Anda di halaman 1dari 109

Urgensi Mengetahui

Fiqh Muamalah

Drs. Agustianto, MA
( Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)
Dosen Fiqh Muamalah Ekonomi Pascasarjana UI
dan Kandidat Doktor Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah

Program Pascasarjana PSTTI Universitas


Indonesia
CURRICULUM VITAE

Drs.Agustianto,MA

T/T.Lhr : Medan, 17 Agustus 1967


Pendidikan : S1 (Muamalah) di Fakultas Syariah IAIN-SU 1992
S2 (Syariah) di Program Pascasarjana IAIN-SU 997
S3 (Ekonomi Islam)di Universitas Islam Negeri Jakarta
Pekerjaan : Dosen Pascasarjana PSTTI UI (Universitas Indonesia)
Jabatan & : 1. Sekjend Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)
2. Dosen Pascasarjana Ekonomi Dan Keuangan Islam
Universitas Indonesia
3. Advisor Bank Muamalat Regional 2

Karya Tulis : Percikan Pemikiran Ekonomi Islam


Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia
Waqaf Produktif : Pemberdayaan Ekonomi Ummat
Ekonomi Islam Kontemporer
DINUL ISLAM

Konpre
hensif SEMPURNA

AL-MAIDAH:3 AL-ANAM:38 AN-NAHL:89


Al-Maidah :3, An-Nahl 89, Al-Anam : 38



AQIDAH SYARIAH ALKHLAK

IBADAH MUAMALAH

HUKUM PIDANA/ EKONOMI &


POLITIK
PERDATA FINANSIAL

ASURANSI BANK PASAR MODAL LEASING PEGADAIAN SEKTOR RIEL DLL

MLMS AHAD NET


ISLAM A COMPREHENSIVE WAY OF
LIVE
ISLAM

AQIDAH SYARIAH AKHLAQ

MUAMALAH IBADAH

SPECIAL RIGHT PUBLIK RIGHT

CRIMINAL LAWS CIVIL LAWS INTERIOR AFFAIRS EXTERIOR AFFAIRS

INTERNATIONAL RELATION

ADMINISTATIVE FINANCE CONSTITUENCY

LEASING INSURANCE BANKING MORTGAGE VENTURE CAP


KEDUDUKAN MUAMALAH
DALAM ISLAM


Al-Muamalah
Fil Islam
Hlm.16

Muamalat adalah inti terdalam dari tujuan agama Islam


(maqashid syariah)
.untuk mewujudkan kemaslahatan kehidupan manusia
Karena itu para Rasul terdahulu mengajak umat (berdakwah)
untuk mengamalkan muamalah, karena memandangnya
, sebagai ajaran agama yang mesti dilaksanakan
Tidak ada pilihan bagi seseorang
untuk tidak mengamalkannya


Halaman
14

Ulama sepakat bahwa muamalat itu


sendiri adalah masalah kemanusiaan
yang maha penting (dharuriyah
basyariyah)
Dr.Abdul Sattar Fathullah Said dalam kitab
Al-Muamalah fil Islam (1406 hlm.16) berkata

Di antara unsur dharurat (masalah paling penting) dalam


masyarakat manusia adalah Muamalah, yang mengatur hukum
antara individu dan masyarakat
Karena itu syariah ilahiyah datang untuk mengatur muamalah di
antara manusia dalam rangka mewujudkan tujuan syariah dan
menjelaskan hukumnya kepada mereka

- -

Sesungguhnya ekonomi Islam adalah bagian


integral dari sistem Islam yang sempurna. Apabila
ekonomi konvensional dengan sebab situasi
kelahirannya- terpisah secara sempurna dari
agama. Maka keistimewaan terpenting ekonomi
Islam adalah keterkaitannya secara sempurna
dengan Islam itu sendiri, yaitu aqidah dan syariah .
(Prof. Dr. Ahmad Muhammad Assal & Prof.Dr. Fathi Ahmad
Abdul Karim, An-Nizham al-Iqtishadi fil Islam, Cairo, 1977,
hlm.17-18)


Apabila ekonomi Islam menjadi bagian
dari Islam yang sempurna, maka tidak
mungkin memisahkannya dari sistem
aturan Islam yang lain ; dari aqidah,
ibadah dan akhlak (Mabahits fil Iqtishad al-
Islamiy, hlm. 54)

Berdasarkan ini, maka tidak boleh kita


mempelajari ekonomi Islam secara berdiri
sendiri yang terpisah dari aqidah Islam dan
syariahnya, karena sistem ekonomi Islam
bagian dari syariah Islam. Dengan demikian
ia terkait secara mendasar dengan aqidah
(Prof. Dr. Ahmad Muhammad Assal & Prof.Dr. Fathi Ahmad
Abdul Karim, An-Nizham al-Iqtishadi fil Islam, Cairo, 1977,
hlm.17


