Anda di halaman 1dari 105

KISTA ODONTOGENIK

Gita Gantieka
Hadi Nurhadi
PENDAHULUAN
Definisi Kista
rongga patologis yang dibatasi oleh epitel dan berisi cairan atau
semi cairan
kista adalah rongga patologis yang berisi cairan atau semi cairan
yang tidak dibentuk oleh akumulasi pus, dan tumbuh tidak normal
di dalam rongga suatu organ.
Kista juga dapat diartikan sebagai rongga non kanker
(noncancerous/benign cavity) dibawah kulit atau di dalam tulang.
Kista Rongga Mulut

Kista rongga mulut dapat ditemukan pada tulang rahang atau jaringan
lunak, seperti pada gusi, bibir, kelenjar saliva dan pada jaringan
sekeliling mulut dan wajah. Kista pada rahang merupakan kista yang
paling umum dibanding kista pada jaringan tulang lain dan mayoritas
kista pada rahang merupakan kista yang dilapisi oleh epitel.
Kista mengakibatkan destruksi jaringan oleh karena perubahan struktur
dan fungsi normal dari suatu jaringan, kelemahan tulang.
Kista dapat mengalami infeksi sekunder.
KLASIFIKASI
Menurut WHO, kista rongga mulut
diklasifikasikan menjadi :
Kista Epitel (True Cysts)
Odontogenic Cysts
Developmental
Odontogenic keratocyst
Dentigerous (follicular) cyst
Eruption cyst
Lateral periodontal cyst
Gingival cyst
Glandular odontogenic cyst
Klasifikasi
Inflammatory
Radicular cyst (dental cyst) : apical, lateral, residual.
Paradental cyst
Non-odontogenic cysts
Nasopalatine duct (incisive canal) cyst
Nasolabial (Nasoalveolar) Cyst
Median Cyst
Kista Non Epitel (Pseudo Cysts)
Solitary bone cyst (simple, traumatic, haemorrhagic bone
cyst)
Aneurysmal bone cyst
Stafnes idiopathic bone cavity
ODONTOGENIC CYSTS
Definisi :
Kista odontogenik (Odontogenic cyst ) adalah
kista yang dibatasi/ dilapisi oleh epitel yang
berasal dari sisa epitel pembentukkan gigi (tooth-
forming organ)
Kista odontogenik dibagi menjadi tipe
developmental dan tipe inflammatory,
tergantung dari etiologinya.
ODONTOGENIC CYSTS
Terdapat tiga macam residu/ sisa epitel yang
menentukan tipe lesi pada kista
odontogenik, yaitu ;
Sisa epitel atau glandula serres yang menetap
setelah disolusi lamina dentalis.
Sisa epitel pada email yang didapat dari organ
email yang melapisi mahkota gigi yang
belum/tidak erupsi.
Sisa Malassez yang terbentuk oleh fragmentasi
epitel selubung akar (Hertwig)
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Merupakan lesi yang jarang namun memiliki
pola pertumbuhan yang unik dan memiliki
kecenderungan rekurensi
Insidensi :
Sering terdapat pada dekade ke-2 & ke-3,
lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding wanita
70-80% terdapat pada mandibula
50% kasus odontogenic keratocyst terjadi pada
daerah molar ke-3 dan ramus asendens
mandibula
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Gambaran klinis :
Kista kecil asimptomatik
Kista besar rasa sakit, pembengkakan
Gambaran radiologis :
Area radiolusen dengan batas yang halus
Lesi yang besar pada ramus asendens mandibula
dapat memberikan gambaran multilokular
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Mayoritas dari keratocyst timbul secara sporadis
dan terlihat sebagai lesi soliter
Kista multipel sindrom naevoid basal cell
carcinoma (Gorli syndrome) diturunkan secara
autosomal dominan, manifestasi :
Kulit : multipel naevoid basal cell carcinoma (dpt terjadi
dimana saja, pada usia pubertas)
Mulut : multipel odontogenic keratocyst
Tulang : anomali tulang rusuk, deformitas vertebral,
polidaktil, palatal cleft / lip cleft.
CNS : kalsifikasi falx cerebri, tumor otak.
