Anda di halaman 1dari 33

K E L O M P O K

Hubungan Internasional
Dan
Organisasi Internasional
Kelompok 3
1. Agustina Sherliyani

2. Ayu Lismani

3. Fharamudia Ulfa

4. Karina Indah Sari

5. Mia Audina

6. Mutia Istiqomah

7. Siti Maemunah
Peta Konsep
Bab 4. Hubungan Internasional Dan
Organisasi Internasional

Hubungan Perjanjian Hubungan Menghargai Kerja


Internasional Internasional Konsuler Sama dan Perjanjian
Internasional

Politik Luar Perwakilan Peranan Organisasi


Negeri Diplomatik Internasional
1. Pengertian Hubungan Internasional
Hubungan Internasional adalah suatu proses yang pada taraf tertentu melintasi
yurisdiksi nasional .
Komponen komponen yang harus ada dalam hubungan internasional adalah
:

a) Politik internasional ( international politics )


b) Studi tentang peristiwa internasional ( the study of foreign affair )
c) Hukum internasional ( international law )
d) Organisasi dan administrasi internasional ( international organizatio of
adminstrasi )
2. Pentingnya Kerja Sama Internasional
Kerja sama atau hubungan internasional memiliki arti penting dalam
kehidupan negara negara di percaturan didunia sebagai berikut .

a. Setiap negara tidak dapat hidup sendiri didunia, tanpa kerja sama
dengan negara lain .
b. Pada dasarnya ada saling ketergantungan antara negara satu dengan
lainnya.
c. Bahwa di era globalisasi negara yang tidak kerja sama dengan negara
lain akan ketinggalan bahkan akan dikucilkan.
d. Setiap negara memiliki sumber daya alam yang berbeda dengan
kebutuhan berbeda pula.
e. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi di tiap negara.
f. Menciptakan saling pengertian antarbangsa
Beberapa pengertian menurut para ahli :

1. Charles A. MC. Clelland, hubungan internasional adalah studi tentang


keadaan-keadaan relevan yang mengelilingi interaksi

2. Warsito Sunaryo, hubungan internasional, merupakan studi tentang interaksi


antara jenis kesatuan-kesatuan sosial tertentu (negara, bangsa maupun organisasi
negara sepanjang hubungan bersifat internasional), termasuk studi tentang
keadaan relevan yang mengelilingi interaksi

3. Tygve Nathiessen, hubungan internasional mrp bagian dari ilmu politik dan
karena itu komponen-komponen hubungan internasional meliputi politik
internasional, organisasi dan administrsi internasional dan hukum
internasionalcvv
B. P olitik Luar Negeri Indonesia

1. Pengertian 3. Latar 4. Faktor yang


2. Pengertian Belakang Politik Memengaruhi
Politik Luar
Bebas Aktif Luar Negeri Kebijakan Luar
Negeri .
Indonesia. Negeri.

