Anda di halaman 1dari 21

KETENAGAKERJAAN

Ketenagakerjaan
UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan
mendefinisikan ketenagakerjaan adalah segala hal yang
berhubungan dengan masalah tenaga kerja pada waktu
sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
Tenaga Kerja & Angkatan Kerja
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketengakerjaan Bab I Pasal I Ayat 2
menjelaskan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan
pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi
kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Menurut UU tersebut pada bab X
Pasal 68, usia yang tergolong tenaga kerja adalah orang-orang berusia 18 tahun
ke atas.
Angkatan kerja adalah tenaga kerja yang siap, mampu, dan berkeinginan
atau bersedia untuk bekerja jika terdapat kesempatan kerja, baik yang sudah
mendapat pekerjaan maupun yang sedang mencari pekerjaan.
Pekerja

Angkatan Kerja Pengagguran

Pelajar
Tenaga Kerja Bukan Angkatan
Kerja Ibu Rumah
Tangga

Pensiunan

Penerima
Pendapatan Lain
Kesempatan Kerja
Kesempatan kerja adalah suatu keadaan ketika peluang kerja tersedia
bagi para pencari kerja.
Kesempatan kerja dapat diartikan juga sebagai jumlah lapangan kerja
yang tersedia bagi masyarakat, baik jumlah lapangan kerja yang sudah
ditempati maupun yang masih kosong (permintaan tenaga kerja).
Jenis-Jenis Tenaga Kerja
Berdasarkan Kemampuannya
Tenaga kerja terdidik, contoh: dokter, guru, dan dosen.
Tenaga kerja terlatih, contoh: supir, pelayan toko, tukang masak,
montir, dan pelukis.
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, contoh: kuli, buruh
angkut, pembantu, tukang becak, dll.
Berdasarkan Hubungan dengan Produk
Tenaga kerja langsung, misalnya: karyawan bagian produksi
Tenaga kerja tidak langsung, misalnya: tenaga kerja bagian penjualan,
marketing, dan periklanan
Masalah Ketengakerjaan

Melimpahnya Rendahnya Kesehatan dan


Masalah
Jumlah Tenaga Kualitas Keselamatan
Pengupahan
Kerja Tenaga Kerja Kerja (K3)

Pemutusan Tenaga Kerja


Tenga Kerja
Outsourching Tenaga Kerja Indonesia
Asing (TKA)
(PHK) (TKI)
Upaya Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja

Pendidikan dan
Magang
Pelatihan

Pengelolaan
Produktifitas dan
Prestasi Tenaga Kerja
SISTEM UPAH
Upah atau gaji adalah hak pekerja yang diterima dan dinyatakan
dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi
kerja.
Sistem upah di Indonesia pada umumnya didasarkan pada tiga
fungsi, yaitu:
1. Menjamin kehidupan yang layak bagi pekerja dan keluarga,
2. Mencerminkan imbalan atas hasil kerja seseorang, dan
3. Menyediakan insentif untuk mendorong meningkatkan
produktifitas kerja.
DEWAN PENGUPAHAN
Sistem pengupahan di Indonesia diatur dalam UU No. 13 Tahun
2003, Kepres No. 107 Tahun 2004 tentang Dewan Pengupahan, serta
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP-
231/MEN/2003.
Secara structural, dewan pengupahan terbagi menjadi 3, yaitu:
1. Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) yang dibentuk oleh
Presiden.
2. Dewan Pengupahan Provinsi (Depeprov) yang dibentuk oleh
Gubernur.
3. Dewan Pengupahan Kota / Kabupaten (Depeko/Depekab) yang
dibentuk oleh Bupati / Walikota.
UPAH MINIMUM
Ketentuan upah minimum diatur melalui Peraturan Menteri
Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 7 Tahun 2013 tentang Upah
Minimum.
Upah minimum terdiri atas:
Upah Minimum Provinsi (UMP)
Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP)
Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK), dan
Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten.
STRUKTUR DAN SKALA UPAH
Pertimbangan dalam menyusun
struktur upah Pendekatan dalam skala upah

Struktur organisasi, Skala tunggal: terjadi pada setiap


Rasio perbedaan bobot pekerjaan jabatan pada golongan jabatan
antar jabatan, yang sama memiliki upah yang
sama, dan
Kemampuan perusahaan,
Skala ganda: terjadi pada setiap
Biaya keseluruhan tenaga kerja,
golongan jabatan memiliki nilai
Upah minimum, upah nominal terendah dan
Kondisi pasar. tertinggi
MACAM-MACAM SISTEM UPAH

Menurut Co-
Borongan Bagi Hasil
Waktu Partnership

Menurut Sistem
Skala Premi
Prestasi Bonus

Indeks
Biaya Hidup
Pengangguran

Pengangguran adalah angkatan kerja yang belum atau sedang mencari


pekerjaan. Pengagguran terjadi karena jumlah penawaran kerja lebih besar
daripada permintaan tenaga kerja.


