Anda di halaman 1dari 49

Aktivitas Penambangan Emas di PT.

AGINCOURT RESOURCES MARTABE


GOLD MINE

OLEH :
BENNY PUTRA ARITONANG
DBD 113 040
Profil perusahaan
PT. RESOURCES AGINCOURT merupakan salah satu industri pertambangan yang
bergerak dibidang penambangan emas yang berada di kecamatan aek pining,
kabupaten tapanuli selatan provinsi sumatera utara.
PERTAMBANGAN
pertambangan adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang meliputi
pekerjaan pencarian (prospeksi), penyelidikan (eksplorasi), penambangan
(mining), pemurnian dan pengolahan (extraction metalurgy and mineral
dressing), penjualan (marketing) terhadap mineral-mineral dan batuan
yang memiliki arti ekonomis (berharga) sampai dengan proses penutupan
tambang. Pekerjaan mengambil bahan tambang dari bumi disebut
penambangan dan usahanya disebut pertambangan.
GAMBARAN UMUM TAHAPAN PERTAMBANGAN
AKTIVITAS PENAMBANGAN EMAS DI MARTABE GOLD MINE
1. MINE GEOLOGI
Mine Geology Departement

Mine Geologi adalah sebuah departement di PTAR yang memiliki


tugas utama menyediakan data berupa kualitas, kuantitas dan bentuk
mineral yang akan ditambang.
Tugas pendukung mine geologi adalah :
grade control
RESOURCES DEVElOPMENT plan
Mendukung kesesuaian blending material dengan mine plant
menentukan batuan yang termasuk batuan asam atau bukan.
( NAF) NON ACID FORMATION atau ( PAF ) POTENTIAL ACID
FORMATION )
Penentuan ore block pada lokasi loading point
Pengawasan dan pengontrolan segala informasi geologi
( kadar, alterasi,litologi, kekerasan, dll.)
Pengeboran RC
Tahapan kegiatan RC GRADE CONTROL
RC DRILLING Reserve ciculation

Reserve Circulate BLASTHOLE/ CHANEL ( pick up)

( stake out ) SAMPLING

LAB (SGS) CHIP TRAY

KADAR Alterasi,litologi dll

BLOCK MODEL

MINE PLAN
Desain block model
Setelah melakukan sampling, maka dilakukan
pembuatan block model dengan GCX Software
Desain block model tersebut akan dikelola
oleh mine plan untuk rencana penambangan
selanjutnya
PENENTUAN KADAR PADA ORE

MW (Mineralized Waste) : 0 < Au < 1.02 g/ton

LG (Low Grade) : 0,8 Au < 1,5 g/ton

MG (Medium Grade) : 1,5 Au < 2,5 g/ton

HG (High Grade) : Au 2,5 g/ton

PENENTUAN WASTE CLASS

propused codes
no waste class description
NAPP Kg, H2So4 sulfur WT/% Calcium wt/%

1 class 1 NAF <0

2 class2 PAF - low risk 0 -5 0.01 - 0.15

3 class 3 PAF 5 - 90 0.15 - 3

4 class 4 PAF - HIGH RISK > 90 >3

5 class 5 PAF - LAG < 90 0.15 - 3 > 0.4


Run of Mine/ Finger Stockpile
ROM/Finger stockpile
adalah tempat penyimpanan
sementara ore yang telah
ditambang untuk dilakukan
pengolahan selanjutnya
Terdapat 6 finger yaitu :
Finger 1 : High Grade
Finger 2 : High Grade
Finger 3 : Medium Grade
Finger 4 : Medium Grade
Finger 5 : Low Grade
Finger 6 : Low Grade
MINE SURVEY
6. Mine survey
Tugas seorang mine survey secara umum adalah menyajikan data terbaru berupa topografi
update yang bertujuan untuk mengetahui kemajuan tambang secara aktual dan juga
menentukan arah dan batas batas yang sesuai dengan perencanaan dan dari data ini juga bisa
menentukan banyaknya material yang telah loading baik ore maupun waste.
Mine survey juga akan menyediakan berbagai jenis peta yang bertujuan untuk menunjang
keefektivan penambangan, diantaranya peta situasi ,peta rencana tambang, peta geologi, peta
tambang.
Kegiatan mine survey dilapangan :
1. pick up adalah kegiatan untuk menentukan kordinat dan elevasi suatu titik dilapangan.
2. stake up adalah kegiatan pencarian kordinat yang telah ditentukan
3. sprinter adalah kegiatan mencari tinggi elevasi suatu titik.
4. monitoring menggunakan TS ( total station ) kegiatan ini bertujuan untuk mengontrol
pergerakan yang terjadi di PIT, objek yang digunakan adalah prisma.
Tahapan kegiatan RC GRADE CONTROL

