Anda di halaman 1dari 19

Pendidikan Agama Islam I

Kelompok 2 Islam Membangun Persatuan


dalam Keberagaman

PENYUSUN

5215160321 ANDIKA FEBRIANSYAH GUNAWAN


5215160602 MOHAMMAD IBNU HASAN
5215161261 WIDYA DARA
5215160412 PERKASA DWI OKTANA
5215160609 AZZAM IZZUDDIN RAMADHAN
MATERI PEMBAHASAN
Menelusuri Konsep Keberagaman
Islam dan Membangun Persatuan
Umat dalam Keberagaman

Kerukunan Antar Umat Beragama

Menggali Sumber Historis, Sosiologis,


dan Teologis tentang Konsep
Keberagaman Islam dan Membangun
Persatuan Umat dalam Keberagaman
Islam memiliki berbagai mazhab dan
keyakinan religius yang berbeda beda.
Bahkan sempat terjadi gesekan antar
mazhab namun tak lama setelah itu
gesekan secara bertahap mereda.
Ada beberapa mazhab dan kepercayaan
yang ditolak masyarakat muslim di
Indonesia yaitu mazhab Syiah, JIL
(Jaringan Islam Liberal), dan Ahmadiyah.
KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA

Konsep Masyarakat Madani

Pengertian Masyarakat Madani

Dasar Pembentukan Masyarakat


Madani

Karakteristik Masyarakat Madani

Peranan Umat Islam dalam


Membangun Masyrakat Madani
Konsep Masyarakat
Madani

Membangun sebuah masyarakat bukanlah


sebuah pekerjaan mudah seperti membalik telapak
tangan, tetapi membutuhkan proses dan pemakaian
waktu yang panjang dan memerlukan kerja keras.
Perwujudan sebuah masyarakat ideal yang
hidup aman dan tentram, juga tergambar dalam
tatanan kemasyarakatan yang dibangun oleh Nabi
Muhammad, dengan mendirikan sebuah kota yang
dikenal dengan nama Madinah, didukung oleh sebuah
konstitusi tertulis yang mampu mengakomodir
keberagaman dalam masyarakat kota Madinah saat itu.
Pengertian Masyarakat
Madani

Istilah madani berasal dari bahasa Arab, madaniy

Kata madaniy berakar pada kata kerja madana yang


artinya mendiami, tinggal, atau membangun

pada prinsipnya mengetengahkan pengertian masyarakat


madani sebagai sebuah tatanan komunitas masyarakat
yang mengedepankan toleransi, demokrasi, berkeadaban,
serta menghargai akan adanya pluralism (kemajemukan).
Dasar Pembentukan Masyarakat
Madani Menurut Al Quran

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan


mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang
satu, dan dari padanya Allah
memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan
yang banyak (Q.S 4;1).

Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan


kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal mengenal (Q.S 49;13).
Karakteristik Masyarakat
Madani
Masyarakat yang bertuhan yaitu sebuah masyarakat yang
mengakui adanya Tuhan mengakui hukum Tuhan sebagai
landasan pengaturan kehidupan mereka;

Masyarakat yang pluralistic yang terdiri dari berbagai suku


dan agama, namun dapat hidup berdampingan secara
aman, damai, dan sejahtera;

Mengembangkan sikap saling menghormati dan


bekerjasama dengan baik tanpa adanya
diskriminatif,sehingga terlihat adanya pengakuan
persamaan hak;
Konsep Masyarakat
Madani

Adanya pengakuan dan perlindungan negara dalam menjamin


kebebasan dalam menjalankan ibadah bagi pemeluknya sesuai
keyakinan mereka;
Berperadaban tinggi, yaitu unggul dalam penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi, sehingga mengangkat harkat dan
martabat masyarakat sesuai dengan peran dan fungsinya
sebagai khalifatullah fil ardh;
Berakhlak mulia, dengan kata lain anggun dalam moral.
Indahnya sebuah masyarakat terlihat dari tatanan akhlak yang
ditampilkan sebagai manifestasi dari keyakinan dan pelaksanaan
syariah mereka.
Peranan Umat Islam dalam Membangun
Masyarakat Madani
Membangun masyarakat madani, sebagai sebuah masyarakat
ideal yang berperadaban tinggi sebagai mana yang dicita
citakan setiap bangsa tidaklah mudah.