Tingkat pengangguran = x 100 %

Macam-Macam Pengagguran

Berdasarkan Lamanya Waktu Bekerja


Pengagguran terbuka : benar-benar tidak memiliki pekerjaan.
Setengah pengangguran: sudah bekerja hanya tidak bekerja
secara optimal atau bekerja di bawah jam kerja normal (kurang
dari 35 jam per minggu).
Pengagguran terselubung: sudah bekerja hanya tidak bekerja
secara optimal dikarenakan tidak memperoleh pekerjaan yang
sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
Pengagguran Berdasarkan Penyebabnya
Pengagguran struktural : adanya perubahan struktur ekonomi suatu negara.
Pengagguran siklus : adanya siklus aktifitas ekonomi suatu negara.
Boom

Resesi

Depresi Recovery

Depresi Recovery Boom Resesi


Masa-masa merugi Masa pemulihan Masa kemakmuran Masa kelesuan
Perusahaan Benda surplus terjual Upah dan tingkat ekonomi
menderita kerugian Dibutuhkan investasi bunga tinggi Biaya meningkat lebih
Harga-harga turun baru untuk perbaikan dibandingkan harga cepat dibandingkan
Tingkat upah turun Harga-harga mulai Output produksi tinggi harga
Output, kesempatan naik dan meningkat terus Laba berkurang
kerja, dan pendapatan Kesempatan kerja Kesempatan kerja Investasi berkurang
nasional turun meningkat semakin bertambah Kredit bank naik
Kesempatan kerja
turun
Pengagguran friksional: tidak bekerja
karena mengharapkan pekerjaan yang
lebih baik dari sebelumnya.
Pengagguran musiman: karena faktor
musim
Pengagguran teknologi: karena dampak
kemajuan teknologi atau bergantinya
peran manusia oleh teknologi canggih
Pengangguran sukarela: memilih tidak
bekerja walaupun ada kesempatan kerja
Dampak Pengangguran terhadap
Perekonomian Nasional

Pendapatan nasional dan penerimaan negara dari pajak menjadi


turun
Mendorong tingkat kriminalitas
Pendapatan riil masyarakat lebih rendah daripada pendapatan
potensialnya
Daya beli masyarakat akan turun
Pertumbuhan ekonomi secara nasional akan turun
Akan terjadi ketidakstabilan kondisi politik dan sosial
Dampak Pengangguran terhadap
Individu yang Mengalaminya

Dapat mengurangi rasa percaya diri pelakunya,


Dapat mengurangi fungsi akal sehat pelakunya hingga seseorang
nekat mancari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,
Menghilangkan mata pencaharian dan pendapatan individu yang
mengalaminya, dan
Menghilangkan keterampilan pelakunya.
Cara Mengatasi Pengangguran
Bagi penganggur, mereka harus Pengembangan program transmigrasi,
mengembangkan kreatifitasnya melalui Perluasan kesempatan kerja, melalui
berwirausaha mandiri, pembukaan industri padat karya di wilayah
yang banyak mengalami pengangguran,
Dikembangkannya sekolah-sekolah yang
Peningkatan investasi,
mengarah pada peningkatan kecaakapan
Pembukaan proyek-proyek umum yang
hidup, seperti SMK,
dilakukan pemerintah, seperti
Pengembangan program kerja sama dengan pembangunan jalan raya, jembatan, dan
luar negeri dalam pemanfaatan TKI, fasilitas umum lainnya,
Mengadakan pendidikan dan pelatihan yang
Pengembangan sektor usaha informal, seperti
bersifat praktis (mengandalkan
home industry, keterampilan).
Tugas Kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi dalam Mengatasi
Pengguran
Mendorong tercipta dan berkembangnya Mengadakan perluasan kesempatan kerja
wirausaha baru, Menyelenggarakan program transmigrasi,
Mengembangkan program kerja sama Meningkatkan mutu tenaga kerja di
dengan luar negeri dalam pemanfaatan Indonesia, dengan cara meningkatkan
TKI, pendidikan formal, pelatihan tenaga kerja
Mengembangkan Balai Latihan Kerja sesuai dengan formasi, peningkatan
(BLK), kesehatan dan perbaikan gizi, dan proyek
Melakukan bursa tenaga kerja, magang.