Sesungguhnya dua sisi syariah Islam ialah
ibadat dan muamalat. Keduanya terkait
laksana satu tubuh dan keduanya satu
tujuan, (yaitu dalam rangka ibadah dan
ketaatan kepada Sang Khalik Allah Swt).
(Samir Abdul Hamid Ridwan, Aswaq al-Awraq
al-Maliyah, IIIT, Cairo, 1996, hlm. 166)



Sesungguhnya ekonomi Islam adalah
aturan Tuhan. Setiap ketaatan terhadap
aturan ini merupakan ketaatan kepada
Allah Swt. Setiap ketaatan kepada Allah
adalah ibadah. Jadi menerapkan sistem
ekonomi Islam adalah ibadah (Muhammad
Rawwas Qalah, Mabahits fil Iqtishad al-Islamiy,
Kuwait Darun Nafas, 2000, hlm.55)


Menurut Husein Shahhatah, Dalam bidang
muamalah maliyah ini, seorang muslim
berkewajiban memahami bagaimana ia
bermuamalah sebagai kepatuhan kepada
syariah Allah. Jika ia tidak memahami
muamalah maliyah ini, maka ia akan
terperosok kepada sesuatu yang
diharamkan atau syubhat, tanpa ia sadari.
(Buku Al-Iltizam bith-Thawabith asy-
Syariyah fil Muamalat al-Maliyah,Mesir,
2002)I


Halaman
14

Jika jauh jarak perbedaan (kajian)


syariah dengan kajian non syariah
dalam bidang ekonomi ini, maka akan
jauhlah kebenaran dan kebatilan,
antara hidayah dan kesesatan.
Karena umat Islam jauh dari kajian
muamalah, maka dalam mencari uang,
banyak umat Islam tersesat ke jalan batil,
seperti bunga bank, bunga asuransi,
bunga koperasi, bunga obligasi,
permainan spekulasi di pasar uang dan
pasar modal, arisan berantai, money
game berkedok MLM, praktek gharar dan
maysir dalam margin trading, praktek
najsy di pasar modar, transaksi valas
secara forward, swap dan option di pasar
uang. dsb.
FARDHU AIN MEMPELAJARI
MUAMALAH
Fiqh Muamalah Ekonomi, menduduki
posisi yang penting dalam Islam. Hampir
tidak ada manusia yang tidak terlibat
dalam aktivitas muamalah, karena itu
hukum mempelajarinya wajib ain(fardhu)
bagi setiap muslim
Kewajiban itu disebabkan setiap muslim
tidak terlepas dari aktivitas ekonomi.
Bahkan sebagian besar waktu yang
dihabiskan seorang manusia adalah untuk
kegiatan muamalah, al. mencari nafkah
untuk memenuhi kebutuhan diri, keluarga,
bahkan negara.
Memahami/menge
tahui hukum Fardhu kifayah
muamalah maliyah
wajib bagi setiap
muslim, namun
untuk menjadi
expert (ahli) dalam
bidang ini
hukumnya fardhu
kifayah Wajib
SISTEM SYARIAH ADALAH SISTEM TERBAIK
CIPTAAN ALLAH YANG HARUS DIIKUTI

Kemudian kami menjadikan bagi kamu suatu syariah,


Maka ikutilah syariah itu,
Jangan ikuti hawa nafsu orang-orang
yang memahami syariah (Al-Jatsiyah : 18)
Perbandingan Alokasi Waktu
untuk Ibadah dan Muamalah
Ibadah Mahdhah 5 x 10 menit = 50 menit
Muamalah (mencari nafkah/kerja)

Mulai jam 7 pagi sd jam 19.00 = 12 jam

1 12
Ayat
: Terpanjang
Dalam
Alquran
tentang
muamalah

Banyak kitab Banyak kitab


Yang Yang
membahasnya membahasnya
Realitas Kajian Islam

1
)Ibadah(
: 12
)muamalah(

Materi ini Materi ini


yang dominan Cenderung
Dibahas para diabaikan
Ustaz saat ini dalam pengajian
C.C. Torrey dalam The Commercial
Theological Term in the Quran
menerangkan bahwa Alquran memakai
20 terminologi bisnis. Ungkapan
tersebut malahan diulang sebanyak
370 kali dalam Alquran
C.C. Torrey dalam
The Commercial
Theological Term in
the Quran
menerangkan
bahwa Alquran
memakai 20
terminologi bisnis.
Ungkapan tersebut
malahan diulang
.sebanyak 370 kali
Tijarah.1
Bay.2
Isytara.3
Riba.4
Fadhlillah.5
Dinar.6
Dirham dan wariq.7
Dayn.8
Syirkah. 9
Mudharabah (dharb).10
Akad/ukud.11
Amwal.12
Ribh.13
Mizan (timbangan).14
Kail (Ukuran panjang).15
Mudharabah.16
Ijarah (leasing dan wage).17
Idarah (manajemen bisnis).18
al-qashd (hemat,ekonomis).19
Rizq.20
Ayat terpanjang dalam Al-quran adalah ayat tentang
muamalah (Ekonomi Islam), yakni tentang hutang piutang

