Anda di halaman 1dari 20

MARGARET MAHLER

OBJECT RELATIONS
THEORY

Psikologi Kepribadian II
Fakultas Psikologi
Universitas Negeri Makassar
Kelompok 2
BIOGRAFI

Nama Tokoh : Margaret Schoenberger Mahler


Lahir : Sopron (Hungaria) 1897
Orang tua : Ayah = Gustav Schoenberger
(Berkebangsaan Hungaria)
Ibu = Eugenia Weiner-Schonberger
(berkebangsaan
Jerman)
Meninggal : meninggal dalam usia 88 tahun (1985)
Margaret terlahir di keluarga yahudi, ia lahir setelah 9 bulan
dan 6 hari dari pernikahan orangtuanya. Margaret selalu
beranggapan bahwa dirinya terlahir sebagai anak yang tidak
diingankan oleh ibunya.
I came far too early! And very much unwanted by my mother
who was a mere girl of nineteen. Very beautiful, very
narcissistic, and greatly pampered, she blamed my father for my
untimely arrival.
Setelah adik perempuan Mahler lahir, ia merasa bahwa Ibunya
sangat gembira akan kehadiran adik perempuannya (greeted
with affection and delight. Indeed the young Mahler
began to assume that their mother wanted her dead). Mahler
usia 4 tahun, menangkap ucapan Ibu ke puteri ke-2: I have
brought you into this world, I love, I adore you.etc dan
Mahler menjawab And I, I was born by my father!.
Frustrasi, penolakan, luka (psikis) menyebabkan Mahler
memasuki dunia ayahnya: ilmu(science), kedokteran, politik,
matematik, yang amat didukung ayahnya, sehingga jadilah
Mahler sebagai the son of her father
Kemampuan intelektual Mahler sangat luar biasa untuk
memberikan suatu reputasi selama memasuki masa dewasa.
Ketika saudara perempuannya tertarik pada masa mudanya,
margareth membaca ide-ide Einstein mengenai relativitas.
Tidak mengherankan bahwa Mahler memilih berkarier di
kesehatan sebagai bagian untuk menyaingi ayahnya yang telah
bekerja keras, jika tidak tepat memeliharanya dan
mengejarnya dengan kelebihan secara intelektual.
Selama musim panas ia bekerja dalam klinik pediatri saingan, yaitu
Leopold Moll Institute. Disini ditekankan pengasuhan ibu bagi
bayinya dan komunikasi ibu-anak selama perawatan anak. Jadi ia
merawat anak bersama ibunya. Filsafatnya: the baby not only
belonged to the mother, but the presence of mother was essential if a
sick baby was to get well.
Para mahasiswa perawat juga dididik untuk amat mencintai dan
berdedikasi pada bayi-bayi yg sakit keras bahkan semalaman
menggendong, mengelus, berbicara pada bayi-bayi yg akan mati dan
anehnya banyak bayi yg kemudian sembuh. Hal ini amat berlawanan
dng kondisi bayi-bayi di klinik Profesor von Pirquet. Mahlers own
childhood experiences had exquisitely sensitized and prepared her to
absorb these crucial lessons about the power of the intimacy in the
mother-child dualism !!.
FOKUS TEORI MAHLER

Kelahiran psikologis manusia yang terjadi dalam tiga tahun


pertama kehidupannya, dimana secara berangsur anak
melepaskan rasa-amannya dan menggantikannya dengan
autonomi.
Kelahiran psikologis = proses seorang anak menjadi individu,
terlepas dari ibunya (primary care giver), suatu pencapaian yg
pada akhirnya akan memberikannya identitas pribadi (sense of
identity).
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN
MAHLER

1. AUTISMA NORMAL
berlangsung : lahir minggu ke 3/4.
metafora : telur yang belum menetas, dimana seluruh
kebutuhan anak ayam terpenuhi secara sempurna dalam
telur tersebut = semua kebutuhannya terpenuhi secara
autistik.
Perasaan yg muncul: omnipotensi, dlm arti semua
kebutuhan akan terpenuhi dengan sendiri (automatically)
tanpa harus mengeluarkan usaha apapun.
Kondisi bayi: hampir selalu tidur dan tanpa ketegangan, yg juga
disebutnya periode narsisisme primer absolut (tidak
menyadari kehadiran seorangpun) dan tanpa objek (objectless)
dimana bayi sekedar secara alamiah mencari buah dada ibu
dan menyusu dari Ibunya
2. SIMBIOSIS NORMAL
berlangsung : minggu ke 4/5 bulan ke 4/5
proses : saat bayi mulai menyadari bahwa ia tak dapat
memenuhi semua kebutuhannya sendiri, ia mencari
pengasuh utamanya dan ingin membentuk hubungan
simbiotik dengannya.
Bayi berperilaku dan berfungsi seolah-olah ia dan ibunya
adalah satu sistem omnipoten atau dua yang menyatu dalam
satu lingkup tertentu.
metafora : kulit luar telur mulai retak, tapi anak ayam masih
kulit ari telur. Anak juga masih dalam hubungan simbiosis
dengan ibu yang melindunginya.
Keadaan ini bukan simbiosis murni karena: hidup anak
tergantung ibunya, tapi kehidupan ibu tidak
tergantung anaknya.
Pada fase ini ibu dan anak saling memberikan tanda (cue).
Anak dapat mengenali wajah sang ibu dan menangkap
perasaan senang atau tertekan ibu. Walaupun demikian relasi
objek belum terbentuk, Ibu dan orang-orang lain sekedar
praobjek.
3. PEMISAHAN INDIVIDUASI
berlangsung : bulan ke 4/5 bulan ke 30/36.
hasil akhir : anak mampu terpisah psikologis dari ibu,
mencapai individuasi, mulai mengembangkan rasa identitas
diri.Karena tidak lagi dalam keadaan dwitunggal dengan sang
ibu maka anak harus meninggalkan dan menanggalkan delusi
omnipotensinya dan menghadapi kerentanannya
(vulnerability) terhadap dunia luar.
PEMISAHAN (INDIVIDUASI)

