Anda di halaman 1dari 58

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SDM


PUSAT PEMBINAAN USAHA KONSTRUKSI

Keppr
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

MENTERI
KIMPRASWIL

Staf Ahli

BAPEKIN BALITBANG BABANG SDM SETJEN ITJEN

DITJEN DITJEN DITJEN DITJEN DITJEN


TARUANG PRASWIL KOTADES PERKIM PENGEL. SDA


BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN INVESTASI
( BAPEKIN )
Kepala
BAPEKIN

Sekretaris
BAPEKIN

Kapus Penilaian Kapus Penilaian Kapus Pembinaan Kapus Pengemb.


Pengadaan Mutu Konstr. Konstruksi Investasi

Kabid Perenc. Kabid Perenc. Kabid Perenc. Kabid Perenc.


Dan Evaluasi Dan Evaluasi Dan Evaluasi Dan Evaluasi

Kabid Pembinaan Kabid Pembinaan Kabid Pembinaan Kabid Pembinaan


Pengadaan Mutu Konstruksi Konstruksi Investasi


1. Kompetensi usaha
yang prima.
2. Siap berkompetisi
secara sehat. DAYA SAING
3. Menjadi aset bangsa lemah ASPEK HUKUM
yang handal. tidak patuh
STRUKTUR USAHA MUTU
tidak terwujud SUMBER DAYA
rendah
tidak efisien
WAKTU
PENYEDIA JK KESETARAAN tidak tepat
Kontraktor tidak terwujud
PROF.

Selama ini Pengaturan


Pengaturan Jakons Jasa Konstruksi:
Bahan konstr ? Teknologi ?
Kurang diarahkan pada
Peralatan ? Tenaga kerja ?
Peningkatan U.U /
Pengalaman ?
profesionalisme
PER. PEM.
y
U.U. No.18 Tahun 1999

Pengembangan usaha jasa TUJUAN (1)
ISSUES konstruksi diserahkan Arah pertumbuhan
Mutu, sepenuhnya kpd masyarakat Tertib penyeleng-
rendah garaan
Waktu, Peningkatan peran
MASY. JASKONS
tdk tepat (3) masyarakat
Forum Jaskons
Efisiensi,
Lembaga
rendah PENG-
Ketertiban, (2) 1.
pengembangan Arsitektural
1. Perencanaan USAHAAN
kurang PEMBINAAN 2. S i p(5)
I Pengikatan
l kerja
2. Pelaksanaan
Kesederajatan, Pengaturan
(6) Penyelenggaraan
blm ada TENTANG
Pemberdayaan
3. Pengawasan
JASA
USAHA
KONSTRUKSI
3. Mekanikal
Kemitraan , Pengawasan
JASKONS Kegagalan bang.
blm ada 4. Elektrikal K 3
Jenis usaha
4. Ter integrasi
Bentuk usaha Jamsos
5. Tata
Bidang usaha Lingkungan
Syarat personil
(4) Syarat usaha

T. jawab
ASAS prof. ystop

JUJUR , MANFAAT, KESERASIAN, KESEIMBANGAN, KEMANDIRIAN,


DAN ADIL KETERBUKAAN, KEMITRAAN, KEAMANAN DAN KESELAMATANpok
Pasal 3 TUJUAN PENGATURAN JAKONS
1. Memberi arah pertumbuhan:
Mewujudkan struktur usaha yang kemitraan
a. Kokoh
b. Berdaya saing tinggi. B U
BESAR

B U konstruksi berkualitas
Perencana dan
pelaksana >> MENENGAH a. Tanggung jawab prof.
b. Kegagalan bangunan
umum / STRUKTUR USAHA c. Sanksi
d. Sistem penjaminan
JASA KONSTRUKSI
spesialis
ketrampilan

BADAN USAHA KECIL

2. Tertib penyelenggaraan :
a. Kesetaraan kedudukan antara penyedia dan pengguna jasa
b. Patuh terhadap peraturan jasa konstruksi
3. Peningkatan peran masyarakat di bidang jasa konstruksi
MASYARAKAT- FORUM - LEMBAGA

