Anda di halaman 1dari 19

Ciri Prasarana Transportasi (Transport Supply)

Konsep teori ekonomi, yang dimaksud dengan Prasarana transportasi


(transport supply) adalah pasokan yang disediakan untuk
mengantisipasi kebutuhan akan pergerakan (transport
demand)
Perlu diingat bahwa pengertian supply pada transportasi tidak sama
dengan mata niaga dan jasa lainnya. Prasarana (supply)
transportasi adalah melayani pengguna, bukan barang atau
komoditas
Prasarana tersebut tidak mungkin disimpan dan digunakan pada saat
diperlukan, artinya supply dalam transportasi diminta pada
saat dan ditempat permintaan tumbuh
Dua peran utama transportasi, yaitu:
Sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan di daerah
perkotaan. Peran ini sering digunakan oleh para perencana wilayah
untuk dapat mengem-bangkan suatu wilayah sesuai dengan rencana.
Sebagai prasarana bagi pergerakan manusia dan/atau barang
yang timbul akibat adanya kegiatan di daerah perkotaan tersebut.
Untuk moda transportasi jalan rel, komponen-
komponen prasarananya adalah:
Jaringan jalan rel
Stasiun kereta api (terminal kereta)

Untuk moda transportasi udara, komponen-


komponen prasaranya meliputi:
Bandar udara sebagai terminal udara
Ruang angkasa sebagai jalur lalu-lintas udara

Untuk moda transportasi laut, prasaranaya


meliputi:
Pelabuhan yang berfungsi sekaligus sebagai terminal.
Perairan sebagai alur pelayaran
Komponen utama prasarana jalan raya dapat
dikelompokkan sebagai berikut:

Jalur lalu-lintas
Lajur lalu-lintas
Bahu jalan
Trotoar
Median
Drainase jalan
Pelengkap jalan
Bagian konstruksi jalan
Komponen Struktur Jalan Rel
Secara grafis struktur jalan rel dapat digambarkan sebagai
berikut:

Sistem Penambat
Vertikal

REL Longitudinal
Struktur
Atas
Banta Bant
lan alan BALAS

BALAS ATAS

BALAS BAWAH

Struktur SUBBALAS
Bawah
Tanah Isian
Tanah Dasar
Tanah Asli
Menerima langsung beban-beban dari kendaraan rel sebelum
didistribusikan ke komponen-komponennya.
Mengarahkan jalannya kendaraan rel.
Sebagai unsur pengikat dalam membentuk struktur jalan rel.

Fungsi sistem penambat pada rel adalah menambat rel


pada bantalan sedemikian rupa sehingga kedudukan rel adalah
tetap, kokoh dan tidak bergerser
Struktur jalan rel dapat dibagi dua yaitu:
Struktur bangunan atas dengan komponen-komponen, rel (rail),
penambat (fastening), dan bantalan (sleeper, tie)
Struktur bangunan bawah, dengan komponen-komponen balas
(ballast), subballas, tanah dasar yang terdiri dari tanah isian (improve
subgrade) dan tanah asli (natural ground).
IV.3.2.2 Rel

Kepala
Rel

Badan
REl

Dasar
Rel
Penamaan jalan rel disesuaikan dengan berat/meter,
misalnya:
R-54 adalah rel dengan berat sekitar 54 kg/meter
R-42 adalah rel dengan berat sekitar 42 kg/meter.

Rel menurut panjangnya dibedakan atas 3 jenis, yaitu:


Rel standar, pada saat ini panjangnya 25 meter, sebelumnya 6
meter- 10 meter.
Rel pendek, adalah rel yang panjangnya maksimal 100 meter, atau
4 x 25 meter, dilakukan dengan pengelasan di tempat tertentu
sebelum diangkut ke lokasi. Untuk di Indonesia pengelasan
dilakukan di Balai Yasa, PT KAI.
Rel Panjang, adalah rel yang mempunyai panjang statis (static
length), yaitu daerah yang tidak terpengaruh pergerakan
sambungan rel, biasanya panjangnya minimum 200 meter.
Komponen-komponen prasarana yang
seharusnya ada pada stasiun kereta api pada
prinsipnya sama dengan terminal bus. Hanya
saja pada stasiun kereta api memerlukan
komponen-komponen lainnya seperti pelataran
khusus kereta api (emplasemen), tempat
perawatan kereta/lokomotif dan paling penting
juga adalah komponen-komponen fasilitas
pergudangan
IV.4.1 Bandar
udara
Bandar udara dapat diklasifikasikan menurut panjang
landas pacu (oleh ICAO) dan menurut fungsi
penggunaannya (FAA).
Klasifikasi dari FAA yang mendasarkan kepada fungsi
bandar udara dibagi dalam dua kelompok, yaitu Air
Carrier dan General Aviation
Panjang runway dihitung berdasarkan berbagai kondisi
operasi, yaitu berdasarkan operasi pendaratan,
berdasarkan tinggal landas normal (mesin beroperasi),
berdasarkan operasi tinggal landas tapi ada kerusakan
mesin.

