Anda di halaman 1dari 27

Teknik Reaktor

Nama : Shalina
Fahsya Larasati
Reaktor merupakan alat utama pada industri
yang digunakan untuk proses kimia yaitu untuk
mengubah bahan baku menjadi produk.
Dasar-dasar Pemilihan Reaktor
Besarnya efek panas berpengaruh pada reaksi
yang terjadi :
o Reaktor Isotermal
o Reaktor non isotermal.
Pola aliran yang terjadi dalam reaktor :
o Pola alir ideal (plug flow dan Mixed flow)
o Pola alir non-ideal
Jumlah fasa dan jenis fasa yang terlibat :
o homogen
o Heterogen
Berdasarkan aliran prosesnya:
o Reaktor batch
o Reaktor semi batch
o Proses kontinyu (reaktor pipa, reaktor tanki)
Berdasarkan transfer energi:
o Reaktor isotermal
o Reaktor Adiabatis
Tujuan pemilihan reaktor adalah :
Mendapat keuntungan yang besar
Biaya produksi rendah
Modal kecil/volume reaktor minimum
Operasinya sederhana dan murah
Keselamatan kerja terjamin
Polusi terhadap sekelilingnya (lingkungan) dijaga sekecil-kecilnya
Pemilihan jenis reaktor dipengaruhi oleh :
Fase zat pereaksi dan hasil reaksi
Tipe reaksi dan persamaan kecepatan reaksi, serta ada tidaknya
reaksi samping
Kapasitas produksi
Harga alat (reactor) dan biaya instalasinya
Kemampuan reactor untuk menyediakan luas permukaan yang
cukup untuk perpindahan panas
Berdasarkan Prosesnya
1. Reaktor Batch
Biasanya untuk reaksi fase cair
Digunakan pada kapasitas produksi yang kecil
Keuntungan reactor batch:
Lebih murah dibanding reactor alir
Lebih mudah pengoperasiannya
Lebih mudah dikontrol
Kerugian reactor batch:
- Tidak begitu baik untuk reaksi fase gas
- Waktu yang dibutuhkan lama, tidak produktif (untuk pengisian,
pemanasan zat pereaksi, pendinginan zat hasil, pembersih reactor,
waktu reaksi)
2. Reaktor Alir (Continous Flow)
Reaktor kontinyu mempunyai aliran masukan dan
keluaran (inlet/outlet) yang terdiri dari campuran
homogen/heterogen . Reaksi kontinue di operasikan
pada kondisi steady. Dimana arus aliran masuk sama
dengan arus aliran keluar .
reaktor kontinyu dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu :
1. Reaktor AlirTangki Berpengaduk (RATB) atau
Continous Stirred Tank Reaktor (CSTR)
2. Reaktor Alir Pipa (RAP) atau Plug Flow Reaktor (PFR).
RATB (Reaktor Alir Tangki Berpengaduk)

Komposisi, suhu dan tekanan sama diseluruh reaktor (well


mixed flow). Umpan langsung tercampur dengan larutan dalam
reaktor

Keuntungan:
Suhu dan komposisi campuran dalam reaktor sama
Volume reactor besar, maka waktu tinggal juga besar, berarti zat pereaksi
lebih lama bereaksi di reactor.
Kerugian:
Tidak effisien untuk reaksi fase gas dan reaksi yang bertekanan tinggi.
Kecepatan perpindahan panas lebih rendah dibanding RAP
Untuk menghasilkan konversi yang sama, volume yang dibutuhkan RATB
lebih besar dari RAP.
RAP (Reaktor Alir Pipa)
Kecepatan fluida sama diseluruh penampang pipa (aliran plug flow)
Komposisi, suhu dan tekanan diseluruh penampang reaktor sama
(radial mixing) Perbedaan hanya terjadi sepanjang reaktor
(longitudinal)

