Anda di halaman 1dari 33

TEORI ASAL MULA AGAMA

Definisi dan Teori Agama


Menurut Ahli Antropologi
Tujuan utama pembahasan agama adalah memahami
kehidupan beragama. Definisi dan penjelasan tentang
agama bertujuan menjelaskan apa dan bagaimana
kehidupan beragama, sama-sama untuk menarik
kesimpulan dari fenomena kehidupan beragama.
Antropologi menyelidiki KENAPA DAN BAGAIMANA
MANUSIA BERAGAMA.
Kenapa asal usul
Bagaimana menjelaskan keadaan,
aspek, bagaimana perilaku dan cita rasa manusia
menghayati agama, hubungan perilaku dan kondisi
psikologis beragama dengan aspek kebudayaan yang
lain.
TEORI TYLOR
Sarjana pertama yang mengemukakan
pendapat bahwa asal mula agama adalah
animisme (paham tentang jiwa atau roh).
Primitive Culture : Researches Into the
Development of Mythology, Philosophy,
Religion, Language, Art, and Custom bahwa
asal mula agama adalah kepercayaan
manusia tentang adanya jiwa. Percaya pada
wujud spiritual (a belief in spiritual being).
Agama digambarkan sebagai kepercayaan
kepada adanya ruh gaib yang berfikir,
bertindak, dan merasakan sama dengan
manusia.
TEORI TYLOR
Manusia dalam kebudayaan tingkat rendah yang telah
memiliki budaya berfikir sepertinya sangat dipengaruhi
oleh dua persoalan biologis. Yang pertama adalah apakah
yang membedakan antara tubuh yang hidup dan yang
mati; apa yang menyebabkan manusia bisa terjaga, tidur,
pingsan, sakit dan mati? Kedua, wujud apakah yang
muncul dalam mimpi dan khayalan-khayalan
manusia?mencermati kedua persoalan ini, para savage
philosopher masyarakat primitif kemudian mencoba
menjawabnya dengan dua tahap; pertama dengan
menyatakan bahwa setiap manusia memiliki dua hal yaitu
jiwa dan roh sebagai bayangan dan diri kedua bagi jiwa.
Kedua hal ini juga dianggap sebagai bagian yang terpisah
dari tubuh. Kedua dengan mengkombinasikan jiwa dan roh
tadi, para filosof liar berhasil mendapatkan konsepsi
tentang jiwa yang memiliki pribadi.
TEORI TYLOR
Melalui alam, penalaran, masyarakat primitif
yang menurut Tylor masih kekanak-kanakan,
kemudian menemukan bentuk kepercayaan
religius yang pertama. Seperti mitos-mitos
mereka, pengajaran agama muncul dari usaha
rasional untuk menjelaskan cara kerja alam. Dan
dari perspektif ini, semuanya sudah jelas, bahwa
sebagaimana roh menggerakkan seorang
manusia, maka spirit pun telah menggerakkan
alam semesta.
TEORI TYLOR
Segala sesuatu di alam dipercaya mempunyai ruh
atau jiwa. Hal ini disebabkan masyarakat primitif
menyadari PERBEDAAN ANTARA HIDUP DAN
MATI DAN ADANYA PERISTIWA MIMPI.
Peristiwa hidup dan mati
perbedaan yang tampak pada manusia antara
hal-hal yang hidup dan hal yang mati. Organisma
pada suatu saat bergerak artinya hidup tetapi tak
lama kemudian organisma itu juga tidak bergerak
lagi artinya mati. Maka manusia mulai sadar akan
adanya suatu kekuatan yang menyebabkan gerak
itu yaitu jiwa.
TEORI TYLOR
Peristiwa mimpi
dalam mimpinya manusia melihat dirinya di
tempat lain (bukan di tempat di mana ia sedang
tidur). Maka manusia mulai membedakan antara
tubuh jasmaninya yang ada di tempat tidur dan
suatu bagian lain dari dirinya yang pergi ke
tempat lain. Bagian itulah yang disebut jiwa.

