Anda di halaman 1dari 29

Chrisanto

NIM : 102014046
Skenario 8
Seorang anak lai-laki berusia 4 tahun dibawa ke rumah sakit
karena buang air besar cair 3 kali sejak 2 jam yang lalu. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 10 kg, rambut
kemerahan dan mudah patah, anak tampak sering rewel dan
menangis. Dokter mendiagnosa maramus.
Identifikasi istilah yang tidak
diketahui
Marasmus:
salah satu bentuk kekurangan gizi yang buruk, sering ditemui
pada balita. Penyebabnya antara lain karena masukan makanan
yang sangat kurang, infeksi, pembawaan lahir, prematuritas,
penyakit pada masa neonatus serta kesehatan lingkungan.
Rumusan Masalah
Seorang anak laki-laki berumur 4 tahun menderita
marasmus
Hipotesis
Anak tersebut menderita marasmus karena kekurangan
asupan gizi
Mind Map
Struktur Makroskopik

Enzim enzim
Pencernaan RM Struktur Mikroskopik

Mekanisme Pencernaan
Rongga Mulut
Orofaring dan Oesophagus
Orofaring terletak di belakang cavum oris dan terbentang dari
palatum molle sampai ke pinggir atas epiglotis
Oesophagus adalah sebuah tabung otot sepanjang 25 cm, yang
menyalurkan makanan dari faring ke lambung.
Gaster
Duodenum
Hepar
Vesica Fellea
Letak sesuai perpotongan batas lateral m.rectus abdominis
dan arcus costae dextra
Bagian-bagian: fundus, corpus dan collum
Lien
Letak: intra peritoneal, pada regiohypochondrica
sinistra, setinggi iga 9-11.
Alat reticulo endothelial yang terdapat jaringan limfoid
yang berbeda dengan jaringan jaringan limfoid lain
karena lien berhubungan dengan aliran darah.
Pankreas
Intestinum tenue
jejunum (2/5 prox)
ileum (3/5 distal)
PERBEDAAN
JEJUNUM DAN ILEUM
JEJUNUM ILEUM
Diameter > <
Dinding lebih tebal lebih tipis
Arcade setingkat bertingkat
Vasa recta panjang pendek
Plica circular padat renggang
Nnll. soliter aggregati
= Plague Peyeri
(antemesenterial) 62
Intestinum tenue
colon
terdiri atas:
Colon ascendens
Colon transversum
Colon descendens
Colon sigmoid
RECTUM
kelanjutan dari colon
sigmoideum
Lokasinya vert. S3 sampai
anus
Lengkung rectum pada
bidang
1.Frontal
2. sagital
Absorbsi Karbohidrat
Heksosa dan pentosa cepat diserap melalui dinding usus
halus
Molekul molekul gula bergerak dari sel-sel mukosa ke
dalam darah kapiler lalu masuk ke dalam vena porta
Pentosa diserap dengan difusi sederhana.
Absorbsi Protein
Hanya 2-5 % protein dalam usus halus lolos dari
pencernaan dan penyerapan. Sebagian protein yang
dimakan masuk ke dalam kolon dan kemudian dicerna
oleh kuman. Protein dalam feses tidak berasal dari
makanan tetapi dari kuman
Absorbsi Lemak
Asam lemak yang atom karbon < 10-12 dari sel mukosa
langsung masuk ke darah portal, dan ditransport sebagai
asam lemak bebas . Asam lemak yang atom karbon >10
12 mengalami esterifikasi kembali menjadi trigliserida
dalam sel mukosa.
Trigliserida dan ester kolesteril kemudian dilapisi oleh
lapisan protein, kolesterol, dan fosfolipid membentuk
kilomikron. Zat ini kemudian meninggalkan sel dan
masuk ke peredaran limfatik
ENZIM PENCERNAAN
Mulut

Amilase: Air liur yang membantu untuk


memecah karbohidrat dan disekresikan oleh
kelenjar ludah. Kelenjar ludah mensekresi amilase
(dalam air liur) ke saluran yang membuka ke
permukaan di dalam mulut.
LAMBUNG
Pepsin / Pepsinogen: Pepsin adalah enzim yang
memecah protein dan dikeluarkan sebagai pepsinogen
oleh sel-sel kelenjar lambung. Setelah pepsinogen
bertemu lingkungan asam maka akan berubah bentuk
menjadi bentuk aktif yang disebut pepsin.

Lipase lambung: Enzim ini memecah lemak tertentu,


tetapi tidak sangat aktif (hal ini juga dilakukan oleh sel-
sel kepala).
PANKREAS
Amilase pankreas: Enzim ini mencerna karbohidrat.

Lipase pankreas: Enzim ini mencerna berbagai lipid. Ini


bekerja baik terutama pada trigliserida, yang merupakan lemak
dan lards bahwa kita biasanya berpikir tentang dalam makanan
kita.

Tripsinogen / Tripsin: Tripsinogen disekresikan oleh sel-sel


asinar pankreas dan kemudian enzim dalam usus kecil
perubahan tripsinogen menjadi bentuk enzimatik aktif, tripsin.
Enzim yang mengubah tripsinogen menjadi tripsin disebut
enterokinas tapi tripsin adalah enzim yang mencerna protein.
USUS HALUS
Peptidase: Mencerna potongan-potongan kecil
dipecah protein, yang disebut peptida, menjadi
asam amino masing-masing.

Sukrase: Istirahat sukrosa (dari kategori


karbohidrat) menjadi monosakarida.

Maltase: Istirahat maltosa, disakarida (dari


kategori karbohidrat) menjadi monosakarida.
Laktase: Istirahat laktosa, disakarida (dari kategori
karbohidrat) menjadi monosakarida.

Sukrosa (gula meja umum), maltosa, dan laktosa (dari


susu) adalah tiga disakarida umum yang menelan atau
menghancurkan karbohidrat yang lebih besar ke dalam.

Lipase usus: Lipid rusak terutama trigliserida yang akan


menjadi komponen-komponen seperti gliserol dan asam
lemak.
Kesimpulan
Sistem pencernaan dimulai dari mulut dan diakhiri di anus.
Untuk membantu proses pencernaan, dihasilkan enzim-
enzim untuk mencerna makanan agar dapat digunakan oleh
tubuh. Organ-organ saluran pencernaan dapat membentuk
suatu sistem pencernaan melalui hubungan organ satu
dengan lainnya. Jika terjadi gangguan pada salah satu organ,
maka dapat berdampak pada organ lainnya