Anda di halaman 1dari 40

UTILITAS & PENGGERAK MULA

DOSEN PENANGGUNG JAWAB


D R . ENG. D EWI A GU S TINA , S . T. , M. ENG,
Selasa, 21 Maret 2017
Gdg. L Teknik Kimia Unila

KOAGULASI
DAN
FLOKULASI
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
KOAGULASI DAN FLOKULASI

Kelompok 3
C h a n d r a Wa h y u U ( 1 2 1 5 0 4 1 0 0 8 )
Lina Sari (1215041027)
Dika Kameswara (1415041014)
Okta Fiyana (1415041045)
Ridwan Santoso (1415041053)

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
LATAR BELAKANG
Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok
bagi manusia
Ketersediaan air baik secara kuantitas, kualitas,
mauupun kontinuitas sangat diperlukan bagi
kelangsungan hidup manusia
Saat ini, di perkotaan, kualitas dan kuantutas air
menurun akibat pencemaran dan padatnya penduduk
Koagulasi dan flokulasi merupakan salah satu cara
pengolahan air untuk menghilangkan zat-zat yang
berbahaya dalam air untuk menghasilkan air bersih
yang bisa digunakan manusia
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
Metoda dan alat yang digunakan dalam analisis kualitas air.
KOAGULASI
PENGERTIAN KOLOID
Koloid merupakan sistem yang partikel-partikelnya terdispersi
secara merata dalam suatu medium.

Sifat Khas Koloid


tidak dapat disaring
fasa terdispersi tersebar secara merata dalam
medium pendispersi
serta dapat memberikan suatu hamburan cahaya
yang bergerak tidak teratur jika terkena seberkas
cahaya yang dinamakan efek Tyndall.
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
PENGERTIAN KOAGULASI
PENGERTIAN KOAGULASI

penambahan zat kimia (koagulan) ke dalam air baku dengan


maksud mengurangi gaya tolak-menolak antar partikel
koloid
Koagulasi terpenuhi dengan penambahan ion-ion yang
mempunyai muatan berlawanan dengan partikel koloid,
partikel koloid umumnya bermuatan negatif, sehingga ion-
ion yang ditambahkan harus kation atau bermuatan positif
Kekuatan koagulasi ion-ion tersebut
bergantung pada bilangan
valensi atau besarnya muatan

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
KOAGULASI
Proses Koagulasi

Dalam proses koagulasi, stabilitas koloid sangat


berpengaruh
Beberapa gaya yang menyebabkan stabilitas partikel, yaitu:
Gaya elektrostatik yaitu gaya tolak menolak tejadi jika
partikel-partikel mempunyai muatan yang sejenis.
Bergabung dengan molekul air (reaksi hidrasi).

Stabilisasi yang disebabkan oleh molekul besar yang


diadsorpsi pada permukaan.

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES KOAGULASI

Suhu air
Derajat Keasaman (pH)
Jenis Koagulan
Kadar ion terlarut
Tingkat kekeruhan
Dosis koagulan
Warna
Alkalinitas
Pengadukan
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
Suryadiputra,I.N.N.
Penentuan Jenis Koagulan dalam Proses Koagulasi

Satu-satunya cara untuk menentukan koagulan mana yang terbaik pada air tertentu
adalah dengan melakukan percobaan jar-test di laboratorium (Gebbie 2005)

Alat Jar-Test
Sumber: EPA, 2002
Contoh Kurva Koagulasi
Sumber: EPA, 2002
Penentuan Jenis Koagulan dan Dosis Optimum untuk
Meningkatkan Efisiensi Sedimentasi dalam Instalasi
Pengolahan Air Limbah Pabrik Jamu X
Langkah-langkah pengerjaan percobaan koagulasi-flokulasi:
a. mengukur dan memasukkan 1 liter contoh air yang sama ke dalam masing-
masing gelas kimia berkapasitas 1 liter. Gelas kimia ditempatkan sedemikian
rupa sehingga tangkai pengaduk tidak berada di tengah-tengah jar tetapi
setidaknya berjarak 6,4 mm dari dinding jar. Suhu contoh air diperiksa sebelum
pengujian dimulai;
b. menimbang dan menyiapkan variasi dosis untuk masing-masing koagulan;
c. menyalakan pengaduk jamak untuk beroperasi pada kecepatan kurang lebih 100
rpm (pengadukan cepat) kemudian menambahkan dosis koagulan tertentu yang
telah disiapkan pada masing-masing gelas kimia. Pengadukan cepat dilakukan
selama 1 menit setelah penambahan koagulan;
d. mengurangi kecepatan pengadukan menjadi kurang lebih 50-60 rpm untuk
menjaga partikel-partikel flok yang terbentuk agar tidak hancur selama 10 menit
(pengadukan lambat);
e. setelah pengadukan lambat, pengaduk dikeluarkan, kemudian
waktu dan pengendapan partikel-partikel flok diamati;

f. setelah 10-15 menit pengendapan, tinggi endapan pada dasar gelas


kimia, warna kasat mata, dan suhu contoh air dicatat. Sebagian volume
cairan supernatan dari gelas kimia pada titik setengah tinggi volume air
dari dasar jar diambil untuk kemudian diperiksa kekeruhan, pH, dan
daya hantar listriknya;

g. Langkah-langkah tersebut diulangi untuk jenis koagulan yang ke dua.