Sifat abstrak dari jiwa itu menimbulkan


keyakinan pada manusia bahwa jiwa dapat hidup
langsung, lepas dari tubuh jasmaninya.
TEORI TYLOR
Jiwa yang telah merdeka terlepas dari
jasmaninya dapat berbuat sekehendaknya.
Alam semesta penuh dengan jiwa-jiwa
merdeka itu yang kemudian disebut spirit
(makhluk halus atau roh). Dengan demikian
pikiran manusia telah mentransformasikan
kesadarannya akan adanya jiwa menjadi
keyakinan kepada makhluk-makhluk halus.
TEORI TYLOR
Manusia percaya bahwa makhluk halus
itulah yang menempati alam sekeliling
tempat tinggalnya, yang bertubuh halus
sehingga tidak dapat tertangkap oleh
pancaindera manusia, yang mampu
berbuat hal-hal yang tak dapat diperbuat
manusia, mendapat tempat yang sangat
penting dalam kehidupan manusia
sehingga menjadi objek penghormatan
dan penyembahannya, yang disertai
berbagai upacara berupa doa, sajian atau
korban. Nah inilah yang disebut Tylor
sebagai animism.
TEORI TYLOR
Jiwanya lepas
Tubuh mati Roh /Spirit
dari tubuh

Menempati
kayu, sungai,
lautan, hutan,
bangunan ANIMISME
rumah tua,
kuburan, dan
tempat lain.
TEORI TYLOR
Roh berasal dari manusia, maka ada roh yang
baik dan ada pula yang jahat, ada yang
melindungi kehidupan manusia dan ada yang
selalu menggoda dan mengganggu kehidupan
manusia.
Manusia
menghormati
Kemampu (memelihara
Merasa
an dan melayani,
rendah
manusia meminta
diri/ takut
terbatas perlindungan
kepadanya

Tercipta hubungan antara manusia dan roh-roh halus,


yang dilakukannya dengana cara dan upacara keagamaan,
misalnya dengan penyampaian sesaji, pembacaan mantera
atau doa.
Evolusi Religi TYLOR
Animisme pada dasarnya merupakan keyakinan
kepada roh-roh yang mendiami alam semesta
sekeliling tempat tinggal manusia.
Manusia yakin bahwa gerak alam yang hidup itu
juga disebabkan adanya jiwa di belakang
peristiwa-peristiwa dan gejala-gejala alam itu.
Seluruh gerak alam disebabkan oleh makhluk
halus yang menempati alam.
Jiwa alam kemudian di personifikasikan dan
dianggap seperti makhluk-makhluk yang
memiliki suatu kepribadian dengan kemauan dan
pikiran yang disebut dewa-dewa alam.
Evolusi Religi TYLOR
Dewa-dewa alam hidup dalam suatu susunan
kenegaraan, serupa dalam dunia manusia. Maka
terdapat susunan pangkat dewa-dewa. Lambat
laun hal ini menimbulkan kesadaran bahwa
semua dewa itu pada hakikatnya merupakan
penjelamaan dari satu dewa saja yaitu dewa
yang tertinggi. Akibat dari keyakinan ini adalah
berkembangnya keyakinan kepada satu Tuhan
dan timbulnya religi yang bersifat monotheisme.

animis dynamis polythei monothe


me me sme isme
TEORI TYLOR
Animisme : kepercayaan bahwa benda-benda alam seperti
pohon, batu, sungai dan lainnya punya ruh sehingga tidak
boleh diperlakukan sesuka hati manusia. Ada tata cara
yang harus diikuti untuk menebang kayu, menyembelih
hewan dan melakukan suatu tindakan terhadap benda itu.
Dinamisme : suatu kepercayaan bahwa dalam benda-
benda tertentu baik benda hidup, benda mati atau yang
telah mati, ada kekuatan gaib yang memberikan kepada
yang memilikinya suatu kemampuan luar biasa, baik
kemampuan baik ataupun tidak baik.
Politheisme : kepercayaan kepada banyak Tuhan yang ikut
mempengaruhi kehidupan manusia.
Monotheisme : kepercayaan kepada hanya ada satu Tuhan
yang mencipta dan mempengaruhi kehidupan manusia.
TEORI TYLOR
Animisme : paham kepercayaan manusia tentang
adanya jiwa yang meliputi :
a. Bahwa di dunia ini tidak ada benda yang tidak
berjiwa, kesemuanya itu hidup karena ada jiwa.
b. Bahwa yang terpenting adalah jiwa dan bukan
benda (materi) karena tanpa jiwa maka
semuanya akan mati.
c. Bahwa makhluk yang tidak berwujud itu ada,
yang disebut jin, atau hantu atau lainnya, yang
terdapat dimana-mana
d. Bahwa matahari, bulan, bintang bergerak dan
bercahaya mempunyai jiwa.
TEORI R.R MARETT

