Anda di halaman 1dari 22

Edukasi Pemilihan Program

Keluarga Berencana

Afifah Nur Utami


102013448
C1
Skenario 4

Seorang perempuan, 25 tahun P1A0 pasca


melahirkan 2 bulan yang lalu. Datang kepada
dokter dipoliklinik, untuk berkonsultasi tentang
keluarga berencana.Ibu merencanakan untuk
memberi ASI eksklusif pada bayinya.
Anamnesis
Identitas Hasil:
Keluhan Utama Riwayat melahirkan
Keluhan Penyerta dengan operasi sesar
Riwayat Haid karena preeklampsia berat
Riwayat Kehamilan
Riwayat Penyakit Dahulu Kondisi anak sehat.
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat Pribadi (Alergi) Penyakit penyerta tidak
ada.
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Ciri/karakteristik
Keadaan umum Sehat
Kesadaran Compos Mentis
Tekanan darah 130/90 mmHg
Nadi 86x / menit
Frekuensi nafas 22x / menit
Tinggi badan 157 cm
Berat badan 55 kg
Pemeriksaan fisik dalam batas normal
Keluarga Berencana
Pelayanan kontrasepsi sebagai sebagian dari pelayanan KB.

Fasilitas pelayanan KB professional dapat bersifat teknik statis


atau mobile

Diselenggarakan oleh tenaga professional (dokter spesialis,


dokter umum, bidan atau perawat kesehatan)

Menyediakan jenis alat kontrasepsi seperti kondom, obat


vaginal, pil KB, suntik KB, IUD, menanggulangi efek samping,
dan berupaya rujukan
Metode KB
Modern: Tradisional:
Sterilisasi pantang berkala
Pil senggama
IUD terputus.
Suntik
Susuk KB
Kondo
Intravagina/diafragma
Kontrasepsi darurat
Metode Amenorea Laktasi
(MAL)
Sterilisasi
Permanen

Wanita: oklusi atau pembelahan tuba uterina

Pria: vasektomi

Vasektomi: Pengeluaran seluruh sperma yang tersimpan di


saluran reproduksi dibawah lokasi interupsi vas deferens
memakan waktu sekitar 3 bulan atau 20 kali ejakulasi.
Kontrasepsi Oral Kombinasi/Pil
Sering digunakan. Cara kerja bersifat multiple, tetapi efek
paling penting adalah mencegah ovulasi dengan menekankan
hypothalamic gonadotropin-releasing factor << FSH & LH
Progestin <<LH & mukus serviks kental>> sperma lambat
masuk
Progestin endometrium keadaan tidak bisa hamil
Estrogen <<FSH mencegah ovulasi
Efek bersihnya adalah penekanan ovulasi yang sangat efektif,
pencegahan migrasi sperma melalui mukus serviks, dan
menciptakan lingkungan endometrium yang tidak
menguntungkan untuk implantasi.
Lanjutan..
Resiko karvas: penyakit tromboemboli, infark miokardial, dan
stroke.
Meningkatkan risiko thrombosis vena dan emboli dengan
penggunaan KOK adalah hipertensi, obesitas, diabetes,
merokok, dan gaya hidup yang sedikit aktifitas.
Wanita menderita hipertensi, merokok, atau sakit kepala
migraine dengan aura visual dan menggunakan kontrasepsi
oral risiko stroke yang meningkat.
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
AKDR/IUD (Intra Uterine Device).
Ada 2 jenis
Pelepas progestin
AKDR T 380A
Efektif, dan kemampuannya untuk mencegah kehamilan secara
keseluruhan serupa dengan sterilisasi tuba.
Respons inflamasi endometrial lokal yg hebat Komponen
seluler dan humoral di jaringan endometrium dan cairan yang
terdapat pada rongga uterus dan tuba uterine menurunnya
viabilitas sperma dan sel telur.
Lanjutan..
Fertilisasi terjadi proses inflamasi yang sama yang ditujukan
terhadap blastokista endometrium diubah menjadi tempat
yang tidak mendukung untuk terjadinya implantasi.
Dengan AKDR tembaga, kadar tembaga meningkatkan mucus
akseptornya dan menurunkan motilitas serta viabilitas sperma.
Efek samping : perdarahan uterus abnormal, dismenorea,
ekspulsi, atau perforasi uterus.
Metode Barier

Kondom Diafragma Spermisida


Lingkaran cincin dilapisi
Kondom bekerja karet fleksibel yang
menghalangi akan menutup mulut
Bahan kimia aktif untuk
pertemuan sperma rahim bila dipasang
'membunuh' sperma,
dengan sel telur dalam liang vagina 6
berbentuk cairan, krim
dengan cara menahan jam sebelum
atau tisu vagina yang
sprema diujung senggama.
harus dimasukkan ke
selubung karet Efektivitasnya sangat
dalam vagina 5 menit
sehingga tidak kecil, karena itu harus
sebelum senggama.
mengarak ke dalam digunakan bersama
Efektivitasnya 70%.
saluran reproduksi spermatisida untuk
wanita mencapai efektivitas
80%.
Suntikan
Suntikan hormonal adalah hormon steroid yang dipakai untuk
keperluan kontrasepsi dalam bentukan suntikan.

Kerugian: gangguan haid berupa siklus haid yang memendek


atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit,
perdarahan yang tidak teratur atau perdarahan bercak yang
biasanya dirasakan pada bulan pertama penyuntikan serta
amenore yang timbul pada kebanyakan wanita setelah satu
atau dua tahun setelah penyuntikan.
Susuk
Disebut juga implanon.
Jenis kontrasepsi susuk tidak terdegradasi
terdiri dari simpai kopolimer etilen-viniasetat
(EVA) sebagai pembawa substansi aktif
senyawa progestin 3-keto-dogestrel (3-keto-
DSG).
Metode Amenorea Laktasi
KB tradisional
Mengandalkan pemberian air susu ibu bekerja
dengan penundaan atau penekanan ovulasi.
Dilakukan sebagai kontrasepsi apabila: menyusui
secara penuh, belum haid dan umur bayi kurang dari
6 bulan.
Selebihnya perlu kontrasepsi tambahan.
Pantang Berkala
Metode kalender
Cara: menentukan waktu ovulasi dari daur haid yang dicatat
selama 6-12 bulan terakhir.
Masa berpantang dapat dapat dilakukan pada waktu yang
sama dengan masa subur bisa ditentukan dengan perhitungan
kalender.
Keuntungan: tidak ada efek samping, tanpa biaya.
Kekurangan: angka kegagalan tinggi, tidak mencegah IMS dan
memerlukan motivasi yang tinggi.
Pemilihan Metode

Jenis kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan bagi


wanita risiko tinggi adalah MKJP seperti IUD, sterilisasi wanita,
dan sterilisasi pria.
Efek Samping

Berdasarkan tabel di atas dapat kita lihat bahwa IUD, yang


merupakan salah satu metode MKJP, paling sedikit menimbulkan
keluhan dibandingkan pil, suntikan dan susuk KB.
Laktasi
Kontrasepsi estrogen-progestin dapat menurunkan
jumlah dan durasi produksi ASI.

Keuntungan pencegahan kehamilan dengan


penggunaan kontrasepsi oral kombinasi tampaknya
melebihi resiko pada pasien tertentu.
Kesimpulan