5. Landasan 6. Tujuan Politik 7. Arah Kebijakan


Politik Luar Luar Negeri Hubungan Luar
Negeri Indonesia Indonesia Negeri Indonesia
1. Pengertian Politik Luar Negeri
Politik luar negeri merupakan cabang dari politik internasional . Politik internasional
sebagai sistem aksi, reaksi, dan interaksi antara kalangan kesatuan politik yang dikenal
sebagai negara , sedangkan politik luar negeri sebagai skema atau pola dari cara dan
tujuan secara terbuka dan tersembunyi dalam aksi negara tertentu atau kelompok
negara tertentu.
Politik luar negeri suatu negara adalah hubungan luar negeri , sedangkan diplomasi
adalah proses lewat mana kebijakan dilakukan.
Menurut pada pasal 1 UU No. 37 Tahun 1999, dapatlah disimpulkan bahwa
padaprinsipnya politik luar negeri adalah merupakan kebijakan, sikap dan langkah
yang diambil pemerintah dalam melakukan hubungan dengan negara lain, organisasi
internasional dan subjek hukum internasional guna mecapai tujuan nasional.
Sejak mulai adanya Propenas 1999 2004 ataupun saat ini adanya Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004 2009 istilah bebas aktif sebagai sifat
politik luar negeri Indonesia tidak lagi dikemukakan secara formal dalam pernyataan
resmi pemerintah.
2. Pengertian Bebas Aktif .
Kata, Bebas diartikan sebagai tidak memihak . Sedangkan kata, Aktif diartikan
sebagai tidak diam . Istilah bebas dan aktif selalu dihubungkan dengan pernyataan resmi
pemerintah dalam hubungannya dengan negara lain atau disebut sebagai sifat politik luar
negeri Republik Indonesia, sebagai contoh tercantum dalam ketetapan MPRS No.
XII/MPRS/1966 tanggal 5 Juli 1966 bahwa sifat politik luar negeri adak\lah bebas aktif dan
mengabdi kepada kepentingan nasional.
Melihat contoh yang ada maka corak bebas aktif dalam politik luar negeri Indonesia
adalah sebagai berikut.
a. Bebas dalam arti berikut ini.
1. Indonesia tidak memihak pada kekuatan kekuatan yang pada dasarnya tidak
sesuai dengan kepribadian bangsa indonesia sebagaimana dicerminkan dalam
pancasila .
2. Pertama tama kebebasan Indonesia sebagai akibat dari kemerdekaan dan
kedaulatan, dan kebebasan itu harus diabdikan kepada tujuan yang terkandung
dalam ideologi dan UUD negara kita.
3. Bebas tidak berarti kebebasan untuk menentukan sikap apapun, akan tetapi sikap
yang didasarkan atas ideologi Pancasila ataupun UUD 1945.
b. Aktif dalam arti berikut ini.
bahwa di dalam menjalankan kebijaksanaan luar negerinya, Indonesia tidak bersifat
pasifreaktif atas kejadian internasional, melainkan bersikap aktif sesuai komitmennya.
3. Latar Belakang Politik Luar Negeri Indonesia

Berakhirnya Perang Dunia II membawa perubahan yang mendasar dalam situasi


kehidupan Internasional. Perubahan perubahan yang tampak adalah berahlinya pusat
kekuatan dunia kepada negara Amerika dan Uni Soviet , serta meledaknya semangat
nasionalisme dan antikolonialisme yang dicetuskan oleh bangsa bangsa di Asia dan
Afrika.

4. Faktor yang Memengaruhi Kebijakan Luar Negeri


Menurut Clymer Rodee, faktor yang memengaruhi perumusan kebijaksanaan politik luar
negeri adalah sebagai berikut.
a. Secara geografis, Indonesia negara kepulauan.
b. Sejarah perjuangan bangsa menunjukkan kepada kita bahwa bangsa Indonesia telah
berabad abad dijajah oleh bangsa asing.
c. Jumlah penduduk, yang besar dalam hubungannya dengan politik luar negeri bisa jadi
kekuatan asal dalam kondisi yang optimis.
d. Kekayaan alam dapat memberikan kekuatan bagi pembangunan apabila inventasisasi
dan dimanfaatkan secara efektif, terutama faktor agraris, pertanian, perternakan, dan
kehutanan karena tidak mustahil pada suatu indonesia dapat memainkan peranana
yang besar dalam menanggulangi krisis pangan dunia.
e. TNI merupakan bagian yang penting dari konsep ketahanan nasional.
f. Situasi internasional dalam dunia internasional saat ini ada kesenjangan yang besar .
g. Kualitas diplomasi sebenarnya terletak pada persoalan bagaimana memilih dan
mendidik para diplomatik agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif.
5. Landasan Politik Luar Negeri Indonesia
Ada beberapa hal penting yang secara materil ataupun secara format yuridis menjadi
landasan bagi politik luar negeri Indonesia .
a. Landasan idiil adalah pancasila.
b. Landasan konstitusional adalah pembukaan UUD 1945 alenia I dan IV dan pasal 13 .
c. Landasan operasional .
6. Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia
Mohammad Hatta merumuskan tujuan negara kita sebagai berikut .
a) Mempertahankan kemerdekaan bangssa dan menjaga keselamatan negara
b) Memperoleh barang barang yang diperlukan dari luar untuk memperbesar
kemakmuran rakyat apabila barang barang itu tidak atau belum dapat dihasilkan
sendiri.
c) Meningkatkan perdamaian internasional karena hanya dalam keadaan damai
Indonesia dapat membangun dan memperoleh syarat syarat yang diperlukan untuk
memperbesar kemakmuran rakyatnya .
d) meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksanaan cita cita yang
tersimpul dalam pancasila, dasar dan falsafah negara kita.
7. Arah kebijakan Hubungan Luar Negeri Indonesia
Arah kebijakan ini dinyatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional tahun 2004 2009 khususnya tentang arah kebijakan pemantapan politik lua
negeri dan peningkatan kerja sama internasional yang dijabarkan dalam .
1) Program pemantapan politik luar negeri dan optimalisasi diplomasi Indonesia.
2) Program peningkatan kerja sama internasional
3) Program penegasan komitmen perdamaian dunia.
C. Perjanjian Internasional