128 504 52 Masalah


Kata Huruf Hukum

8x 6x

riba,
25x Rezeki,
dll
Al-baqarah : 282



HADITS-HADITS TENTANG EKONOMI
No Nama Kitab Hadits Jumlah Hadits Keterangan
Ekonomi
1 Shahih Bukhari 199 Al-Buyu. Al-ijarah, Salam,dll
2 Shahih Muslim 115 Kitab al-buyu
3 Sh. Ibn Hibban 179 Buyudan Al-Ijarah
4 Sh.Ibn Khuzaimah an-300 Al-buyu
5 Sunan Abu Daud 290 Kitab al-Buyu
6 Sunan at-Tirmizi 117 Kitab al-Buyu
7 Sunan al-Nasaiy 254 Kitab al-Buyu
8 Sunan Ibnu Majah 170 Kitab at-Tijarah
9 Sunan al-Darimi 94 ;Kitab al-buyu
10 Sunan Baihaqi 1145 Kitab al-buyudan al-ijarah
11 MuwattaMalik 78 Buyu,ijarah, musaqat
12 Musannaf Ibn Abi an-1000 Bab 639
Syaibah
13 Musannaf A.Razzaq 1354 Kitab al-Buyu
14 Mustadrak al-Hakim 245 Kitab al-buyu
Belum termasuk Kitab Subulus
Salam, Buluhul Maram dan
Nailul Authar serta kitab hadits
terbesar Musnad Ahmad bin
Hanbal
Akibat mengabaikan kajian
Muamalah
Umat Islam tidak memahami fungsi uang,
sehingga tanpa rasa berdosa
mempraktekkan riba di bank, asuransi,
pasar modal dan kredit-kredit lainnya
Umat Islam (bahkan tokoh agama) ikutan
money game berkedok MLM, arisan
berantai, Tabungan haji di Bank Riba
Umat Islam ikutan spekulasi mata uang
Umat Islam ikutan spekulasi di pasar
modal, margin trading, future trading
DPR/DPRD muslim tidak faham kebijakan
fiskal Islam dalam menyusun APBD/APBN
Umat Islam kurang faham praktek
mudharabah, musyarakah, ijarah,
murabahah dan 42 jenis transaksi
muamalah lainnya.
Umat Islam tidak faham 25
perbedaan bank Islam dengan bank
konvensional, 6 perbedaan margin
murabahah dengan bunga, 7
perbedaan bunga dan bagi hasil
Umat Islam memandang sama saja
bank Islam dan bank konvensional,
asuransi Islam dan konvensional,dll
Ekonomi Islam sama saja dengan
ekonomi konvensional
Oleh karena itu, Khalifah Umar bin
Khattab berkeliling pasar dan berkata :

Tidak boleh berjual-beli di pasar kita, kecuali
orang yang telah mengerti fiqh (muamalah)
dalam agama Islam (H.R.Tarmizi)

Mengembangkan harta, berinvestasi dan berbisnis, tidak


boleh sekehendak hati,
tetapi harus sesuai petunjuk agama (ad-din).
sebagaimana aturan (ajaran) Nabi Syuaib pada ummatnya
.Ia mengajarkan ekonomi syariah kpd mereka
Dalam konteks ini Allah Berfirman :










Mereka berkata, Hai Syuaib, apakah

agamamu yang menyuruhmu agar kami


meninggalkan apa yang disembah oleh
nenek moyang kami atau melarang kami
memperbuat apa yang kami kehendaki
tentang harta kami. Sesungguhnya kamu
adalah orang-orang yang penyantun lagi
berakal
Dalam konteks ini Allah berfirman
















} {84


:Artinya
Dan kepada penduduk Madyan, Kami utus
saudara mereka, Syuaib. Ia berkata, Hai
Kaumku sembahlah Allah, sekali-kali Tiada Tuhan
bagimu selain Dia. Dan Janganlah kamu kurangi
takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku
melihat kamu dalam keadaan yang baik.
Sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan
azab hari yang membinasakan (kiamat).
Dan Syuaib berkata,Hai kaumku
sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan
adil. Janganlah kamu merugikan manusia
terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu
membuat kejahatan di muka bumi dengan
membuat kerusakan. (Hud : 84,85)
Ayat di atas mengisahkan
perdebatan kaum Nabi Syuaib yang
mengingkari agama yang dibawanya
yang mengajarkan Itiqad dan
iqtishad (aqidah dan ekonomi)
Nabi Syuaib mengingatkan mereka
tentang kekacauan transaksi
muamaah ekonomi yang mereka
lakukan selama ini.
Ayat ini berisi dua peringatan
penting, yaitu aqidah dan muamalah
Ayat ini juga menjelaskan bahwa
pencarian dan pengelolaan rezeki
(harta) tidak boleh sekehendak hati,
melainkan mesti sesuai dengan
kehendak dan tuntunan Allah, yang
disebut syariah
Berdasarkan ayat tentang Nabi Syuaib
(hud 84-87)
juga
Perintah mengikuti syariah
( Al-Jatsiyah 18 )
serta
,Ucapan Umar bin Khattab