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Histopatologi :
Dinding kista biasanya tipis dan seringkali terlipat
serta dijajarkan oleh epitel skuamosa berlapis
(dengan ketebalan 5-10 sel)
Lapisan sel basal berbatas tegas dan terdiri dari
sel sel kuboidal atau sel sel palisade kolumnar
Sel sel suprabasal menyerupai sel sel stratum
spinosum pada epitel mulut serta adanya transisi
lapisan ini dan lapisan permukaan yang
berdiferensiasi ke arah produksi keratin
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Odontogenic keratocyst memiliki pola
pertumbuhan yang agresif, menembus tulang
dengan predominan ke arah anteroposterior
Berbeda dengan kista odontogenik lainnya
membesar dengan seimbang ke segala
arah (pola unicentric ballooning)
Pola pembesaran yang unik adanya
perbedaan mekanisme pembesaran kista
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Faktor faktor utama mekanisme
pembesaran odontogenic keratocyst adalah :
Pertumbuhan epitelial aktif, barisan epithelial
keratocyst menunjukkan aktivitas mitotik yang
lebih tinggi daripada kista odontogenik lainnya.
Aktifitas seluler di kapsul jaringan ikat.
Pertumbuhan aktif kapsul terjadi berkaitan
dengan proliferasi epithelium
Produksi faktor - faktor resorpsi tulang, kista ini
mensekresi lebih banyak IL-1 dibandingkan kista
radikular atau dentigenous
Developmental Type -
Odontogenic Keratocyst
Terapi :
Enukleasi dan kuretase
Tipisnya dinding kista sehingga kista ini mudah
sekali ruptur mempersulit terapi enuklasi, sehinga
seringkali terjadi retensi fragmen kista
merupakan salah satu faktor penyebab rekurensi
keratocyst
Prognosis
Prognosis secara keseluruhan baik
Rekurensi 5 62 %
Dentigerous (Follicular) Cyst
Developmental Type -
Definisi :
Suatu kista yang tumbuh dalam dental folikel
normal dan menutupi sebagian/ seluruh mahkota
gigi yang belum erupsi.
Dentigerous Cyst menutupi mahkota gigi
anerupsi dan menempel pada CEJ
INSIDENSI

Insidensi dentigerous cyst bervariasi pada rentang


umur, dan beberapa terdeteksi pada remaja dan
dewasa muda, bahkan prevalensinya meningkat
pada usia 50an.
Kista ini ditemukan dua kali lebih banyak pada pria,
dan dua kali lebih banyak pada mandibula
dibandingkan pada maksila.
Dentigerous (Follicular) Cyst
Developmental Type -
Kista ini pada umumnya melibatkan gigi-gigi
yang impaksi atau terlambat erupsi.
Terjadi pada M3 mandibula
Caninus maksila
M3 Maksila
Premolar mandibula
Dentigerous (Follicular) Cyst
Developmental Type -
Kista ini jarang terdeteksi sampai dia
mengekspansi rahang. Kadang-kadang kista
ini dapat terdeteksi pada pemeriksaan
radiologi rutin.
Tidak ada rasa nyeri, kecuali bila terjadi
infeksi sekunder.
Dentigerous (Follicular) Cyst
Developmental Type -
Secara radiografis, kista dentigerous memberi gambaran unilokular
yang tegas, gambaran radiolusen pada kista ini berhubungan dengan
mahkota gigi yang belum erupsi.

Lateral variety showing a large cyst along the mesial root of the unerupted molar.
Patogenesis
Kista dentigerous tumbuh dan berkembang dari jaringan
folikular, akan tetapi faktor pencetusnya belum diketahui
dan mekanisme pembentukkan kista ini masih belum
jelas.
Terdapat hipotesis yang menyebutkan bahwa kista ini
berkembang akibat dari proliferasi lapisan luar sisa epitel
email, yang biasa terjadi saat erupsi gigi, yang diikuti
oleh kerusakan sel sehingga terbentuk kista.
Ekspansi kista ini lebih progresif pada anak-anak, tapi
jauh lebih lambat pada dewasa.