GPS
Total Station
Prisma
Sprinter
Pentingnya kegiatan survey diberbagai section

1. Mine Geology
Menentuykan lokasi ore block dilapangan
Stake out dan pic up titik lubang bor RC
2. Geotech and Hydrogeology
Monitoring lokasi lokasi rawan longsor yang telah ditentukan geotek baik
menggunakan TS, ATAU SPRINTER
Stake out lubang untuk pipa dewatering
3. Drill and Blast
Stake out dan pick up lubang ledak
4. TSF (Tailing Storage facility)
Controling elevasi air dan tailing TSF
Controling crest bendungan TSF
5. Mine operation
Mengukur cut ( lokasi loading) and fil ( lokasi dumping)
Reconseli volume cut and fill
6. Mine plan
Melakukan pengukuran sesuai desain, meliputi pengukuran pit (boundary pit,
crest, toe), jalan (crest dan badan jalan),
waste dump
DRILLING & BLASTING
Drilling and Blasting Section
Drilling (pengeboran) adalah kegiatan pengeboran yang diterapkan
sebagai tempat bahan isian peledakan .

Blasting ( peledakan ) adalah pemberaian batuan secara ekonomis


denga menggunakan bahan peledak untuk menghasilkan
fragmentasi yang sesuai dengan kebutuhan ketahapan selanjutnya.
Di Martabe peledakan dilakukan dikarenakan sebagian besar
litologi batuannya yang tidak bisa langsung dilakukan free digging.
Pola pemboran yang diterapkan di Martabe gold mine adalah
staggered pattern ( pola zig-zag) menggunakan alat bor
power rock T50, Flexi Rock T50
Tahapan kegiatan pengeboran
Penentuan lokasi

stake out ( penentuan batas)

Preparasi

Pick up topografi

Stake out

pengeboran

sounding
vv
Cone plug
Tahapan peledakan
Alat dan bahan yang digunakan

1. Bahan peledak
Bahan peledak ( emultion)

Bahan peledak utama yang digunakan merupakan campuran antara AN (ammonium


nitrate) dengan straight emulsion dengan perbandingan AN : emulsion = 30 : 70.
Pencampuran bahan tersebut dilakukan pada MMU (mobile mixing unit), dengan
ditambahkan sensitizer dan emulsifier.

Booster
Booster merupakan bahan peka detonator yang dimasukkan ke dalam kolom isian lubang
ledak sebagai penguat energi ledak. Boostoer yang digunakan memiliki berat 400 gram.
Nonel detonator
Tube plastik yang mempunyai diameter luar 3 mm, di dalamnya berisi suatu bahan
reaktif yang dapat menjalankan gelombang kejut (shock wave) dengan kecepatan
hingga 2000 meter/detik.
Di Martabe, nonel yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.In hole delay 500 ms
2.Surface delay 9ms, 17 ms, 25 ms, 42 ms, dan 67 ms.

LIL (lead in line)

Lead in line merupakan sejenis kabel perpanjangan yang digunakan untuk


menyambung rangkaian peledakan dengan blasting machine (BM).

2. Peralatan
Blatsting machines
alat yang befungsi untuk menginisiasi peledakan
GEOMETRI PELEDAKAN

Burden (B)
Diameter lubang tembak
Tinggi jenjang (L)
Kedalaman lubang tembak (H)
Subdrilling (J)
Stemming (T)
Spacing (S)
Powder column (PC)
Blasting yang diterapkan di Martabe gold mine