Pasal 29 UUJK

Asosiasi Pasal 30 UUJK


Asos. Mitra
Peme- Perusahaan HAK:
usaha JK Pengawasan, ganti rugi
rintah Ormas
Intelek- Seluruh WAJIB:
warga Pengguna JK
negara Indonesia Ketertiban; cegah bahaya
tual
Unsur
Asosiasi Lain /
Profesi perlu
Wkl.
Pakar;Perti Pasal 31 UUJK
Wkl. Wkl.
Asos.Prof Wkl. Asos.Usaha
Pemerintah PENGEMBANGAN
JASA
KONSTRUKSI
Forum Jasa Konstruksi (bukan institusi) adalah sarana guna memberi
kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk
berperan dalam menumbuhkembangkan usaha jasa konstruksi
nasional ( UUJK, Psl. 32 (2) ) bin
FUNGSI FORUM DAN LEMBAGA
Pasal 32 UUJK

Asosiasi Intelek-
Perusahaan tual
Asosiasi
Profesi
FUNGSI :
Ormas
Peme- Unsur Pengguna JK menampung dan menyalurkan
rintah Asos. Mitra Lain / aspirasi masyarakat
usaha JK perlu merumuskan pengembangan
PP 28/2000 jasa konstruksi nasional
UMUM
menumbuh kembangkan
peran wasmasy.
Pasal 33 UUJK masukan untuk pembinaan

Wkl.
Pakar;
Wkl Perti Wkl.
Asosiasi Pengembangan
TUGAS : jasa konstruksi yang dilakukan
Asosiasi
Prof. Usaha oleh lembaga dimaksudkan,
melakukan antaralitbang
atau mendorong lain:
Wkl. 1. agar penyedia jasa mampu
menyelenggarakan diklatmemenuhi stan-
Pemerintah dar-standar nasional, regional, dan internas;
melakukan
2. mendorong RSKK
penyedia jasa (fungsi publik)
untuk mampu ber-

mendorong
saing di pasar nasional maupun internas;
dan meningkatkan peran
3. mengembangkan sistem
arbitrase, mediasi, informasi
penilai ahli jakons.
ystop
ASOSIASI JASA KONSTRUKSI :
Asosiasi Perusahaan Jasa Konstruksi
Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi

Orang
perseo
rangan

Pengusaha

Pengusaha

UU 18/99 Pasal 32 ayat 1 (penjelasan): Asosiasi profesi jasa konstruksi,


Asosiasi perusahaan jasa konstruksi, merupakan satu atau lebih wadah
merupakan satu atau lebih wadah organisasi atau himpunan perorangan,
organisasi atau himpunan para pengusaha atas dasar kesamaan disiplin keilmuan
yang bergerak di bidang jasa konstruksi di bidang konstruksi, dalam usaha
untuk memperjuangkan kepentingan dan pengembangan keahlian dan
aspirasi para anggotanya. memperjuangkan aspirasi anggota.
LEMBAGA YANG DIMAKSUD DALAM UU NO 18
TAHUN 1999
suatu lembaga
suatu pemerintahan
satu atau seribu
satu atau seribu ???
???
DEWAN PENGURUS
Bermusyawarah
Wakil Pemerin- LEMBAGA
LEMBAGA Persyaratan
tah terdiri dari PENGEMBANGAN
Wkl. menjadi
Anggota Pimpi-
Pengu-
Asosiasi
Pakar dapat
yangdi-
Dinas Teknis Tk Pemerintah
JAKONS
MAJELIS PERTIMBANGAN
nan dan Anggo-
rus LPJK terdiri
dapatatau
pilih mengirim
dimin- ta Dewan
dari Pe-
Wakil-wakil
Prov. yang ter- Wkl.
wakil
ta oleh
menjadi
Peme- Wkl.LEMBAGA ngurus
, berartiLPJK
kait dengan bid.
pengurus
rintah sebagai
LPJK Anggota
Pakar; Asosiasi
PT Lembaga diatur
orang
dalam
Pek. Konstruksi perseorangan
harus memenu-
wujud pember- BermusyawarahUsaha Pasal 26 angka
dan dapat dari Wkl. dan bukan ber-
hi asas legal
dayaan/pembin
Pem. Kab /Kota. Asosiasi 3, ART
sifat LPJK
exofficio
dan legitimate
aan.
mendapat re- Profesi 2003
(Pasal 18, 19
komendasi
AD LPJK 2003)
Menteri/Guber
nur
Asosiasi Masy.
Profesi Intelektual
Instansi Psl 33 (1)
UnsurUUJK, Asosiasi
Pemerintah Psl 24 PP/ perlu
Lain 28/2000 Perusahaan
Ormas / Asos. Mitra
Pengguna JK usaha JK