Developmental Type -
Dentigerous (Follicular) Cyst
Terapi :
Enukleasi + ekstraksi gigi anerupsi
jika gigi yang belum erupsi masih bisa tumbuh
normal (tidak malposisi) maka gigi tersebut
dibiarkan tumbuh pasien mungkin
membutuhkan perawatan ordontogenik
Kista yang besar marsupialisasi
Prognosis : bagus
Developmental Type
Eruption Cyst
Eruption Cyst Located on the alveolar ridge
above an erupting tooth
Tampak seperti pembengkakan yang
fluktuatif pada mukosa alveolar dan kadang-
kadang berwarna kebiruan.
Perdarahan hingga ke rongga kista umum
terjadi sebagai akibat dari trauma.
Developmental Type
Eruption Cyst
Terapi :
Tidak dibutuhkan, karena biasanya kista ruptur
spontan ketika gigi erupsi
Jika erupsi gigi tidak terjadi eksisi sederhana
pada atap kista biasanya mempercepat erupsi
gigi
Prognosis : Bagus
Developmental Type
Lateral Periodontal Cyst
Kista ini merupakan lesi yang jarang,
biasanya terjadi sepanjang permukaan akar
lateral gigi
Kista ini umumnya terjadi di kaninus dan
daerah premolar mandibula pada pasien
setengah baya
Developmental Type
Lateral Periodontal Cyst
Developmental Type
Lateral Periodontal Cyst
Gambaran klinis :
Biasanya asimptomatik
Gambaran radiologis
Adanya gambaran radiolusen berbatas tegas dan
sklerotik lateral dari akar gigi vital
Kista ini dapat memperlihatkan ekspansi,
Kista umumnya berdiameter 1cm
Terkadang kista ini berbentuk multilokuler dan
disebut botryoid karena mirip kumpulan anggur
( botyroid odontogenic cyst)
Developmental Type
Lateral Periodontal Cyst
Developmental Type
Lateral Periodontal Cyst
Developmental Type
Lateral Periodontal Cyst
Developmental Type
Lateral Periodontal Cyst
Terapi :
Enukleasi konservatif (tanpa menimbulkan
kerusakan pada gigi)
Rekurensi jarang terjadi
Prognosis : bagus
Developmental Type
Gingival Cyst
Kista ini umum ditemukan pada neonatus dan
seringkali disebut sebagai Bohn,s nodule atau
Epsteins pearls
Kista gingival jarang didapat pada orang dewasa
Seringkali terjadi pada perempuan dan terdapat
pada daerah interpremolar mandibula
Kebanyakan dari kista ini menghilang secara
spontan pada usia 3 bulan
Developmental Type
Gingival Cyst
Kista ini muncul dari sisa lamina dental yang
berproliferasi membentuk kista kecil
berkeratin
Gambaran klinis :
Pembengkakan seperti kubah, tanpa rasa sakit,
diameter biasanya < 0,5 cm, berwarna bluish
Gambaran histopatologis :
Dibentuk oleh lapisan epithelial datar yang tipis.
Developmental Type
Gingival Cyst
Developmental Type
Gingival Cyst
Developmental Type
Glandular odontogenic cyst
Kista ini merupakan kista yang langka
Sebagian besar terjadi pada bagian anterior
mandibula, dimana kista ini tumbuh lambat
dan tidak sakit
Kista ini bersifat agresif, invasif dan memiliki
kecenderungan rekurensi.
Developmental Type
Glandular odontogenic cyst
Gambaran radiologis :
Tampak gambaran radiolusen unilokuler atau
multilokuler berbatas tegas dan sklerotik
Gambaran histopatologis :
Secara histologis kista ini dibatasi oleh epitel
kolumnar atau kuboid serta sel mukus
Developmental Type
Glandular odontogenic cyst
Developmental Type
Glandular odontogenic cyst
Developmental Type
Glandular odontogenic cyst
Terapi :
Enukleasi atau kuretase
Dikarenakan sifatnya yang agresif dan cenderung
rekuren reseksi en bloc
Rekurensi 30%
Inflamatory Type Radicular
cyst (dental cyst)
kista ini terbentuk dari respon inflamasi pada
nekrosis pulpa yang berawal dari infeksi pada pulpa
akibat suatu karies pada gigi
dibagi menjadi tipe apikal, lateral, dan residual
berdasarkan hubungan anatominya terhadap akar
gigi
Kista radikular apikalis merupakan kista yang paling
sering didapatkan pada rongga mulut dan selalu
berhubungan dengan apex dari gigi non vital.
