Anda di halaman 1dari 28

Laporan Kasus

Penyakit Paru Obstruktif Kronik


Identitas Pasien
Nama : Ny. T
Usia : 52 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Babakan Peundeuy
Tangal msk RS : 12 Agustus 2017
Anamnesis
Keluhan utama: Sesak nafas sejak 1 hari SMRS
Keluhan Tambahan: Batuk berdahak
Riwayat Penyakit Sekarang:
15 tahun SMRS 12 tahun SMRS 10 tahun SMRS 2 tahun SMRS 1 tahun SMRS 1 hari SMRS MRS

Mulai Sesak Sesak dan pasien Pekerjaan Sesak saat Sesak


berdagang nafas batuk didiagnos terganggu mendaki tidak
dg beban saat semakin is TB Sesak jika ke warung berkurang
berat sering saat berjalan Tidak Batuk
subuh. paru
Sering beraktivita mendaki hilang dahak
terpapar Tanpa s OAT Batuk dengan kental
debu, ngik-ngik Ke mantri berhenti berdahak salbutamo putih
asap rokok Batuk diberi pada semakin l.
dan asap kering salbutamo buloan sering
kompor Hilang l ke 6 berwarna
dan kayu sendiri tanpa putih
api konsul ke kentyal
dokter.
Riwayat penyakit dahulu: disangkal
Riwayat penyakit keluarga: disangkal
Riwayat alergi: disangkal
Riwayat psikososial: tidak merokok. Sering terpapar asap rokok suami,
debu tempat berdagang dan asap kayu api.
Pemeriksaan fisik
Diagnosis Banding
Dyspneu e.c PPOK
Dd: - Asma bronkiale
Susp. TB paru
Penunjang
Kesan: bronchitis
Diagnosis kerja
PPOK

Penatalaksanaan
Analisa kasus
PPOK penyakit yang dapat dicegah, diobati dengan gejala hambatan
aliran udara yang berhubunga dengan kelainan alveolar yang
disebabkan oleh seringnya terpapar gas atau partikel berbahaya.
Faktor risiko PPOK
Diagnosis PPOK
Evaluasi 4 hal pada PPOK
1. Derajat obstruksi saluran nafas (dengan spirometri)

Pada pasien tidak dilakukan


2. tingkat keparahan gejala (dengan mMRC dan CAT)
Pasien tidak mengisi
Riwayat kekambuhan
Pasien kambuh > 2 kali
Komorbiditas
Tidak ada pada pasien
Diagnosis banding PPOK
Penatalaksanaan PPOK
Non farmakoterapi

Penghentian kebiasaan merokok


Vaksinasi influenza dan pneumokokus tidak dilakukan pada kasus
Farmakoterapi
PPOK eksaserbasi akut
PPOK eksaserbasi adalah perburukan yang akut gejala pernapasan
yang membutuhkan terapi tambahan. Dibagi menjadi 3 klasifikasi:
Mild (cukup di obati dengan Short Acting Bronchodilators/SABDs)
Moderate (diobati dengan SABDs dan antibiotik dan/atau kortikostyertoid
oral)
Severe (pasien harus dirawat atau mengunjungi IGD, dapat menyebabkan
gagal nafas)
Daftar Masalah
S: sesak nafas > 2x, batuk berdahak susah keluar.
O: Respirasi: 26x/menit, penggunanaan otot bantu nafas +/+,
ekspirasi memanjang, wheezing +/+, kesan foto thoraks: bronkhitis.
Leukosit 12800.
dispneu
A: PPOK grup C eksaserbasi akut moderate e.c bronkhitis.
P: - Tiotropium inhaler (2.5 mcg) 1x1 spray
-Cefotaxim 3x1 gr
- ambroxol syr 3x 10 cc
Daftar pustaka
Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Desease. Pocket Guide
to COPD Diagnosis, Management, and Prevention. 2017
Kasper, Fauci, et al. Harrisons: Principles of Internal Medicine. 19th
Editon. 2015
Papadakis. A Maxine, et al. Current Medical Diagnosis & Treatment.
Lange.2015
Hatur nuhun