Anda di halaman 1dari 41

PERUBAHAN DAN ADAPTASI

PSIKOLOGIS PADA MASA


KEHAMILAN TRIMESTER I, II, III

Kelompok 4
Neneng Susilawati
Nur Alifia R M
Rafika Yuladi
Septi Siti N J H
Sutik
Uli Sinyaluri
PERUBAHAN DAN ADAPTASI
PSIKOLOGIS

ADAPTASI ADAPTASI
PATERNAL SAUDARA
KANDUNG
ADAPTASI PATERNAL
1. Sumber Stress Ayah
Masalah keuangan
Kondisi yang tidak diinginkan
selama hamil
Cemas bayinya tidak sehat/ tidak
normal
Khawatir tentang nyeri istrinya saat
melahirkan.
Peran setelah melahirkan.
Perubahan hubungan dengan istri,
keluarga, dan teman-temannya.
Kemampuan sebagai orang tua.
2. Perubahan Psikologis Ayah

TRIMESTER 1

TRIMESTER 2

TRIMESTER 3
TRIMESTER 1
Memberitahu keluarga,
teman, dan relasi.
Sering bingung terhadap
perubahan istrinya
Sering dibayangkan
berinteraksi dengan
anaknya yang sudah
berusia 5 atau 6 tahun,
walaupun kehamilan
istrinya belum kelihatan.
TRIMESTER 2
Peran ayah saat ini masih
samar-samar , tetapi
kebingungan atas
keterbatasannya menurun
dengan melihat dan
merasakan gerakan fetus.
Merasa lebih nyaman
dengan dapat melihat
anaknya pada USG.
Khawatir tentang pembagian
peran antara mencari nafkah
dan membantu istri
mengurus anak
TRIMESTER 3
Persiapan yang nyata terlihat
untuk kelahiran bayinya.
Terlibat dalam kelas bersama,
mendampingi istri saat
memeriksakan kehamilannya.
Timbul rasa takut.
Timbul pertanyaan dalam benak,
Seperti apa menjadi orang tua?
atau Dapatkah ia membantu
istrinya selam proses persalinan?
Timbul rasa tidak percaya, seperti
apakah ia akan benar-benar
mempunayai anak?
ADAPTASI SAUDARA KANDUNG

Definisi Sibling Rivalry

Faktor Penyebab

Penatalaksanaan
Definisi Sibling Rivalry

Sibling rivalry adalah adanya rasa persaingan


saudara kandung terhadap kelahiran adiknya. .
Biasanya, hal tersebut terjadi pada anak
dengan usia toddler (2- 3 tahun), yang juga
dikenal dengan usia nakal pada anak.
(Sulistyawati, 2009).
Faktor Penyebab
Menurut Lusa (2010), ada banyak faktor yang menyebabkan
sibling rivalry, antara lain:
Masing-masing anak bersaing untuk menentukan pribadi
mereka, sehingga ingin menunjukkan pada saudara mereka.
Anak merasa kurang mendapatkan perhatian, disiplin dan
mau mendengarkan dari orang tua mereka.
Anak-anak merasa hubungan dengan orang tua mereka
terancam oleh kedatangan anggota keluarga baru/bayi.
Tahap perkembangan anak baik fisik maupun emosi yang
dapat mempengaruhi proses kedewasaan dan perhatian
terhadap satu sama lain.
Anak frustasi karena merasa lapar, bosan atau letih sehingga
memulai pertengkaran.
Penatalaksanaan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua
untuk mengatasi sibling rivalry, antara lain (Lusa,
2010):
Tidak membandingkan antara anak satu sama
lain.
Membiarkan anak menjadi diri pribadi mereka
sendiri.
Menyukai bakat dan keberhasilan anak-anak.
Membuat anak-anak mampu bekerja sama
daripada bersaing antara satu sama lain.
KEBUTUHAN PSIKOLOGIS PADA MASA
KEHAMILAN TRIMESTER I, II, III

