Anda di halaman 1dari 21

REFERAT

DENGUE HEMORRHAGIC
FEVER

Dwiranisah Rusman-2009730133
Dokter Pembimbing :
dr. Ommy Ariansih Sp.A
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2013
Infeksi virus dengeu merupakan suatu penyakit demam

akut yang disebabkan oleh virus genus Flavivirus, famili

Flaviviridae, mempunyai 4 jenis serotipe yaitu DEN-1,

DEN-2, DEN-3, dan DEN-4 melalui perantara nyamuk

Aedes aegypti atau Aedes albopticus.


Saat ini jumlah kasus demam berdarah dengue diseluruh
dunia, ada sekitar 50 juta kasus, dan 75% dari jumlah itu,
sekitar 37 juta penderita berasal dari Region Asia Tenggara

Angka kejadian penyakit /Incidence rate di Indonesia pada


tahun 2009 sebanyak 66.83%, dan pada tahun 2010
menjadi 34,29%

Sedangkan jumlah kasus total yang terjadi di Indonesia


pada tahun 2009 sebanyak 156,052 orang dan pada tahun
2010 sedikt menurun menjadi 80,065 orang
Infeksi virus dengue Aktivasi makrofag fagositosis

Limfokin &
interferon gamma
Infeksi Replikasi di
makrofag makrofag
diproduksi

Aktivasi T- Aktivasi
helper & T monosit
sitotoksik

TNF- . IL1, IL-


6 & histamin

Disfungsi Kebocoran
endotel plasma
GEJALA KLINIS DEMAM DENGUE

DEMAM
NYERI KEPALA MIALGIA/ARTALGIA
2 7 HARI

PTEKIE, UJI
RUAM KULIT LEUKOPENIA
BENDUNG (+)

ANOREKSIA
DEMAM BERDARAH DENGUE

DEMAM PTEKIE, EPISTAKSIS,


UJI BENDUNG(+)
2 7 HARI PERDARAHAN GUSI

HEMATEMESIS
TROMBOSITOPENIA HT >20%
MELENA

EFUSI PLUERA,
ASITES,
HIPOPROTEINEMIA
DENGUE SYOK SYNDROME

NADI TEKANAN
CEPAT DAN DARAH
LEMAH 20 mmHg
HT : kebocoran plasma jika > 20%

Trombosit : trombositopenia pada hari 3 8

IgM : terdeteksi hari ke 3 5 lalu meningkat minggu ke 3 dan menghilang 60 90

hari

IgG : infeksi primer terdeteksi hari ke 14

infeksi sekunder terdeteksi hari ke 2

Leukosit : normal/turun

Protein/albumin : hipoproteinemia karena kebocoran plasma

SGOT/SGPT : meningkat

Radiologi
Uji HI (Hemagglutination inhibition test) :
peningkatan titer 4x/lebih antara sepasang sera
yaitu serum akut dan serum konvalesen.
Dengue Blot/Dengue Stick/Dot imuniasai
Dengue : melihat terdeteksinya kadar IgM anti
dengue serum tunggal. IgG anti dengue dapat
dipakai untuk melihat apakah infeksi primer
atau sekunder.
Kriteria Diagnosis WHO tahun 1997
KLINIS
Demam tinggi mendadak, berlangsung 2 7 hari
Uij turniquet (+), ptekie, ekimosis, epistaksis,
perdarahan gusi, hemetamesis melena
Pembesaran hati
Syok, ditandai nadi cepat dan lemah serta
penurunan tekanan nadi, hipotensi, kaki dan
tangan dingin kulit lembab dan pasien tampak
gelisah
LABORATORIUM
Trombositopenia
Hemokonsentrasi

Dua kriteria ditambah trombositopenia dan


hemokonsentrasi atau peningkatan
hematokrit cukup untuk menegakkan diagnosis
klinis demam berdarah dengue.
DBD tanpa syok ( derajat I dan II)MEDIKAMENTOSA
Tirah baring
Antipiretik
Kortikosteroid diberikan pada DBD ensefalopati, apabila
terdapat perdarahan saluran cerna tidak diberikan
kortikosteroid.
Antibiotik diberikan untuk DBD ensefalopati
Cairan intravena diperlukan apabila anak terus menerus
muntah, tidak mau minum, demam tinggi, dehidrasi yang
dapat mempercepat terjadinya syok, nilai HT cenderung
meningkat
DBD disertai syok (DSS derajat III dan IV)
Penggantian volume plasma, cairan IV RL 10-20ml/kgBB
secara bolus diberikan dalam waktu 30 menit. Bila syok
belum teratasi berikan RL 20ml/kgBB ditambah kolid
20-30ml/kgBB/jam maksimal 1500ml/hari
Pemberian cairan 10ml/kgBB/jam tetap diberikan 1-4
jam pasca syok. Volume diturunkan menjadi 7ml/kgBB
selanjutnya 5ml dan 3 ml apabila tanda vital membaik.
Jumlah urin 1 ml/kgBB/jam merupakan indikasi
sirkulasi membaik
Pada umumnya cairan tidak perlu diberikan lagi
48jam setelah syok teratasi
Koreksi asidosis metabolik dan elektrolit pada DBD
syok
Pada kenaikan HT >
20%