Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 6

1. Erik Anwar ( 31151009 )


2. Fadilla Chaerunissa ( 3115111)
3. Hikmawati Octavia I ( 31151043 )

PENGENDALIAN
SEDIAAN FARMASI
Menurut Subagya (1990)

Pengendalian adalah
mengawasi agar pengelolaan
barang dapat dilaksanakan
secara efisien.
Pengendalian persedian adalah suatu kegiatan
untuk memastikan tercapainya sasaran yang
diinginkan sesuai dengan strategi dan program
yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi
kelebihan dan kekurangan/ kekosongan obat
di unit-unit pelayanan.
(Depkes RI,2008)

Tujuan pengendalian :
agar tidak terjadi kelbihan dan
kekosongan perbekalan farmasi di unit-
unit pelayanan
Kegiatan pengendalian mencakup :

a. Memperkirakan/menghitung pemakaian
rata-rata periode tertentu. Jumlah stok
ini disebut stok kerja.
b. Menentukan stok optimum adalah stok
obat yang diserahkan kepada unit
pelayanan agar tidak mengalami
kekurangan/ kekosongan.
c. Menentukan waktu tunggu (lead time)
adalah waktu yang diperlukan dari mulai
pemesanan sampai obat diterima
Pengendalian obat di RS terdiri atas:

a. Sistem satu pintu,


b. Penandaan pada wadah perbekalan
farmasi yang didistribusikan,
c. Pengembalian wadah bekas,
d. Penggunaan kartu kendali,
e. Menghitung dosis obat,
f. Menghitung biaya perbekalan farmasi
yang dikeluarkan dan membandingkan
dengan unit cost yang diterima
Fungsi pengendalian

merupakan usaha untuk memonitor dan


mengamankan keseluruhan pengelolaan
logistik.
Akibat bila tidak adanya pengendalian
perbekalan farmasi di gudang :

stock out
over stock
sehingga biaya yang akan
ditimbulkan akan menjadi
semakin besar.
Stock out adalah kehabisn barang atau
obat

Overstock adalah kondisi dimana hasil


produksi (supply) melebih
pembelian/permintaan (demand).