1.Diameter blasthole menggunakan ukuran


102 MM
115 MM
127 MM
2. Bahan peledak yang digunakan di Martabe gold mine
Emulsion
AN ( ammonium nitrat)
Booster 400 gram
Perbandingan emulsion dengan AN adalah 70 : 30 ( 70 %
AN 30%)
3. Jenis mata bor yang digunakan adalah Button bit
GEOTECHNICAL & HIDROGEOLOGI
Geotechnical & Hidrogeologi
Geotechnical
Tugas utama geoteknik adalah menentukan desain lereng
aman dan optimum, yang tentu mempertimbangkan dari
segi ekonomi dan keamanan (pekerja, alat, dan
infrastruktur) dan melakukan pemantauan kestabilan lereng
secara teratur.
Hidrogeologi
Tugas utama hidrogeologi untuk melakukan manajemen air
baik ground water maupun surface water yang sangat
berpengaruh terhadap kestabilan lereng dan operasional
pekerjaan.
Parameter yang perlu diperhatikan dalam perancangan
kemantapan lereng di tambang terbuka, yaitu:
Kondisi geologi
Kondisi struktur geologi
Sifat-sifat fisik dan mekanik material lereng
Geometri lereng
Iklim
Air tanah
Gaya luar (peledakan, gempa bumi, lalu lintas kendaraan,
aktivitas lain di permukaan (dibangun infrastruktur, dump,
dll), dan lain-lain)
Geometri Lereng
Kontrol Terhadap Risiko Geoteknik
1. Dilakukan monitoring visual yang berkala untuk melihat
adanya perubahan- perubahan yang terjadi di areal
tambang
2. Monitoring Instrumen Geoteknik
Monitoring dengan Wire Ekstensometer
Ekstensometer digunakan untuk mengukur pergerakan
lereng secara otomatis. Alat ini akan merekam
pergerakan-pergerakan yang terjadi dan bila
pergerakannya sudah melewati ambang batas maka akan
mengaktifkan sensor yang berupa sirine.

Monitoring crackmeter
Pengukuran dilakukan dengan meteran untuk mengukur
jarak antarcrack yang sudah diberi patok/pin sebelumnya
dan dilakukan secara berkala setiap hari.
3. Monitoring Hydrogeology
Monitoring pipa dewatering
Pipa dewatering horizontal yaitu lubang bor yang
dibuat horizontal yang bertujuan untuk
mengalirkan air bawah tanah secara alamiah
dengan gaya gravitasi.
Pipa dewatering vertikal yaitu lubang bor yang
dibuat secara vertikal dan menggunakan pompa
untuk mengeluarkan air yang terdapat di dalamnya.
Kemudian dilakukan monitoring pipa dewatering
secara berkala dengan cara :
Perhitungan debit air menggunakan Bucket
V-notch
Flowmeter
Open Stand Pipe untuk mengetahui kedalaman air tanah

VWP (Vibrating Wire Piezometrik)


alat yang digunakan untuk mengetahui tekanan air dan
temperatur dalam tanah
TSF ( TAILING STORAGE FACILITY)
TSF ( TAILING STORAGE FACILITY)

TAILING STORAGE FACILITY MERUPAKAN AREA PEMBUANGAN TAILING (SISA HASIL


PENGOLAHAN BIJIH) YANG BERUPA SLURRY DARI HASIL PENGOLAHAN BIJIH DI PROCESSING
PLANT. SLURRY TERSEBUT MENGANDUNG AIR SEKITAR 60% -70 %, DAN SISANYA
MERUPAKAN PADATAN.

Tailing Storage Facility TSF tampak atas (kiri) dan bagian atas TSF (kanan)
BENDUNGAN TSF TERSUSUN DARI ZONA ZONA
Zona 1
Zona yang tersusun dari material clay dengan lebar 13m yang berfungsi untuk
menahan air agar tidak tembus dan mengalir kelingkungan masyarakat.

Zona 2
Zona yang tersusun dari material sund ( pasir ) denga lebar 4.5 m yang
berfungsi untuk menyaring air jika terjadi kebocoran atau hal lain yang
menyebabkan air mampu melewati zona 1.

Zona 5
Zona yang tersusun dari material mine waste yang ukurunnya dibatasi hingga
22cm yang berfungsi untuk menahan material pasir yang terbawa air akibat
adanya kebocoran atau hal lain yang menyebabkan air mampu menerobos
zona1, zona2.

Zona3
Zona yang tersusun dari material mine waste yang ukurannya tidak
ditentukan dimana zona ini berfungsi sebagai penyokong bendungan TSF.
Sealing layer

Sealing layer adalah material yang tersusun dari material class


1 dan class 2 yang berfungsi untuk membungkus material PAF (
POTENSIAL ACID FORMATION) yang jika terkena air bisa
menghasilkan air asam tambang.

Daya tampung TSF adalah 60 juta TON


Luas area kolam TSF berkisar 140.7 Ha
Kekuatan bendungan 8.7 skala richter
MINE OPERATION
Mine operation

Mine operation merupakan bagian dari mining department yang memiliki tugas secara
umum yaitu membuat rencana penambangan harian dan mingguan dengan berpatokan
pada rencana penambangan yang dibuat oleh mine plan.

