Anda di halaman 1dari 16

DESAIN DAN EVALUASI

SISTEM PENGENDALIAN
MANAGEMEN

DISUSUN OLEH KELOMPOK 2 :


1. M E LV I R I L I A N A ( 1 4 0 2 1 2 1 0 6 0 )
2. SUCI ASRAL SUKMA (1402121083)
BAB 6
DESAIN DAN EVELUASI SISTEM PENGENDALIAN
MANAGEMEN

Bab ini akan membahas kerangka umum yang dapat


digunakan untuk mendesain sistem pengendalian
managemen atau untuk meningkatkan sistem yang
sudah digunakan.
Dalam proses mendesain dan meningkatkan SPM perlu
memperhatikan dua pertanyaan mendasar :
1. apa yang di inginkan?
2. apa yang mungkin terjadi?

Jika apa yang mungkin terjadi berbeda dengan apa yang


di inginkan, yang dilakukan manager adalah harus
memperhatikan dua pertanyaan desain SPM berikut :
1. pengendalian apa yang seharusnya digunakan?
2. dan seberapa ketat setiap pengendalian harus di aplikasikan?
APA YANG DI INGINKAN ? DAN APA YANG
MUNGKIN TERJADI ?
SPM tidak dapat di desain atau dievaluasi tanpa pemahaman mengenai keinginan perusahaan
yang harus dilakukan oleh karyawan.Tujuan dan, yang lebih penting,strategi yang berasal dari
pemahaman yang tepat mengenai tujuan perusahaan sering kali memberikan petunjuk penting
mengenai tindakan tindakan yang diharapkan. Pemahaman yang lebih baik mengenai tujuan
dan strategi menghasilkan seperangkat alternative pengendalian yang lebih besar,memberikan
kesempatan yang lebih baik untuk dapat mengaplikasikan setiap alternative secara Ketat dan
memperkecil kesempatan timbulnya masalah perubahan perilaku.

Perusahaan tidak hanya diharuskan menentukan apa yang di inginkan, tetapi juga perlu
berusaha menilai apa yang mungkin terjadi. Hal ini pada dasarnya sama dengan menilai
kemungkinan bahwa masing-masing permasalahan pengendalian telah ada atau akan terjadi :
kurangnya pengarahan,masalah motivasi,atau keterbatasan personal. Dengan kata lain,
perusahaan seharusnya bertanya apakah karyawan memahami apa yang harus mereka
lakukan,apakah mereka termotivasi sebagaimana mestinya dan apakah mereka dapat
memenuhi tugas yang diharuskan.
PILIHAN PENGENDALIAN

Jenis pengendalian managemen yang berbeda tidak sama


efektifnya dalam menyelesaikan setiap permasalahan
pengendalian managemen. Serangkaian pengendalian
managemen yang lebih spesifik dipilih dari alternative yang
memungkinkan yang akan memberikan manfaat bersih yang
lebih besar (misalnya,manfaat berkurangnya biaya).
Manfaat SPM berasal dari meningkatnya kemungkinan
keberhasilan. Karena pengendalian managemen mahal
dalam implementasi dan pengoperasian nya, biaya haruslah
dipertimbangkan bersamaan dengan manfaat yang
diharapkan dari perbaikan pengendalian.
Pengendalian personel/kultural sebagai sebuah pertimbangan
awal

Dalam memutuskan antara berbagai alternative pengendalian managemen, managemen


seharusnya memulainya dengan mempertimbangkan apakah pengendalian
personel/kultur Akan memadai.

Namun,pengendalian personel/kultur hanya akan memenuhi syarat jika karyawan


memahami apa yang diperlukan dalam peran utama mereka,mampu bekerja dengan
baik,didukung oleh struktur dan sistem keorganisasian, dan termotivasi untuk bekerja
dengan baik tanpa penguatan tambahan dari perusahaan, sehingga manager dapat
menyimpulkan bahwa pengendalian personel/kultur sendiri cukup reliabel.

