Anda di halaman 1dari 21

USMAR, S.Si., M.Si., Apt.

Laboratorium Biofarmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Hasanuddin

Main reference :
Applied Biopharmaceutics &
Pharmacokinetics, 5th Edition
Leon Shargel, Susanna Wu-
Pong, Andrew B.C. Yu, 2004
Eliminasi obat = penghilangan secara
irreversibel dari tubuh melalui semua rute
eliminasi.
Dua komponen utama Eliminasi : ekskresi
dan biotransformasi.
Ekskresi obat = penghilangan obat utuh
Biotransformasi atau metabolisme obat =
proses perubahan obat secara kimia menjadi
metabolit
Klirens (bersihan) obat = volume cairan tubuh
yang dibersihkan dari obat per satuan waktu
Proses ekskresi obat via ginjal pada dasarnya
adalah resultan dari 3 proses

Filtrasi Glomerular
Sekresi Tubular Aktif
Reabsorbsi Tubular
Proses satu arah untuk kebanyakan molekul
kecil (BM < 500), termasuk obat terdisosiasi
(terionkan) maupun tak terdisosiasi (tak
terionkan)
Obat yg terikat protein sebagai molekul besar
tidak terfiltrasi di glomerulus
Gaya kendali utama : tekanan hidrostatik di
dalam kapiler glomerulus
Glomerular filtration rate (GFR) diukur dari
obat yang hanya dieliminasi melalui filtrasi
Pada orang dewasa normal : 125 mL/min
Contoh senyawa / obat inulin dan creatinine
Nilai berkorelasi dengan luas permukaan
tubuh.
Filtrasi Glomerular obat berhubungan
langsung dengan kadar obat bebas terikat
di dlm plasma.
Bila kadar bebas meningkat, filtrasi
glomerular meningkat, meningkatkan
bersihan renal untuk beberapa obat.
Sistem yg dimediasi karier, butuh asupan
energi, krn obat ditranspor melawan gradien
konsentrasi
Sistem karier berkapasitas terbatas, bisa
jenuh; obat berstruktur sama dapat bersaing
untuk sistem yang sama
Dua sistem : untuk asam lemah, dan untuk
basa lemah
Terjadi setelah obat disaring melalui
glomerulus, proses bisa aktif atau pasif.
Jika suatu obat direabsorbsi sempurna (mis.
glukosa), maka nilai klirens obat tsb nol
Untuk obat yang direabsorbsi sebagian, nilai
klirens kurang dari GFR 125 130 mL/min
Dipengaruhi oleh pH cairan tubuli (pH urine)
dan pKa dari obat; pengaruhi persentase obat
terion (terdisosiasi) dan tak terion (tak
terdisosiasi).
Perhitungan perbandingan kadar terion dan
tak terion.
Bila fraksi tak terion lebih banyak, reabsorbsi
lebih banyak
Untuk senyawa asam lemah
Untuk senyawa basa lemah
Pengaruh terbesar terhadap rabsorbsi terjadi
pada obat basa lemah (pKa 7,510,5)
pH plasma tetap 7,4
Rasio konsentrasi obat dalam urin dan
plasma (U/P) tergantung pada pH urin
untuk asam lemah :

untuk basa lemah :


Diketahui suatu obat asam dengan pKa = 5.
Bandingkan U/P pada pH urin 3, 5, and 7.
Istilah untuk menerangkan eliminasi obat dari
tubuh tanpa memperhatikan mekanisme
prosesnya
Jumlah obat yang dibuang dari tubuh per
satuan waktu (mg/menit)
Volume cairan tubuh yang dibersihkan dari
obat per satuan waktu (mL/menit).
Jenis klirens
- klirens total (ClT)
- klirens ginjal (Clr)
- klirens hepatik (Clh)
Karena

Maka :
Jumlah/resultan dari semua jenis klirens

ClT = Clr+Clh++Clnr
k=ke+km++knr
ClT = (ke+km++knr)Vd
Tentukan klirens total suatu obat pada
seorang pasien laki-laki 70 kg. Obat itu
mengikuti model kompartemen satu terbuka
dan waktu paruh eliminasi 3 jam dan volume
distribusi 100 mL/kg.
Volume plasma yang dibersihkan dari obat
per satuan waktu melalui ginjal
Resultan dari 3 proses ekskresi ginjal
Beberapa senyawa tertentu diketahui
dieksresi hanya melalui mekanisme filtrasi
(inulin, kreatinin), dijadikan sebagai standar
Rasio klirens = rasio klirens obat terhadap
klirens senyawa standar, memberikan
petunjuk mekanisme ekskresi obat dari ginjal
Rasio klirens Mekanisme ekskresi yang mungkin

Sekresi aktif

Hanya filtrasi
glomerular

Reabsorbsi sebagian
Dosis oral tunggal 250 mg suatu antibiotik
diberikan kepada seorang pemuda (usia 32 thn,
BB 78 kg). Diketahui klirens kreatinin 122
mL/min. Dari literatur diketahui obat memiliki
volume distribusi 21% berat badan dan waktu
paruh eliminasi 2 jam. Dosis tersedia secara
normal 90%. Ekskresi urin obat utuh 70% dari
dosis terabsorbsi.
a. Berapa klirens total tubuh dari obat ini ?
b. Berapa klirens ginjal untuk obat ini ?
c. Mekanisme apa yang mungkin dari ekskresi
obat ini?
Model eliminasi obat orde satu melalui ekskresi ginjal
dan metabolisme hepatik

k e = tetapan laju ekskresi renal obat induk, k m = tetapan laju metabolisme, k


u = tetapan laju ekskresi ranal metabolit, D u = jumlah obat utuh dalam urin,
M u = jumlah metabolit dalam urin, C m = kadar plasma metabolit, C p = kadar
plasma obat induk, V D = volume distribusi obat induk, V m = volume
distribusi metabolit