FLOKULASI
Flokulasi adalah suatu proses aglomerasi
(penggumpalan) partikel-partikel terdestabilisasi
menjadi flok dengan ukuran yang memungkinkan
dapat dipisahkan oleh sedimentasi dan filtrasi

Bertujuan untuk mempercepat proses penggabungan


flok-flok yang telah dibibitkan pada proses koagulasi

Gradien kecepatan merupakan faktor penting dalam


desain bak flokulasi
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
FLOKULASI
Jika nilai gradien terlalu besar maka gaya geser yang
timbul akan mencegah pembentukan flok, sebaliknya jika
nilai gradient terlalu rendah/tidak memadai maka proses
penggabungan antar partikulat tidak akan terjadi dan flok
besar serta mudah mengendap akan sulit dihasilkan.
Untuk mendapatkan flok yang besar dan mudah
mengendap maka bak flokulasi dibagi atas tiga
kompartemen :
pertama terjadi proses pendewasaan flok,
kedua terjadi proses penggabungan flok, dan
ketiga terjadi pemadatan flok

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
EFEKTIVITAS FLOKULASI

Efisiensi dari proses flokulasi dapat


dilihat dari kualitas air setelah dilakukan
pemisahan flok secara mekanik.

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
Proses Flokulasi Partikel Koloid
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
Proses pengolahan air (Koagulasi - Flokulasi)

Koagulasi dan flokulasi merupakan proses yang terjadi


secara berurutan untuk mentidakstabilkan partikel
tersuspensi, menyebabkan tumbukan partikel dan tumbuh
menjadi flok
Pertama koagulasi dengan melibatkan netralisasi dari muatan
partikel dengan penambahan elektrolit (koagulan)
Agregat yang terbentuk akan saling menempel dan
menyebabkan terbentuknya partikel yang lebih besar yang
dinamakan mikroflok,
Pengadukan cepat untuk mendispersikan koagulan dalam
larutan dan mendorong terjadinya tumbukan partikel sangat
diperlukan untuk memperoleh proses koagulasi yang bagus
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
Proses pengolahan air (Koagulasi - Flokulasi)

Tahap selanjutnya, Flokulasi, disebabkan oleh


adanya penambahan sejumlah kecil bahan kimia
yang disebut sebagai flokulan (Rath & Singh,
1997)
Mikroflok yang terbentuk pada saat proses
koagulasi sebagai akibat penetralan muatan, akan
saling bertumbukan dengan adanya pengadukan
lambat dan menghasilkan flok yang lebih besar

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
Proses pengolahan air (Koagulasi - Flokulasi)

Pertumbuhan ukuran flok akan terus berlanjut dengan


penambahan flokulan atau polimer dengan bobot molekul
tinggi
Polimer tersebut menyebabkan terbentuknya jembatan,
mengikat flok, memperkuat ikatannya serta menambah berat
flok sehingga meningkatkan rate pengendapan flok
Waktu yang dibutuhkan untuk proses flokulasi
berkisar antara 15-20 menit hingga 1 jam
Proses koagulasi-flokulasi terjadi pada unit pengaduk cepat
dan pengaduk lambat
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung
Proses pengolahan air (Koagulasi - Flokulasi)
Faktor utama yang mempengaruhi koagulasi dan flokulasi
air adalah kekeruhan, padatan tersuspensi, temperatur, pH,
komposisi dan konsentrasi kation dan anion, durasi dan
tingkat agitasi selama koagulasi dan flokulasi, dosis
koagulan, dan jika diperlukan, koagulan-pembantu

Pemilihan koagulan dan kadarnya membutuhkan studi


laboratorium atau pilot plant (menggunakan jar test
apparatus) untuk mendapatkan kondisi optimum.

