Anda di halaman 1dari 38

2) Faktor

Penguat Bahan
Industri

1) Pengujian
dan Evaluasi
Konsep 3) Mekanisma
Slip dan
Bahan Industri
Dasar Dislokasi

4) Diagram Fasa
Sebagai Dasar
Metalografi
PENGUJIAN DAN
EVALUASI BAHAN
INDUSTRI
Pengujian Tarik Statik

Pengujian Statik untuk Tekan; Bengkok dan Putar

Pengujian Keuletan dan Patah Ulet

Kekerasan
PENGUJIAN DAN
EVALUASI BAHAN Melar
INDUSTRI
Kelelahan

Keausan

Pengaruh Lingkungan pada Kekuatan dan


Patahnya Bahan

Cacat Bahan dan Pengujian Tak Merusak


Asal Retakan
Kelelahan
Perambatan
Retakan Lelah

Keausan
Pengujian
Pewarnaan
Pengaruh Lingkungan pada
Pengujian dengan
Kekuatan dan Patahnya Bahan
Bubuk Magnet
Pengujian
Cacat Bahan dan Pengujian Tak Penyinaran
Merusak
Pengujian dengan
Arus Eddy
Pengujian
Ultrasonik
Pengujian Pancaran
Akustik
Kelelahan

Patahan lelah disebabkan oleh tegangan berulang dan juga dijumpai pada tegangan
kurang dari 1/3 kekuatan tarik statik pada bahan struktur tanpa konsentrasi tegangan.
Jadi kelelahan memegang peran utama dalam putusnya bahan secara mendadak pada
penggunaan suatu struktur atau komponen

Perambatan retakan Patahan statik terhadap luas


Terjadinya retakan lelah
lelah penampang sisa

Asal retakan
Kelelahan dibagi
menjadi dua
Perambatan retakan lelah
Asal Retakan

Jika pengamatan dilakukan terhadap Kelanjutan lebih jauh dari tegangan


permukaan rata dari suatu batang uji berulang memperlebar sebagian pita
tanpa takikan, yang dibebani slip, di mana tonjolan halus yang
berulang-ulang, perkembangan dari disebut intrusi dan ekstrusi terjadi
pita slip berbeda dibandingkan yang perlahan-lahan berubah menjadi
dengan yang terlihat pada batang uji retakan kecil
percobaan tarik biasa
Perambatan Retakan Lelah

Apabila pemusatan tegangan terdapat


pada struktur atau sesuatu yang
serupa dengan retak mula, maka
terjadinya retakan tidak dapat
dihindari dan kondisi dari perambatan
retak menjadi penting
Keausan

Goresan karena bahan yang keras


menyebabkan permukaan kasar.
Pemolesan dengan bahan abrasi keras,
kertas amperlas, atau campuran debu
memberikan fenomena abrasi disebut
keausan goresan atau keausan
permukaan licin.

Jika pasangan permukaan


bersentuhan satu sama lain dan
bergerak relatif, tonjolan kecil
menyebabkan kohesi logam, dan
oleh penempelan pada permukaan
sisi lain, tonjolan itu terpisah, maka
abrasi berlanjut. Abrasi ini
dinamakan keausan lengket.
Pengaruh Lingkungan pada
Kekuatan dan Patahnya
Bahan

Lingkungan yang bersifat korosi memberikan pengaruh besar pada patahnya dan
mengurangi kekuatan putus. Korosi merupakan proses yang lama, yang tidak begitu
efektif pengaruhnya kepada kekuatan dalam waktu yang singkat
Cacat Bahan dan Pengujian
Tak Merusak

Pengujian pewarnaan

Pengujian dengan bubuk


Pengujian tak merusak untuk
magnet
produk akhir dilakukan untuk
memberikan jaminan kualitas Pengujian dengan arus
juga jaminan tidak adanya Eddy
cacat yang membahayakan Pengujian tak
penggunaan. Untuk bagian- merusak
bagian komponen, pengujian Pengujian penyinaran
tak merusak dilakukan pada
saat pemeriksaan reguler
Pengujian ultrasonik