Marett mengkritik pendapat Tylor bahwa apakah manusia


dalam masyarakat yang masih sederhana mampu berfikir
tentang adanya jiwa.
Menurut Marett dalam bukunya The Threshold of Religion
pokok pangkal dari perilaku keagamaan bukanlah
kepercayaan terhadap roh-roh halus, melainkan timbul karena
perasaan rendah diri manusia terhadap beberapa gejala yang
luar biasa yang melebihi kekuatan dirinya sehingga kekuatan
itu bersifat SUPERNATURAL.
TEORI R.R MARETT
bentuk religi yg tertua bdskan keyakinan manusia akan
adanya kekuatan gaib dlm hal2 yg luar biasa dan yg menjadi
sebab timbulnya gejala2 yg tak dpt dilakukan manusia biasa.
The Melanesians uraian mengenai keyakinan org Melanesia
ttg kekuatan gaib yg disebut mana yg dipancarkan oleh roh
atau dewa ttp dpt dimiliki oleh manusia.
Orang yg mempunyai mana adl org yg berkuasa dan mampu
memimpin org lain.
pangkal religi adalah suatu emosi atau suatu getaran jiwa
yg timbul karena kekaguman manusia thd hal-hal dan gejala2
tertentu yg sifatnya luar biasa
TEORI R.R MARETT
Kekuatan yg tdk dapat diterangkan dgn akal manusia biasa
dan yg ada di atas kekuatan2 alamiah biasa yaitu kekuatan
yang supernatural.
Manusia purba dlm hidupnya sering kagum akan hal2 serta
peristiwa2 yg gaib, yg tak dpt diterangkannya dgn akalnya yg
masih terbatas kemampuannya itu. Dengan demikian timbul
keyakinan bahwa kekuatan gaib itu ada dlm segala hal yg
sifatnya luar biasa.
Bentuk religi ini oleh Marett disebut prae-anemism karena
dianggap lbh tua dari religi dimana manusia menyembah
makhluk halus dan roh.
TEORI FRAZER
J.G Frazer The Golden Bough a Study in Magic and Religion
mengemukakan bahwa manusia itu dalam memecahkan
berbagai masalah dalam kehidupannya dengan menggunakan
akal dan sistem pengetahuan.
Akal pikiran manusia terbatas, semakin rendah budaya
manusia semakin kecil dan terbatas kemampuan akal pikiran
dan pengetahuannya.
Ketidakmampuan menggunakan akal pikirannya maka
manusia menggunakan MAGIC atau ilmu gaib atau ilmu sihir.
Magic adalah tanggapan hidup berbagai masyarakat bangsa,
sejak jaman purba maupun sekarang masih ada.
TEORI FRAZER
Para pemburu butuh binatang, petani butuh cahaya matahari dan hujan;
akan tetapi ketika kondisi alam tidak berjalan sesuai dengan yang
diharapkan, maka masyarakat akan berfikir dan berusaha apa saja agar
bisa memahami alam dan berupaya untuk mengubahnya.
Frazer menyebutnya dengan symphathetic magic karena masyarakat
primitif beranggapan bahwa alam bekerja dengan rasa simpati atau
pengaruh-pengaruh yang datang dari luar.
orang Indian Pawnee mengoleskan darah gadis persembahan pada ujung
perkakas pertanian mereka. Hal ini dilakukan karena mereka sangat yakin
bahwa dengan cara itulah kekuatan roh yang memberi kehidupan akan
berpindah ke benih-benih yang mereka semaikan. Ketika musim kemarau
melanda, para petani mengganti pakaian anak-anak dengan dedaunan dan
menyirami mereka dengan air di setiap rumah. Anak-anak yang disebut
Raja Hujan diharapkan bisa memanggil hujan dan membuat tanaman
subur kembali.
TEORI FRAZER
Frazer melihat bagaimana mudahnya orang-orang primitif
beranggapan bahwa prinsip-prinsip kerja alam selalu tetap,
universal, dan tidak bisa dilanggar. Di India, saat pendeta
Brahma memberikan persembahan kepada matahari, ia
begitu yakin bahwa tanpa ritualnya matahari tidak akan terbit
lagi. Begitu juga dengan orang-orang Mesir kuno, Paraoh yang
melambangkan matahari selalu mengelilingi kuil secara
khidmat untuk memastikan bahwa matahari yang
sebenarnyaakan selalu beredar secara sempurna.
Jadi magis dibangun berdasarkan asumsi bahwa ketika satu
ritual atau perbuatan dilakukan secara tepat, maka akibat
yang akan dimunculkan juga pasti akan terwujud seperti yang
diharapkan.
TEORI FRAZER
Manusia memecahkan soal-soal hidupnya dengan akal dan sistem
pengetahuannya, tetapi akan dan sistem pengetahuan itu ada
batasnya.
Soal-soal hidup yang tak dapat dipecahkan dengan akal
dipecahkannya dengan magic (semua tindakan manusia untuk
mencapai suatu maksud melalui kekuatan-kekuatan yang ada di
dalam alam.
Lambat laun banyak dari tindakan magic tidak ada hasilnya.
Manusia mulai percaya bahwa alam didiami oleh makhluk halus
yang lebih berkuasa daripadanya.
Manusia mulai mencari hubungan dengan makhluk halus.
Di saat magis telah mengalami kemunduran, agama datang
menggantikan posisinya.
Dengan demikian, muncul religi.
TEORI FRAZER

