Anda di halaman 1dari 14

K3LL

PERTOLONGAN PERTAMA

OLEH BENGKALIS

B1 Wirajaya Kusuma
B2 Muhammad Rahmat Redho A.
B3 Ariesha Rizika Isdianty
B4 Muhammad HANIF T
Gangguan Umum
1. Syok
- Ringan ( pragugat ) - Berat ( gugat )
Tindakan PPPK bagi penderita syok :
- Korban secepatnya dibawa ke dokter
- Sambil berusaha diharapkan
- Korban dibawa ke tempat teduh dan aman
- Tidurkan telentang tanpa bantal/kepalanya lebih rendah bila tidak ada pendarahan di
kepala. Luruskan kaki dan tangannya bila tidak ada patah tulang dan pendarahan di
anggota badan
- Lepaskan pakaian korban dan berilah selimut
- Tenangkan korban dan usahakan badan tetap hangat. Bila ada luka dengan pendarahan
pasanglah pembalut dengan cepat
- Berikan bidai bila ada patah tulang
- Berikan oralit bila menghadapi muntaber
Gangguan Umum
2. Kunang-kunang
Terjadi karena otak kekurangan darah
Gejalanya : mula-mula mual, dada sesak lalu timbul rasa takut, menguap (mengantuk), dan
telinga mendengung, bekunang-kunang, muka pucat, keringat dingin, terus roboh.
Tindakan P3K
- Membawa si sakit ke tempat teduh
- Baringkan diatas bangku/tanah/ubin
- Jagalah agar lidah tidak masuk kedalam
- Gigi palsu yang lepas harus dikeluarkan
- Miringkan kepalanya dan jangan diberi bantal
- longgarkan pakaian yang sempit
- usahakan kakinya lebih tinggi dari kepalanya
- buat si sakit mengirup cairan amoniak, diklonya atau bawang putih yang dipecah-pecah
Gangguan Umum
3. Pingsan
Terjadi karena pekerjaan otak terganggu
Pertolongan :
- membaringkan penderita ditempat teduh/segar udara
- bila mukanya merah, kepala ditinggikan dengan bantal. Jika mukanya pucat,
kakinya ditinggikan dan baringkan dengan lurus
- miringkan kepala supaya muntah
- usahakan lidahnya tidak tersurut ke belakang
- keluarkan gigi palsunya
- longgarkan pakaian yang sempit
- lukanya dibalut
- selimuti penderita, jangan sampai kedinginan
- kompres dengan air dingin pada kepalanya
4. Mati Suri
Gangguan Umum
Tindakan :
- Perbaiki perjalanan darah dengan mengurutjantung. Pelaksanaan 1 dan 2 sedapatnya
bersama-sama dikerjakan. Ingat yang paling utama pemulihan pernafasan.
- Pernafasan Buatan
Sebelum mengerjakan pernafasan buatan, terlebih dahulu kita :
- panggil ambulans/kendaran lain - periksa mulut
- bersihkan hidung - longgarkan pakaian
- bebaskan pernafasan. Pada orang pingsan jalan pernafasan sering tertutup oleh pangkal
lidahyang terjatuh ke belakang, ke dinding belakang kerongkongan.
Macamnya :
- pernafasan buatan dari mulut-kemulut pada bayi dan anak kecil
- pernafasan buatan dari mulut-kemulut pada orang dewasa dan anak yang besar
- pernafasan buatan dari mulut ke hidung
- pernafasan buatan cara Holger-Nielsen
- pernafasan buatan cara Silvester
Patah Tulang

Patah tulang atau dalam bahasa medis biasa disebut fraktur adalah kondisi dimana
terjadi kerusakan bentuk dan fungsi dari tulang tersebut yang dapat berupa patahan
atau pecah dengan serpihan. Pada kasus patah tulang diperlukan pemeriksaan
tindakan yang menyeluruh agar perbaikan tulang menjadi lebih baik.
Bahaya Patah Tulang

