Anda di halaman 1dari 17

Tumor Pankreas

Kinanta
1102011137
ANATOMI & FISIOLOGI
PANKREAS
Anatomi
PANKREAS
Pankreas merupakan suatu
organ berupa kelenjar dengan
panjang dan tebal sekitar 12,5 cm
dan tebal + 2,5 cm.
Pankreas terbentang dari atas
sampai ke lengkungan besar dari
perut dan biasanya dihubungkan
oleh dua saluran ke duodenum
(usus 12 jari).

SUMBER : Associate Degree Nursing Physiology Review


www.austincc.edu
Anatomi
PANKREAS
Anatomi
PANKREAS
Pankreas terdiri dari :

1. Kepala pankreas

Merupakan bagian yang paling lebar, terletak di sebelah

kanan rongga abdomen dan di dalam lekukan duodenum


dan yang praktis melingkarinya.

2. Badan pankreas
Merupakan bagian utama pada organ itu dan letaknya di
belakang lambung dan di depan vertebra lumbalis pertama.
P A N K R E A S terdiri
Pankreas terdiri dari :
3. Ekor pankreas
Merupakan bagian yang runcing di sebelah kiri dan yang sebenarnya
menyentuh limpa.

Pada pankreas terdapat dua saluran yang mengalirkan hasil sekresi

pankreas ke dalam duodenum :

Ductus Wirsung, yang bersatu dengan duktus choledukus, kemudian


masuk ke dalam duodenum melalui sphincter oddi. Ductus Sartorini, yang
lebih kecil langsung masuk ke dalam duodenum di sebelah atas sphincter
oddi. Saluran ini memberi petunjuk dari pankreas dan mengosongkan
duodenum sekitar 2,5 cm di atas ampulla hepatopankreatik

(Pearce, 1992).
Struktur Jaringan Penyusun
Pankreas
Ada dua jaringan utama yang menyusun pankreas :
1. Jaringan Asini
berfungsi untuk mensekresi getah pecernaan dalam duodenum.
2. Pulau Langerhans
Sel A (alfa) mensekresikan glukagon
20 % dari pulau
Sel B (beta) mensekresikan insulin
60 70 % dari pulau (tengah)
Sel D (delta) mensekresikan somastostatin
10% dari pulau (sangat jarang)
Sel F mensekresikan polipeptida pankreas
10% dari pulau (sangat jarang)
PENGERTIAN
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua
fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon
penting seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut
dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).
(Sylvia, 2006).

Kanker adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan


gangguan pertumbuhan seluler dan merupakan kelompok penyakit
dan bukan hanya penyakit tunggal. (Doegoes,2000).

Kanker Pankreas merupakan tumor ganas yang berasal dari sel-sel


Yang melapisi saluran pankreas. (Brunner & Suddarth, 2001).
PENYEBAB
1. Faktor Resiko Eksogen
Adenoma yang jinak dan adenokarsinoma yang ganas yang
berasal dari sel parenkim (asiner atau sel duktal) dan tumor
kistik.
Makanan tinggi lemak dan kolesterol
Pecandu alkohol
Perokok
Makanan/minuman yg mengandung Zat Karsinogen

2. Faktor Resiko Endogen


Penyakit DM
Pankreatitis kronik
Kalsifikasi pankreas (masih belum jelas, Setyono, 2001)
MANIFESTASI KLINIS
Rasa sakit dan nyeri tekan pada abdomen yang juga disertai nyeri
pada punggung. (terjadi akibat iritasi dan edema pada pankreas
sehingga timbul rangsangan pada ujung-ujung saraf)

Ikterus (sumbatan pada duktus koledikus)

Perdarahan gastrointestinal (erosi pada duodenum yang disebabkan


oleh tumor pankreas)

Timbulnya gejala defisiensi insulin

Glukosuria

Diabetes

Hiperglikemia dan toleransi glukosa yang abnormal


Gejala kanker pankreas
stadium awal
1. Sakit perut, sakitnya melilit, pada saat duduk berbaring atau
malam hari rasa sakit akan bertambah, bila duduk, berdiri dan
badan miring ke depan atau berjalan rasa sakitnya bisa berkurang.

2. Kurang lebih 90% dari jumlah pasien mengalami penurunan berat


badan dengan cepat dan nyata.

3. Penyakit kuning, kebanyakan bersifat obstruktif, prosesnya bersifat


semakin berat, disertai dengan gejala kulit gatal dan gejala lainnya.

4. Sering terjadi lemas dan kehilangan nafsu makan, disertai dengan


diare, sembelit, kembung, mual.
Gejala kanker pankreas
stadium medium dan lanjut
1. Gejala saraf : Beberapa pasien mungkin mengalami kegalauan,
depresi, insomnia, perubahan karakter dan berbagai gejala lainnya.
2. Nyeri perut meluas
3. Penyakit kuning : Penyakit kuning pada kanker pankreas stadium
medium dan lanjut, seringnya bersifat terus-menerus dan semakin
berat
4. Badan kurus: Badan kurus dalam waktu yang relatif singkat, berat
badan menurun secara signifikan
5. Gejala saluran pencernaan yang sering bermunculan, namun tidak
spesifik.
6. Meradang : ada 10% pasien kanker stadium medium dan lanjut pada
proses perkembangannya mengalami peradangan, infeksi
berkelanjutan pada saluran empedu.
Pemeriksaan Diagnostik
Laboratorium
Hb
Amylase serum
TES faal hati (bilirubin, SGOT, SGPT)
Kadar glukosa darah > 20 %
Pemeriksaan Abdomen
Massa epigastrium
Pembesaran kandung empedu
Hepatomegali
Asites
Pemeriksaan Radiologi
ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography )
PTC (Percutaneous Transhepatic Cholangiography)
USG Abdomen (Ultrasonografi)
Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan Endoskopi
Duodenoskopi
Laparaskopi
Pemeriksaan CT Abdomen
Untuk menentukan apakah tumor tersebut masih dapat
diangkat melalui pembedahan. Pada pelebaran saluran
pankreas sebagai akibat sumbatan di kaput
Pemeriksaan Diagnostik

Gambar : ERCP Gambar : Laparaskopi


(Endoscopic Retrograde Cholangio
Pancreatography )
PENATALAKSANAAN
1. Bedah definitive (eksisi total lesi)
Tumor terlokalisir yang masih dapat direseksi

2. Radioterapi

3. Kemoterapi

4. IORT (Intraoperatif Radiation Theraphy)


Radiasi dosisi tinggi pada jaringan tumor dengan
cedera yang minimal pada jaringan lain serta dapat
mengurangi nyeri pada terapi radiasi tersebut.