1. Pengertian 2. Nama 3. Klasifikasi 4. Tahap tahan


Umum Nama dan perjanjian pembuatan perjanjian
Perjanjian Istilah internasional internasional

5. Persyaratan 6. Berlakunya 7. Akibat akibat


perjanjian internasional perjanjian

8. Penyebab batalnya 10. Praktik pembuatan


9. Berakhirnya
perjanjian dan ratifikasi perjanjian
perjanjian internasional
internasional internasional Indonesia
1. Pengertian Umum Perjanjian
Beberapa pengertian umum perjanjian adalah sebagai
a. Pasal 2 konvensi wina 1969 menyebitkan bahwa perjanjian internasional ( treaties ) adalah
suatu persetujuan yang dibuat antara negara dalam bentuk tertulis, dan diatur oleh hukum
internasional, apakah dalam instrumen tunggal atau lebih instrumen yang berkaitan dan
apapun nama yang diberikan padanya.
b. Prof. Dr. Muchtar Kusumaatmadja, S.H. menyebutkan bahwa perjanjian internasional adalah
perjanjian yang diadakan antara bangsa-bangsa dan bertujuan untuk mengakibatkan akibat-
akibat hukum tertentu.
c. Paasl 1 UU No. 24 tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional menyebutkan bahwa
perjanjian internasiona adalah perjanjian, dalam bentuk dan nama tertentu yang diatur dalam
hukum internasional yang dibuat secara tertulis serta menimbulkan hak dan kewajiban dan di
bibidang hukum politik .

2. Nama nama dan istilah


Praktik pembuatan perjanjian diantara negara negara selama ini melahirkan berbagai
dalam perjanjian internasional .
a. Treaties ( perjanjian Internasional/traktat )
Istilah ini dapat digunakan untuk pengertian umum dan khusus.
b. Convention ( Konvensi )
Istilah ini dipergunakan untuk memeberi nama suatu catatan dari persetujuan mengenai
hal-hal penting, tetapi yang tidak bersifat politik tinggi .
c. Agreement ( persetujuan )
Secara khusus digunakan untuk menyebut kontrak antarpemerintah mengenai
hal hal yang relatif tidak penting atau tidak permanen dan bersifat teknis .
d. Charter ( piagam )
Istilah ini umumnya dipergunakan untuk perangkat internasional seperti dalam
pembentukan suatu organisasi internasional.
e. Protocol ( protokol )
Nama ini kadang kadang dipergunakan untuk menunjuk suatu ikhtiar suatu
perundingan pembuatan perjanjian internasional.
f. Declaration ( Deklarasi )
Istilah deklarasi yang sebenarnya dipergunakan untuk menyebut perjanjian
internasional yang sebenarnya .
g. Final Act
Pada umumnya istilah act digunakan untuk menyebut konvensi multilateral
yang menutup suatu bidang antarnegara mengenai masalah masalah yang
penting.
h. Modus Vivendi
Modus vivendi merupakan perjanjian yang bersifat sementara dengan maksud
akan diganti perarturan yang permanen dan lebih terperinci.
i. Proses Verbal
Proses verbal dipakai untuk menyebut ringkasan jalannya dan penutup
konferensi diplomatik.
j. Pertukaran Nota ( Exchange of Notes )
Pertukaran nota dipergunakan utnuk menyebut suatu catatan persetujuan rutin
yang merupakan metoda informal bagi negara untuk ikut serta dalam suatu
understanding , atau untuk mengakui kewajiban-kewajiban tertentuyang mengikat
mereka.
3. Klasifikasi Perjanjian Internasional

