Anda di halaman 1dari 11

Psikologi Klinis

Kelompok Tujuh
Muh Rizky
Alifia Ainun Rizky
Muh Ahlun Nasab
Teknik ini dapat digunakan untuk klien yang sangat cemas. Caranya
klien disuruh menutup matanya dan membayangkan dirinya sedang
mengatakan sesuatu yang mengganggu dirinya

Psikoedukasi adalah suatu intervensi yang dapat dilakuka pada


individu, keluarga, dan kelompok yang fokus pada mendidik
partisipannya mengenai tantangan signifikan dalam hidup,
membantu partisipan mengembangkan sumber-sumber dukungan
dan dukungan sosial dalam menghadapi tantangan tersebut, dan
mengembangkan keterampilan coping untuk menghadapi
tantangan tersebut. (Griffith, 2006 dikutip dari Walsh, 2010)
Carl Rogers (Psikolog Humanistik) menjelaskan bahwa Konseling
adalah: hubungan terapi dengan klien yang bertujuan untuk
melakukan perubahan self (diri) yang menekankan pada perubahan
system self klien sebagai pihak yang dilakukan konseling
Psikoterapi merupakan salah satu intervensi dalam konteks
hubungan proffesional antara psikolog dan klien atau pasien, tujuan
psikoterapi dapat berupa pemecahan masalah, memperbaiki
kemampuan penyelesaian masalah, pencegahan timbulnya
masalah, serta peningkatan kemampuan seseorang untuk lebih
berbahagia (Phares & Trull dalam Ardani, Rahayu dan Scholictun,
2007).
Konsep & teknik intervensi Behaviour
Management Contigency adalah sebuah jenis pengobatan yang digunakan dalam

kesehatan mental atau penyalahgunaan zat terlarang. manajemen kontingensi

(Contigency Management) didasarkan pada prinsip bahwa perilaku adalah fungsi

dari konsekuensi-konsekuensinya. Artinya, apa yang dilakukan orang - bagaimana

mereka berperilaku - berhubungan dengan cara diprediksi untuk konsekuensi dari

perilaku mereka. Sebagai contoh, jika suatu tindakan diikuti dengan konsekuensi

positif (positif untuk orang itu), maka individu tersebut cenderung untuk

mengulangi tindakan itu. Sebaliknya, jika suatu tindakan diikuti oleh konsekuensi

negatif (negatif bagi orang yang), maka individu tersebut tidak mungkin untuk

mengulangi tindakan. konsekuensi negatif mencakup baik tidak ada respon

(misalnya, tindakan seseorang diabaikan) dan tanggapan menghukum


Exposure adalah teknik psikoterapi yang sering digunakan dalam gangguan

PTSD dan fobia. Terapi exposure jika digunakan dengan benar maka maka

dapat membantu seseorang mengurangi kecemasan dan dan ketakutan yang

terkait dengan PTSD atau fobia. Contohnya, ketika kita bekerja dengan orang

yang takut laba-laba maka terapis pertama akan meminta orang tersebut

untuk membayangkan laba-laba di fikirannya, kemudian terapis meminta

orang tersebut untuk memayangkan hal intens antara diri orang tersebut

dengan laba-laba sambil terus memberikan dukungan dan reinforcement.

Setelah respon kecemasan berkurang, terapis akan membuat laba-laba

tersebut nyata di dekat orang tersebut misalnya di ruangan dimana orang

tersebut juga ada setelah respon ketakutan berkurang maka terapis akan

menempatkan laba-laba tersebut di tangan orang tersebut. (Desentisasi).


Tipe-tipe exposure :

Imaginal exposure

In vivo exposure

Virtual reality exposure.

Adapun spesifik terapi exposure:

Desentisasi : terapis memberikan stimulus secara bertahap kepada klien.

Semisal klien takut terhadap kucing, maka terapis pertama-tama meminta

klien untuk meyangkan kucing, lalu menggambar kucing jika kecemasan

berkurang, terapis memberikan kucing di ruangan yang sama dengan klien

hingga klien berani untuk menyentuh kucing.

Flooding : terapis langsung membanjiri klien dengan stimulus. Semisal, klien

takut kepada kucing maka klien akan di berikan langsung kucin di ruangan

yang sama berbeda dengan desentisasi yang secara bertahap.


behavior contract adalah persetujuan antara dua orang
atau lebih (konselor dan konseli) untuk mengubah perilaku
tertentu pada konseli. Konselor dapat memilih perilaku
yang realistik dan dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Setelah perilaku dimunculkan sesuai dengan kesepakatan,
ganjaran dapat diberikan kepada konseli. Dalam terapi ini
ganjaran positif terhadap perilaku yang dibentuk lebih
dipentingkan dari pada pemberian hukuman jika kontrak
perilaku tidak berhasil.
modeling partisipan merupakan metode pembelajaran perilaku baru melalui

pengamatan dari seorang model, penambahan informasi melalui proses kognitif dan

akan menghasilkan perubahan perilaku sesuai yang dimodelkan.