3 MONTH PLAN ( dari mine


plan)
Dengan
Mine operation ( bulanan, memperhitungkan
mingguan,dan harian) target yang
diberikan mine plan
Kontraktor eksekusi
dilapangan
1. Mine Operation juga melakukan pengawasan kinerja kontraktor di lapangan,
2. menyimpan informasi di lapangan untuk pembuatan laporan
3. memastikan operasional berjalan dengan efektif dan dan efisien .
Peralatan produksi yang dipergunakan di martabe gold mine

Gambar 35 Wheel loader


Gambar Excavator 385 dan ADT 740

Gambar Dozer
Gambar motor grader
Pemuatan & Pengangkutan

Pemuatan dan pengangkutan merupakan kegiatan utama dalam aktivitas


penambangan. Pemuatan dan pengangkutan dapat dilakukan ketika batuan baik waste
maupun ore telah mengalami peledakan atau dapat dilakukan free digging. Alat gali
bermuatan besar di Martabe berupa Excavator. Alat angkut yang dipakai yaitu ADT
(Articulated Dump Truck).
Lokasi dumping material

Crusher

ROM Finger
1-2: high grade
3-4: medium grade
5-6: low grade

SP09: DO (deferred ore) & LG

Unsuitable material dump


TSF : material waste yang dapat digunakan
untuk embankment

Anggi dump, Henny dump, Novan dump, dll


1. Foktor yang mempengaruhi produksi

produktivitas alat
Weather ( cuaca )
cost facktor
Topografi

2. Faktor yang mempengaruhi produktivitas alat muat Faktor yang mempengaruhi produktivitas alat angkut
cycle time cycle time
Kapasitas bucket
Swell factor
Skill operation
Kapasitas bucket Effisiensi
Skill operation Kondisi jalan
Effisiensi
Tipe matereial

2. Faktor yang Mempengaruhi Cycle Time

ADT
Skill operator
Desain jalan (banyak tikungan, distance, lebar jalan, grade, speed
kendaraan)
Keadaan jalan (road maintenance)
Excavator
Fragmentasi material
Kekerasan material
Skill operator
PRODUKTIVITAS EXCAVATOR

Produktivitas excavator dihitung dengan rumus

3600 P : Produktivitas (BCM/jam)


= q : Kapasitas bucket (BCM)

k : Bucket fill factor
E : Efektivitas kerja
Ctm : cycle time alat muat (s)

EXC K (%) q Cycle Time Efisiensi Kerja Produktifitas (BCM/jam)

EX9100 85,58 3,643


22,92758621 40% 231.15

EX9101 77,97 3,214


17,48427673 54% 279,27
PRODUKTIVITAS ADT

Produktivitas excavator dihitung dengan rumus


3600
=

P : Produktivitas (BCM/jam)
C : Kapasitas vessel (BCM)
E : Efektivitas kerja
Cta : Cycle time alat angkut (s)
time alat muat (s)

ADT Tipe Cycle Time Efisiensi Kerja Produktifitas (BCM/jam) jarak (Km)

9059 745C 14.720


91,109% 69,002 1,4

9056 745C 14,94166667 90,556% 55,645 1,8


KESERASIAN ALAT GALI-MUAT DAN
ALAT ANGKUT
Match Factor

Na : banyak alat angkut


Nm : banyak alat muat
n : banyak pemuatan untuk 1 truk
Ctm : cycle time alat muat (min)
Cta : cycle time alat angkut (min)
ADT EXC CTM CTA MF JARAK (Km) KETERANGAN
7 1 84,5 882 0,67 1,4 jalan dump dan load berlumpur
6 1 95,0 5699,1 0,53 1,8 jalan dump dan load berlumpur

MF < 1 : alat muat menunggu


MF > 1 : alat angkut menunggu
MINE PLAN
Mine plan
Tugas utama mine plan adalah menyediakan rencana tambang yang akan
dioperasikan di lapangan. Peran penting dari tim mine plan adalah sebagai
berikut:

mengoptimasi cadangan (menentukan cadangan yang harus ditambang


setelah mempertimbangkan harga penjualan, biaya operasi, studi geoteknik,
dll) dari model geologi yang diterima dari Resources Development Section

mendesain lapangan (pit, jalan, dan dump)

mine scheduling (menentukan jumlah alat muat dan alat angkut yang
diperlukan, menghitung jumlah waste dan bijih yang ditambang untuk setiap
periode, dan memberikan hasil kuantitas dan kualitas dari bijih emas kepada
Processing Department)

mengestimasi biaya (perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk


menjalankan tambang berdasarkan kontrak yang ada dengan kontraktor
pertambangan).
Tahapan rencana yang dibuat mine plan
TERIMAKASIH