:Maka
, Tidak boleh beraktivitas perbankan
kecuali faham fiqh muamalah

Tidak boleh beraktifitas asuransi,


kecuali faham fiqh muamalah

,Tidak boleh beraktifitas pasar modal


kecuali faham fiqh muamalah

,Tidak boleh beraktifitas koperasi


kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas pegadaian
kecuali faham fiqh muamalah

Tidak boleh beraktifitas reksadana,


kecuali faham fiqh muamalah

Tidak boleh beraktifitas bisnis MLM,


kecuali faham fiqh muamalah

Tidak boleh beraktifitas jual-beli,


kecuali faham fiqh muamalah
Dr.HuseinSyahhatah
(Guru Besar Univ.Al-
azhar Cairo) :
Seorang Muslim yang
bertaqwa dan takut
kepada Allah swt,
Harus berupaya keras
menjadikan
muamalahnya
sebagai amal shaleh
dan ikhlas untuk Allah
semata

Sesungguhnya kepentingan manusia hadir di muka
bumi adalah untuk beribadah kepada Allah Swt
(Lihat : Az-Zariyat : 57)


Sesungguhnya tujuan hadirnya manusia di

muka bumi adalah untuk memakmurkan


(membangun) bumi. Hal ini berkaitan
dengan investasi dan pengembangan harta
(ekonomi dan finansial) (Samir Abdul Hamid
Ridwan, Aswaq al-Awraq al-Maliyah, IIIT, Cairo, 1996,
hlm. 166)
(
Selanjutnya Dr.Abdul Sattar mengatakan

Dari sini jelaslah bahwa Muamalat adalah


Artinya :
inti terdalam dari tujuan agama Islam untuk
mewujudkan kemaslahatan kehidupan manusia.
Karena itu para Rasul terdahulu mengajak umat
(berdakwah) untuk mengamalkan muamalah,
karena memandangnya sebagai ajaran agama yang
mesti dilaksanakan, Tidak ada pilihan bagi seseorang
untuk tidak mengamalkannya.(Hlm.16)
Hadits Nabi
Muhammad
SAW


( )

Hendaklah kamu BERBISNIS (Dagang)


Karena 90 % pintu rezeki
ada dalam bisnis
(H.R.Ahmad)



][1

]Muhammad Ali As-Sayis, Tafsir Ayat al- [1


.Ahkam, Juz 2, tp, tt, hlm 86

SESUNGGUHNYA SEBAIK-BAIK USAHA/PROFESI ADALAH


)USAHA PERDAGANGAN (H.R.BAIHAQI
:


) (
Pedagang yang jujur dan terpercaya
bergabung dengan para Nabi, Shiddiqin,
Syuhada dan Sholihin

SHIDDIQ AMANAH TABLIGH FATHONAH


Ekonografi Rasulullah SAW
tahun: Mulai Aktif sebagai Eksportir ke 12

Syam
tahun: Menjadi Pengusaha Mandiri 17-19

tahun: Profesional Terkenal di Jazirah Arab 22

tahun: Menikah, Mahar : 20 Ekor Onta & 25

, Memimpin Kafilah Dagang ke Mancanegara


Menjelang Usia Kenabian: Mendapat Gelar

Pengusaha Terpercaya (Al Amin), Tokoh


.Arbirtrer & Konsultan Dagang Internasional
Berbisnis ke 17 Negara
Masih kitab Al-Muamalah fil Islam

Artinya : Muamalah ini adalah sunnah yang
terus-menerus dilaksanakan para Nabi AS,
)sebagaimana firman Allah (hlm.16



Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul
kami dengan membawa bukti yang nyata dan
telah kami turunkan bersama mereka Al-Kitab
dan neraca keadilan supaya manusia dapat
menegakkan keadilan itu. Dan kami ciptakan besi
yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan
berbagai manfaat bagi manusia. Supaya mereka
memergunakan besi itu dan supaya Allah
mengetahui siapa yang menolong (agamanya)
dan RasulNya. Padahal Allah tidak dilihatnya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha
Perkasa.
:Menurut Dr Abdul Sattar
Ayat tersebut mengandung dua masalah
penting :
1. Bahwa tujuan utama risalah ilahiyah
(dalam kitab & syariah) adalah
menegakkan aturan (nizham) yang adil
dalam muamalah di antara manusia
2. Menegakkan aturan syariah tersebut
mesti dengan kekuasaan/kekuatan (besi),
setelah dakwah dan tabligh/komunikasi
dilaksanakan (hlm.17)
:

: (

)
: -


Dua ayat di atas menetapkan dua
kesimpulan utama (penting)
Pertama tujuan utama risalah Tuhan
adalah menegakkan aturan yang adil
dalam muamalah di antara manusia
Kedua,menegakkan sistem muamalah
dan memeliharanya, tidak sempurna
kecuali dengan kekuasaan (tentunya
setelah dakwah dan tabligh)
:

:
Artinya, Maka sempurnalah kemestian
(implementasi) aturan muamalah dari dua hal,
pertama, dakwah, kedua, daulah. Atau dalam
bahasa Al-quran kekuasaan dan
hikmah.Sebagaimana firman Allah :

Mereka (tentera Thalut )mengalahkan


tentera Jalut dengan izin Allah. Dalam
peperangan itu Daud membunuh Jalut,
Kemudian Allah memberikan kepada Daud
pemerintahan/kekuasaan dan Hikmah
LITERATUR MUAMALAH EKONOMI

1. Prof. Dr. Muhammad N. Ash-Shiddiqy, dalam buku


Muslim Economic Thinking meneliti 700 judul
buku yang membahas ekonomi Islam. (London,
Islamic Fountaion, 1976)
2. Dr. Javed Ahmad Khan dalam buku Islamic
Economics & Finance : A Bibliografy, (London,
Mansell Publisihing Ltd) , 1995 mengutip 1621
tulisan tentang Ekonomi Islam,
LITERATUR MUAMALAH
EKONOMI

3. Seluruh kitab Fikih Islam membahas masalah


muamalah, contoh : Al-Umm (Imam Syafii),
Majmu Syarah Muhazzab (Imam Nawawi), Majmu
Fatawa (Ibnu Taimiyah), Sekitar 1/3 isi kitab
tersebut tentang muamalah dll.

4. Prof. Dr. Umar Ibarahim Vadillo, Sekitar 1/3 ajaran


Islam tentang Muamalah.
SEKIAN SESI I
SEKARANG MASUK

SESI 2
Pengertian Muamalah Menurut Etimologi

Muamalah berasal dari kata

Bentuk Masdar dari


-

Artinya : Saling bertindak, saling berbuat,


saling mengamalkan
Pengertian Muamalah menurut Istilah

Pengertian Luas

Muamalah

Pengertian Sempit
Pengertian Muamalah )secara Luas(
Menurut Ad-Dimyathi :
Suatu aktivitas keduniaan untuk
mewujudkan keberhasilan akhirat

Menurut Yusuf Musa :


Peraturan-peraturan Allah yang harus
diikuti dan ditaati dalam hidup
bermasyarakat untuk menjaga
kepentingan manusia

Segala peraturan yang diciptakan Allah


untuk mengatur hubungan manusia
dengan manusia dalam kehidupannya
Dr.Abdul Sattar Fathullah Said :
dalam Al-Muamalah fil Islam





Pengertian Muamalah Secara Luas..)lanjutan(

:Dr.Abdul Sattar Fathullah Said


Fiqh muamalat ialah hukum syariah
yang berkaitan dengan
, transaksi manusia mengenai jual beli
gadai, perdagangan, pertanian,
sewa,menyewa,
perkongsian, perkawinan, penyusuan
thalak, iddah, hibah & hadiah,
washiat, warisan, perang dan damai.

Al-Muamalah fil Islam, Makkah, Rabithah alam Al-Islami, hlm.12


Kesimpulan

Pengertian Muamalah
Secara Luas

Muamalah adalah : Aturan-aturan Allah


untuk mengatur manusia dalam
kaitannya dengan urusan duniawi dalam
pergaulan sosial.
Dalam konteks muamalah dalam makna luas, Ibnu
Abidin membagi muamalah kepada 5 bidang

Muawadhah Maliyah (hukum


kebendaan)
Munakahat (Hukum perkawinan)
Muhasanat (Hukum Acara)
Amanat dan Ariyah (Pinjaman)
Tirkah (harta warisan) Dalam kajian
muamalah kita,
pengertian luas
ini
tidak kita
gunakan
Pengertian Sempit
Khudhari Byk
Semua akad yang membolehkan
manusia saling menukar manfaatnya
Rasyid Ridha :
Tukar menukar barang atau sesuatu
yang bermanfaat dengan cara yang
ditentukan
Pengertian Muamalah secara
Sempit )Khusus(
Dr.Mustafa Ahmad Zarqa,
Hukum-hukum tentang perbuatan
manusia yang berkaitan dengan
hubungan sesama manusia
mengenai harta kekayaan, hak-hak
dan penyelesaian sengketa.