Pengujian pancaran
akustik
Untuk mendeteksi cacat dengan zat
Pengujian pewarnaan padat celah cacat di permukaan,
menggunakan cairan fluoresen atau
cairan pewarna

Jika bahan yang dapat dimagnetkan


berada dalam medan magnet, fluks
Pengujian dengan magnet akan terputus oleh adanya
bubuk magnet retakan atau inklusi di sekitar
permukaan jadi bubuk magnet
akan diabsorb

Pengujian dengan arus Untuk menentukan bagian yang


Eddy tidak pejal dilihat dari amplitude
dan fasa dari sinyal tersebut
Menggunakan sinar X, sinar gamma
Pengujian penyinaran dan sinar netron untuk mengetahui
adanya cacat dari bayangan pada film
yang ditempatkan di belakang benda

Untuk mendeteksi puncak gelombang


pantulan yang memerlukan
Pengujian ultrasonik pengalaman, untuk menentukan
keadaan cacat pada bahan dengan
menggunakan gelombang ultrasonik

Pancaran akustik yaitu deformasi


plastis atau patahan yang terjadi
Pengujian pancaran gelombang suara dan dibangkitkan
akustik oleh pembebasan gelombang
tekanan. Untuk mendeteksi retak
lelah atau retak korosi tegangan
dalam komponen mesin
FAKTOR PENGUAT
BAHAN INDUSTRI
Penguatan dengan
Penghalusan Butir

Pengerasan Larutan Padat


FAKTOR
PENGUAT
BAHAN
INDUSTRI Penguatan Presipitasi dan
Dispersi

Struktur yang Diperkuat


Penguatan Dengan
Penghalusan Butir

Kekuatan bahan industri dapat


ditingkatkan dengan memperkecil
unit strukturnya. Bagi bahan logam
dilakukan pertama dengan
memperhalus struktur mikronya.
Pengerasan Larutan
Padat

Logam murni mempunyai kekuatan rendah. Untuk memperkuat bahan dilakukan


usaha menambahkan unsur paduan. Terdapat fasa padat yang disebut larutan padat,
yang dibuat dengan menambahkan berbagai unsur, unsur yang ditambahkan disebut
unsur terlarut
Penguatan Presipitasi
dan Dispersi

Perlakuan dimana atom terlarut


ditambahkan melampaui
kelarutannya, untuk membuat
larutan padat pada temperatur
tinggi, perlakuan ini dinamakan
perlakuan pelarutan. Kemudian
dilanjutkan dengan memanaskan Karena tegangan mulur
pada berbagai temperatur meningkat tinggi dan presipitat
umumnya timbul fasa presipitat terdispersi di dalam larutan
padat, maka disebut juga
penguatan dispersi. Penguatan
dispersi untuk menghasilkan
bahan yang diperkuat oleh
campuran bubuk buatan yang
menjadi kuat secara efektif yang
disebut bahan komposit
Struktur yang Diperkuat

Besi dan baja sering diberi


perlakuan panas agar memiliki
struktur mikro yang kuat. Baja
berkekuatan tinggi dapat diperoleh Baja sesudah diproses dengan
dengan mengubah fasa austenit mendapat kekerasan yang
yang mengandung karbon dalam ekstrim, oleh karena itu
bentuk larutan pada temperatur keburukannya adalah tidak
tinggi, menjadi fasa martensit dapat dimesin atau dilas
dengan pencelupan dingin pada
temperatur rendah.
MEKANISMA SLIP
DAN
DISLOKASI
Dislokasi dan Vektor
Burger

Medan Tegangan di Sekitar


Dislokasi

MEKANISMA SLIP Energi Dislokasi


DAN DISLOKASI
Tegangan Garis Dislokasi
pada Gaya yang Bekerja
pada Dislokasi

Pelipat Gandaan Dislokasi


Dislokasi dan Vektor Burger
Medan Tegangan di Sekitar Dislokasi

Dislokasi Ujung

Kisi kristal yang berada di sekitar garis


dislokasi mengalami deformasi sehingga
terdapat tegangan dan regangan. Pada
bagian kristal yang lebih dekat kepada
Dislokasi Sekrup
dislokasi tegangannya makin tinggi
Energi Dislokasi