Faktor faktor yang harus di penuhi:


1. sumber daya manusia yang berkualitas,
2. sistem politik yang tangguh,
3. perekonomian yang kuat,
4. kehidupan sosial kemasyarakatan secara teratur yang
dibangun dalam masyarakat tersebut.
Contoh Persatuan Umat Islam di Indonesia
Menggali Sumber Historis, Sosiologis, dan
Teologis Tentang Konsep Keberagaman Islam

Menggali Sumber Historis dan


Sosilogis

Menggali Sumber Teologis


Menggali Sumber Historis dan
Sosilogis

1. Awal Lahirnya Mazhab dalam Islam


Mazhab pada awalnya tidak ada terjadi
perbedaan ketika Nabi Muhammad SAW. masih berada di
tengah tengah umat sehingga semua persoalan kembali
kepada beliau dan dijawab oleh beliau.

Perbedaan mazhab muncul ketika Nabi


Muhammad SAW. wafat, yakni ketika para sahabat
menetapkan tokoh yang paling layak untuk memimpin
umat menggantikan Nabi Muhammad
Pada saat itu sudah ada dua mazhab dalam Islam,
yaitu mazhab sahabat (yang dipelopori oleh kaum Muhajirin
dan Ansar) dan mazhab keluarga Nabi (yang dipelopori oleh
Ali bin Abi Thalib k.w. , Siti Fathimah Az Zahra yaitu putri
Nabi Muhammad SAW. dan tokoh tokoh Bani Hasyim yaitu
kerabat kerabat Nabi Muhammad SAW.

Diantaranya : MAZHAB SUNNI DAN MAZHAB SYIAH

Kedua mazhab ini sebenarnya berpedoman dengan


AL-QURAN. Dan perbedaan mulai tampak seperti misalnya
ketika menetapkan perawi perawi hadits yang dapat
dipercaya sampai saat ini.
Menggali Sumber Historis dan
Sosiologis

2. Pentingnya Mengenal Mahzab

Jika tidak mengenal mazhab, maka


dikhawatirkan kita malah memusuhi sesama
Islam sehingga kekuatan Islam semakin
melemah.

Adanya beragam mazhab memungkinkan


kita memiliki banyak pilihan untuk mengatasi
permasalahan kehidupan modern
Menggali Sumber Historis dan
Sosiologis

Tanpa mengenal mazhab, orang akan bingung


karena beragam pemikiran dan hukum Islam
yang berbeda beda, bahkan saling
bertentangan.

Gerakan ukhuwah Islamiyah yang


didengungkan oleh setiap muslim akan
menjadi slogan palsu jika tidak memahami
mazhab yang berbeda beda
Menggali Sumber Historis dan
Sosiologis

Yang mendengarkan perkataan lalu


mengikuti apa yang paling baik di antaranya.
Mereka itulah orang orang yang telah diberi
Allah petunjuk dan mereka itulah orang
orang yang berakal. (Q.S Az Zumar/39;18)
Menggali Sumber Teologis

Menurut Almarhum Ustad Abdurrahman (1993) timbulnya


perbedaan mazhab adalah sebagai berikut:

Untuk memperoleh suatu keterangan, pada masa para imam


hidup tidak semudah seperti sekarang. Selain tempat para guru
satu dengan guru yang lain berjauhan letaknya, jumlah hadits
hadits yang diterima masing masing guru kadang kadang
tidak sama.
Teknik grafika (mencetak) belum ada seperti sekarang. Adanya
Qaul Qadim dan Qaul Qadim dan Qaul Jadid membuktikan
bahwa keterangan itu berangsur angsur diperoleh atau dalam
urusan duniawi terjadi perubahan dalam masyarakat.
Doa Rabithah
Sesungguhnya Engkau tau bahwa hati ini telah berpadu ,
Berhimpun dalam naungan cinta-Mu.
Bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan,
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuat kan lah ikatan-Nya kekalkan lah cinta-Nya tunjukilah


jalan-jalan-Nya, terangilah dengan cahaya-Mu yang tiada
pernah padam ya Rabbi bimbinglah kami

Tabahkan lah dada kami dengan karunia iman dan indahna


tawakal pada-Mu hidupkan dengan mafirah-Mu matikan
dalam syahid di jalan-Mu Engkaulah penolong dan
pembela.

Anda mungkin juga menyukai