(Al-Madkhal al-Fiqh Al-Am, Damaskus, 1966-1967, Al-Adib,


hlm.55)
Kesimpulan
Muamalah ialah : Aturan-aturan Allah
yang mengatur hubungan manusia
dengan manusia dalam memperoleh
dan mengembangkan harta benda
Muamalah ialah aturan tentang
kegiatan ekonomi manusia
Perbedaan Pengertian Muamalah
dalam arti sempit dan luas adalah
dalam cakupannya
Pengertian luas mencakup munakahat,
warisan, politik, pidana.
Sedangkan dalam makna sempit
cakupannya hanya tentang ekonomi
)iqtishadiyah(
Ruang Lingkup Fiqh Muamalah
1. Harta dan Ukud )akad-akad)
21. Bai Murabahah
2. Buyu (tentang jual beli)
22. Bai Salam
3. Ar-Rahn (tentang pegadaian)
Bai Istishna
4. Hiwalah (pengalihan hutang) 23.

5. Ash-Shulhu (perdamaian bisnis) 24. Bai Muajjal dan Bai Taqsith


6. Adh-Dhaman (jaminan, asuransi) 25. Bai Sharf dan Konsep Uang
7. Syirkah (tentang perkongsian) 26. Urbun (panjar/DP)
8. Wakalah (tentang perwakilan) 27. Ijarah (sewa-menyewa)
9. Wadiah (tentang penitipan) 28. Riba
10. Ariyah (tentang peminjaman) 29. Sukuk (surat utang)
11. Ghasab (perampasan harta orang 30. Faraidh (warisan)
lain dengan tidak shah) 31. Luqthah (barang tercecer)
12. Syufah (hak diutamakan dalam 32. Waqaf
syirkah atau sepadan tanah)
33. Hibah
13. Mudharabah (syirkah modal dan
tenaga) 34. Washiat
14. Musaqat (syirkah dalam pengairan 35. Iqrar (pengakuan)
kebun) 36. Qismul fai wal ghanimah
15. Muzaraah (kerjasama pertanian) (pembagian fai dan ghanimah)
16. Kafalah (penjaminan) 37. ism ash-Shadaqat (tentang
Q
17. Taflis (jatuh bangkrut) pembagian zakat)
18. Al-Hajru (batasan bertindak) 38. Ibrak (pembebasan hutang)
19. Jialah (sayembara, pemberian fee) 39. Muqasah (Discount)
20. Qaradh (pejaman) 40. Kharaj, Jizyah, Dharibah,Ushur
41. Baitul Mal
Ruang Lingkup di era Modern
1. Perbankan
2. Asuransi
3. Pasar Modal
4. Obligasi
5. Reksadana
6. BMT (Baitul Mal wat
Tamwil)
7. Koperasi
8. Pegadaian
9. MLM Syariah
10. Fungsi Uang (Moneter)
11. Kebijakan Fiskal
12. Kebijakan Moneter,dll
Modifikasi Akad kontemporer
Ijarah Muntahiyah bit Tamlik atau
Bai at-Takjir
Musyarakah Mutanaqishah
Musyarakah Muntahiyah bit Tamlik
Al-Kafalah wal Ijarah
Al-Qaradh wal Ijarah
Murabahah wal wakalah
dll
Pembagian Muamalah

Al-Muamalah Al-Muamalah
Al-Maddiyah Al-Adabiyah

Muamalah yang mengkaji


.Objeknya (bendanya)
Sehingga kajiannya) Muamalah yang mengkaji
(Bersifat kebendaan Subjeknya,seperti kajian
Seperti apakah benda itu ,tentang ijab-qabul, penipuan
Halal, haram, syubhat,mengan ,kerelaan, dusta
dung manfaat or mudharat Sumpah palsu
dan persoalan
Keharusan membeli benda Yang berkaitan dengan
halal misalnya dimaksudkan Etika bisnis (adabiyah) dari
,Untuk mencari ridha Allah pelakunya
.Bukan profit oriented
Pada prakteknya, pembagian al-
muamalah al-maddiyah dan al-
muamalah al-adabiyah tidak dapat
dipisahkan, Jadi pembagian ini
hanyalah teoritis saja,
Maslahat sebagai prinsip Muamalah
Muamalat adalah aturan syariah
tentang hubungan sosial di antara
manusia.Dalam konteks ini berkaitan
dengan ekonomi
Prinsip dasar paling fundamental dan