Secara keseluruhan jarangkali pengendalian personal/kultur mencukupi. Oleh karna itu


pada umumnya perlu ditambahkan pengendalian tindakan,pengendalian hasil atau
keduanya pada pengendalian personel/kultur.
Keunggulan dan kelemahan pengendalian tindakan

keunggulan pengendalian tindakan yang paling signifikan adalah :


1. Pengendalian tersebut merupakan bentuk pengendalian yang paling tepat.
2. Pengendalian tindakan cenderung membawa pada dokumentasi
akumulasi pengetahuan mengenai apa yang paling baik.

pengendalian tindakan juga memiliki kelemahan yang signifikan


antara lain :
1. Adanya pembatasan kemungkinan yang sangat tegas.
2. Sebagian besar pengendalian tindakan juga seringkali mematahkan kreativitas.
3. Akuntabilitas tindakan khususnya dapat menyebabkan kecerobohan.
4. Pengendalian tindakan seringkali menimbulkan pengaruh negative.
5. Beberapa pengendalian tindakan khususnya yang memerlukan kajian pratindakan
biayanya mahal.
Keunggulan dan kelemahan pengendalian hasil

Keunggulan pengendalian hasil antara lain :


1. fasibility.
2. perilaku karyawan dapat dipengaruhi bahkan ketika karyawan memperoleh
otonomi yang signifikan.
3. dibandingkan dengan beberapa bentuk pengendalian tindakan,biayanya
relative murah.

Kelemahan pengendalian hasil antara lain :


1. hasil pengukuran biasanya memberikan indikasi yang kurang sempurna atau
apakah tindakan yang diambil sudah tepat.
2. pengendalian hasil membebankan resiko pada karyawan.
3. biasanya tidak mungkin mengoptimalkan sejumlah target kinerja sebagai
bagian dari sistem pengendalian hasil (seperti target anggaran).
4. tidak semua karyawan suka diperintahkan untuk memberikan hasil yang
mereka anggap sesuai.
PEMILIHAN
KETATNYA
PENGENDALIAN

tergantung pada jawaban dari tiga pertanyaan


berikut:
(1) apakah manfaat potensial dari pengendalian
ketat?
(2) berapa biayanya? Dan
(3) mungkinkah adanya efek samping yang
merugikan?
(1)apakah manfaat potensial dari pengendalian ketat?
Faktor penting keberhasilah sangat beragam pada
seluruh perusahaan. Ketatnya pengendalian
persediaan dapat diimplementasikan dengan
memfokuskan pada hasil kunci jika karyawan dapat
dipercaya untuk menentukan bagaiman menjaga
persediaan mendekati tingkat jasa yang dibutuhkan,
atau kunci tindakan yang mencakup prosedur
persediaan dan perarturan keputusan yang detail.
(2) berapa biayanya?
Beberapa bentuk pengendalian jika di
implementasikan dalam bentuk yang ketat biayanya
menjadi mahal
Pengendalian hasil yang ketat membutuhkan studi
yang ekstensif untuk mengumpulkan standar kinerja
yang bermanfaa tatau mungkin mereka memerlukan
sistem informasi yang canggih untuk mengumpulkan
dan menganalisis seluruh data kinerja yang
dibutuhkan.
(3) mungkinkah adanya efek samping
yang merugikan?
Kalau begitu, efek samping yang
merugikan kemungkinan akan terjadi
jika pengendalian tersebut
diiplementasikan, khususnya jika
pengendalian diimplementasikan
dengan cara yang ketat.
SIMULTANEIUS TIGHT-LOOSE
CONTROLS

, In Search Of Excellence, Peters dan


Waterman mengamati bahwa sejumlah
perusahaan yang mereka nilai baik
sekali menggunakan apa yang mereka
sebut simultaneous tight- loose controls.
BERADAPTASI
TERHADAP
PERUBAHAN

berkembangnya perusahaan, bentuk


pengendalian personal/kultur dan
tindakan mungkin harus diganti atau
ditambah dengan bentuk
pengendalian yang lain.
TETAP
FOKUS
PADA
PERILAKU

Apa yang membuat analisis pengendalian


manajemen menjadi sulit adalah bahwa
manfaat dan efek sampingnya tergantung pada
bagaimana karyawan akan bereaksi terhadap
pengendalian yang sedang digunakan.
MEMPERTAHAN
KAN
PENGENDALIAN
YANG BAIK

Penyebab masalah yang dihadapi oleh perusahaan sering


kali beragam:
1. penyebabnya adalah pemahaman yang tidak sempurna
mengenai penentuan dan/atau pengeruh pengendalian
manajemen dalam penentuan tersebut.
2. Penyebab lain adalah kecenderungan manajemen
untuk mengendalikan implementasi pengendalian
manajemen kepada kecendurungan bisnis lain yang
sering kali lebih menekan.