Anda di halaman 1dari 27

Manajemen Operasional

05
Modul ke:

Teori Antrian

Fakultas
Fakultas Ignatius Prasetya Aji Wibowo, SE, MM
Ekonomi Dan
Bisnis
Program Studi
Manajemen
MAHASISWA DIHARAPKAN

Mampu menentukan jumlah pelayanan dengan tujuan


menciptakan kepuasan konsumen
dengan
Pengambilan keputusan pelayanan : Metode Antrian Model
Jalur Tunggal & Jalur Berganda

Ignatius Aji
CONTOH ANTRIAN

Pelanggan menunggu pelayanan di Kasir


Mahasiswa menunggu konsultasi dengan pembimbing
Mahasiswa menunggu registrasi dan pembayaran SPP
Penumpang kereta api menunggu pelayanan loket penjualan
karcis
Pengendara kendaraan menunggu pengisian bahan bakar
Beberapa produk atau komponen menunggu untuk di
selesaikan
dsb
CONTOH SISTEM ANTRIAN

Garis tunggu atau


Sistem Fasilitas
antrian
1. Lapangan terbang Pesawat menunggu di Landasan pacu
landasan
2. Bank Nasabah (orang) Kasir
3. Pencucian Mobil Mobil Tempat pencucian mobil
4. Bongkar muat barang Kapat dan truk Fasilitas bongkar muat
5. Sistem komputer Program komputer CPU, Printer, dll
6. Bantuan pengobatan Orang Ambulance
darurat
7. Perpustakaan Anggota perpustakaan Pegawai perpustakaan
8. Registrasi mahasiswa Mahasiswa Pusat registrasi
9. Skedul sidang pengadilan Kasus yang disidangkan Pengadilan
Prosedur Antrian

1. Tentukan sistem antrian yang harus


dipelajari
2. Tentukan model antrian yang cocok
3. Gunakan formula matematik atau metode
simulasi untuk menganalisa model antrian
Komponen sistem antrian

1. Populasi masukan
Berapa banyak pelanggan potensial yang masuk sistem antrian
2. Distribusi kedatangan
Menggambarkan jumlah kedatangan per unit waktu dan dalam periode waktu
tertentu berturut-turut dalam waktu yang berbeda
3. Disiplin pelayanan
Pelanggan yang mana yang akan dilayani lebih dulu : a. FIFO (first in, first out) b. LIFO
(last in, first out) c. Acak d. prioritas
4. Fasilitas Pelayanan
mengelompokkan fasilitas pelayanan menurut jumlah yang tersedia : a. Single-
channel b. multiple-channel
5. Distribusi Pelayanan
a. Berapa banyak pelanggan yang dapat dilayani per satuan waktu
b. Berapa lama setiap pelanggan dapat dilayani
6. Kapasitas sistem pelayanan
memaksimumkan jumlah pelanggan yang diperkenankan masuk dalam sistem
6. Karakteristik sistem lainnya
pelanggan akan meninggalkan sistem jika antrian penuh, dsb
Berdasarkan Jenis Populasi

Populasi Tidak Terbatas


Antrean dengan jumlah orang atau benda yang tidak
terbatas yang dapat meminta layanan, atau di mana
jumlah pelanggan atau kedatangan di waktu yang acak
hanyalah sebagian kecil dari kedatangan yang potensial.
Populasi terbatas
Antrean yang hanya memiliki jumlah pengguna layanan
potensial terbatas.
Distribusi Poisson
Distribusi probabilitas (kemungkinan) yang berlainan
sering menggambarkan tingkat kedatangan dalam teori
antrean
KARAKTERISTIK PELAYANAN

