Anda di halaman 1dari 34

EVO NASUS,

Perubahan Perubahan
fisiologis psikososial

6 minggu
pertama setelah
persalinan
(Murray &
McKinney, 2007)
Immediate post partum
Berlangsung dlm 24 jam pertama
Early post partum
Berlangsung sampai minggu pertama
Late post partum
Berlangsung sampai masa post partum berakhir
Pembagian didasari pd karakteristik yg
bervariasi
Perubahan sangat besar & sangat berisiko
masa immediate & early postpartum
Sistem reproduksi
Sistem kardiovaskular
Sistem gastrointestinal
Sistem urinarius
Sistem muskuloskeletal
Sistem integumen
Sistem neurologi
Sistem endokrin
Involusi uterus perubahan uterus kembali
ke ukuran dan kondisi non pregnant
Dimulai segera setelah plasenta lahir
Regenerasi epitel uterus (2-6 mgg
regenerasi endometrium, 6-7 mgg regenerasi
endometrium di tempat perlekatan plasenta)

Proses involusi disertai dengan penurunan


TFU.
Immediate post partum uterus
seukuran softball, berat 1000gram,
fundusnya dapat dipalpasi di antara
simphisis pubis dan umbilicus
Hari ke-2 post partum fundus
turun + 1 cm atau satu jari perhari
Hari ke 10 uterus telah masuk ke
rongga pelvis dan tdk dpt lagi
dipalpasi
1 mgg berat uterus + 500g
6 mgg berat uterus + 60 g (berat
pre pregnancy)
Kontraksi intermitten uterus
Sumber ketidaknyamanan
Lebih terasa pada ibu multipara dan
pada saat menyusui
Menurun setelah 48 jam
Perubahan warna dan jumlahnya
informasi kemajuan normal involusi
Immediate postpartum
pengeluaran lokhia lebih lancar dan
menurun secara bertahap
Post SC jumlahnya lebih sedikit
Dipengaruhi posisi
JENIS LOKHEA

