Anda di halaman 1dari 15

PENERAPAN MANAJEMEN

PENGETAHUAN DI PERUSAHAAN
DI INDONESIA

Novia Nur S. (1115040047)


Bahrul Hadi (1115040059)
PENDAHULUAN

Pada paper ini, peneliti melakukan penelitian penerapan


manajemen pengetahuan, khususnya pada perusahaan di
Indonesia yang berlomba mencari sumber -sumber keunggulan
yang baru, sulit ditiru, langka, dan berharga.
LATAR BELAKANG

Perusahaan berlomba mencari sumber -sumber keunggulan


bersaing baru, yaitu langka, berharga, sulit ditiru dan sulit
digantikan. -Teori resource-based view of the firm (RBV).
Pengetahuan dipandang sebagai sumber daya yang paling
strategis karena dapat memenuhi kriteria yang langka,
berharga, sulit ditiru dan sulit digantikan. Teori knowledge
based view of the firm (KBV).
Pengetahuan merupakan hasil belajar dari manusianya, yang
kemudian diakumulasikan menjadi pengetahuan organisasi.
Senge (1995)
Pada paper ini, dijelaskan beberapa pendekatan dan faktor
kunci sukses dalam menerapkan manajemen pengetahuan di
perusahaan di Indonesia
RUMUSAN MASALAH

Bagaimana pendekatan untuk penerapan manajemen


pengetahuan di perusahaan di Indonesia ?
Bagaimana faktor kunci sukses manajemen pengetahuan ?
TUJUAN PENELITIAN

Mengetahui pendekatan untuk penerapan manajemen


pengetahuan di perusahaan di Indonesia
Mengetahui faktor kunci sukses manajemen pengetahuan
MANFAAT PENELITIAN

Menambah wawasan tentang pengetahuan dan manajemen


pengetahuan
Menambah wawasan dalam pendekatan untuk penerapan
manajemen pengetahuan di perusahaan di Indonesia
Menambah wawasan perlunya manajemen pengetahuan di
suatu perusahaan dan faktor kunci suksesnya
KAJIAN PUSTAKA

Pengetahuan
Pengetahuan atau knowledge, bukanlah data, bukan pula
informasi, namun sulit sekali dipisahkan dari keduanya.
Perbedaan antara data, informasi, dan pengetahuan seringkali
hanya pada masalah derajat kedalamannya dimana
pengetahuan dipandang sebagai sesuatu yang lebih mendalam
dibandingkan infromasi, apalagi data. Davenport dan Prusak
(1998)
KAJIAN PUSTAKA

Manajemen Pengetahuan
Proses atau praktik untuk menciptakan, memperoleh,
menangkap, berbagi dan menggunakan pengetahuan, di
manapun tempatnya berada meningkatkan pembelajaran dan
kinerja dalam organisasi . Swann et al. (1999)
Manajemen pengetahuan adalah pengelolaan
pengetahuan organisasi untuk menciptakan nilai dan
menghasilkan keunggulan bersaing atau kinerja prima. Tiwana
(2000)
KAJIAN PUSTAKA

Alasan Penerapan Manajemen Pengetahuan


1. Memudahkan penyusunan strategi akuisisi pengetahuan
sebagai upaya menutup kesenjangan pengetahuan yang
dibutuhkan dan dimiliki, serta meningkatkan pengetahuan
yang sudah ada.
2. Meningkatkan kualitas pengetahuan yang dimiliki.
3. Mempertahankan pengetahuan yang sudah dimiliki yang
terancam karena meningkatnya tingkat keluar -masuk
karyawan kunci.
4. Meningkatkan efektivitas kegiatan berbagi pengetahuan,
terutama pada perusahaan yang beroperasi dibanyak lokasi.
METODOLOGI PENELITIAN

Survey
Tulisan ini memaparkan hasil survey yang dilakukan pada
perusahaan-perusahaan skala besar di Indonesia pada tahun
2001 , 2005, dan 2010.
Survey ditujukan untuk mengetahui sejauh mana penetrasi
manajemen pengetahuan di perusahaan, alasan perusahaan
menerapkan manajemen pengetahuan dan pendekatan -
pendekatan yang digunakan.
Survey terakhir juga menangkap faktor-faktor yang dipandang
menentukan keberhasilan penerapan manajemen pengetahuan .
Terakhir, didiskusikan pula arah perkembangan penerapan
manajemen pengetahuan di perusahaan-perusahaan di Indonesia
dengan berkembangnya generasi yang lahir bersama media
sosial.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Pendekatan untuk penerapan manajemen pengetahuan di


perusahaan di Indonesia
1. Mengikuti kriteria MAKE (Most Admired Knowledge
Enterprise) Award
Merupakan ajang kompetisi organisasi yang digagas oleh
Teleos, sebuah organisasi nirlaba di Inggris.
Para eksekutif yang mewakili berbagai organisasi datang
ke pertemuan MAKE Award untuk melakukan benchmarking
terhadap praktek pengelolaan pengetahuan organisasi -
organisasi lain dan asesmen terhadap kondisi internal
organisasinya.
HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Audit manajemen pengetahuan


Perusahaan melakukan asesmen atau audit terhadap
kualitas proses-proses manajemen pengetahuan di internal
perusahaannya.
Perusahaan cenderung mengukur tingkat pengembalian
investasinya, yaitu dengan membandingkan investasi yang
dikeluarkan untuk meningkatkan kualitas proses, orang dan
teknologi, dengan kinerja perusahaan.
HASIL DAN PEMBAHASAN

3. Kelengkapan modal intelektual perusahaan


Sullivan (2000), Stewart (1997) dan Sveiby (1997)
seluruhnya dalam Dalkir (2005) menegaskan bahwa modal
intelektual atau intellectual capital atau knowledge assets
terdiri dari ramuan modal manusia ( human capital), modal
struktural (structural capital atau process capital atau internal
capital) dan modal pemangku kepentingan (stakeholders
capital atau customer capital atau external capital).
HASIL DAN PEMBAHASAN

Faktor Kunci Sukses Manajemen Pengetahuan


KESIMPULAN

Pada paper ini telah dijelaskan bahwa manajemen pengetahuan


perlu diterapkan pada perusahaan di Indonesia sebagai upaya
menutupi kesenjangan pengetahuan yang dibutuhkan dan
dimiliki, serta meningkatkan pengetahuan yang sudah ada .
Selain itu juga terdapat beberapa pendekatan dan kunci sukses
dalam menerapkan manajemen pengetahuan agar lebih efektif
dalam berbagi pengetahuan maupun meningkatkan
pengetahuan.