Tidak
Akal dapat
pikiran Magic menguas RELIGI
terbatas ai alam
sekitar
TEORI FRAZER

MAGIC AGAMA/ RELIGI

Suatu sistem sikap dan perilaku Suatu sistem perilaku manusia


manusia untuk mencapai untuk mencapai maksud dan
maksud dan tujuan dengan tujuannya dengan bersandar
menggunakan kekuatan gaib atau menyerahkan diri pada
yang ada di alam kemauan dan kekuasaan
makhluk halus yang menempati
alam
TEORI FRAZER
Frazer membedakan religi dengan magi yg sama-sama cocok
bagi masyarakat yg masih berfikir pralogis, sedangkan sains
cocok bagi masyarakat modern yg berfikir logis.
Magi dikembangkan dengan harapan dapat mempengaruhi
proses alam sehingga menguntungkan manusia. Ahli
magi=tukang sihir=kepala suku. Magi = memaksa alam
untuk tunduk pada mantra.
Ketika magi tidak ampuh lagi maka masyarakat
menggunakan agama.
Agama MENEKANKAN bahwa gejala alam dikuasai oleh
kekuatan supernatural.
TEORI FRAZER
Manakala seorang yang beragama ingin mengendalikan atau
merubah kekuatan alam, yang semestinya dilakukan bukan
merapalkan mantra-mantra magis, melainkan berdoa dan
memohon kepada dewa-dewi yang mereka yakini. Seolah-
olah mereka berhubungan dengan manusia, meminta
kemurahan hatinya, memohon pertolongan, atau menuntut
balas, bersumpah akan selalu mencintai, setia dan patuh
kepadanya. Semua sangat penting karena pada akhirnya
Tuhan sendiri yang mengatur alam. Kemarahannya akan
menyebabkan badai, kasih sayangnya akan menyelamatkan
manusia.
TEORI FRAZER
Magi (witchraft) : kepercayaan bahwa beberapa aspek kehidupan dapat
dikontrol atau direkayasa dengan kekuatan mistik atau kekuatan
supernatural, seperti percaya kepada ilmu sihir.
Magis : upaya yang bersifat menggunakan kekuatan makhluk gaib untuk
sesuatu tujuan yang diinginkan oleh yang memintakan jasa ahli magis.
Magi berbeda dengan sihir (witch) ada dengan maksud baik dan jahat,
akan tetapi sihir hanya untuk tujuan jahat, seperti mencelakakan orang.
Mana : kekuatan gaib yang terdapat pada sesuatu dan dapat pula pergi
meninggalkannya. Mana bisa saja datang pada seseorang, tumbuhan,
binatang ataupun benda dan dapat pula pergi daripadanya. Kalau benda
mempunyai mana, ada keanehan yang terjadi pada sesuatu yang
berhubungan dengannya, ex : batu cincin.
TEORI FRAZER
Sampai sekarang magi itu masih ada seperti Shamanisme atau
Voodooisme.
Mempelajari magi dari sisi antropologi perlu diperhatikan
a. Siapa yang melaksanakan atau memimpin upacara
b. Bagaimana cara dan upacara magic dilakukan dan di tempat
yang bagaimana
c. Alat-alat apa saja yang digunakan, bagaimana cara
menggunakannya
d. Ucapan atau kata apa yang digunakanan dalam membaca
mantera, doa dsb
e. Jika diramu bahan obat, dari bahan apa dan bagaimana cara
meramu
TEORI SCHMIDT
Schmidt mengemukakan bahwa monotheisme sesungguhnya