Inflamatory Type Radicular
cyst (dental cyst)
Pembesaran kista menimbulkan ekspansi
pada tulang alveolar (Bony-hard Expansion)
Terjadi penipisan progresif dan kerusakan
dari korteks tulang oil-can bottoming dan
egg-shell crackling
Inflamatory Type Radicular
cyst (dental cyst)
Kista ini dapat perforasi
pada korteks dan
menimbulkan
pembengkakan submukosa
yang fluktuatif dan kebiru-
biruan.
Pasien dengan kista
radikular jarang merasakan
sakit/ nyeri, kecuali jika ada
eksaserbasi akut yang
secara cepat membentuk
suatu abses.
Inflamatory Type Radicular
cyst (dental cyst)
gambaran radiolusen
bulat atau ovoid pada
area para atau
periapikal yang
kadang-kadang
dikelilingi gambaran
radiopaque.
Inflamatory Type Radicular
cyst (dental cyst)
This is another example
of a radicular cyst as a
result of pulpal
necrosis. Note the large
periapical radiolucency
which is very close to
the nasal cavity.
Patogenesis

Kista radikular berasal dari proliferasi sisa Malassez


di dalam granuloma periapikal kronik, akan tetapi
tidak semua granuloma dapat menjadi kista.
Inflamasi kronik yang persisten berasal dari nekrosis
pulpa, terutama karena endotoksin bakteri.
Lingkungan di dalam granuloma periapikal kronik
ini, kaya akan sitokin termasuk growth factor yang
menstimulasi sisa malassez untuk berproliferasi.
Patogenesis
Terdapat 2 mekanisme pembentukan lapisan
epitel pada kista ini, yaitu :
Degenerasi dan kematian sel-sel sentral
dalam massa epitel yang berproliferasi.
Degenerasi dan liquefactive necrosis
(nekrosis perkijuan) dari jaringan granuloma.
Histopatologis
Secara mikroskopis, kista radikular dibentuk oleh
jaringan ikat kolagen matur. Jaringan ikat kolagen ini
merupakan stroma dari kebanyakan kista yang
ditemukan di rongga mulut.
Sel-sel fibroblast yang merupakan komponen dasar
pembentuk jaringan ikat dapat diidentifikasi/
ditemukan di pada dinding kista dan memberikan
gambaran yang khas berupa nucleus berwarna
gelap (dark staining nuclei) di tengah-tengah
sitoplasma.
Histopatologis
Secara umum gambaran pada dinding kista
memperlihatkan infiltrasi sel-sel radang
dalam berbagai tingkat.
Sel prominent yang terdapat dalam infiltrate
adalah limfosit dengan nucleus yang
berwarna gelap yang hampir menutupi
sitoplasma.
Histopatologis
Kista radikular dibatasi oleh epitel berlapis
gepeng non keratinisasi, disokong oleh
kapsul jaringan fibrosis dari sel-sel radang
kronis.
Histopatologis

These microscopic sections are from the same pariapical cyst. The
one to the left is a low view where Arrow 1 points to hemorrhage
within the cystic cavity and Arrow 2 points to a capillary within the
connective tissue wall. The section to the right is a higher power
view demostrating the stratified squamous epithilial lining of the cyst.
Also note the underlaying connective tissue wall.
Kandungan Kista
Breakdown product dari degenerasi epitel,
sel-sel radang dan komponen jaringan ikat.
Serum protein.
Air dan elektrolit
Kristal Kolesterol
Inflamatory Type Paradental
cyst
Kista tipe ini muncul bersamaan dengan
perokoronitis pada erupsi parsial molar tiga
Hampir seluruhnya terjadi pada mandibula dan
seringkali pada arah bukal
Gambaran radiologis :
kista ini tampak radiolusen berbatas tegas pada leher gigi
atau sepertiga mahkota gigi
Kista ini muncul akibat ekstensi inflamasi yang
menstimulasi perubahan kistik dan proliferasi epitel
enamel yang menutupi bagian mahkota yang belum
erupsi.
