Anda di halaman 1dari 11

Ikatan Dokter Anak Indonesia =>Asfiksia neonatorum adalah kegagalan

napas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat
setelah saat lahir yang ditandai dengan hipoksemia, hiperkarbia dan
asidosis
WHO =>Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bernapas secara
spontan dan teratur segera setelah lahir.
ACOG (The American Congress of Obstetricians and Gynecologists)
dan AAP (Australian Associated Press )=>Seorang neonatus disebut
mengalami asfiksia bila memenuhi kondisi sebagai berikut:10
Nilai Apgar menit kelima 0-3
Adanya asidosis pada pemeriksaan darah tali pusat (pH<7.0)
Gangguan neurologis (misalnya: kejang, hipotonia atau koma)
Adanya gangguan sistem multiorgan (misalnya: gangguan kardiovaskular,
gastrointestinal, hematologi, pulmoner, atau sistem renal).

1 Free template from www.brainybetty.com 9/28/2017


Faktor Ibu

Faktor Faktor
ETIOLOGI
Neonatus Plasenta

Faktor Fetus

2 Free template from www.brainybetty.com


GEJALA
Pernafasan terganggu
Detak jantung berkurang
Tonus otot melemah
Respon bayi melemah
Warna kulit biru atau pucat

3 Free template from www.brainybetty.com


PATOFISIOLOGI
Bayi O2 & CO2 rangsangan nervus vagus (n.X)
DJJ (fase primary apnoe) gasping diikuti
pernafasan teratur

Pada asfiksia berat fase gasping kedua selama 4-5


menit -> fase secondary apnoe bradikardi & TD

4 Free template from www.brainybetty.com


DIAGNOSA
Nilai Apgar
Klinis 0 1 2

Detak jantung Tidak ada < 100 x/menit >100x/menit

Pernafasan Tidak ada Lambat, Tak teratur Tangis kuat

Refleks Tidak ada Menangis lemah dengan Menangis


stimulasi

Tonus otot Lumpuh Fleksi ekstrimitas sedikit Gerak aktif

Warna kulit Biru pucat Tubuh merah ekstrimitas biru Merah seluruh tubuh

Nilai 0-3 : Asfiksia berat


Nilai 4-6 : Asfiksia sedang
Nilai 7-10 : Normal

5
Penilaian skor apgar dilakukan pada menit ke-1 dan ke-5
sesudah lahir. Nilai pada menit pertama untuk menentukan
seberapa jauh diperlukan tindakan resusitasi. Nilai ini
berkaitan dengan keadaan asidosis dan kelangsungan hidup.
Nilai pada menit kelima untuk menilai prognosis neurologis.

6 Free template from www.brainybetty.com 9/28/2017


Perencanaan penanganan berdasarkan perhitungan nilai Apgar.
1. Nilai Apgar menit pertama 7 10, biasanya bayi hanya memerlukan
tindakan pertolongan berupa pengisapan lendir / cairan dari orofaring.
Tindakan ini harus dilakukan secara hati hati, karena pengisapan yang
terlalu kuat / traumatik dapat menyebabkan stimulasi vagal dan
bradikardia sampai henti jantung.
2. Nilai Apgar menit pertama 4 6, hendaknya orofaring cepat diisap dan
diberikan oksigen 100%. Bayi diberi stimulasi sensorik dengan tepukan
atau sentilan di telapak kaki dan gosokan selimut kering ke punggung.
Frekuensi jantung dan respirasi terns dipantau ketat. Jika frekuensi
jantung menurun atau ventilasi tidak adekuat, harus diberikan ventilasi
tekanan positif dengan kantong resusitasi dan sungkup muka. Jika tidak
ada alat bantu ventilasi, gunakan teknik pernapasan buatan dari mulut
ke hidung mulut.
3. Nilai Apgar menit pertama 3 atau kurang menunjukkan bayi mengalami
depresi pernapasan yang berat dan orofaring harus cepat diisap. Ventilasi
tekanan positif dengan oksigen 100% sebanyak 40-50 kali per menit
harus segera dilakukan.
7 Free template from www.brainybetty.com
Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium : Analisa gas darah tali pusat menunjukkan
hasil:
PaO2 < 50 mmH2O
PaCO2 > 55 mmH2O
pH < 7,30

8
PENCEGAHAN
Melakukan pemeriksaan antenatal rutin minimal 4 kali kunjungan
Melakukan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap
pada kehamilan yang diduga berisiko bayinya lahir dengan asfiksia
neonatorum.
Melakukan pemantauan yang baik terhadap kesejahteraan janin dan
deteksi dini terhadap tanda-tanda asfiksia fetal selama persalinan
dengan kardiotokografi.
Melakukan Perawatan Neonatal Esensial yang terdiri dari :
Persalinan yang bersih dan aman
Stabilisasi suhu
Inisiasi pernapasan spontan
Inisiasi menyusu dini
Pencegahan infeksi dan pemberian imunisasi

9
KOMPLIKASI
Edema otak
Ensefalopati hipoksik iskemik
Gagal napas
Syok kardiogenik
Hipertensi pulmonal persisten
Gagal jantung kongestif

PROGNOSIS
Bergantung pada komplikasi metabolik dan
kardiopulmonalnya dapat diobati atau tidak

10 Free template from www.brainybetty.com


DAFTAR PUSTAKA

Buku kuliah Ilmu Kesehatan Anak UI . Jakarta : Info medika


Jakarta
Mirzanie, Hanifah. Leksana. Buku Saku Anak Pedriaticia Edisi II.
Jogjakarta :2006
Handout kuliah dr. Rahmini Sp.A
Nelson. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15Vol. 1. Jakarta : EGC.
Nelson. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 vol 2. Jakarta : EGC

11 Free template from www.brainybetty.com