Keluarga dan Support Tenaga


Suami Kesehatan

Parentcaft
Rasa Aman dan
Education Kelas
Nyaman Selama
Ibu Hamil dan
Kehamilan
P4K
Keluarga Dan Suami
Trimmester 1
Membantu untuk memahami setiap
perubahan yang terjadi baik fisik maupun
psikologis.
Memperhatikan kebutuhan ibu
Menangkan ibu dari ketakutan atas hal yang
pernah terjadi sebelumnya yang dipengaruhi
oleh kebudayaan.
Keluarga Dan Suami
Trimester II
Bersama-sama mematangkan persiapan
persalinan yang mungkin terjadi
Memperhatikan kebutuhan nutrisi ibu dan
janin
Menangkan ibu dari ketakutan atas hal yang
pernah terjadi sebelumnya yang dipengaruhi
oleh kebudayaan.
Keluarga Dan Suami
Trimester III
Menjelaskan bahwa persalinan hal yang
normal dan tidak menakutkan
Menemani ibu di malam hari
Memberikan support untuk bersalin normal
Tidak terlalu banyak menceritakan hal buruk
yang pernah terjadi
Support Tenaga Kesehatan
Trimester I
Membantu untuk memahami setiap perubahan yang terjadi baik fisik maupun
psikologis
Memberikan penkes tanda bahaya yang terjadi.
Memberikan penkes tengtang mual muntah.
Trimester II
Mengajarkan pada ibu tentang nutrisi
Memberikan penkes tentang pertumbuhan bayi
menjelaskan tanda-tanda bahaya kehamilan.
Trimester III
Memberikan penjelasan bahwa yang dirasakan oleh ibu adalah normal
Menenangkan ibu
Membicarakan kembali dengan ibu bagaimana tanda-tanda persalinan yang
sebenarnya
Meyakinkan bahwa anda akan selalu berada bersama ibu untuk membantu
melahirkan bayinya
Parentcraft Education Kelas Ibu Hamil dan P4K

Kelas Ibu
Hamil

P4K ( Program
Perencanaan Persanilan
Dan Pencegahan
Komplikasi
Kelas Ibu Hamil

Kelas Ibu Hamil ini merupakan sarana untuk belajar


bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap
muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan,
perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan
bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.
Kelas Ibu Hamil
Menurut Buku Pedoman Kelas Ibu Hamil Hasil
yang diharapkan yaitu:
Adanya interaksi dan berbagi pengalaman
antar peserta (ibu hamil dengan ibu hamil)
dan ibu hamil dengan bidan/tenaga kesehatan
Adanya pemahaman, perubahan sikap dan
perilaku ibu hamil
Kelas Ibu Hamil
Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada
umur kehamilan 20 s/d 32 minggu, karena pada umur
kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi
keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil..
Tabel contoh penyusunan jadwal kelas ibu hamil pertemuan ke-1
P4K ( Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan
Komplikasi)

Menurut buku pedoman pelaksanaan P4K yang diterbitkan oleh


departemen kesehatan RI (2008) ada beberapa istilah dalam
pedoman P4K yang harus dipahami yaitu :
1. P4K sengan stiker
2. Pendataan ibu hamil dengan stiker
3. Forum peduli KIA
4. Kunjungan rumah
5. Rencana pemakaian alat kontrasepsi pasca persalinan
6. Persalinan oleh nakes
7. KB Pasca Persalinan
P4K ( Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan
Komplikasi)

8. Kesiagaan
9. Tabulin (tabungan ibu bersalin)
10. Dasolin (dana sosial ibu bersalin)
11. Ambulan desa
12. Calon donor darah
13. Inisiasi menyusui
14. Kunjungan nifas
15. Pemberdayaan masyarakat
16. Buku KIA
17. PPGDON
Gambar stiker prerencanaan persalinan
Tujuan diselenggarakan program ini yaitu Terdatanya ibu hamil
dan terpasangnya Stiker P4K di rumah setiap ibu hamil, Adanya
perencanaan persalinan dan pemakaian KB paska salin bagi
pasangan tersebut dan disepakati bersama dengan petugas
kesehatan/ penolong persalinan, Terjadinya pengambilan
keputusan yang berlangsung dengan cepat dan tepat apabila
terjadi komplikasi, Adanya dukungan masyarakat setempat
dalam penanganan gawat darurat bila terjadi komplikasi.
Faktor Yang Mempengaruhi
Kehamilan

Faktor Fisik

Faktor
Kehamilan

Faktor Faktor Lingkungan ,


Psikologis Sosbud dan Ekonomi
Faktor Fisik

Status Kesehatan

Status Gizi

Gaya Hidup
STATUS KESEHATAN

1. Kesehatan Pada Usia Tua


a. Segi negatif kehamilan usia tua
maka kemungkinan akan menyebabkan terjadinya Intra-
Uterine Growth Retardation (IUGR) yang berakibat bayi Berat Badan
Lahir Rendah (BBLR)
b. Segi positif kehamilan usia tua
Ibu akan merasa kepuasan peran sebagai ibu, merasa lebih
siap, pengetahuan mengenai perawatan kehamilan dan bayi lebih
baik, karier baik status ekonomi baik, mampu mengambil keputusan,
rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, perkembangan intelektual
anak lebih tinggi, periode menyusui lebih lama, toleransi pada
kelahiran lebih besar.
STATUS KESEHATAN
2. Kehamilan Multiple
Pada kasus kehamilan multiple (kehamilan
lebih dari satu janin) biasanya kondisi ibu lemah. Ini
disebabkan oleh adanya beban ganda yang harus
ditanggung baik dari pemenuhan nutrisi, oksigen,
dan lain-lain.
3. Kehamilan Dengan HIV
Pada kehamilan dengan ibu mengidap HIV,
janin akan menjadi sangat rentan terhadap
penularan selama proses kehamilannya. Virus HIV
kemungkinan besar akan ditransfer melalui plasenta
ke dalam tubuh bayi.
STATUS GIZI