1 . Desain Sistem Antrean Pelayanan


Sistem antrean satu jalur
Sebuah sistem layanan dengan satu jalur dan satu penyedia layanan.
Sistem antrean jalur majemuk
Sebuah sistem layanan dengan satu jalur antrean, tetapi dengan
beberapa penyedia layanan.
Sistem tahapan tunggal
Sebuah sistem dengan pelanggan menerima layanan hanya dari satu
stasiun, kemudian keluar dari sistem.
Sistem tahapan majemuk
Sebuah sistem dengan pelanggan menerima layanan dari beberapa
stasiun sebelum keluar dari sistem
2. Distribusi Waktu Layanan Pola pelayanan
serupa dengan pola kedatangan di mana pola ini
konstan ataupun acak. Jika waktu layanannya
konstan, maka waktu yang diperlukan untuk
melayani setiap pelanggan adalah sama.
SISTEM ANTRIAN TUNGGAL

Model yang paling sederhana yaitu model saluran


tunggal atau sistem M/M/1
1. Populasi input tak terbatas
2. Distribusi kedatangan pelanggan potensial
mengikuti distribusi poisson
3. Disipliln pelayanan mengikuti FIFO
4. Fasilitas pelayanan terdiri dari saluran tunggal
5. Distribusi pelayanan mengikuti distribusi
poisson
6. Kapasitas sistem diasumsikan tak terbatas
7. Tidak ada penolakan maupun pengingkaran
Contoh Soal. Modul D1 HR

Tom Jones, seorang montir di Golden Muffl er


Shop, dapat memasang knalpot baru rata-rata
layanan sebanyak ( ) 3 buah per jam (atau 1
knalpot setiap 20 menit) berdasarkan distribusi
eksponensial negatif. Pelanggan yang
menginginkan pelayanan ini tiba di bengkel
dengan rata-rata kedatangan () = 2 orang per
jam, dengan mengikuti distribusi Poisson. Mereka
dilayani dengan aturan first-in, first-out dan
berasal dari populasi yang sangat besar (hampir
tak terbatas).
Pemilik Golden Muffler Shop tertarik dengan
faktor biaya dan parameter antrean yang
dihitung pada Contoh D1. Ia memperkirakan
biaya waktu menunggu pelanggan yang terkait
ketidakpuasan pelanggan dan hilangnya minat
mereka adalah $10 per jam yang dihabiskan
untuk menunggu dalam antrean. Jones, sang
montir, dibayar $7 per jam.
Pendekatan: Pertama, hitunglah rata-rata
pelanggan setiap hari, kemudian gaji harian
Jones,dan terakhir total biaya yang
diperkirakan.
Sistem Jalur Majemuk

Dalam Multiple-Channel Model, fasilitas


layanan yang dimiliki lebih dari satu.
Contoh Soal. Modul D

Bengkel Golden Muffler memutuskan untuk membuka


layanan kedua dan mempekerjakan montir kedua
untuk memasang knalpot. Pelanggan yang datang
dengan tingkat kedatangan sekitar = 2 orang per jam,
akan menunggu di jalur tunggal hingga salah satu dari
kedua montir selesai.
Setiap montir memasang knalpot sekitar = 3 per jam.
Perusahaan ingin tahu perbandingan sistem ini dengan
sistem antrean jalur tunggal yang terdahulu.
Daftar Pustaka

1. Heizer Jay, B. Rander,Modul D, Manajemen


Operasi, Salemba Empat, Jakarta, 2010
2. Hesti Maheswari SE., M.Si, Materi Presentasi
Manajemen Operasi,Mercu Buana, Jakarta
3. Materi Presentasi Manajemen Operasi, Studi
Internet.
4. Rosihan Asmara, Presentasi Operation
Research
5. Taylor WB III, Introduction to Management
Science, New Jersey Prentice Hall, 2007
Daftar Pustaka

Modul Manajemen Operasi Universitas Mercu


Buana
Heizer Jay, B. Rander, Manajemen Operasi,
Salemba Empat, Jakarta, 2010.
Hesti Maheswari SE., M.Si, Materi Presentasi
Manajemen Operasi,Mercu Buana, Jakarta
Materi Presentasi Manajemen Operasi, Studi
Internet.
Terima Kasih
Ignatius Prasetya Aji Wibowo, SE, MM
NEXT

Strategi Lokasi