Non Odontogenic cyst
Nasopalatine duct cyst
Kista ini merupakan kista non-odontogenik
yang paling umum
Kista ini merupakan lesi developmental yang
muncul dari sisa epithelial duktus
nasopalatinus yang menghubungkan rongga
mulut dan hidung pada embrio
Stimulus perubahan kistik masih belum
diketahui.
Non Odontogenic cyst
Nasopalatine duct cyst
Gambaran Klinis
Kista ini umumnya muncul pada dekade ke-5 dan
ke-6 dari kehidupan dan lebih sering terjadi pada
laki-laki
Pembengkakan yang terus membesar perlahan
pada daerah anterior palatum, dapat disertai rasa
sakit dan drainase
Gambaran radiologis
Nampak gambaran radiolusen bulat, oval, atau
bentuk hati dengan batas sklerotik
Non Odontogenic cyst
Nasopalatine duct cyst
Non Odontogenic cyst
Nasopalatine duct cyst
Non Odontogenic cyst
Nasopalatine duct cyst
Gambaran Histopatologis :
Kista ini dapat dibatasi oleh berbagai macam tipe
epithelium
Seringkali ditemukan epitel squamous berlapis,
epitel kolumnar bersiliia dengan sel mukus, epitel
kuboidal atau epitel kolumnar atau kombinasi dari
semuanya
Epitel didukung oleh kapsul jaringan ikat yang
biasanya mengalami neovaskularisasi
Non Odontogenic cyst
Nasopalatine duct cyst
Non Odontogenic cyst
Nasopalatine duct cyst
Non Odontogenic cyst
Nasopalatine duct cyst
Terapi :
Enukleasi
Biopsi disarankan, karena lesi tidak diagnostik
secara radiologis banyak lesi lainnya yang
menyerupai nasopalatine duct cyst
Rekurensi jarang
Prognosa baik
Non Odontogenic cyst
Nasolabial cyst
Kista nasolabial merupakan lesi yang langka
yang muncul pada jaringan lunak dari bibir
atas tepat dibawah alae hidung
Etiologi dari kista ini masih belum jelas
namun diperkirakan berasal dari sisa duktus
nasolakrimal embrionik.
Mayoritas kista ini terjadi pada dekade ke-4
dan 75% terjadi pada wanita
Non Odontogenic cyst
Nasolabial cyst
Gambaran klinis :
Tampak sebagai pembengkakan jaringan lunak
yang berjalan lambat pada lipatan nasolabial
Rasa sakit jarang terjadi kecuali ada infeksi
sekunder
Kista ini dapat muncul bilateral
Gambaran histopatologis
Kista ini biasanya dibatasi oleh epitel kolumnar
pseudostratified namun epitel skuamous berlapis,
sel mukus, dan sel sel bersilia juga dapat
ditemukan
Non Odontogenic cyst
Nasolabial cyst
Non Odontogenic cyst
Nasolabial cyst
Non Odontogenic cyst
Nasolabial cyst
Terapi :
Eksisi kista melalui pendekaan intra oral
Rekurensi jarang terjadi
Prognosis bagus
Non Odontogenic cyst
Median Cyst
Status dari kista median yang langka dan
terjadi pada palatum atau mandibula masih
belum jelas
Beberapa kista median di palatum mungkin
menggambarkan disposisi kista duktus
nasopalatinus
Kemungkinan besar kista median mandibula
memiliki asal odontogenik.