yuris
TANGGUNG JAWAB PELAYANAN PUBLIK LPJK
LPJK
Memberikan layanan

Pasal 4 ( ART LPJK ) : Pelayanan LPJK


LPJK memberi pelayanan dalam bentuk informasi,
pembinaan, pemberdayaan, pendidikan dan pelatihan
kepada seluruh masyarakat jasa
Memberikan konstruksi baik yang
layanan

berhimpun dalam asosiasi maupun yang tidak.

Memerlukan layanan

Profesional
ORANG Pengusaha
PERSEORANGAN
Memberikan layanan

IDE TERBENTUK HIMPUNAN YANG ORGANISASI YANG


Adanya kesamaan
BERSERIKAT Membentuk kelompok
HIMPUNAN Guna tertib mencapai
Karena
TERORGANISASIKAN kinerja asosiasi dinilai bagus
TELAH MENDAPAT
kepentingan dan kerja sama untuk tujuan kelompok,dalam AKREDITASI
maka membina kemajuan usaha,
tujuan mencapai tujuanA S O dibangun
S I berbagai
A S maka I asosiasi mendapat akreditasi
Pasal 4 ( ART LPJKbersama (adaLPJK
) : Pelayanan anggota) kesepakatan : deklarasi;
untuk membantu Lembaga (LPJK)
kodepembinaan,
LPJK memberi pelayanan dalam bentuk informasi, etik; kepengurusan;
dalam pelaksanaan
pemberdayaan, sertifikasi
pendidikan dan pelatihan
program
kepada seluruh masyarakat jasa konstruksi baik organisasidalam asosiasi maupun yang tidak.
yang berhimpun
Sengketa Tata Usaha Negara
Antara LJKI Melawan Menteri KIMPRASWIL Dan LPJK

LJKI mengajukan surat gugatan tgl. 16 Mei 2002, yang didaftakan


di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dibawah
Register No. IK/G.TUN/2002/PTUN-JKT, yang isi gugatan antara lain:

1. Memohon agar Surat Menteri KIMPRASWIL No. 02.

G
05-Mn/182, tanggal 25 April 2002, Perihal Lembaga
yang melaksanakan pengembangan Jasa Konstruksi (yang
isinya antara lain mengakui LPJK dan tidak mengakui
LJKI sebagai Lembaga yang dimaksud UU No. 18/99
Tentang Jasa Konstruksi), dinyatakan batal atau tidak
sah.

2. Memohon agar PTUN memerintahkan kepada Menteri


KIMPRASWIL untuk mencabut Surat Menteri
KIMPRASWIL No. 02. 05-Mn/182, tanggal 25 April 2002.


KETETAPAN PTUN JAKARTA
LJKI tidak memenuhi syarat sebagai badan hukum perdata dan atau sebagai
Lembaga yang melaksanakan pengembangan jasa konstruksi, karena tidak
terdapat unsur anggota LJKI yang mendapat rekomendasi Menteri dan
berasal dari pejabat Pemerintah. (Psl 24 ayat (8), Psl 25 ayat (2) PP. No.
28/2000).
Pengadilan PTUN Jakarta dalam sengketa ini antara lain :
Dalam Pokok Perkara :
Menolak gugatan Penggugat seluruhnya.
Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar
Rp. 161.000,-
Keputusan akhir Sengketa Tatata Usaha Negara dengan register :
No. 73/G.TUN/2002 /PTUN-JKT,
setelah melalui proses banding, akhirnya mendapatkan Keputusan, Pengukuhan
Keputusan dan Ketetapan hukum sebagai berikut :
PTUN Jakarta No. 73/G.TUN/2002/PTUN-JKT. Tgl 5 - 11 - 2002;
PTTUN Jakarta No. 31/P/2003/PT. TUN JKT, Tgl 29 - 05 - 2003;
PTUN Jakarta Tgl 20 April 2005, sehingga ketetapan PTUN Jakarta
dalam sengketa ini telah mempunyai kekuatan hukum tetap, yang

