Anda di halaman 1dari 20

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

OLEH :

Kelompok XII (ganjil)

Ronal afrisal
Isma karyani
Nurlistianti
Kesie nur ainun karla
Eneng estawidya
INDIKATOR
Membedakan larutan penyangga dan bukan larutan
penyangga berdasarkan percobaan.
Menjelaskan komponen dan cara kerja larutan
penyangga.
Menghitung pH dan pOH larutan penyangga
Menghitung pH larutan buffer dengan penambahan
sedikit asam, sedikit basa atau pengenceran.
Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh
mahluk hidup dan dalam kehidupan sehari-hari.
LARUTAN PENYANGGA
Larutan penyangga atau yang disebut juga larutan buffer atau larutan

dapar adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH walaupun

ditambah sedikit asam, sedikit basa, atau sedikit air (pengenceran). Hal

ini disebabkan karena larutan penyangga mengandung zat terlarut

bersifat penyangga yang terdiri atas komponen asam dan basa.

Komponen asam berfungsi menahan kenaikan pH, sedangkan

komponen basa berfungsi menahan penurunan pH.


SIFAT LARUTAN BUFFER
Sifat-sifat larutan buffer sebagai berikut :
1. pH larutan buffer praktis tidak berubah pada penambahan
sedikit asam kuat atau sedikit basa kuat atau pengenceran.
2. pH larutan buffer berubah pada penambahan asam kuat atau
basa kuat yang relatif banyak, yaitu apabila asam kuat atau
basa kuat yang ditambahkan menghabiskan komponen larutan
buffer itu, maka pH larutan akan berubah drastis.
SIFAT LARUTAN BUFFER

3. Daya penyangga suatu larutan buffer bergantung


pada jumlah mol komponennya, yaitu jumlah mol
asam lemah dan basa konjugasinya atau jumlah
mol basa lemah dan asam konjugasinya.
LARUTAN PENYANGGA ASAM

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7).


Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah
dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya.
Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah
dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan
dalam jumlah berlebih.
LARUTAN PENYANGGA ASAM

Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung


basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada
umumnya basa kuat yang digunakan seperti natriumNa),
kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.

Contoh :

CH3COOH(aq) H+(aq) + CH3COO- (aq)


Asam lemah Basa konjugasi
LARUTAN PENYANGGA ASAM
Besarnya pH larutan penyangga
dari asam lemah dan basa
konjugasinya bergantung pada
besarnya tetapan ionisasi asam
tersebut (Ka) dan konsentrasi basa
konjugasinya, [A-].

keterangan :
[HA] = konsentrasi asam lemah [A-] = konsentrasi basa konjugasi
n HA = mol asam lemah n A- =
mol basa konjugasi
LARUTAN PENYANGGA BASA
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7).
Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah
dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun
cara lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah
dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan
berlebih.
Contoh:

NH4OH(aq) NH4+(aq) + OH-(aq)


Basa lemah Asam konjugasi
LARUTAN PENYANGGA BASA

Besarnya pH larutan penyangga dari basa


lemah dan asam konjugasinya bergantung
pada besarnya tetapan ionisasi basa
tersebut (Kb) dan konsentrasi asam
konjugasinya.

keterangan :
[BOH] = konsentrasi basa lemah [B+] = konsentrasi asam konjugasi
n BOH = mol basa lemah n B+ =
mol asam konjugasi
CONTOH SOAL

100 mL larutan yang mengandung CH3COOH 0,01 mol dan

CH3COONa 0,02 mol dan Ka = 105 Tentukan:

1. pH larutan;
2. pH larutan bila ditambah 0,001 mol HCl;
3. pH larutan bila ditambah 0,001 mol NaOH;
4. pH larutan bila diencerkan dengan menambah 100 mL
air!
JAWABAN SOAL 1

[CH3COOH] = 0,01 mol/0,1 L = 0,1 M


[CH3COONa] = 0,02 mol/0,1 L = 0,2 M

[asam]
[H+] = Ka [basa konjugasi]
0,1 M
= 10 5
0,2 M
= 0,5 . 105
pH = log 5.106
= 6 - log 5
= 6 - 0,69 = 5,31
JAWABAN SOAL 2
CH3COOH = 0,01 mol Ditambah 0,001
CH3COONa = 0,02 mol mol HCl

CH3COONa + HCl CH3COOH + NaCl


Mula-mula : 0,02 mol 0,001 mol 0,01 mol
Reaksi : 0,001 mol 0,001 mol 0,001 mol
Setelah : 0,019 mol 0,011 mol

[asam]
[H ] = Ka
+
[basa konjugasi] pH = log 5,7 x106
0,011
= 105
= 6 log 5,7
0,019
11 . 105 = 5,25
= 19
JAWABAN SOAL 3
CH3COOH = 0,01 mol Ditambah 0,001
CH3COONa = 0,02 mol mol NaOH

CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O


Mula-mula : 0,01 mol 0,001 mol 0,02 mol
Reaksi : 0,001 mol 0,001 mol
Setelah : 0,009 mol 0,021 mol

[asam]
[H ] =
+
[basa konjugasi] pH = log 4,2 . 106
= 0,009
= 6 log 4,2
0,021
9 . 105 = 5,38
=
21
JAWABAN SOAL 4

CH3COOH = 0,01 mol Ditambah 100 mL air


maka volume larutan
CH3COONa = 0,02 mol menjadi 200 mL = 0,2 L

[asam]
[H+] = Ka
[basa konjugasi]
(0,01 mol/0,2 L)
= 10 5

(0,02 mol/0,2 L)

= 0,5 . 10
5

pH = log 5 . 106 = 6 - log 5


= 5,38
LARUTAN PENYANGGA DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI
LARUTAN PENYANGGA DALAM DARAH

pH darah tubuh manusia berkisar antara 7,35-7,45.


pH darah tidak boleh kurang dari 7,0 dan tidak boleh
melebihi 7,8 karena akan berakibat fatal bagi manusia.
Organ yang paling berperan untuk menjaga pH darah
adalah paru-paru dan ginjal.
LARUTAN PENYANGGA DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI
pH darah kurang dari 7,35 disebut asidosis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kondisi asidosis antara lain
penyakit jantung, penyakit ginjal, kencing manis, dan diare yang terus-
menerus.

pH darah lebih dari 7,45 disebut alkolosis. Kondisi ini disebabkan


muntah yang hebat , hiperventilasi (kondisi ketika bernafas terlalu
cepat karena cemas atau histeris pada ketinggian)
LARUTAN PENYANGGA DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Untuk menjaga pH darah agar stabil, di dalam darah terdapat beberapa
larutan penyangga alami, yaitu

Penyangga Hemogoblin

Oksigen merupakan zat utama yang diperlukan oleh sel tubuh yang
didapatkan melalui pernapasan. Oksigen diikat oleh hemoglobin di
dalam darah, di mana O2 sangat sensitif terhadap pH.

HHb+ + O2 H+ + HbO2
Asam hemoglobin
LARUTAN PENYANGGA DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Produk buangan dari tubuh adalah CO2 yang

di dalam tubuh bisa membentuk senyawa H 2CO3

yang nantinya akan terurai menjadi H + dan HCO3 .


Penambahan H+ dalam tubuh akan mempengaruhi
pH, tetapi hemoglobin yang telah melepaskan O 2
dapat mengikat H+ membentuk asam hemoglobin.
Darah dalam tubuh
manusia

Sel darah merah