Non Odontogenic cyst
Median Cyst
Non Odontogenic cyst
Median Cyst
Gambaran klinis
Biasanya asimptomatik, rasa sakit jarang terjadi
Terapi
Enukleasi
Rekurensi biasanya tidak terjadi
Prognosis baik
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Solitary bone cyst
Merupakan ruang yang kosong atau
mengandung cairan pada tulang tanpa
dilapisi lapisan epithelial dan bersifat jinak
Umumnya terjadi pada anak anak dan
dewasa muda dengan puncak insidensi pada
dekade ke-2
Kista ini seringkali muncul pada daerah
premolar dan molar mandibula, jarang pada
maksilla
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Solitary bone cyst
Etiologi :
Trauma hematoma tidak mengalami
perbaikan defek kistik (teori trauma
hemorrhage)
Gambaran klinis
Riwayat trauma (+)
Biasanya asimptomatik, tapi dapat juga
ditemukan rasa sakit dan parestesia
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Solitary bone cyst
Gambaran radiologis
Tampak sebagai gambaran radiolusen dengan
ukuran yang bervariasi dan irreguler
Scalloping merupakan gambaran prominen,
terutama di sekitar akar gigi.
Batas dari lesi ini biasanya tegas
Gambaran histopatologis
Dinding kista ini biasanya terdiri atas jaringan ikat
fibrosa vaskular tanpa lapisan epithelial
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Solitary bone cyst
Non Odontogenic cyst
Solitary bone cyst
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Solitary bone cyst
Terapi
Ekplorasi melalui pembedahan dilakukan untuk
memastikan diagnosa klinis
Terjadi penyembuhan yang cepat setelah
eksplorasi bedah, namun walaupun tanpa
pembedahan biasanya kista akan tertutup seiring
waktu
Rekurensi jarang terjadi
Prognosa bagus
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Aneurysmal bone cyst
Merupakan ruang intra-osseus berisi darah
dengan ukuran yang bervariasi yang
dikelilingi oleh jaringan ikat fibrosa
Kista ini dapat muncul sebagai lesi primer
atau lesi sekunder karena kelainan tulang
Sebagian besar kasus kista aneurisma
primer terjadi di mandibula, biasanya pada
bagian posterior korpus mandibula atau
angulus mandibula dan terjadi pada anak
anak atau dewasa muda
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Aneurysmal bone cyst
Patogenesis belum jelas, diduga adanya
gangguan hemodinamik pada tulang medular
Gambaran Klinis
Kista ini tampak sebagai pembengkakan dengan
batas tegas yang menyebabkan deformitas facial
dan mungkin terasa sakit
Gambaran radiologis
Menunjukkan gambaran radiolusen unilokuler
atau multilokuler dengan tampilan ballooned-out
dikarenakan adanya ekspansi
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Aneurysmal bone cyst
Gambaran histopatologis :
Lesi terdiri dari ruangan ruangan berisi darah
dengan ukuran yang bervariasi, tanpa dibatasi
jaringan endothelial, dan dipisahkan oleh jaringan
fibrous
Kista tulang aneurismal sekunder pada rahang
banyak berkaitan dengan lesi fibro-osseus dan
granuloma central giant cell
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Aneurysmal bone cyst
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Aneurysmal bone cyst
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Aneurysmal bone cyst
Terapi
Kuretase atau enukleasi
Terkadang disuplementasi dengan cryosurgery
Radiotherapy Kontaindikasi
Rekurensi 8 60%
Prognosis jangka panjang baik
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Stafnes idiopathic bone cavity
Pada tahun 1942 Stafne menemukan seri
gambaran radiolusen berlokasi dekat angulus
mandibula
Merupakan anomali developmental
mandibula yang langka dan dapat disalah
artikan sebagai kista pada radiografi
Umumnya anomali ini terjadi bilateral
Gambaran klinis :
Asimptomatis
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Stafnes idiopathic bone cavity
Gambaran radiologis :
Adanya gambaran radiolusen bulat atau oval
dengan batas tegas antara daerah premolar dan
angulus rahang
Tampilan radiografis ini dikarenakan depresi atau
konkatifitas dengan kedalaman yang bervariasi
pada bagian lingual mandibula, yang pada
kebanyakan kasus berisi jaringan salivasi ektopik
yang merupakan kelanjutan kelenjar ludah
submandibular
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Stafnes idiopathic bone cavity
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Stafnes idiopathic bone cavity
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Stafnes idiopathic bone cavity
Kista nonepitel (Pseudocyst)
Stafnes idiopathic bone cavity
Terapi :
Tidak dibutuhkan terapi
Mungkin dibutuhkan biopsi untuk menegakkan
diagnosa
Prognosis bagus
Kista Jaringan Lunak
Ranula
Ranula merupakan istilah klinis yang
digunakan untuk menggambarkan
pembengkakan dasar mulut yang
menyerupai perut katak
Ranula bukan merupakan dianosis patologis
Biasanya ranula dapat menyebar melalui otot
mylohyoid dan muncul di daerah
submandibular atau leher, secara klinis
disebut plunging ranula
Kista Jaringan Lunak
Ranula
Gambaran klinis
Adanya pembengkakan berwarna biru, berbentuk
kubah pada dasar mulut
Dapat membesar hingga memenuhi dasar mulut
dan lidah menjadi terangkat.