G
amar keputusannya disampaikan kepada Pihak-Pihak yang berperkara.


PEMERINTAH dan KELEMBAGAAN JASA KONSTRUKSI
UUD 45
UU 32/04 UU 18/99
Pengembangan usaha jasa
konstruksi diserahkan
sepenuhnya kpd
Pemerintah masyarakat
wajib melakukan pembinaan dan
pengawasan kepada daerah
Pemerintah Pusat
Negara Kesatuan Republik Indonesia
desentrali

pembinaan
dekon
tubantu

Otonomi daerah
desentralisasi

Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas


pembinaan

daerah-daerah provinsi. (Psl 2 (1))


Pem. Provinsi Daerah diberi kewenangan mengurus dan mengatur
Tug. bantuan

seluruh urusan pemerintahan (otonomi luas) diluar yang


pembinaan
tubantu

menjadi urusan Pemerintah (polit LN, han, kam, monet,


Tug. bantuan

justisi
daerah dan agama)itu
provinsi (Psldibagi
2 (2),(3))
atas kabupaten dan kota
Daerah memiliki
Harus dijamin wewenang
keserasian membuat
hubungan kebijakan
antar Daerahdaerah
dan hub
(yan, katPemerintah.
dengan ranta, prakarsa, berdaya) dengan tujuan untuk
Tug. bantuan

Pem. Kab/Kota
peningkatan kesejahteraan rakyat. (penjelasan)
Pembagian kewenangan memerintah yang concurrent
secara proporsional dg kriteria : eksternalitas,
Pem. Desa
akuntabilitas, efisien dan serasi.
PEMERINTAH dan KELEMBAGAAN JASA KONSTRUKSI
UUD 45
UU 32/04 UU 18/99 PP 28/00
Pengembangan usaha jasa
Forum
konstruksi diserahkan
inisiatip
Jasa
sepenuhnya
fasilitasi
kpd masyarakat
pembinaan Konstruksi akreditasi

Pemerintah Pusat Nasional


LPJK N indiklat Asos. Prof Asos. BU
dekon

sertifikasi

sertifikasi

sertifikasi
fungsional
akreditasi
Pemb. Pusat

pembinaan
desent

inisiatip Forum
fasilitasi
pembinaan Jasa
Badan usaha
Pem. Provinsi Konstruksi Reg. Kl. Kw. terampil Dokumen
Daerah
LPJK D
Pemb. Prov.


Sertif Sertif
terampil ahli
RKK RKK
pembinaan teramp ahli Badan
Sertifusaha
Pem. Kab/Kota RKK
IUJK Bd Ush
ystop
Pemb. Kab/Kota
PERIZINAN USAHA JASA KONSTRUKSI
(Pasal 5 UUJK; Pasal 7 ayat (3) PP.30)

Kabupaten/Kota

Perda
Syarat IUJK
Ijin
Sertifikat Usaha
Klasikasi Lainnya
Kualifik
LPJK
Mahal ???
Sertifikat Izin
Trampil UJK
Ahli

Klasifikasi
BUJK PT
dan
Orng-perseor.
BUJK (CV) Kualifikasi

Resiko, tekno Resiko, tekno Resiko, tekno


Biaya. KECIL Biaya. MADYA Biaya. TINGGI
bin
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN IJIN JAKON

Daerah
Provinsi LPJK D
SBU
Badan
SBU usaha
Pemb. Prov. Badan
usaha
SBU
SBU SBU
Badan
Badan Badan
usaha
usaha usaha