Energi dislokasi adalah energi


tegangan yang dimiliki per satuan
panjang garis dislokasi

sudut adalah sudut antara garis dislokasi dan vektor Burger, sedangkan
energi dislokasi campuran adalah jumlah energi dislokasi ujung dengan
vektor Burgers b sin dan dislkasi sekrup dengan vektor Burgers b cos
Tegangan Garis Dislokasi dan Gaya yang
Bekerja pada Dislokasi

Dislokasi mempunyai garis tegangan pada arah garis


dislokasi. Dislokasi bekerja jika memberikan perpindahan
dalam kristal pada bidang sepanjang vektor Burger, pada
arah tegak lurus garis dislokasi
Pelipat Gandaan Dislokasi

Mekanisme pelipat gandaan dislokasi yaitu apabila ada dua


bagian dislokasi yang dapt bergerak, karena tegangan dari
persamaan pada tegangan mulur, garis dislokasi akan
melengkung berbentuk setengah lingkaran pada bidang slip,
yang tidak stabil dan seterusnya berubah menjadi suatu lup
meninggalkan garis dislokasi asal sepanjang l (sumber dislokasi
Frank-Read)
DIAGRAM FASA
SEBAGAI DASAR
METALOGRAFI
Diagram Fasa Sistem
Satu Komponen

Aturan Fasa

Diagram Fasa dari Dua


Komponen
DIAGRAM
Perubahan Fasa pada
FASA SEBAGAI Pendinginan
DASAR
Diagram Fasa Dasar dari
METLOGRAFI Sistem Dua Komponen
Keseimbangan dan
Difusi
Fasa Metastabil,
Keseimbangan
Metastabil
Diagram Fasa Sistem
Tiga Komponen
Diagram Fasa Sistem Satu Komponen

Persamaan fasa gas


P.V = R.T
Aturan Fasa

Aturan fasa berguna jika


sistem komponen banyak
berada dalam keseimbangan

Kaidah fasa Gibs


F=C+2-P
F = Derajat kebebas
C = Jumlah komponen dalam sistim
P = Fasa yang ada
Diagram Fasa dari Dua Komponen

Bagaimana menyatakan diagram fasa dua komponen

Contoh diagram fasa dengan sistem dua komponen

Diagram Fasa dari


Dua Komponen

Hubungan komposisi

Hubungan kuantitatif
Dalam keadaan sistem dua komponen
variabel dari keadaan adalah temperatur,
tekanan dan komponen, dari ketiga
Bagaimana menyatakan
variabel tekanan dianggap tetap sehingga
diagram fasa dua komponen
keadaan dapat dinyatakan dengan titik
pada bidang dengan koordinat temperatur
dan komponen

Contoh diagram fasa dengan


sistem dua komponen
Jika dua fasa dari sistem dua komponen
Hubungan komposisi berada dalam keseimbangan, maka aturan
fasa dapat dipergunakan pada sistem ini

Diagram fasa menyatakan komposisi, fasa


Hubungan kuantitatif yang seimbang dan juga berat kedua fasa
jika komposisi asal ditentukan
Perubahan Fasa pada Pendinginan
Diagram Fasa Dasar dari Sistem Dua Komponen

Larutan sempurna dalam keadaan cair dan membentuk eutektik


dengan kelarutan padat terbatas
Larutan sempurna dalam keadaan cair dan membentuk eutektik
dengan komponen murni

Larut sempurna dalam keadaan cair dan dalam keadaan padat

Larut sempurna dalam keadaan cair dan mempunyai senyawa


Diagram fasa
dengan titik maksimum
dasar dari
sistem dua Larut sempurna dalam keadaan cair dan mempunyai senyawa
komponen dengan titik peritektik
Laut sempurna dalam keadaan cair dan mempunyai peritektik
dengan kelarutan terbatas

Pemisahan dua fasa cairan

Berubah dalam keadaan padat setelah membeku


Keseimbangan dan Difusi
Fasa Metastabil, Keseimbangan Metastabil
Diagram Fasa Sistem Tiga Komponen