a.Diferensiasi (differentiation):
berlangsung : bulan ke 4/5 bulan ke 7/10.
ditandai oleh : bayi melepaskan diri fisik dari orbit simbiotik
ibu-anak, Bayi yg sehat psikis akan memperluas dunia mereka
melampaui dan memiliki rasa ingin tahu terhadap orang-orang
lain serta ingin meneliti/mengenal/inspect mereka lebih jauh.
Bayi yg tidak sehat psikis akan takut terhadap
orang asing dan bersembunyi dari orang-orang asing.
b.Pelatihan (practicing):
berlangsung : bulan ke 7/10 bulan ke 15/16.
ditandai oleh : bayi mulai dapat merangkak kemudian berjalan
tertatih, bayi mulai membedakan badannya dari badan sang
ibu, tetap mempertahankan ikatan (bond) khusus dng ibu,
mulai mengembangkan ego autonom. Bayi tetap
mengharapkan rasa aman
dengan tetap dapat melihat ibu, mengikuti ibu dengan
pandangannya, dan memperlihatkan distress bila ibu
meninggalkannya.
c. Pendekatan (rapprochement) :
berlangsung : bulan ke 16 bulan ke 25.
ditandai oleh : keinginan untuk mengembalikan ke-
dwitunggal-an ibu-anak. Anak ingin berbagi semua
keterampilan baru dan pengalaman baru dng ibunya.
Karena usianya, anak makin bebas bergerak, tapi secara
paradoksal justru lebih menunjukkan kecemasan pemisahan
(separation anxiety) dr sub-tahap sebelumnya.
Perkembangan kognitif anak menyebabkan ia lebih
menyadari keterpisahan dng ibu dan menyebabkannya
melakukan berbagai usaha untuk menjadi satu dengan ibu
lagi.
d. Ketetapan objek libidinal (libidinal
object constancy) :
berlangsung : bulan ke 26 bulan ke 36.
tugas perkembangan : pada sub-tahap ini anak harus
mengembangkan perwakilan psikis menetap (a constant inner
representation) dari ibunya agar anak dapat menanggung/dapat
tahan (can tolerate) keterpisahan fisik dari ibu. Bila hal ini tidak
terbentuk maka anak akan selamanya bergantung pada kehadiran
fisik sang ibu untuk memperoleh rasa aman. Selain ketetapan objek
libidinal, anak juga harus memantapkan (consolidate) individualitas
mereka, artinya harus dapat berfungsi dengan baik tanpa kehadiran
fisik ibu dan membentuk relasi-relasi objek yang lain
FEIST & FEIST ON Mahlers Theory

The strength of Mahlers theory is its elegant


description of the psychological birth based on
empirical observations .
Monte On Mahlers Theory

Monte : Mahler menekankan pengasuhan ibu yg baik (cinta,


perhatian, kehangatan, dsb) dan keutamaan-keutamaan
(virtues) sebagai bawaan ego. Perkembangan fungsi ego dan
individualitas sebenarnya (true individuality) digambarkan :
a. Masalah penyesuaian diri yg dapat mengarah pd psikosis
berasal dari kesalahan perkembangan dimana anak gagal
memisahkan diri dari ibu (menjadi symbiotic psychotic child)
atau kegagalan menjadikan ibu alat hidup dalam memahami
dan menangani dunia manusia hidup ini (autistic child). Kedua
gangguan ini disebut juga ego pathology.
b).Kelahiran psikologis hanya dapat dicapai oleh anak-anak
yang dorongan internal-bawaannya untuk mencapai
individualitas tidak rusak dan bahkan semangat pemisahan anak
didorong (encouraged) oleh ibu, walaupun dng berat hati, tanpa
melampaui kemampuan anak utk merasakan kesendirian
(aloneness
PUSTAKA

1. Feist,J., Feist,G.J.,(2010), Theories of Personality, 6th.ed,


Mc.Graw Hill International Edition.

2. Monte,Chr.F.,(1995), Beneath the Mask, 5th.ed, Harcourt


Brace College Publishers.