IUJK
X
SBU/
IUJK
Badan
usaha Sanksi
Owner
cedera janji
thd BUJK
Asos. BU

Pemb. Kab. A Pemb. Kab. B Pemb. Kab. C Pemb. Kab. D Pemb. Kota E

bin
PENYELENGGARAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI

Pasal 23 UUJK

PERENCANAAN PELAKSANAAN
penyiapan pelaksanaan pengakhiran penyiapan pelaksanaan pengakhiran

Penyelenggaraan Pekerjaan Konstruksi


SERAH Masa
PENGAWASAN TERIMA
pertanggungan
penyiapan pelaksanaan pengakhiran
kegagalan
Keteknikan Bangunan
K 3 (max 10 th)
Lingkungan
Para Pihak
Pasal 24

Pengguna JK Penyedia JK

Sub
Penyedia JK
bin
KONTRAK KERJA KONSTRUKSI
( Pasal 22 UUJK )

Pasal 22 (UUJK)
(1). Pengaturan hubungan kerja berdasarkan hukum sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3) harus dituangkan dalam kontrak
kerja konstruksi.
(2) Kontrak kerja konstruksi sekurang-kurangnya harus mencakup uraian
mengenai:
l. Perlindungan pekerja, yang memuat ketentuan tentang
kewajiban para pihak dalam pelaksanaan keselamatan dan
kesehatan kerja serta jaminan sosial;
m. Aspek Lingkungan, yang memuat kewajiban para pihak dalam
pemenuhan ketentuan tentang lingkungan.
Pasal 17 (PP No. 29/2000)
Penyedia jasa dalam pemilihan penyedia jasa berkewajiban untuk :
a. menyusun dokumen penawaran yang memuat rencana dan metode kerja,
rencana usulan biaya, tenaga terampil dan tenaga ahli, rencana dan
anggaran keselamatan dan kesehatan kerja, dan peralatan;
Tertib Penyelenggaraan Konstruksi
Pasal 30 PP No. 29/2000 :
(1) Untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan
konstruksi, penyelenggara pekerjaan konstruksi wajib memenuhi
ketentuan tentang :
a. keteknikan, meliputi;
b. keamanan, keselamatan, dan kesehatan tempat kerja konstruksi
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. perlindungan sosial tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
d. tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Ketentuan keteknikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a


diatur oleh Menteri teknis yang bersangkutan.

(3) Ketentuan pembinaan dan pengendalian tentang keselamatan dan


kesehatan kerja di tempat kegiatan konstruksi diatur lebih lanjut oleh
Menteri bersama Menteri teknis yang terkait.
SYARAT USAHA- AHLI - TERAMPIL
(pasal 8 UUJK)

Perencana, Pelaksana, dan Pengawas Konstruksi yang


berbentuk Badan Usaha harus :
a. memenuhi ketentuan tentang perizinan usaha di bidang
jasa konstruksi
b. memiliki sertifikat, klasifikasi, dan kualifikasi
perusahaan jasa konstruksi

(pasal 9 UUJK) :

SYARAT KEAHLIAN, DAN KETERAMPILAN :


1. Perencan konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseo
rangan harus memiliki sertifikat keahlian.
2. Pelaksana konstruksi orang perseorangan harus memiliki
sertifikat keterampilan kerja dan sertifikat keahlian kerja
3. Orang perseorangan yang dipekerjakan oleh badan usaha sebagai
perencana konstruksi atau pengawas konstruksi atau tenaga tertentu
dalam badan usaha pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat
keahlian kerja.
4. Tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan keteknikan yang bekerja
pada pelaksanana konstruksi harus memiliki sertifikat keterampilan dan
keahlian kerja.
PENGIKATAN PARA PIHAK

Pasal 17 (UU JK)