Gambaran histopatologis
Mirip dengan mucocele
Kista berisi musin dikelilingi oleh jaringan
granulasi
Kista Jaringan Lunak
Ranula
Kista Jaringan Lunak
Ranula
Kista Jaringan Lunak
Ranula
Terapi
Eksisi glandula sublingual
Marsupialisasi
Jika kelenjar masih tersisa sering terjadi rekurensi
Prognosis : baik
Kista Jaringan Lunak
Dermoid & Epidermoid cyst
Kista dermoid merupakan lesi developmental
yang terjadi pada daerah yang bervariasi di
kepala dan leher termasuk lantai mulut
Kista ini nampak sebagai pembengkakan
intraoral atau submental
Kista ini diduga muncul sebagai hasil dari fusi
yang buruk dari arkus mandibular dan hyoid
Kista Jaringan Lunak
Dermoid & Epidermoid cyst
Kista epidermoid yang terjadi pada jaringan
lunak lainnya di mulut seringkali merupakan
lesi yang didapat bukan developmental.
Biasanya muncul akibat implantasi epithelium
ke jaringan yang lebih dalam akibat trauma,
dengan ekspansi dan perubahan kistik
Kista Jaringan Lunak
Dermoid & Epidermoid cyst
Gambaran histopatologis :
Kista ini dibatasi oleh lapisan epitel squamous
berlapis berkeratin melambangkan epidermis
Lumen kista ini mengandung debris keratinous
Disebut dermoid pada dinding kista harus
ditemukan komponen kulit seperti folikel rambut,
kelenjar keringat dan sebasea, dan muskulus
erektor pili
Tanpa adanya komponen kulit kista ini disebut
kista epidermoid
Kista Jaringan Lunak
Dermoid & Epidermoid cyst
Kista Jaringan Lunak
Dermoid & Epidermoid cyst
Kista Jaringan Lunak
Lymphoepithelial cyst
Istilah kista lymphoepithelial kini digunakan untuk
menggambarkan lesi yang dulunya diklasifikasikan
sebagai kista branchial
Mayoritas kista ini terjadi pada sternomastoid atau
sepanjang batas anterior pada tingkat angulus
mandibula
Kista ini diduga berasal dari sisa arkus branchialis
atau kantung pharyngeal, namun kemungkinan
besar kista ini berasal dari epitel kelenjar ludah yang
terjebak oleh jaringan lymphoid.
Kista Jaringan Lunak
Lymphoepithelial cyst
Gambaran histologis :
Kista ini dibatasi oleh epitel squamous berlapis
dan dindingnya mengandung jaringan lymphoid
Terapi :
Kista dihilangkan dengan pemebedahan
Prognosis baik
Kista Jaringan Lunak
Thyroglossal Cyst
Kista ini merupakan lesi developmental yang
berasal dari residu duktus thyroglossal
Kista ini umumnya muncul pada daerah
tulang hyoid
Kista intra-oral pada garis tengah lidah atau
lantai mulut sangatlah langka
Kista Jaringan Lunak
Thyroglossal Cyst
Terapi :
Prosedur Sistrunk kista diambil beserta
segmen tengah tulang hyoid dan jaringan otot
sepanjang traktus thyroglossal
Rekurensi < 10% (dengan prosedur Sistrunk)
Komplikasi munculnya karsinoma (sangat
jarang, < 1 %)
Prognosis : Baik