Selama proses kehamilan, bayi akan sangat


membutuhkan zat-zat penting yang hanya dapat
dipenuhi dari ibu. Penting bagi bidan untuk
memberikan informasi kebutuhan nutrisi pada
kehamilan kepada ibu hamil karena terkadang
pasien kurang memperhatikan kualitas makanan
yang dikonsumsinya.
GAYA HIDUP

Selain pola makan yang dihubungkan


dengan gaya hidup masyarakat sekarang,
kebiasaan begadang, berpergian menggunakan
sepeda motor, gaya hidup ini akan mengganggu
kesejahteraan bayi yang dikandungnya karena
kebutuhan istirahat adalah mutlak dan hak
yang harus dipenuhi dan didapatkan janin.
Faktor Psikologis

Stresor
Internal &
Eksternal

Support Faktor Subtance


Keluarga Psikologis Abuse

Partner
Abuse
STRESOR INTERNAL & EKSTERNAL

1. Stresor Internal
Adanya beban psikologis yang ditanggung
oleh ibu dapat menyebabkan gangguan
perkembangan bayi yang nantinya akan terlihat
ketika bayi lahir
2. Stesor Eksternal
Pemicu stress yang berasal dari luar
bentuknya sangat bervariasi,misalnya
ekonomi,konflik keluarga,pertengkaran dengan
suami,tekanan dari lingkungan
SUPPORT KELUARGA

Dalam menjalani proses itu ibu hamil


sangat membutuhkan dukungan yang intensif
dari keluarga dengan cara menunjukkan
perhatian dan kasih sayang.
SUBTANCE ABUSE

Kekerasan yang dialami oleh ibu hamil


dimasa kecil akan sangat membekas dan sangat
memengaruhi kepribadiannya.
PARTNER ABUSE

Hasil penelitian menunjukkan bahwa


korban kekerasan terhadap perempuan adalah
wanita yang telah bersuami. Setiap bentuk
kekerasan yang dilakukan oleh pasangan harus
selalu diwaspadai oleh tenaga kesehatan jangan
sampai kekerasan yang terjadi akan
membahayakan ibu dan bayinya
Faktor Lingkungan, Sosbud Dan
Ekonomi

Kebiasaan
& Adat
Istiadat
Fasilitas
Ekonomi
Kesehatan

Faktor
Lingkungan,
Sosbud dan
Adat Istiadat
FASILITAS KESEHATAN

Adanya fasilitas kesehatan yang memadai akan


sangat menguntungkan kualitas pelayanan kepada ibu
hamil.Deteksi dini terhadap kemungkinan adanya
penyulit akan lebih tepat,sehingga langkah antisipatif
akan lebih cepat diambil.Fasilitas kesehatan ini sangat
menentukan atau berpengaruh terhadap upaya
penurunan angka kesehatan ibu (AKI).(Megasari,Miratu
dkk, 2015)
KEBIASAAN & ADAT ISTIADAT
Bidan harus dapat mengkaji apakah ibu hamil menganut
atau mempunyai kepercayaan atau kebiasaan tabu setempat
yang berpengaruh terhadap kehamilan.Kemudian menilai
apakah hal tersebut bermanfaat,netral (tidak berpengaruh pada
keamanan atau kesehatan) ,tidak jelas (efek tidak diketahui atau
tidak dipahami ) atau membahayakan. Bidan harus mampu
mencari jalan untuk menolongnya atau meyakinkan ibu untuk
mengubah kebiasaannya dengan memberikan penjelasan yang
benar.Tentu saja hal ini memerlukan dukungan dari berbagai
pihak yang berperan dalam keluarga dan masyarakat.
EKONOMI
Tingkat sosial ekonomi terbukti sangat berpengaruh
terhadap kondisi kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil.Pada
ibu hamil dengan tingkat sosial ibu hamil yang baik otomatis
akan mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikologis yang baik
pula. Status gizi pun akan meningkat karena nutrisi yang
didapatkan berkualitas,selain itu ibu tidak akan terbebani secara
psikologis mengenai biaya persalinan dan pemenuhan
kebutuhan sehari-hari setelah bayi lahir. (Megasari,Miratu dkk,
2015)
TERIMA KASIH