Keuntungan :
Memberikan volume yang lebih kecil daripada RATB, untuk konversi yang
sama
Kerugian:
1. Harga alat dan biaya instalasi tinggi.
2. Memerlukan waktu untuk mencapai kondisi steady state.
3. Untuk reaksi eksotermis kadang-kadang terjadi Hot Spot (bagian yang
suhunya sangat tinggi) pada tempat pemasukan . Dapat menyebabkan
kerusakan pada dinding reaktor.
3. Reaktor Semi Batch
Cara operasinya dengan jalan memasukkan
sebagian zat pereaksi ke dalam reaktor,
sedangkan zat pereaksi yang lain atau sisanya
dimasukkan secara kontinu ke dalam reaktor.
Keuntungan :
Ada material masuk selama operasi tanpa dipindahkan
Reactant (massa) yang masuk bisa dihentikan dan
product bisa dipindahkan selama operasi waktu
tertentu.
Kerugian :
Bed yg kecil lebih efektif karena internal area yang besa
r tapi pressuredrop tinggi
Regenerasi bed sulit dilakukan karena cenderung perm
anen
Neraca Massa di reaktor Batch
Romi Romo Romr = Roma

FAi FAo (-rA) v = =


- (-rA) v = + 0


= - (-rA)

(1 )
= ()


-- = ()

=


( )
Berdasarkan Keadaan Operasi
Reaksi Isotermal
tidak ada perubahan suhu masuk, di dalam,
dan keluar reaktor.
Reaksi Non Isotermal
ada perubahan suhu masuk, di dalam, dan
keluar reaktor.
Reaksi Isotermal
=

0 0 (-rA) v =


(-rA) v = + 0


(-rA) v =

= - (-rA)

(1 )
= ()


= ()


=


=


=


=


(-rA) = k CA
= k CAo (1 XA)


=
0 (1 )


=
(1 )
1 1
= ln(1 )]
1
(1 )
1
= ln (1 0)

1
= ln(1 )

ln(1 )
=

Reaksi Non Isoermal
Adiabatis
Rohi Roho Rgen = Roha

=


kCAv =


vCAo =


nAo =

nAodXA=

NAodXA
=

=



= + ( )

Contoh Soal Isotermal
Example:Reaksi dasar pada fase gas
A -> B + C
berlangsung di reaktor CSTR pada suhu
konstan(500 K) dan dengan volume
konstan.Tekanan awal nya 70 Kpa dan nya 20
Kpa.(k A= 2,34.104 1 1 ).Berapa waktu
yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk?
Penyelesaian:
- Orde 2 -> -r A = k [A]2
Asumsi gas ideal
PV = n R T

P =

P=CRT
P
Tabel Stokiometri
A -> B + C
M Po 0 0
B -PoXA PoXA PoXA
S Po PoXA PoXA PoXA

PA PB PC
2
=

= 2


- 2 0 =

1
] ] =
0
1 1
=


=

7020
t = (2,34.10 4 )(70)(20) = 152,62
Contoh Soal Nonisotermal
Dekomposisi fasa gas A-> R + S, dilangsungkan
dalam reaktor batch dengan kondisi awal T0 =
300 K, NA0 = 10 mol, dan tekanan total konstan
500 kPa. Harga Cp untuk A, R, dan S adalah
185,6; 104,7; dan 80,9 J mol-1K-1. Entalpi
reaksi= -6280 J mol-1dan reaksi orde satu
terhadap A dg kA=1014e-10000/Th-1. Tentukan
waktu yang dibutuhkan reaktor untuk
menghasilkan produk, bilaQ = konstan, XA=
0,75.
Penyelesaian

= ( 1)....................(I)

k=1014e-10000/T.................(II)

= + ( ).....(III)
Untuk Cp Campuran

ntCp = nt = /
= = + +
=nAo(1-XA)CpA+nAoXACpB+nAoXACpC
=nAo[CpA+(CpB+CpC-CpA)XA]
ntCp=185,6nAo
Persamaan (III) menjadi

= + ( )

6280
T=300+ ( )
185,6
T=300+33,8XA..........(IV)
Persamaan (I),(II),dan (IV) dikerjakan secara
simultan
XA T K 1/k(1-XA)

0 300 0.3338 2.9956

0,15 305.07 0.5809 2.0252

0,3 310.1400 0.9927 1.4391

0,45 315.2100 1.6675 1.0904

0,6 320.2800 2.7553 0.9074

0,75 325.3500 4.4820 0.8925


Trapezoidal Rule

( 1)= 2 (2.9956 +2(2.0252)+2(1.4391)

+2(1.0904)+2(0.9074)+0.8925
0,15
t= 14,81
2
t=1,11 h=66,65 min
TERIMA KASIH