Anda di halaman 1dari 12

BIODIESEL

Kelompok:
Arbaniati (M0312011)
Zyulfi Faiz (M0314082)
BIODIESEL

Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono-alkil ester
dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan
bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak
sayur atau lemak hewan.
PEMBUATAN BIODIESEL

Reaksi Esterifikasi
R-COOH + CH3OH R-COOCH3 + H2O
Asam Lemak Metanol Metil
Ester Air
PEMBUATAN BIODIESEL

Reaksi Transesterifikasi
KELEBIHAN BIODIESEL

1. Merupakan bahan bakar yang dapat diperbarui


2. Aman digunakan karena memiliki flash point 2000C
3. Angka setana yang lebih tinggi daripada petroleum diesel (diatas 50)
4. Bebas kandungan sulfur
5. Dapat terurai (biodegradable)
KATALIS

1. Katalis Homogen
Katalis ini memiliki fasa yang sama dengan reaktan dan produk. Contoh :
KOH dan NaOH

2. Katalis Heterogen
Katalis ini memiliki fasa yang tidak sama dengan reaktan maupun
produk. Contoh : CaO dan MgO
PENGGUNAAN KATALIS PADA
PEMBUATAN BIODIESEL DARI
MINYAK KELAPA SAWIT
REVIEW
Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit

Katalis CaO

Katalis berbasis CaO Katalis CaO/KI/-Al2O3

Katalis CaO/MgO/-Al2O3

BIODIESEL
Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit
Anshary et al. (2012) melakukan pembuatan biodiesel dari minyak kelapa
sawit pada reaktor fixed bed menggunakan katalis CaO/KI/-Al2O3 dengan
variasi berat katalis 10, 15, dan 20 gram dan diperoleh % yield biodiesel
tertinggi sebesar 93,98% pada berat katalis 15 gram. Hal ini disebabkan oleh
naiknya tekanan reaktor fixed bed pada saat percobaan menggunakan
berat katalis 20 gram sehingga reaksi transesterifikasi berlangsung lambat dan
konversi menjadi menurun.
Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit
Murti et al. (2015) menggunakan katalis CaO dengan variasi berat katalis 1%;
2%; 3%; dan 4% dari berat minyak, dan diperoleh konversi biodiesel tertinggi
sebesar 79,09% pada berat katalis CaO sebesar 3%. Hal ini disebabkan oleh
kurang murninya hasil aktivasi katalis CaO 4% menggunakan metanol
sehingga aktivitas katalisnya menurun.
Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit

Julianti et al. (2014) menggunakan katalis CaO/MgO/-Al2O3 dengan variasi


berat katalis 4; 7; 10; 13; dan 16 gram, dan diperoleh konversi biodiesel
meningkat seiring peningkatan berat katalis yang digunakan. Persentase
konversi biodiesel tertinggi sebesar 63,975% dengan % yield sebesar 29,483%
pada berat katalis paling besar yaitu 16 gram.
Kesimpulan

Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, pembuatan biodiesel dari minyak


kelapa sawit dapat menggunakan katalis berbasis CaO. Penggunaan katalis
berbasis CaO yang berbeda-beda menghasilkan persentase konversi
biodiesel dari minyak kelapa sawit yang berbeda pula, dengan dipengaruhi
oleh faktor lain seperti tekanan sistem dan aktivasi katalis.