800 200
Soulder Blast pad
s
Runway safety area
Extended
Structural pavement runway safety
area

Runway safety area


Structural Soulders
pavement
Elemen-elemen landas pacu adalah:
Bagian Struktur yang diperkeras, yaitu bagian di tengah yang diperkeras,
yang fungsinya mendukung berat dari pesawat terbang.
Bahu landasan pacu (shoulder), yaitu bagian yang berdekatan dan
merupakan perpanjangan dari arah melintang landasan pacu yang
diperkeras. Bagian ini dirancang untuk menahan erosi dengan adanya
blast (tenaga) dari pesawat terbang, juga dirancang untuk menempatkan
alat-alat pemeliharaan landasan pacu dan tempat pengawasan runway.
Runway safety area adalah suatu area yang harus dibersihkan,
dikeringkan dan juga harus dipadatkan. Safety area ini tidak hanya
melebar dari runway tetapi juga memanjang terhadap runway, karena
untuk menjaga bila pesawat tergelincir sampai keluar dari lebar dan ujung
runway.
Blast pad, yaitu Area yang direncanakan untuk menghindari erosi pada
permukaan yang berhubungan dengan ujung-ujung runway. Bagian ini
bisa diperkeras atau distabilizer dengan suatu tanaman yang sifatnya
memberikan stabilisator.
Extended safety area, merupakan perluasan dari pada safety area, yang
sebetulnya mula-mula untuk menjaga kemungkinan terjadinya kecelakaan
yang disebabkan karena pesawat mengalami undershoots atau overruns.
Taxiway
Fungsi taxiway adalah sebagai jalan keluar masuk pesawat
dari landas pacu ke bangunan terminal dan sebalinya atau dari
landas pacu ke hanggar pemeliharaan
Rute taxiway sedapat mungkin dipilih jarak terpendek dari
bangunan terminal menuju ujung landasan dan menghindari
sejauh mungkin membuat taxiway dengan melintas landasan
aktif

Apron
Apron atau landasan parkir adalah bagian dari bandar udara
yang digunakan untuk parkir pesawat terbang. Di tempat ini
juga merupakan tempat naik/turun penumpang, bongkar-
muat barang dan tempat pengisian bahan bakar untuk
pesawat terbang.
Gambar IV-5 Tata letak bandar udara yang
sederhana
Runway (landas pacu)

Taxiway (landas
hubung)

Apron

Terminal

Bangunan Terminal
Sebagai tempat pertukaran moda perangkutan, dari angkutan
darat ke angkutan udara atau sebaliknya
Sebagai tempat proses keperluan penumpang
Prasarana transportasi air berupa pelabuhan (port). Pelabuhan
merupakan tempat pemberhentian (terminal) setelah melakukan
pelayaran
Pelabuhan merupakan bandar yang dilengkapi dengan
bangunan-bangunan untuk pelayanan muatan dan penumpang
seperti dermaga, tambatan, dengan segala perlengkapannya.

Komponen-komponen prasarana tersebut meliputi:


Pemecah gelombang
Alur pelayaran
Kolam pelabuhan
Dermaga
Alat penambat
Gudang
Gedung terminal
Fasilitas pandu kapal
Pemecah gelombang
Prasarana ini digunakan untuk melindungi daerah perairan
pelabuhan dari gangguan ombak atau gelombang.
Alur pelayaran
Prasarana ini berfungsi untuk mengarahkan kapal-kapal yang akan
keluar-masuk ke pelabuhan. Alur pelayaran harus mempunyai
kedalaman dan lebar yang cukup untuk bisa dilalui kapal yang
menggunakan pelabuhan
Kolam pelabuhan
Merupakan daerah perairan dimana kapal dapat berlabuh (parkir) untuk
melakukan bongkar-muat, melakukan gerakan untuk memutar.
Dermaga
Dermaga adalah bangunan pelabuhan yang digunakan untuk
merapatnya kapal dan menambatnya pada waktu bongkar muat
barang/penumpang
Alat penambat
Digunakan untuk menambatkan kapal pada waktu merapat di dermaga
maupun menunggu diperairan sebelum bisa merapat di dermaga

Gudang
Gudang terletak di belakang dermaga untuk menyimpan barang-barang
yang harus menunggu pengapalan