasa perih di hidung sejak 1 hari yang lalu.
Awalnya, pasien mengeluh adanya jerawat di hidung, lalu pasien
mengoleskan obat jerawat milik kakak pasien ke jerawat dan kulit di sekitar
hidung pasien.
Pasien mengoleskan obat pada pagi hari, bagian kulit yang diolesi obat
terasa perih dan menjadi merah namun perih dan merah menghilang
setelah 30 menit.
Pasien lalu mengoleskan lagi obat tersebut di tempat yang sama pada sore
hari. Bagian kulit yang diolesi obat jerawat kembali terasa perih dan merah
20 menit kemudian, kemudian pasien mencuci bagian hidung yang diolesi
obat jerawat tersebut dengan air bersih, dan bagian kulit tersebut
menghitam.
Pasien lalu mengoleskan lendir lidah buaya pada bagian kulit yang
menghitam tersebut selama 1 jam, kemudian dibilas dengan air bersih.
Keluhan perih dirasakan berkurang
Pasien mengatakan jika kulit pasien terpapar deterjen kulit pasien akan
terasa perih dan muncul gelembung-gelembung air.
Pasien sebelumnya pernah memakai obat jerawat yang diperoleh bebas
dari Apotek, yaitu Vitacid 0,025%. Namun tidak pernah ada reaksi perih dan
merah seperti yang dialami pasien sekarang.
Pada pemeriksaan fisik, pada status dermatologikus ditemukan lesi dengan
lokasi di hidung, distribusi terlokalisir, bentuk tidak khas dan susunan tidak
khas, batas tidak tegas, ukuran plakat, dengan efloresensi plak eritem
dengan hiperpigmentasi di atasnya.
Diagnosis Kerja
Dermatitis Kontak Iritan ec obat jerawat

Diagnosis Banding
Dermatitis Kontak Alergi ec obat jerawat
Penatalaksanaan
Umum
Menjelaskan kepada pasien bahwa keluhannya dapat kambuh dan berulang
jika menggunakan obat jerawat yang sama
Menjelaskan pada pasien bahwa obat yang diberikan bukan untuk
menyembuhkan tetapi untuk mengurangi keluhan, dan pengobatan yang
tepenting adalah menghindari faktor pencetus
Khusus

Topikal:
Kortikosteroid
Betametasone valerat 0,1% krim 2x sehari, oleskan ditempat yang
sakit.
Dr. Tura
SIP : 124/Dinkes/2016
Praktek umum
Alamat : Jalan Proklamasi no 24A, Jati, Padang
Hari praktek : Senin s/d Jumat
Jam praktek : 17.00 s/d 21.00
No telepon : 08136322222
---------------------------------------------------------------------------------------
-

Senin, 21 Agustus 2017

R/ Krim betametason valerat 0.1% 5 gram tube no. I


Sue 2dd applic loc dol
-----------------------------------------------------------------------

Pro : Nn. M
Umur : 21 tahun
Alamat : Jl. Ambacang No. 10
Prognosis
Quo ad vitam : Bonam
Quo ad sanationam : Bonam
Quo ad fungsionam : Bonam
Quo ad cosmeticum : Bonam
Diskusi
Berdasarkan anamnesis, dan pemeriksaan fisik, diagnosis yang mungkin
ditegakkan adalah Dermatitis kontak iritan ec obat jerawat. Berdasarkan
teori, lesi Dermatitis kontak iritan berupa bercak atau plak kemerahan
(eritem) dengan rasa nyeri atau perih yang lebih dominan daripada gatal
yang muncul saat berkontak dengan zat iritan. Ukuran dan bentuknya
bervariasi, dan biasanya sesuai dengan area yang berkontak, bentuknya
bisa tidak khas, dan biasanya terdapat skuama di atasnya.
Diagnosis banding adalah dermatitis kontak alergi ec obat jerawat. DKA
menimbulkan gejala rasa gatal lebih dominan daripada nyeri.
Untuk penatalaksaan hindari kontak dengan iritan pencetus yaitu pada
kasus ini obat jerawat yang tidak diketahui isinya. Pada pasien ini
diberikan krim betametason valerat 0,1 % untuk mengurangi
peradangan.
Terima kasih