Ada beberapa kriteria yang dapat dipakai untuk mengklasifikasi perjanjian


internasional, antara lain sebagai berikut .
a. Perjanjian internasional menurut jumlah pesertanya
b. Perjanjian internasional menurut subjek yang mengadakan perjanjian
c. Perjanjian internasional menurut corak atau bentuk perjanjian
d. Perjanjian internasional menurut isinya
e. Perjanjian internasional menurut kaidah hukum yang dilahirkannya
f. Perjanjian internasional menurut prosedur atau tahap pembentuknya
g. Perjanjian internasional menurut sifat pelaksanaan perjanjian
4. Tahap Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional
Tahap perjanjian internasional adalah sebagai berikut.
a. Tahap Perundingan ( Negotiation )
b. Tahap Penandatangan ( Signature )
c. Tahap Pengesahan ( Ratification )
5. Persyaratan ( Reservations )

Mahkamah Internasional dalam pendapatnya yang dikeluarkan tanggal 28 Mei 1951


mengakui praktik persyaratan dengan memberikan pembatasan rangkap, yaitu sebagai
berikut.
a. Persyaratan tidak boleh bertentangan dengan maksud dan tujuan perjanjian.
b. Negara yang menyatakan keberatan terhadap persyaratan yang diajukan oleh
negara lain, dapaat menganggap dirinya tidak terikat dalam perjanjian negara
tersebut .
Pasal 19 Konvensi Wina menyatakan bahwa suatu negara ketika mendatangani,
meratifikasi, menerima atau aksesi dapat mengajukan persyaratan terhadap suatu
perjanjian, kecuali apabila
a. Persyaratan tersebut dilarang oleh perjanjian
b. Persyaratan tersebut dimana tidak termasuk persyaratan yang dilarang
c. Persyaratan tersebut tidak sesuai dengan maksud dan tujuan perjanjian.
E . HUBUNGAN KONSULER
Hubungan konsuler merupakan suatu hubungan internasional yang sudah ada sejak zaman
YUNANI,

Pasal 2 ayat (1) Konvensi Wina menyatakan pembukaan hubungan konsuler dilakukan atas
dasar kesepatan

Komisi Konsuler adalah dokumen yang berisi pemberian kuasas ecara tertulis untuk
melaksanakan tugas konsuler ,
Yang di keluarkan oleh negara pengirim

Hubungan konsuler ada beberapa tahap :


1 . Pembukaan Hubungan Konsuler
2 . Prosedur Pengangkatan dan Penerimaan Konsul
3 . Tingkat Perwakilan Konsuler
4 . Hak-Hak Istimewa dan Kekebalan Konsuler
5 . Berakhir Fungsi Konsul

Fungsi konsul berakhir karena hal berikut


A. Atas permintaan oleh negara pengirim kepada negara penerima bahwa fungsi-fungsinya
sudah habis
B. Atas penarikan eksequatur
C. Atas pemberitahuan oleh negara penerima kepada negara pengirim bahwa negara penerima
telah mengakhiri untuk menganggapnya sebagai anggota kantor konsuler
D.Perwakilan Diplomatik
1.Diplomatik
Dengan mengunakan diplomasi maka kepentingan
nasional satu bangsa dapat diperkenalkan kepada bangsa
Atau negara lain.

