Anda di halaman 1dari 13

JENIS-JENIS PENGADUK

Pengaduk jenis baling-baling (Propeller)

Baling-baling ini digunakan pada kecepatan


berkisar antara 400 hingga 1750 rpm (revolutions
per minute) dan digunakan untuk cairan dengan
viskositas rendah. Jenis- jenisnya: Marine
propeller; Hydrofoil propeller dan High flow
propeller
Pengaduk Dayung (Paddle)

Berbagai jenis pengaduk dayung biasanya


digunakan pada kecepatan rendah diantaranya 20
hingga 200 rpm. Dayung datar berdaun dua atau
empat biasa digunakan dalam sebuah proses
pengadukan. Panjang total dari pengadukan dayung
biasanya 60 - 80% dari diameter tangki dan lebar dari
daunnya 1/6 - 1/10 dari panjangnya. Beberapa jenis
paddle yaitu: Paddle anchor; Paddle flat beam basic;
Paddle double motion; Paddle gate,dll
Pengaduk Turbin

Pengaduk turbin adalah pengaduk dayung


yang memiliki banyak daun pengaduk dan
berukuran lebih pendek, digunakan pada
kecepatan tinggi untuk cairan dengan rentang
kekentalan yang sangat luas. Diameter dari
sebuah turbin biasanya antara 30 - 50% dari
diamter tangki. Turbin biasanya memiliki empat
atau enam daun pengaduk. Ada beberapa jenis
turbin yaitu: Turbine disc flat blade, Turbine hub
mounted curved blade, Turbine disc mounted
curved blade, dll.
Pengaduk Helical-Ribbon

Jenis pengaduk ini digunakan pada larutan pada


kekentalan yang tinggi dan beroperasi pada rpm yang
rendah pada bagian laminer. Ribbon (bentuk seperti
pita) dibentuk dalam sebuah bagian helical
(bentuknya seperti baling-balling helikopter dan
ditempelkan ke pusat sumbu pengaduk). Cairan
bergerak dalam sebuah bagian aliran berliku-liku
pada bagiam bawah dan naik ke bagian atas
pengaduk. Beberapa jenis pengaduk helical-ribbon
yaitu: Ribbon impeller, Double Ribbon impeller,
Helical screw impeller, dll
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENGADUKAN

Kecepatan Pengadukan
Variasi kecepatan putaran pengaduk bisa
memberikan gambaran mengenai pola aliran yang
dihasilkan dan daya listrik yang dibutuhkan dalam
proses pengadukan dan pencampuran
Kecepatan rendah digunakan berkisar pada
kecepatan 400 rpm. Pengadukan dengan kecepatan
ini umumnya digunakan untuk minyak kental,
lumpur dimana terdapat serat atau pada cairan
yang dapat menimbulkan busa.
Kecepatan sedang digunakan berkisar pada
kecepatan 1150 rpm. Pengaduk dengan kecepatan ini
umumnya digunakan untuk larutan sirup kental dan
minyak pernis.

Kecepatan tinggi digunakan berkisar pada


kecepatan 1750 rpm. Pengaduk dengan kecepatan ini
umumnya digunakan untuk fluida dengan viskositas
rendah misalnya air.
JUMLAH PENGADUK
VISKOSITAS BAHAN
PEMILIHAN JENIS PENGADUK
Jenis pengaduk yang dipilih: flat 6 blade turbin impeller
Dt/Hc = 1 (McCabe, 1999)
Dt = Hc
Dt = Hcs + He
Keterangan:
Hcs = tinggi cairan dalam shell
Dt = Diameter Reaktor
He = tinggi tutup = Dt/4
Rasio axis ellipsoidal head = 2:1
Maka,

Dt = Hcs + He
Dt = Hcs + Dt/4
Hcs = 3/4 Dt
Volume tutup bawah reactor = /24 Dt3
Volume cairan dalam shell = /4 Dt2 Hcs
= /4 Dt2 3/4 Dt
= 3/16 Dt3
Volume cairan dalam tangki = 3/16 Dt3 + /24 Dt3
0,184586 m3 = 11/48 Dt3
Dt = 0,6354 m
Maka, tinggi cairan dalam reaktor, Hc = 0,6354 m
Direncanakan digunakan tangki dengan perbandingan=Dt : ht = 3 : 4
Ht = 4/3 Dt = 4/3 (0,6354 m) = 0,6354 m
Tinggi tutup, He = Dt/4 = 0,6354 m / 4 = 0,1588 m
Tinggi shell, Hs = Ht 2He = 0,8472 2 x 0,1588 = 0,5295 m
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Tekanan hidrostatik, P.hid = x g x h
= 5127,11 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 0,6354 m
= 31925,5238 Pa = 31,9255 kPa
Tekanan operasi,
P.operasi = 101,325 kPa + 31,9255 kPa = 133,2505 kPa
Faktor kelonggaran = 20%
Maka,
P.design = (1,2)(133,2505 kPa)
= 159,9006 kPa
Join efficiency = 0,8 (Brownwell, 1959)
Allowable stress = 11050 psia = 78186,8 kP(Brownwell, 1959)
Tebal shell tangki:
t = PD/(2SE-1,2P)
= (159,9006 kPa)(0,6354 m)/((2(78186,8 kPa)(0,8)-(1,2) (159,9006
kPa))
= 0,0008134 m = 0,03202 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,03202 in + 1/8 in = 0,1570 in
Tebal shell standar yang digunakan = in (Brownwell, 1959)
Perancangan pengaduk:
Jenis pengaduk: flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle: 4 buah
Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:
Da/Dt = 1/3
Da = 1/3 x 0,6354 m = 0,2118 m
E/Da = 1 ; E = 0,2118 m
L/Da = 1/4 ; L = 1/4 x 0,2118 m = 0,0529 m
W/Da= 1/5 ; W = 1/5 x 0,2118 m = 0,0424 m
J/Dt = 1/12 ; J = 1/12 x 0,6354 m = 0,0833 m
Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det
Da = 0,2118 m = 0,6949 ft
= 5127,11 kg/m3 = 325,32 lbm/ft3
gc = 32,17 lbm.ft/ lbf.det2
= 0,0005 lb/ft.sec
Bilangan Reynold,
NRe = (Da2. N. )/
= ((0,6949 ft)2 (1 put/det)(325,31lb/ft3)) / 0,0005 lb/ft.sec
= 314140,0708
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan
menggunakan rumus:
P = (KT . N3 . Da5 . ) / gc
KT = 6,3
Maka daya yang dibutuhkan :
P = (6,3 (1 put/det)3. (0,6949 ft)5 (325,31 lbm/ft3)) / 32,17
lbm.ft/lbf.det2
= 10,31992 ft.lbf/det x 1 hp/550 ft.lbf/det
= 0,01876 hp
Effisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 0,01876 / 0,8 = 0,023454 hp
Maka daya motor yang dipilih 0,05 hp