Anda di halaman 1dari 13

Tatalaksana pada Mioma Uteri

Referat Ilmu Kebidanan dan Kandungan


Oleh : Philipus Hendry Hartono/406161017
Pembimbing :
dr. Edwin Bonaville, Sp.OG
Mioma uteri
adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat
kenyal, batas jelas, mempunyai pseudo kapsul, tidak nyeri, bisa
soliter atau multipel. Tumor ini juga dikenal dengan istilah
fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterine fibroidMioma
uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi
padat kenyal, batas jelas, mempunyai pseudo kapsul, tidak nyeri,
bisa soliter atau multipel. Tumor ini juga dikenal dengan istilah
fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterine fibroid
Epidemiologi
Di Indonesia mioma uteri ditemukan pada 2,39 11,7%
pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Tumor
ini paling sering ditemukan pada wanita umur 35 45
tahun (kurang lebih 25%) dan jarang pada wanita 20
tahun dan wanita post menopause
Etiologi
Umur
Mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun, ditemukan sekitar 10% pada wanita
berusia lebih dari 40 tahun. Tumor ini paling sering memberikan gejala klinis antara 35-45 tahun.
Paritas
Lebih sering terjadi pada nullipara atau pada wanita yang relatif infertil, tetapi sampai saat ini belum
diketahui apakah infertil menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan
infertil, atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi.
Faktor ras dan genetic
Pada wanita ras tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka kejadiaan mioma uteri tinggi.
Terlepas dari faktor ras, kejadian tumor ini tinggi pada wanita dengan riwayat keluarga ada yang
menderita mioma.
Fungsi ovarium
Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma, dimana mioma
uteri muncul setelah menarke, berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah
menopause.
Gejala klinis
1) Perdarahan abnormal
2) Rasa nyeri
3) Gejala dan tanda penekanan
4) Infertilitas dan abortus
Diagnosis
1. Anamnesis
Dalam anamnesis dicari keluhan utama serta gejala klinis mioma lainnya,
faktor resiko serta kemungkinan komplikasi yang terjadi.
2. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan status lokalis dengan palpasi abdomen. Mioma uteri dapat
diduga dengan
pemeriksaan luar sebagai tumor yang keras, bentuk yang tidak teratur,
gerakan bebas,
tidak sakit.
Diagnosis
3. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium
Akibat yang terjadi pada mioma uteri adalah anemia akibat perdarahan uterus
yang berlebihan dan kekurangan zat besi. Pemeriksaaan laboratorium yang
perlu dilakukan adalah Darah Lengkap (DL) terutama untuk mencari kadar Hb.
Pemeriksaaan lab lain disesuaikan dengan keluhan pasien.
Tatalaksana
Tatalaksana
Konservatif
Penderita dengan mioma kecil dan tanpa gejala tidak memerlukan
pengobatan, tetapi harus diawasi perkembangan tumornya. Jika mioma lebih
besar dari kehamilan 10-12 munggu, tumor yang berkembang cepat, terjadi
torsi pada tangkai, perlu diambil tindakan operasi.
Medikamentosa
Terapi yang dapat memperkecil volume atau menghentikan pertumbuhan
mioma uteri secara menetap belum tersedia pada saat ini. Terapi
medikamentosa masih merupakan terapi tambahan atau terapi pengganti
sementara dari operatif. Preparat yang selalu digunakan untuk terapi
medikamentosa adalah analog GnRHa (Gonadotropin Realising Hormon
Agonis), progesteron, danazol, gestrinon, tamoksifen, goserelin,
antiprostaglandin, agen-agen lain seperti gossypol dan amantadine19
Operatif
Pengobatan operatif meliputi miomektomi, histerektomi dan embolisasi arteri
uterus.
Miomektomi, adalah pengambilan sarang mioma saja tanpa pengangkatan
uterus. Tindakan ini dapat dikerjakan misalnya pada mioma submukosa pada
mioma geburt dengan cara ekstirpasi lewat vagina.
Histerektomi, adalah pengangkatan uterus, yang umumnya tindakan terpilih.
Histerektomi total umumnya dilakukan dengan alasan mencegah akan
timbulnya karsinoma servisis uteri.
Embolisasi arteri uterus (Uterin Artery Embolization / UAE), adalah injeksi
arteri uterina dengan butiran polyvinyl alkohol melalui kateter yang nantinya
akan menghambat aliran darah ke mioma dan menyebabkan nekrosis. Nyeri
setelah UAE lebih ringan daripada setelah pembedahan mioma dan pada UAE
tidak dilakukan insisi serta waktu penyembuhannya yang cepat17
DAFTAR PUSTAKA
1.Yuad H., 2007. Miomectomi Pada Kehamilan. Diunduh dari : http://www.ksuheimi.blogspot.com. Accested : March 01, 2008.

2.Santoso, 2007. Mioma Uteri. Diunduh dari : http://www.pinkerzzz03.blogspot.com. Accested : March 01, 2008.

3.Jevuska O, 2007. Mioma Geburt. Available from : http://www.oncejevuska.blogspot.com. Accested : March 01, 2008.

4.Antoni S, 2008. Sekilas tentang Tumor (Myoma) Rahim . Available from : http://www.klinikandalas.wordpress.com. Accested
: March 02, 2008.

5.Suwiyoga K, 2003. Mioma Uterus dalam Buku Pedoman Diagnosis-Terapi dan Bagan Alir Pelayanan Pasien. SMF Obsgin FK
UNUD RS Sanglah, Denpasar. 201-206

6.Sutoto J. S. M., 2005. Tumor Jinak pada Alat-alat Genital dalam Buku Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirodihardjo, Jakarta.338-345

7.Marjono B. A, 2008. Tumor Ginekologi. Available from : http://www.geocities.com. Accested : March 02, 2008.

8.Edward E, 2007. Uterine Miomas : Comprehensive Review. Available from : http://www.gynalternatives.com. Accested :
March 02, 2008.
httpWidjanarko 2007, GINEKOLOGI, KELAINAN UTERUS, Diunduh Dari: ://reproduksiumj.blogspot.com/2009/10/hyperplasia-
endometrium.html, 16 April 2010
Conrad, M.S, 2008, Dilation and Curettage (D&C), Diunduh dari
http://www.medicinenet.com/dilation_and_curettage/article.htm, 16 April 2010