l. rUBRA L. ALBA
l. sEROSA

Berisi erithrosit,
leukosit, exudat
Berisi darah & Berisi leukosit,
serosa, dan mukus
partikel2 kecil desidua, sel-sel
servikal.
desidua dan mukus apetel, mukus, lemak,
hari ke-8 kadar
Berwarna merah mukus servikal &
eritrosit
Jumlah dan bakteri.
10 hari stlh
warnanya mulai Ada hingga 3-6
persalinan
berubah di hari ke-4 mgg post partum
pengeluaran mjd
kuning ke putih
Immediate after childbirth tak
berbentuk, lembek, terbuka lebar
hingga tangan dapat dimasukkan
manual plasenta, manual examinasi
uterus
Perbaikan cepat
Akhir mgg pertama teraba keras,
external os selebar pensil bentuknya
berbeda dg kondisi sebelum hamil,
internal os tertutup seperti sebelum
hamil
Selama px persalinan vagina & introitus vagina
teregang maksimal
Soon after birth vagina tampak edema, tampak
laserasi2 kecil
Rugae vagina hanya sebagian kecil yg masih ada
Selaput dara robek permanen
3 -6 minggu perbaikan mukosa dan rugae vagina
6 minggu complete involution, kembali ke ukuran
dan kontur yang sama seperti sebelum hamil (tdk
sepenuhnya sama)
Ketebalan dinding vagina seiring diproduksinya
kembali estrogen oleh ovarium
Lactasi prolaktin respon ovarium thd timulasi FSH
# # ovulasi / dyspareuni
Otot panggul meregang dan menipis selama
kala II
After childbirth tampak mengalami edema
dan memar
Episiotomy dan laserasi saat bersalin
sumber ketidaknyamanan utama
Saat hamil hipervolemia memungkinkan
toleransi terhadap kehilangan darah saat proses
persalinan (pervaginam + 500ml, SC + 1L)
Respon tubuh terhadap volume plasma >> yang
sebelumnya sangat penting untuk proses
kehamilan diuresis dan diaphoresis
Kembali seperti kondisi sblm hamil 6-12 mgg
setelah persalinan
WBC hingga14.000-16.000/mm3 dan angka
tertinggi mencapai 30.000/mm3, normal setelah
4-7 hari
Hematokrit hari I dan hari ke II lebih rendah
dari titik 2 %.>> 500 ml darah
Selama proses kelahiran dan masa nifas
rincian jumalah darah yg terbuang pd klien kira2
200-500 ml slama ms persalinan, 500-800 ml
mgg I PP, dan trakhir 500 ml selama masa nifas
Hematokrit kembali ke nilai normalnya
setelah 4-8 mgg PP
energi selama proses persalin ibu lapar
Penurunan intake cairan, kehilangan cairan,
upaya bernafas melalui mulut, diaforesis dini
ibu haus
Efek progesteron thdp usus bertahan hingga
beberapa hari PP konstipasi
Robekan perineum, episiotomi, hemoroid
mengganggu eliminasi fekal
Konsumsi Fe penyebab tambahan
konstipasi
BAB hari ke 2-3 PP
Beberapa hari PP protein dan aseton dalam
urin dlm hubungannya dg dehidrasi saat
proses persalinan & proses katabolik
involusio uteri
Dorongan BAK sedikit atau tdk ada sama
sekali retensi urine dan overdistensi VU
infeksi traktus urinarius.
Stress incontinensia bertahan sampai 3 bln
PP teratasi dengan latihan kegel
1-2 hari PP kelemahan dan nyeri
otot t.u pada bahu, leher, lengan
PP hormon relaxin. Ligamen dan
kartilago pelvis kembali ke posisi
prepregnansi nyeri panggul dan
sendi tidak membutuhkan
pengobatan medis, cukup body
mekanik dan postur yang benar
Estrogen, progesteron, melanocyte-
stimulating hormone menurun
drastis setelah persalinan
pigmentasi berkurang
Melasma/chloasma dan linea nigra,
spider nevi, palmar eritema perlahan
hilang
Striae gravidarum berubah menjadi
garis sedikit mengkilat tdk hilang
Rambut gugur puncaknya pada 3-4
bulan PP, tumbuh kembali secara
keseluruhan setelah 9 bulan PP
Efek anastesi dan analgesik
sensasi dan rasa pusing
Sakit kepala disertai penglihatan
kabur, photophobia, proteinuria,
dan nyeri abdomen efek
preeklampsia
Produksi ASI mulai hari ketiga
postpartum
Payudara menjadi besar, kenyal,
kencang & nyeri jika disentuh.
Reflek let down (keluarnya ASI ke
dlm duktus laktiferus) disebabkan
o/ kontraksi sel-sel mioepitel & tgtg
banyaknya sekresi oksitosin yg
distimulasi o/ isapan bayi.
Menstruasi tjd pd 12 mgg post partum &
ibu menyusui tjd pd mgg ke 36.
Siklus menstruasi yg pertama tdk tjd ovulasi
(anovulasi)
Menyusui dpt memperlambat siklus
menstruasi namun bukan metode
kontrasepsi yg tepat
Payudara telah dipersiapkan utk laktasi
pengaruh dari estrogen & progesteron
Colustrum ada sejak kehamilan trimester
III, berlanjut sampai minggu pertama post
partum
Colostrum cair, kuning tdd protein, lemak
dan antibodi.
ASI efektif 2-3 hari PP lebih lancar jika
pengosongan payudara (melalui menyusui)
lebih sering dilakukan semakin sering bayi
menyusu, produksi ASI semakin meningkat
Proses persalinan menurunkan 4,5-5,5 kg
BB dari berat janin, plasenta dan cairan
ketuban
Bertambah dari diuresis dan diaphoresis
Jaringan lemak lambat berkurang
Periode masa nifas merupakan waktu untuk
terjadi stres, terutama ibu primipara.
Fungsi yang mempengaruhi untuk sukses
dan lancarnya masa transisi menjadi orang
tua.
Respon dan support dari keluarga dan
teman dekat.
Riwayat pengalaman hamil dan melahirklan
yanglalu.
1. Taking In period
2. taking hold period
3. letting go period
Terjadi pada hari 1-2 setelah persalinan, ibu
masih pasif dan sangat tergantung, fokus
perhatian terhadap tubuhnya, ibu lebih
mengingat pengalaman melahirkan dan
persalinan yang dialami, kebutuhan tidur
meningkat, nafsu makan meningkat.
Berlangsung 3-4 hari post partum,
Ibu lebih berkonsentrasi pada
kemampuannya menerima tanggungjawab
sepenuhnya terhadap perawatan bayi
menjadi lebih independen.
Pada masa ini ibu menjadi sangat sensitif
membutuhkan bimbingan dan dorongan
perawat untuk mengatasi kritikan yang
dialami ibu.
Dialami setelah tiba dirumah secara penuh
merupakan pengaturan bersama keluarga
Ibu menerima tanggung jawab sebagai ibu
Ibu menyadari atau merasa kebutuhan bayi
yang sangat tergantung dari kesehatan
sebagai ibu.
Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya
kontinuitas jaringan
Kurang pengetahuan tentang perawatan
masa nifas berhubungan dengan kurangnya
informasi
Memulai penetapan menyusui ASI
Meningkatkan kepercayaan diri dalam
keterampilan merawat bayi
Memulai pengintegrasian bayi ke dalam
keluarga
Kadang mengalami kekecewaan, mudah
tersinggung, sedih shg nafsu makan menurun &
sulit tidur Postpartum Blues
Berkaitan dgn perubahan hormonal & peran selama
fase transisi
Faktor pencetus Postpartum Blues adalah rasa tdk
nyaman, kelelahan & kehabisan tenaga.
Menangis salah satu cara melepaskan diri dr
situasi yg menekan Bila berlanjut depresi
postpartum
Perlu perawat utk memahami permasalahan &
bantuan yg dibutuhkan.
Ayah tampak antusias & bersemangat
Ayah berusaha berbicara dgn bayinya,
menyentuh, & menggendong bayi lebih
sering dari Ibu, ttp kurang byk memberikan
senyum kpd bayi
Ayah yg dari awal kontak dgn bayi biasanya
turut serta dlm perawatan bayinya.