2.Kegiatan diplomasi meliputi hal-hal berikit.


a. Penentuan tujuan dengan mempergunakan semua
Daya dan tenaga untuk mencapai tujuan tersebut
b. Penyusuain kepentingan dari bangsa lain dengan kepentingan nasional sesuai dengan daya
dan tenaga yg ada.
c. Penentuan apakah tujuan nasional sejalan ataukah berbeda dengan kepentingan negara lain.
e. Miilaksanakn melalui dua lembaga.

Adapun asa asas hukum internasional tersebut antara lain.


a. Reciprocity maksudnya hubungan internasional dibentuk berdasarkan prinsip prinsip balik
diantara pihak pihak
b. Courtesy maksudnya hubungan internasional dibentuk berdasarkan prinsip saling
menghormati di antara para pihak.
c. Equality maksudnya hubungan internasional diadakan atas prinsip persamaan derajat.
d. Pacta sunt servanda maksudnya dalam perjanjian interenasional para peserta harus
menghormati dan melakukan isi perjanjian dengan penuh tanggung jawab .
Menurut konferensi Wina tahun 1815 ,disepakati ada tingkat tiga perwakilan.
Yaitu

1. Duta besar (ambasador),duta paus atau nuncio;


2. Duta berkuasa penuh(minister plenipotentiary);
3. Kuasa usaha (charge daffaires);

Dalam praktik diplomatik sehari hari klasifikasi pejabat diplomatik dikenal


dengan gelar/kepangkaran yang urutannya sebagai berikut.
a. Duta besar
b. Minister
c. Minister councelor.
d. Councelor.
e. Sekretaris pertama.
f. Sekretaris kedua.
g. Sekretaris ketiga.
h. Atase

Pasal 3 konvensi wina tahun 1961 fungsi fungsi misi perwakilan diplomatik
sebagai berikut .
a) Representative
b) Protection
c) negotiating
* HAK HAK ISTIMEWA DAN KEKEBALAN PERWAKILAN
Dasar dasar pemberian hak istimewa dan kekebalan berdasarkan tiga teori
Yaitu :
A . Teori Eksteritorialitet
B . Teori Representatif
C . Teori Kebutuhan Fungsional
* Hak Hak istimewa dan kekebalan diplomatik , antara lain sebagai berikut
-Kekebalan pribadi
-Kekebalan di bidang perdata
-Kekebalan di bidang pajak
-Kekebalan atas tempat tinggal di perwakilan negara asing
-Kekebalan transportasi dan harta benda
-Kekebalan surat menyurat
-Kekebalan bagi staf perwakilan
* Hak-hak istimewa dan kekebalan perwakilan antara lain sebagai berikut
A . Perlindungan terhadap gedung gedung perwakilan
B . Kebebasan komunikasi
C . Kebebasan bergerak
* Ada kategori lainnya yang dapat menyebabkan berakhirnya fungsi
perwakilan diplomatik . Yaitu
A . Putusnya hubungan diplomatik kedua negara
B . Hilangnya negara pengirim atau negara penerima
C) Reporting
D) Relation

Menurut Felthan (1980:22-23) untuk menjadi diplomatik seseorang harus memiliki


syarat berikut.
a) Memiliki pengetahuan.
b) Memiliki keterampilan
c) Memiliki kualitas khusus
E . HUBUNGAN KONSULER

Hubungan konsuler merupakan suatu hubungan internasional


Yang sudah ada sejak zaman YUNANI,

Pasal 2 ayat (1) Konvensi Wina menyatakan pembukaan hubungan konsuler dilakukan atas dasar kesepatan

Komisi Konsuler adalah dokumen yang berisi pemberian kuasa


Secara tertulis untuk melaksanakan tugas konsuler ,
Yang di keluarkan oleh negara pengirim

Hubungan konsuler ada beberapa tahap :


1 . Pembukaan Hubungan Konsuler
2 . Prosedur Pengangkatan dan Penerimaan Konsul
3 . Tingkat Perwakilan Konsuler
4 . Hak-Hak Istimewa dan Kekebalan Konsuler
5 . Berakhir Fungsi Konsul