vital dalam muamalah adalah


mewujudkan kemaslahatan manusia


Sesungguhnya, prinsip dasar dalam
muamalah (ekonomi syariah) adalah
mewujudkan kemaslahatan manusia
Maslahah dalam muamalah itu
memperhatikan (mementingkan)
alasan-alasan rasional dan situasi
kondisi. Illat atau alasan-alasan
rasional ini merupakan tempat
bergantung hukum syariah.
Maka dalam merumuskan hukum
ekonomi, konsep, teori dan model
ekonomi, syariah Islam memberikan
perhatian sangat besar terhadap
kemaslahatan manusia
Kemaslahatan sebagai maqashid
syariah tsb, bisa ditemukan akal
manusia.
Dalam muamalat, dijelaskan secara luas
illat, rahasia dan tujuan kemaslahatan
suatu hukum muamalat. Ini mengandung
indikasi agar manusia memperhatikan
kemaslahatan dalam bidang muamalat
dan tidak hanya berpegang pada tuntutan
teks nash semata, karena mungkin suatu
teks ditetapkan berdasarkan
kemaslahatan tertentu, kondisi, adat,
waktu dan tempat tertentu.
Pemuka-pemuka masyarakat Arab
sebelum dakwah Nabi Saw, banyak
memperhatikan kemaslahatan dalam
kebiasaan, tradisi dan adat mereka.
Kemudian datang syariat Islam.
Banyak di antaranya yang dilanjutkan,
ada yang diperbaiki dan ada yang
dibatalkan.
1.Praktek yang diakui dan dilanjutkan
seperti wadiah, ijarah, jual-beli, syirkah,
Iarah/ariyah, rahn, syufah merupakan
tradisi yang telah berkembang di
masyarakat Arab Pra Islam.
Mata uang dinar dari Romawi dan dirham
dari Persia diakui dan diadopsi Islam
Dalam bidang munakahat ;
khitbah/meminang. Semua ini dilanjutkan
Islam
2.Tradisi dan hukum yang
dimodifikasi ; seperti poligami dan
warisan
3. Yang dibatalkan Islam ialah
praktek anak angkat/ tabanni, riba,
dan segala macam jual beli fasid dan
terlarang, seperti bai gharar, bai
Najasy, Bai munabazah/ijon, Ihtikar,
talaqqi rukban.
Sikap Islam terhadap Tradisi/hukum pra-Islam

;Taqrir Taghyir Tabthil


(Mengakui) (Modifikasi) (Membatalkan)

, wadiah, ijarah
, jual-beli poligami
, syirkah dan warisan, ,tabanni, riba
,Iarah/ariyah Ila maysir
rahn, syufah
Dinar, dirham
Muamalah dan Tantangan Modernitas
Fiqh Muamalah dan Tantangan Modernitas
Perkembangan sains dan teknologi telah
menimbulkan dampak besar terhadap kehidupan
manusia, termasuk terhadap kegiatan ekonomi
bisnis, seperti tata cara perdagangan melalui e-
commerce, kartu kredit, sms banking, LC,
mortgage, leasing, pasar uang, MLM, instrumen
pengendalian moneter, exchage rate, waqf saham,
fiducia, jaminan resi gudang, dsb,
Oleh karena perubahan sosial dalam bidang
muamalah terus berkembang cepat, akibat dari
globalisasi, maka pengajaran fiqh muamalah tidak
cukup secara a priori bersandar (merujuk) pada
kitab-kitab klasik, tetapi teks-teks fiqh klasik
tersebut perlu diapresiasi secara kritis sesuai
konteks, kemudian dikembangkan sesuai dengan
perkembangan zaman dengan menggunakan
ijtihad kreatif dalam koridor syariah dengan
memperhatikan hal-hal berikut
1. Berijtihad secara kolektif (ijtihad
jamaiy)
2. Menggunakan ilmu ushul fiqh,
qawaidh fiqh, MAQASHID SYARIAH
falsafah hukum Islam, dan ilmu tarikh
tasyri
3. Maslahah menjadi pedoman dan
acuan, karena terdapat kaedah Di
mana ada kemaslahatan di situ ada
syariah.


4. Memelihara konsep lama yang
mengandung kemaslahatan )masih
relevan( dan mengambil sesuatu yang
baru yang lebih maslahah


Aturan syariat Islam
dalam bidang muamalat
yang bersumber (Al-
quran dan Sunnah)
umumnya bersifat
prinsip umum. Maka
para ulama/mujtahid
diberikan majal
(lapangan yang luas)
untuk
mengembangkannya
secara detail dan aktual
melalui ijtihad sesuai
dengan kemaslahatan
ummat manusia yang
senantiasa berkembang
Bila diperhatikan nash-nash Al-Quran
tentang muamalah maliyah, sifatnya global
)kully(, tidak terinci )juziy(.
Karakter global ini akan membuat hukum
muamalah lebih elastis dan fleksibel
dalam menghadapi perubahan dan
tantangan zaman

Karena sifat global tsb, maka Sunnah-lah yang menjelaskan


Hukum-hukum muamalah menjadi rinci dan detail
Rumusan fiqh muamalah yang sangat
lengkap dan mendatail yang terdapat
dalam kitab-kitab fiqh klasik, sebagian
besarnya merupakan hasil ijtihad para
ulama terdahalu dalam upaya mereka
merumuskan dan mengembangkan prinsip
tersebut dalam bentuk praktis yang detail.
Tentunya formulasi fiqh mereka banyak
dipengaruhi atau setidaknya diwarnai oleh
situasi dan kondisi sosial ekonomi yang
ada pada zamannya

