Anda di halaman 1dari 17

ESTERIFIKASI

Pengertian
Esterifikasi atau reaksi pembentukan ester
dimana yang direaksikan adalah asam
dengan alkohol dan digunakan katalis
berupa asam.

(E. Fisher)
Zat-zat yang dapat bereaksi dalam esterifikasi dapat
dikelompokkan menjadi :
1. Alkohol dengan asam organik.
2. Alkohol dengan turunan asam organik (ester, anhidrida asam,
klorida asam, amida, dan nitril).
3. Alkohol dan senyawa anorganik.
4. Adisi senyawa jenuh dan tidak jenuh.
Alkohol dengan asam organik
Contoh reaksinya :
Alkohol dengan turunan asam organik
1. Asidolisis

2. Inesterifikasi
4. Transesterifikasi

5. Anhidrida asam

6. Klorida Asam

7. Amida
Pembuatan Biodiesel
Biodiesel yang berasal dari minyak dedak padi merupakan
salah satu alternatif bahan bakar pengganti sumber minyak
diesel, dimana pembuatannya menggunakan reaksi
esterifikasi.
Pembuatan biodiesel ini dilakukan dengan proses
esterifikasi dan transesterifikasi, dimana yang direaksikan
dengan alkohol adalah asam lemak bebas(minyak dedak
padi) dan menggunakan katalis misalnya HCl dan H2SO4
(esterifikasi) serta NaOH (transesterifikasi).
Rangkaian alat untuk
esterifikasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
jumlah produk yang dihasilkan
1. Waktu
Semakin lama waktu reaksi maka kemungkinan kontak antar zat akan
semakin besar sehinnga akan menghasilkan produk yang banyak.
Namun, bila kesetimbangan telah terjadi, maka bertambahnya waktu
tidak akan berpengaruh terhadap hasil.
Hal ini disebabkan karena reaksi esterifikasi merupakan reaksi yang

reversibel, sehingga bila kesetimbangan telah terjadi maka reaksi

akan bergeser ke kiri dan akan memperkecil produk yang diperoleh.


2. Suhu

Semakin tinggi suhu yang digunakan maka produk yang dihasilkan

akan semakin banyak.

Hal ini disebabkan karena naiknya suhu akan membuat tumbukan

antar pertikel menjadi semakin besar, sehingga reaksi akan berjalan

cepat dan konstanta reaksinya semakin besar.


Reaksi yang berlangsung merupakan reaksi endotermis, sehingga

peningkatan suhu akan dapat memperbesar produk. (Dogra, 1990).

Pernyataan ini juga sesuai dengan persamaan Arhenius dimana

semakin besar suhu maka konstanta akan semakin besar.

k = A exp (-Ea/RT)
3. Katalis

Semakin besar konsentrasi katalis yang digunakan maka produk yang


terbentuk akan semakin banyak, karena laju reaksi akan berjalan cepat.

Dalam pembuatan biodiesel ini, semakin besar konsentrasi NaOH pada


proses transesterifikasi, maka semakin banyak terbentuk biodiesel.
Namun pada konsentrasi yang terlalu besar, biodiesel yang dihasilkan
akan konstan, hal ini disebabkan karena adanya sabun yang terbentuk
pada reaksi tersebut, dimana sabun tersebut dapat menghalangi
terbentuknya metil ester atau biodiesel tersebut.
TERIMA KASIH