Anda di halaman 1dari 13

Pengendalian

Keuangan
KELOMPOK 2:
Intan Suari Suarningrat (1415351136)
Ni Made Aristawati (1415351178)
Ni Wayan Ayu Putri (1415351186)
Ni Luh Putu Yunika Antari (1415351210)
3.1. Pentingnya Manajemen Keuangan

Mendekati abad ke-21 di radio dan televisi dipaparkan mengenai


pertumbuhan dan penurunan perusahaan-perusahaan, pengambilalihan
perusahaan, dan berbagai jenis restrukturisasi perusahaan. Untuk
memahami perkembangan ini dan ikut serta di dalamnya secara efektif,
diperlukan pengetahuan mengenai prinsip keuangan.
Pentingnya prinsip keuangan digarisbawahi dengan adanya
perkembangan yang terjadi dalam pasar keuangan.
3.2.Fungsi Keuangan

Fungsi keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi,


perhitungan biaya, dan dividen untuk suatu organisasi.
Tujuan manajer keuangan adalah untuk membuat rencana guna memperoleh
dan menggunakan dana, serta memaksimalkan nilai organisasi. Beberapa
kegiatan yang terlibat seperti:
1. Dalam perencanaan dan peramalan, manajer keuangan berinteraksi
dengan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan
perencanaan strategis umum.
2. Manajer keuangan memusatkan perhatiannya pada keputusan investasi
dan perhitungan biaya. Perusahaan yang berhasil biasanya mengalami
laju pertumbuhan penjualan yang tinggi sehingga memerlukan dukungan
penambahan investasi. Para manajer keuangan perlu perlu menentukan
laju pertumbuhan penjualan yang sebaiknya dicapai dan membuat
prioritas atas alternatif investasi yang tersedia.
3.2.Fungsi Keuangan

3. Manajer keuangan bekerja sama dengan para manajer lainnya agar


perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin, karena semua keputusan
bisnis memiliki dampak keuangan.
4. Manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar uang dan
pasar modal yang merupakan sumber perolehan dana dan tempat surat
berharga diperdagangkan.
3.3. Dilema Pengendalian

Perusahaan yang sangat berhasil dengan keunggulan utama pada


fleksibilitas, kualitas pengendalian dan layanan pelanggan. Perusahaan
sering lebih unggul dibandingkan dengan pesaing karena pesaing gagal
untuk memberikan kualitas atau layanan yang diharapkan. Karena
mengutamakan layanan, kualitas produksi, perputaran yang begitu cepat
dan layanan purnajual, harga perusahaan mungkin lebih tinggi
dibandingkan beberapa pesaingnya. Namun dalam jangka panjang,
manfaat dari kualitas yang tinggi dan layanan yang lebih baik telah
membuat banyak pelanggan menjadi setia, dan perusahaan tersebut
telah berproduksi dengan cepat pada tingkat mendekati kapasitas praktis.
3.4. Definisi Pengendalian Keuangan

a. Umpan Balik Mekanikal dengan Respon Perilaku


Aplikasi mekanikal dari pengendalian lebih menekankan pada sifat mekanikal
dibandingkan dengan sifat perilaku. Misalnya, suatu system absensi yang
berfungsi sebagai pengaman untuk mencegah keterlambatan merupakan
contoh dari pemanfaatan mekanikal yang dapat mempengaruhi perilaku
seseorang. Karena menekankan pada aspek-aspek perilaku manusia,
subsistem dari pengendalian keuangan juga didasarkan pada asumsi-asumsi
keperilakuan manusia.
3.4. Definisi Pengendalian Keuangan
b. Perluasan Konsep-Konsep Tradisional
Ketika suatu system pengendalian dirancang secara tepat untuk menghasilkan informasi
akuntansi yang akurat dan handal, fokus system pengendalian secara tradisional terletak
pada faktor berikut:
1. Memperkerjakan karyawan yang akan melaksanakan tanggung jawab dengan
kompeten dan penuh integritas
2. Menghindari fungsi-fungsi yang tidak harmonis dengan memisahkan tugas dan tanggung
jawab
3. Mendefinisikan wewenang yang terkait dengan suatu posisi sehingga kesesuaian dari
suatu transaksi dilaksanakan dan dapat dievaluasi
4. Menetapkan metode yang sistematis guna memastikan transaksi telah dicatat dengan
akurat
5. Memastikan dokumentasi memadai
6. Menjaga aset dengan mendesain prosedur yang membatasi akses terhadap aset
tersebut
7. Mendesain pengecekan independen untuk meningkatkan akurasi
3.5. Pengendalian Terpadu

System pengendalian komprehensif merupakan suatu konfigurasi yang saling


melengkapi, yaitu subsistem formal yang mendukung proses administrative.
Untuk dapat diformalkan, suatu subsistem pengendalian seharusnya terstruktur
dan berkelanjutan, serta dirancang dengan suatu proses yang tepat untuk
mencapai tujuan yang spesifik. Untuk dapat menjadi pengendalian yang
komprehensif, suatu system pengendalian baiknya mencakup aktivitas
perencanaan, operasional dan fungsi umpan balik.
3.6. Faktor-faktor Kontekstual

Tantangan bagi para manajer adalah memahami faktor yang paling


dominan terhadap keberhasilan penerapan pengendalian keuangan.
Proses dalam mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang penting
merupakan subjek tertinggi dan sangat temporer. Semua daftar dari faktor-
faktor kontekstual kritis merupakan subjek untuk melakukan perbaikan
secara keseluruhan. Faktor-faktor kontekstual seperti:
1. Ukuran
2. Stabilitas keuangan
3. Motif keuangan
4. Faktor-faktor proses
3.7. Pertimbangan-pertimbangan
Rancangan

Untuk memperbaiki kemungkinan keberhasilan, para desainer akan mencari


cara menemukan hubungan sebab-akibat yang dipercaya bersifat nyata
dalam lingkungan sehingga mereka memiliki kemampuan untuk
mengantisipasi konsekuensi logis yang dapat dihasilkan dari penambahan
suatu pengendalian atau aturan pengendalian.
- Antisipasi terhadap Konsekuensi Logis
- Relevansi dengan Teori Agensi
3.8. Pengendalian dalam Era
Pemberdayaan

Para manajer cenderung mengartikan pengendalian secara sempit, seperti


mnegukur kemajuan terhadap rencana untuk menjamin pencapaian tujuan
yang telah ditentukan. Suatu system pengendalian diagnostik merupakan
salah satu unsur pengendalian. Tiga unsur lain yang sama pentingnya dalam
lingkungan bisnis dewasa ini adalah sistem kepercayaan, sistem batasan, dan
sistem pengendalian interaktif. Simons menjelaskan bahwa system
pengendalian diagnostik memungkinkan para manajer untuk memastikan
bahwa tujuan penting tersebut telah diraih secara efisien dan efektif. Sistem
kepercayaan memberdayakan dan mendorong individu untuk mencari
kesempatan-kesempatan baru. Kedua system tersebut mengkomunikasikan
nilai-nilai inti yang terlibat. System pengendalian interaktif memungkinkan para
manajer puncak untuk memfokuskan perhatiannya pada ketidakpastian
strategis dan tidak membiarkannya begitu saja supaya dapat mencapai
tujuan.
Referensi

Ishak, Muhammad, Arfan Ikhsan. 2005.Akuntansi Keprilakuan.Jakarta:Salemba


Empat