Pembuluh darah (arteri femoralis) pecah dan terjadi perdarahan namun


tidak terlihat
Meninggal Dunia
Neyeri yang semakin parah jika salah penanganan
Darah bisa merembes dari tulang yang patah dan bisa masuk ke dalam
jaringan di sekitarnya
Penderita tidak bisa menggerakkan bagian yang patah
Prinsip Pertolongan
1. Jangan sekali-kali mencoba untuk mendorong atau menggerakkan bagian yang
patah tulang karena bisa menyebabkan kondisi yang lebih parah dan komplikasi
untuk korban.
2. Jika Anda menemukan korban dan tidak tahu apakah itu patah tulang atau kesleo
maka harus menolong dengan dasar sebagai patah tulang. Hal ini bisa mencegah
kondisi yang lebih buruk.
3. Jangan memberikan makanan atau minuman apapun untuk korban karena bisa saja
korban membutuhkan tindakan operasi dengan bius total.
4. Jika tulang retak pada bagian selangka sebaiknya gunakan penopang pada bagian
lengan.
5. Patah tulang yang terjadi pada bagian leher, tulang rusuk atau tulang ekor yang
menyebabkan penderita tidak mungkin diberikan pertolongan pertama.
Cara Penanganan

1. Jika memungkinkan, segera panggil dokter.


2. Cegah kerusakan lebih lanjut dengan memakaikan bidai pada bagian tubuh
yang tulangnya patah sebelum berusaha memindahkan si korban.
3. Si korban harus tetap dalam keadaan hangat dan nyaman demi
menghindarkan shock.
4. Jika terjadi pendarahan seperti pada fraktur terbuka, tekanlah dengan keras
pembuluh-pembuluh darah yang sedang mengeluarkan darah, dengan
memakaikan pembalut (kain) atau kain kasa yang bersih.
Cara Penanganan

5. Jika si penolong melihat adanya tulang yang menonjol keluar dari kulit, tutupilah
dengan kain kasa (boleh kain lainnya) yang bersih dan pakaikan sebuah bidai.
Anggota badan sebaiknya tetap pada posisi sewaktu fraktur terjadi.
6. Jika merasa ragu apakah ada fraktur atau tidak, sebaiknya ambil aman saja,
pakaikanlah sebuah bidai seperti halnya pada kejadian fraktur. Fungsi pemakaian
bidai ini adalah untuk menahan patahan tulang supaya persendian yang
didekatnya tidak dapat bergerak. Menggerakkan anggota tubuh yang patah bisa
menyebabkan kerusakan yang lebih serius.
Cara Memasang Bidai

Jika tidak didapati kayu atau bahan keras lainnya yang pas untuk dijadikan
bidai. Pakaikan apa saja yang mudah didapat seperti kain tebal yang keras
(dilipat), bantal, selimut (dilipat), majalah atau juga koran yang dilipat.
Cabang-cabang pohon, payung, tongkat, logam, gagang sapu, atau apa saja
yang memungkinkan bisa dijadikan bidai. Yang terpenting, pastikan bidai
tersebut kuat menahan bagian tubuh yang patah dari pergerakan.
Cara Memasang Bidai

Jika yang patah adalah bagian punggung, cari papan yang lebar agar si penolong dapat membawanya ke rumah sakit
dengan selamat. Taruh papan itu disamping si korban dan gulingkan perlahan-lahan ke atas papan. Berhati-hatilah dalam
memindahkannya dan jangan sampai membengkokkan punggungnya. Sesudah itu, si korban bisa segera di bawa ke
rumah sakit.
Membuat dan Menggunakan Tandu
1. Baringkanlah si korban dalam keadan terlentang atau miring. Jika tidak
ditemui usungan, pakai saja papan yang lebar yang cukup pas untuk seluruh
tubuhnya, jika tidak ditemui, lepas daun pintu rumah dan jadikan sebagai
usungan.
2. Letakkan usungan di samping si korban, lalu gulingkan si korban perlahan-
lahan ke atasnya. Posisi yang lebih baik adalah muka si korban menghadap ke
atas (jangan tertelungkup).
3. Ikat si korban dengan usungan dengan cara melingkarinya dengan tali, kain
sprei atau bahan lainnya. Ikat dengan erat, pastikan posisinya tidak bergerak
ketika usungan tersebut dalam keadaan miring atau terhentak.
4. Angkat usungan perlahan-lahan dan bawa si korban ke rumah sakit untuk
segera mendapatkan perawatan.
Dalam Memberi pertolongan pertama, kemauan menolong harus didasari
kemampuan.

Beri Nilai