Anda di halaman 1dari 8

Firdha S Afdal

821415068
Anti diare

Diare adalah frekuensi dan likuiditas buang air besar


(BAB) yang abnormal sehingga penderita dapat
mengalami kehilangan cairan dan elektrolit secara
berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau
lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer
atau cair. (Sukandar, dkk, 2010),
Diare secara klinik dapat dikelompokkan
, yaitu:
Secretory diarrhea, terjadi ketika senyawa yang strukturnya mirip
meningkatkan sekresi atau menurunkan absorpsi air dan elektrolit
dalam jumlah besar.
Osmotic diarrhea, disebabkan oleh absorpsi zat-zat yang
mempertahankan cairan intestinal.
Exudative diarrhea, disebabkan oleh penyakit infeksi saluran
pencernaan yang mengeluarkan mukus, protein atau darah ke
dalam saluran pencernaan.
Motilitas usus dapat berubah dengan mengurangi waktu kontak di
usus halus, pengosongan usus besar yang prematur dan
penumbuhan bakteri yang berlebihan.(Sukandar, dkk, 2010).
Prinsip pengobatan diare adalah:
Mencegah pengeluaran air berlebihan,
elektrolit dan gangguan asam basa
Menyembuhkan gejala
Mengatur gangguan sekunder penyebab diare
(Sukandar, dkk, 2010)
Berdasarkan khasiat farmakologisnya obat-
obat antidiare dapat pula dibagi dalam 5
golongan besar, yaitu :
1. obat-obat adsorben,
2. obat-obat antisekretorik,
3. obat-obat antimotilitas (antiperistaltik),
4. obat-obat antikolinergik,
5. obat-obat antimikroba.
Obat-obat pencahar
Laksansia sat atau obat yg dapat mmpercepat
peristaltik dlm usus sbg reflek mempermudah
a/ menyebabkan BAB
Daya kerjanya merangsang saraf otonom
parasimpatik untuk mendorong feses keluar
yang dapat menyebabkan
konstipasi :
kurang minum
Terlalu sedikit memakan makanan
yang mengandung serat. Serat dpt
mmperbesar isi usus sehingga
berfungsi merasang terjadinya
defekasi.
Ketegangan emosi seperti : cemas,
stress,
Efek samping dari obat-obat :
antibiotik, anti diare,obat-obat
atropin
Penggolongan obat pencahar

Menurut intensitas dari efeknya bekerja


secara lunak, brdasarkan cpt atau lambat
krjnya di bedakan menjadi :
laksansia(kerjanya lambat),
katartika,
furgatifa,
derastika (kerjanya lebih kuat)