Ada lima tahapan teknik modeling partisipan yang merupakan aplikasi dari konsep

Nelson (2011) dan Laraia (2009) sebagai berikut: (1) Terapis akan mempratekkan secara

berulang-ulang, menunjukkan kepada klien kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan

sukses. Klien melihat dan mengobservasi contoh perilaku untuk mengontrol lingkungan

yang dimodelkan oleh terapis. (2) Melibatkan klien dalam kegiatan yang dipratekkan

terapis. Klien meniru perilaku yang dicontohkan oleh terapis. (3) Terapis membantu

klien untuk melaksanakan tugas yang diinginkan. Terapis dan klien menampilkan

perilaku bersama-sama sebelum ditampilkan oleh klien secara mandiri. (4) Terapis

perlahan menarik dukungan untuk memastikan bahwa klien dapat berfungsi efektif

secara mandiri. (5) Klien akan melakukannya secara mandiri. Terapis akan mengamati

perilaku dari jarak jauh. Ide dasarnya rasa percaya diri terhadap perilaku sebaiknya

diperkuat oleh pencapaian klien secara mandiri.


Behavior Rehearsal adalah suatu teknik mengembangkan tingkah
laku individu. Penggunaan teknik ini dimaksudkan agar selanjutnya
individu akan menunjukkan sendiri tingkah lakunya, tanpa harus
bimbingan dari orang lain. Teknik ini bisa di terapkan dengan cara;
(a) diberlakukannya situasi kehidupan nyata dalam sesi dan in vivo,
(b) membantu pasien belajar cara-cara baru menanggapi situasi
kehidupan tertentu dan (c) mengajar pola baru dalam bentuk
respon perilaku (yaitu, kemampuan interpersonal, perilaku asertif)
melalui pemberian bala bantuan (yaitu, pujian), hukuman (yaitu,
kritik), saran, dan masukan.
berpikir blocking adalah kondisi pikiran biasanya
disebabkan oleh kondisi kesehatan mental seperti
skizofrenia. Selama pikiran blocking, seseorang
berhenti berbicara tiba-tiba dan tanpa penjelasan di
tengah kalimat. Misalnya, seseorang mungkin mulai
membahas melanggar masa dengan terapisnya dan
kemudian berhenti berbicara pertengahan kalimat.
Ketika terapis meminta orang tersebut untuk
melanjutkan, orang tersebut dapat merespon bahwa
dia benar-benar lupa apa yang akan dia katakan.
Daftar Pustaka

Ardani, Tristiardi A., Sholichatun, Yulia., Rahayu, Iin Tri. (2007)Psikologi Klinis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Kring, A. M., Johnson, S. L., Davison, G. C., & Neale, J. M. (2010). Abnormal psychology. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Schizophrenia. (n.d.). National Institutes of Mental Health. Retrieved from http://www.nimh.nih.gov/health/publications/schizophrenia/complete-index.html

Wade, S.L., Wolfe, C.R., Brown, T.N., & Pestian, J.P. (2005). Can a web-based problem-solving intervention work for children with traumatic brain injury? Rehabilitation Psychology, 50,
337-345.

Wade, S.L., Wolfe, C.R., Brown, T.M. & Pestian, J.P. (2005). Putting the Pieces Together: Preliminary efficacy of a web-based family intervention for children with traumatic brain injury.
Journal of Pediatric Psychology, 30, 437-442.

Wade, S.L., Michaud, L., & Maines-Brown, T. (2006). Putting the pieces together: Preliminary efficacy of a family problem-solving intervention for children with traumatic brain injury.
Journal of Head Trauma Rehabilitation, 21(1), 57-67.

Walsh, Joseph. (2010). Psycheducation In Mental Health. Chicago: Lyceum Books, Inc.

Written by Mark Ylvisaker, Ph.D. with the assistance of Timothy Feeney, Ph.D. and Mary Hibbard, Ph.D.

Ylvisaker, M., Turkstra, L., Coehlo, C., Yorkston, K., Kennedy, M., Sohlberg, M., & Avery, J. (2007). Behavioral interventions for individuals with behavior disorders after TBI: A systematic
review of the evidence. Brain Injury, 21(8), 769-805.

Zentall, S.S. (2005). Theory- and evidence-based strategies for children with attentional problems. Psychology in the Schools, 42(8), 821-836.

Zentall, S.S. (2006). ADHD and education: Foundations, characteristics, methods, and collaboration. Upper Saddle River, NJ: Pearson, Merrill, Prentice Hall.

(http://slideplayer.info/slide/3124662/).

http://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/types/exposure-therapy

Umar, DN. 2014. BAB II KAJIAN PUSTAKA. UIN Sunan Ampel Surabaya. (http://digilib.uinsby.ac.id/1519/5/Bab%202.pdf )

Horvath, T., Dickson, C., Langer, S., & Bourret, J., (2010). A comparison of invivo and video modeling procedures for teaching functional response chains to individuals with developmental
disabilities. Northeastern University.

Nelson-Jones, R. (2011). Teori dan praktik konseling dan terapi. Edisi 4. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Nursalim, M. (2009). Modeling Partisipan. Diakses dari http://www.slideshare.net pada tanggal 19 Maret 2017.

Stuart, G.W. & Laraia, M.T. (2009). Principles and practice of psychiatric nursing edition). St.Louis: Mosby.

http://uam-web2.uamont.edu/facultyweb/kim/pgc4c.doc.