Fungsi konsul berakhir karena hal berikut


A . Atas permintaan oleh negara pengirim kepada negara penerima bahwa fungsi-fungsinya sudah habis
B . Atas penarikan eksequatur
C . Atas pemberitahuan oleh negara penerima kepada negara pengirim bahwa negara penerima telah
mengakhiri untuk menganggapnya sebagai anggota kantor konsuler
SEKRETARIAT

DEWAN
DEWAN EKONOMI &
PERWALIAN SOSIAL (DES)
SIDANG
UMUM
(SU)

DEWAN MAHKAMAH
KEAMANAN PENGADILAN
(DK) INTERNASIONA
L(MPI)

* Hubungan Biasa Secara Teratur


*Di Bicarakan Dahulu di DK lalu ke SU untuk memberi Instruksi
untuk mengurus sesuatu
*Keputusan MPI Lepas Dari Pendapat DK dan SU
Peranan Organisasi Internasional

Dalam Organisasi internasional setidaknnya mencakup adanya


unsur-unsur Sebagai berikut :

a.Kerjasama yang ruang lingkupnya melewati batas negara


b.Mencapai tujuan-tujuan yang di sepakati bersama
c.Struktur organisasi yang jelas dan lengkap
d.Baik antar pemerintah dan non pemerintah

II . Klasifikasi Lembaga/oganisasi
Internasional
Lembaga internasional dapat di
klasifikasikan berdasar kan :

a.Kompetensi
b.Fungsi
c.Ruang Lingkup
ASEAN
(association of southast asian nations)
ASA
(Association Of Southeast Asia)
MAPHILINDO
(Malaya , Philipina , Indonesia)
SEAMO
(South East Asian Minister Of Education Organization)
ECAPE
(Economic Comission For Asia and The Far East)
ESCAP
(Economic And Social Comission For Asia And The Pacific)
KAA
(Konferensi Asia Afrika)
Dalam berteman, tentu kita saling berhubungan, saling
membantu, saling menolong,
berjanji untuk melakukan sesuatu. Demikian pula dengan suatu
negara untuk memenuhi kebu-
tuhan kita perlu kerjasama yang harus ditaati.

Sebagai negara, kita sadar bangsa Indonesia adala bagian


dari bangsa-bangsa didunia.
Selain kerjasama seperti telah diuraikan diatas, kerjasama lain
yang bermanfaat bagi Indonesia
antara lain sebagai berikut.c
(Asean Free Trade Area)
Organisasi ini beranggotakan sepuluh negara (Indonesia, Malaysia,
Brunei Darussalam,
Singapura, Filipina, Thailand, Kampuchea, Laos, Vietnam, dan
Myanmar).
AFTA sepenuhnya dilaksanakan pada tahun 2003, dan disetujui15
produk industri, antara lain
semen, pupuk, tekstil, pulp dan sebagainya.
(Asean Pasific Economic Corporation)

APEC beranggotakan 18 negara termasuk indonesia, dikemukakan


PM Australia dan PM Jepang
tahun 1989Tujuan pokok APEC adalah melakukan Liberalisasi
perdagangan dan investasi
dengan tujuan untuk meningkatkan pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik.
(Organization of Petrol Exporting Countries)

Organisasi ini didirikan tahun 1960 oleh negara-negara pengekspor


minyak untuk
mengatur pemerasan minyak bumi dengan menetapkan harga
seragam. Anggota
OPEC antara lain Irak,
Iran, Uni Emirat Arab, Qatar, Libia, Nigeria, Venezuela, dan Indonesia.
-IBRD (Internasional Bank for Recontruction and Development)
Tujuannya adalah memberi pinjaman dengan bunga relatif murah
kepada negara
-IMF (Internasional Monetary Fund)
Tujuannya adalah meningkatkan bisnis guna meningkatkan
pertumbuhan dan
pembangunan ekonomi
-FAO (Food and Agriculture Organization)
FAO merupakan organisasi pangan dan pertanian PBB.
Kelompok