bukan penemuan baru tetapi sudah tua. Di berbagai suku
bangsa sudah ada kepercayaan terhadap adanya satu dewa
yang merupakan dewa tertinggi yang mencipta alam semesta
dan seluruh isinya serta sebagai penjaga ketertiban alam dan
kesusilaan.
Teori Schmidt ini sebenarnya berasal dari pendapat ahli sastra
Inggris A. Lang. Menurut A.Lang contoh dari suku bangsa yang
percaya terhadap adanya tokoh dewa tertinggi terdapat pada
masyarakat yang masih rendah tingkat budayanya di Australia,
di kepulauan Andaman dan pada beberapa suku penduduk
pribumi di Amerika Utara.
TEORI SCHMIDT
Dalam berbagai hal terbukti bahwa kepercayaan pada satu
Tuhan bukan karena adanya pengaruh agama Kristen dan
Islam. Kata A.Lang pada bangsa-bangsa yang tingkat
budayanya sudah maju ternyata kepercayaanya terhadap satu
Tuhan terdesak oleh pengaruh kepercayaan makhluk-makhluk
halus, dewa-dewa alam, hantu dsb.
Lang menyebutkan dalam bukunya mengenai uraian folklor
dan mitologi suku bangsa di berbagai daerah di muka bumi.
Lang menemukan adanya tokoh dewa yang oleh suku ttt
dianggap dewa tertinggi, pencipta seluruh alam semesta
beserta isinya, penjaga ketertiban alam dan kesusilaan.
Jadi menurut A Lang sebenarnya kepercayaan terhadap Dewa
Tertinggi itu sudah sangat tua dan mungkin merupakan
bentuk agama yang tertua.
TEORI SCHMIDT
Menurut Schmidt, agama itu berasal dari Titah Tuhan yang
diturunkan kepada manusia (Uroffenbarung) atau Titah Tuhan
yang murni sehingga kepercayaan Urmonotheisme yaitu
kepercayaan yang asli dan bersih dari berbagai khurafat sudah
ada sejak zaman purba dimana tingkat budayanya masih
rendah.
Menurut Schmidt, agama itu berasal dari Titah Tuhan yang
diturunkan kepada manusia (Uroffenbarung) atau Titah Tuhan
yang murni sehingga kepercayaan Urmonotheisme yaitu
kepercayaan yang asli dan bersih dari berbagai khurafat sudah
ada sejak zaman purba dimana tingkat budayanya masih
rendah.
TEORI DURKHEIM
Dasar-dasar agama adalah :
1. Yang menjadi sebab dan berkembangnya kegiatan
keagamaan manusia adalah adanya getaran jiwa yang
menimbulkan emosi keagamaan. Timbulnya getaran jiwa
dikarenakan rasa sentimen kemasyarakatan yaitu suatu
keterikatan dalam perasaan kemasyarakatan berupa rasa
cinta, bakti dan lainnya.
2. Rasa sentimen itu harus selalu dikobarkan dengan
mengadakan pertemuan-pertemuan besar.
3. Rasa sentimen memerlukan maksud dan tujuan
4. Objek yang sakral merupakan lambang masyarakatnya
Pengertian tentang emosi keagamaan dan
sentimen masyarakat adalah pengertian dasar
yang merupakan inti setiap agama.
Upacara, kepercayaan dan mythologi
menentukan bentuk lahir dari suatu agama di
dalam masyarakat tertentu yang menunjukkan
ciri-ciri perbedaan yang nyata dari berbagai
agama di dunia.