Anda di halaman 1dari 9

Angkutan Pribadi, angkutan yg dimiliki dan dioperasikan oleh dan

keperluan pribadi dimana bebas menentukan lintasan sendiri sejauh tidak


melanggar ketentuan peraturan lalu-lintas. Angkutan ini dioperasikan dgn
menggunakan prasarana milik pribadi maupun prasarana umum.

Angkutan Umum, yaitu angkutan yg dimiliki oleh operator yg bisa


digunakan untuk umum dgn persyaratan tertentu. Angkutan ini umumnya
mempunyai pelayanan dgn lintasan tetap yg dapat dipolakan secara tegas.

1. Angkutan Umum Penumpang

Angkutan umum penumpang adalah angkutan yg dilakukan dgn


sistem sewa atau bayar.

Jalan Raya; Angkot, Bus, Taxi, dll


Jalan Rel; Kereta Api

Angkutan Air

Angkutan Udara
Tujuan utama keberadaan angkutan umum adalah menyelenggarakan
pelayanan angkutan umum yang baik dan layak bagi masyarakat

Pelayanan angkutan umum akan berjalan dgn baik bila tercipta


keseimbangan antara suply dgn demand. Dalam kaitan ini pemerintah
perlu campur tangan dengan tujuan antara lain:

Menjamin sistem Mengarah- Menciptakan Membangun Menjamin Mengen-


operasi yg aman kan agar persaingan perkemba- pemerataan dalikan
bagi kepentingan lingkungan yang sehat & ngan dan jasa angku- operasi
masyarakat tidak terlalu menghindar- pembangu- tan sehingga jasa ang-
pengguna jasa terganggu kan nan nasional tdk ada kutan
angkutan (user), oleh kembaran maupun pihak yang
petugas penge- kegiatan yg tidak daerah dgn dirugikan.
lola jasa angkutan angkutan perlu meningkat-
dan pengusaha kan pelaya-
jasa angkutan nan jasa
angkutan.
Ditinjau dari konteks transportasi kota:
Dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari sistem trans-
portasi kota secara keseluruhan.
Secanggih apapun atau sekaya apapun suatu kota, tanpa
keberadaan angkutan umum sebuah kota tidak akan bisa hidup
dan berkembang lebih baik.

Pengguna angkutan umum dalam suatu kota


terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu:
Kelompok Captive, yaitu kelompok masyarakat yg tergantung
kepada angkutan umum untuk memenuhi kebutuhan
mobilitasnya dengan alasan tidak dapat menggunakan mobil
pribadi, baik karena alasan fisik, maupun legal dan finansial.
Kelompok Choise, yaitu Kelompok masyarakat yang
mempunyai banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhan
mobilitasnya seperti kendaraan pribadi , umum dll.

Perbedaan keberadaan angkutan umum di negara-negara maju


dengan di negara-negara sedang berkembang, yaitu:
Pada negara maju lebih beriorentasi kepada pelayanan yg sebaik mungkin,
jika mungkin semua angkutan umum dilengkapi AC, bersih terawat, serta jadwal
yang ketat. Pada negara berkembang kebijakan lebih beriorentasi kepada
penambahan kapasitas angkut untuk menampung masyarakat penggunanya.
Kondisi sistem angkutan umum yg ada Hal tersebut dapat terjadi karena
di negara-negara berkembang, yaitu: beberapa kondisi, yaitu:

Tingkat pelayanan rendah dan kurang Adanya tingkat pertumbuhan penduduk


manusiawi (tanpa jadwal yang pasti, yang tinggi
kecepatan sangat lambat, berdesakan
dan bergelantungan)
Adanya tingkat pertumbuhan ekonomi
yang tinggi
Pola dan sistem menajemen pengelolaan
yang lemah Adanya perubahan aktivitas (pola tata
guna lahan) yang sangat cepat dan
dinamis
Daya angkut/kapasitas sangat terbatas
Adanya kecenderungan suburbanisasi dan
makin berkembangnya kota secara
Tingkat kecelakaan relatif masih tinggi geografis

Adanya tingkat pertumbuhan motorisasi/


Tingkat aksesibilitas terhadap sistem kepemilikan kendaraan yg tinggi
angkutan umum relatif masih terbatas.
Terbatasnya dana pemerintah dalam
menyediakan sistem angkutan umum
penumpang yg baik
Ciri Khas Perjalanan Pengguna Jasa Angkutan Umum
Ciri pangsa pasar dari pengguna angkutan umum penumpang, adalah:

Perjalanan ulang alik (commuter), yaitu penumpang yg melakukan perjalanan ulang-alik setiap hari
pada waktu tetap. Mereka menuntut pelayanan angkutan umum yg memenuhi syarat seperti
jadwal yg pasti, tiadanya hambatan di sepanjang lintasan.

Perjalanan kerja, yaitu perjalanan yg dilakukan dgn maksud bekerja. Untuk itu pelayanan angkutan
umum harus memenuhi sejumlah syarat, yaitu:

Waktu minimum, artinya pelayanan harus cepat dan tepat waktu.


Manusiawi, mampu menjaga harkat dan martabat user angkutan umum.
Khusus untuk perjalanan jauh, harus tersedia pelayanan makan dan ruang kerja

Perjalanan Santai, yg digolongkan ke dlm perjalanan ini adalah pergi arisan, makan di luar rumah,
nonton dan sebagainya.

Perjalanan liburan, Pada jenis perjalanan ini, peran angkutan umum sangat menentukan pola pola
berlibur seseorang. Misalnya bila ongkos perjalanan dgn angkutan umum terlalu mahal dan terlalu
makan waktu, maka liburan mungkin tdk bisa dilakukan ditempat terlalu jauh, atau bahkan
rencana liburannya dibatalkan sama sekali. Karakteristik utama pelaku perjalanan ini adalah tdk
terlalu mengutamakan kenyamanan, melainkan petualangan dan penghematan yg lebih utama.

Perjalanan rombongan. Yaitu mereka yg sengaja atau tidak membentuk rombongan perjalanan
dgn cara memberong sejumlah tempat duduk atau seluruh kapasitas yg tersedia.

Perjalanan Wisata. Termasuk dlm ketegori perjalanan ini seperti menonton pertandingan besar dlm
salah satu cabang olah raga yg amat digemari masyarakat. Pelaku perjalanan ini cenderung
mementingkan kenyamanan dan kecepatan agar tepat waktu.
Tarif Angkutan Umum Penumpang
Struktur Tarif Angkutan Umum Penumpang

Tarif adalah biaya yg dibayarkan oleh penumpang


sebagai pengguna jasa angkutan umum persatuan
berat atau persatuan kilometer.

Penentuan tarif dimaksudkan untuk mendorong


terciptanya penggunaan prasarana dan sarana
Text
transportasi secara optimum dgn
mempertimbangkan lintas yg bersangkutan.

Dalam menetapkan tarif terdapat dua hal yg harus


dipertimbangkan, yaitu:

Tingkat tarif yg merupakan besarnya tarif yg dikenakan dan


mempunyai rentang dari tarif bebas/gratis sama sekali
sampai pada tingkat tarif yg dikenakan akan menghasilkan
keuntungan pada pelayanan
Struktur tarif yg merupakan cara bagaimana tarif tersebut
dibayarkan. Beberapa pilihan umum dalam struktur tarif
adalah: tarif seragam, tarif berdasarkan jarak, yaitu tarif
kilometer, bertahap dan tarif zona.
Dasar-Dasar Transportasi By: J. Patunrangi