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
Proses pengolahan air (Koagulasi - Flokulasi)

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
Pengadukan
Faktor penting pada proses koagulasi-flokulasi adalah
pengadukan. Berdasarkan kecepatannya, pengadukan
dibedakan menjadi dua, yaitu pengadukan cepat dan
pengadukan lambat. Kecepatan pengadukan dinyatakan
dengan gradien kecepatan (G), yang merupakan
fungsi dari tenaga yang disuplai (P):
Pengadukan mekanis adalah metoda pengadukan menggunakan
alat pengaduk berupa impeller yang digerakkan dengan motor
bertenaga listrik. Umumnya pengadukan mekanis terdiri dari motor,
poros pengaduk, dan gayung pengaduk (impeller), lihat Gambar 1.5.
Pengadukan lambat secara mekanis umumnya memerlukan tiga
kompartemen dengan ketentuan G di kompartemen I lebih besar
daripada G di kompartemen II dan G di kompartemen III adalah yang
paling kecil.
Pengadukan hidrolis adalah pengadukan yang memanfaatkan
gerakan air sebagai tenaga pengadukan. Sistem pengadukan ini
menggunakan energi hidrolik yang dihasilkan dari suatu aliran
hidrolik. Energi hidrolik dapat berupa energi gesek, energy potensial
(jatuhan) atau adanya lompatan hidrolik dalam suatu aliran.
Beberapa contoh pengadukan hidrolis adalah terjunan (Gambar 1.7),
loncatan hidrolis, parshall 68 flume, baffle basin (baffle channel,
Gambar 1.8), perforated wall, gravel bed dan sebagainya.
Pengadukan pneumatic adalah pengadukan yang menggunakan
udara (gas) berbentuk gelembung yang dimasukkan ke dalam air
sehingga menimbulkan gerakan pengadukan pada air (Gambar 5.7).
Injeksi udara bertekanan ke dalam suatu badan air akan
menimbulkan turbulensi, akibat lepasnya gelembung udara ke
permukaan air. Makin besar tekanan udara, kecepatan gelembung
udara yang dihasilkan makin besar dan diperoleh turbulensi yang
makin besar pula.
Kelebihan Koagulasi - Flokulasi
Lebih cepat, efektif dan efisien menghilangkan bahan-
bahan limbah dalam bentuk koloid, dengan
menambahkan koagulan. Dengan koagulasi, partikel-
partikel koloid akan saling menarik dan menggumpal
membentuk flok (Suryadiputra, 1995)
Memudahkan partikel-partikel tersuspensi yang sangat
lembut dan bahan-bahan koloidal di dalam air menjadi
agregat/jonjot (proses sebelum penggumpalan) dan
membentuk flok, sehingga dapat dipisahkan dengan
proses pengendapan

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
Ringkasan Proses Koagulasi-Flokulasi

Koagulasi Flokulasi
Destabilisasi partikel koloid Pembentukan dan pembesaran flok
Pembubuhan bahan kimia: koagulan, Dilakukan pengadukan lambat (slow
misal koagulan, misal: tawas mixing):
Dilakukan pengadukan cepat (rapid Pneumatis
mixing): Mekanis
Hidrolis: terjunan atau hidrolik jump Hidrolis
Mekanis: menggunakan batang
pengaduk

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
Pentingnya koagulasi-flokulasi di IPA terhadap air baku air
permukaan dan air tanah yang sudah mengalami pengolahan
pendahuluan; seringkali terdapat zat padat dalam bentuk atau
ukuran yang tidak memungkinkan mengendap pada proses
sedimentasi saja atau dengan proses lain di dalam waktu dentensi
yang efisien.

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung
DIAGRAM ALIR

Gambar Diagram alir IPA Dekeng II PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.
Skema Koagulasi

Keterangan:
Jenis koagulan : PAC
Debit(Q) : 0,4 m3/detik
Jumlah bak : 2 bak
Debit tiap bak : 0,2 m3/detik
Panjang(P) : 1,5 meter
Lebar(L) : 2 meter
Tinggi(H) : 1,5 meter
Tinggi terjunan : 1 meteR
Free board : 0,25 meter
FLOKULASI
FLOKULASI
Keterangan:
Tipe : pengaduk lambat vertical baffle channel
Jumlah Bak : 3 bak
Debit (Q) = 400 L/detik = 0,4 m3/detik
Debit tiap bak (Qbak) = 0,4 / 3 = 0,1333 m3/detik
Jumlah Kompartemen = 4
Tinggi Bangunan = 5,45 m
SEKIAN & TERIMAKASIH
Daftar Pustaka

ASTM Designation(2009): D 2035-08 Standard Practice for


Coagulation-Flocculation Jar Test of Water

Kristijarti, A Prima dkk, 2013.Hibah Monodisiplin. Penentuan Jenis


Koagulan dan Dosis Optimum untuk Meningkatkan Efisiensi
Sedimentasi dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah Pabrik Jamu
X. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Katolik Parahyangan

Ravina, Louis. Coagulation and Floculation.1993.Virginia:Zeta-


Meter,Inc

Suryadiputra,I.N.N. Pengantar Mata Kuliah Pengolahan Limbah


:Pengolahan Air Limbah Dengan Metode Kimia(Koagulasi dan
Flokulasi).1995.Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor

Unggul Sudarmo, 2004. Kimia SMA Jilid 2. Erlangga. Jakarta. Hal 198

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Lampung