Lihat Kaedah Hukum Syariah


!!!.....berikut
KAEDAH HUKUM SYARIAH

Hukum dapat berubah karena perubahan


zaman, tempat, keadaan dan adat
:Contoh-Contoh
Al-Mudharib Yudharib
Al-Mustakjir Yuajjir
Ijarah Muntahiyah Dalam produk
bit Tamlik or Bai at-Takjir Bank Syariah
Musyarakah Mutanaqishah
Musyarakah Muntahiyah
bit Tamlik
Al-Kafalah wal Ijarah Dalam
Kartu Kredit
Al-Qaradh wal Ijarah
Murabahah wal wakalah Dlm Pembiayaan
murabahah
Di bank syariah
Qardh dan Ijarah pada Lembaga
pegadaian Syariah
Salam Paralel (Salam Muwazi)
Istishna Paralel (Salam Muwazi)
Ijarah Muwazy
Sukuk Ijarah
Syirkah milk dan IMBT pada KPRS
Qardh, Bay dan IMBT pada pembiayaan
take over properti
Prinsip Ibadah & Muamalah
Kaitannya (
dengan Ijtihad dan
Pengembangan
)Hukum Islam
PRINSIP IBADAH

1. Bersifat Tetap (Tsabitah)


2. Tidak bisa berkembang (Nash
Qathiy)
3. Bersifat Khusus/eksklusif
4. Nash-nash lebih rinci (tafshili)
5. Peluang Ijtihad lebih kecil (sempit)
Prinsip Muamalah
Bersifat Elastis ((
Dapat berkembang sesuai dengan
zaman & tempat
Bersifat universal, inklusif
Nash-nash umumnya general
Peluang ijtihad luas
PERBEDAAN PRINSIP IBADAH DAN MUAMALAH

No IBADAH MUAMALAH
1 Bersifat tetap (( Bersifat Elastis ((
2 Tidak bisa Dapat berkembang
berkembang sesuai dengan zaman
& tempat
3 Bersifat Bersifat universal,
khusus,eksklusif inklusif
4 Nash-nash lebih Nash-nash umumnya
terinci (tafshili) general
5 Peluang Ijtihad Peluang ijtihad luas
sempit
Dr.Abdul Sattar Fathullah Said dalam
kitab Al-Muamalah fil Islam berkata :
Di antara unsur dharurat (masalah
paling penting) dalam masyarakat
manusia adalah Muamalah, yang
mengatur hukum antara individu dan
masyarakat
Ulama sepakat bahwa muamalat itu
sendiri adalah masalah kemanusiaan
yang maha penting (dharuriyah
basyariyah)
KAEDAH IBADAH DAN MUAMALAH

Pada dasarnya dalam ibadah adalah haram, kecuali ada dalil


Yang membolehkannya

Pada dasarnya semua aktivitas muamalah adalah boleh


kecuali ada dalil yang melarangnya
Hukum Muamalah dalam Al-Quran
Allah Swt menjelaskan pokok-pokok muamalah
kehartabendaan (muamalah maliyah) yang adil dalam Al-Quran
Adapun prinsip muamalah maliyah tersebut ialah :

1 Melarang memakan makanan secara bathil (4:29)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta


sesamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang
berlaku dengan suka-sama suka di antara kamu (An-Nisak : 29)
2 Melaksanakantransaksi
Melaksanakan transaksiatas
bisnis atassuka
dasar dasar ridha (Qs.4:29)
rela/ridha (4:29)

3 Pencatatan transaksi hutang-piutang (QS.2:282)


Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu melaksanakan
hutang piutang sampai waktu tertentu, maka tuliskanlah

4 Akad tansaksi bisnis disaksikan oleh saksi (2:282)


Dan persaksikanlah apabila kamu berjual-beli
Dan janganlah penulis dan saksi saling menyulitkan
5 )Larangan riba (Qs.2:275-279




} {275
} {276









} {277
} {278


6 Keterkaitan Sektor moneter dengan sektor riil (2:275)


Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba
Jual beli, mengaitkan sektor riil (barang) dengan sektor moneter
(uang /harga yang dibayarkan)
Ex : Jual Beli Murabahah, Salam, Istishna

; Pembiayaan Mudharabah
mengkaitkan uang (modal) dengan
Proyek usaha riil
7 Investasi dengan sistem mudharabah, musyarakah, ijarah

Muzammil ayat 20 :


:Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata


) (

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman :


Aku pihak ketiga dari dua orang yang
bersyarikat selama salah satunya tidak
menghianati lainnya (HR. Abu Dawud dan
.Hakim)
8 Sasaran kebijakan
Melaksanakan fiskalatas
transaksi Islam melalui
dasar zakat (5:60),
suka rela/ridha )(4:29
(Al-Anfal :41).

{




9 Larangan menyuap/sogok, (Al-Baqarah : 188)




Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu
dengan jalan yang bathil, dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada
hakim, agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain dengan jalan dosa
sedangkan kamu mengetahui (2:188)

10 Memberikan keringanan bagi debitur yang tak mampu

Jika ia mengalami kesulitan (membayar hutang), maka berilah


dia masa tangguh sampai ia mampu membayar (QS.2: 283)
Sekian dan Terima Kasih