(1) Pengikatan dalam hubungan kerja jasa konstruksi dilakukan
berdasarkan prinsip persaingan yang sehat melalui pemilihan penyedia
jasa dengan cara pelelangan umum atau terbatas.
(2) Pelelangan terbatas hanya boleh diikuti oleh penyedia jasa yang
dinyatakan telah lulus prakualifikasi.
(3) Dalam keadaan tertentu, penetapan penyedia jasa dapat dilakukan
dengan cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung.
(4) Pemilihan penyedia jasa harus mempertimbangkan kesesuaian
bidang, keseimbangan antara kemampuan dan beban kerja,
serta kinerja penyedia jasa. ( Note : perlu dilihat KD dan SKK )
Keppres

(5) Pemilihan penyedia jasa hanya boleh diikuti oleh penyedia jasa
yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
dan Pasal 9. ( note : Memiliki Izin dan memiliki Sertifikat )
(6) Badan-badan usaha yang dimiliki oleh satu atau kelompok orang
yang sama atau berada pada kepengurusan yang sama tidak boleh
mengikuti pelelangan untuk satu pekerjaan konstruksi secara
bersamaan.

bina
Pasal 41, 42, 43.
SANKSI
Penyelenggara pekerjaan konstruksi dapat dikenai sanksi
Pasal 41
administratif dan/atau pidana atas pelanggaran U.U.

penyedia jasa
pengguna jasa (Perencana, Pelaksana, Pengawas)

SANKSI ADMINISTRATIF :
peringatan tertulis
penghentian sementara pek. Konst.
pembatasan kegiatan usaha dan/atau profesi
larangan sementara penggunaan hasil pek. Konst.
pembekuan izin (usaha, pelaksanaan pek.konst.)
pencabutan izin (usaha, pelaksanaan pek.konst.)
Kegagalan pelanggaran perencanaan > 5 tahun penjara; denda 10 %
Bang / pelanggaran pelaksanaan > 5 tahun penjara; denda 5 %
Konstruksi
pelanggaran pengawasan > 5 tahun penjara; denda 10 %
SERTIFIKASI DAN REGISTRASI
( Psl. 9 UUJK; Penjelasan Psl 15 (2) PP 28/2000 )
Standar Keilmuan
Standar ketrampilan ASOSIASI
Kemampuan usaha / LEMBAGA
Pengalaman
UJI
KOMPETENSI Klasif &
KOMPETENSI Kualifik
KEMAMPUAN

PERINGKAT
KOMP. &
KEMAMP.

S E R T I F I K S I
TER-TOLAK/
Lembaga

Sertifikat
Klasif &
kualifik LPJK
Orang Badan Usaha ASPAL SERTIFIKAT
perseorangan Daftar KLASIFIKASI
KUALIFIKASI
Registrai
Rekanan
Daerah SKa/Kt SBU
bin
KOMITE AKREDITASI ASOSIASI DAN KETRAMPILAN

Pengurus KAK Ketua Bidang Profesi Indiklat/ Asosiasi


Pokja Teknis LPJK N terakreditasi
Pok assessor
Anggota terdiri dari
orang-perseorangan
(independen) yang
Proses
TATA LINGKUNGAN

menguasai syarat
Pengurus Sertifikasi
ARSITEKTURAL

kompetensi / kriteriaBSA Standar pela-:


BU/ketramp.
MEKANIKAL

Lembaga dan bekerja


ELEKTRIKAL

tihan dan pe-


SIPIL

pelatihan,
sepenuh waktu
Standarisasi Sertifikasi ngujian oleh
dan Informasi
pembekalan,
Pengurus/
LPJKkerja,
praktek N
Pokja
Pelaksana Assessor dan pengujian

Komite Akreditasi Standarisasi Sertifikasi Akreditasi Informasi/Ks

Asosiasi/Ketramp
Pokja Pokja
Teknis Assessor

Sertifikat
BU/Ka/Ktr
bin
SERTIFIKAT REGISTRASI DAN IZIN USAHA

Pasal 1 angka 8 UUJK :

8. Registrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kompetensi profesi


keahlian dan keterampilan tertentu, orang perseorangan dan badan
usaha untuk menentukan izin usaha sesuai klasifikasi dan
kualifikasi yang diwujudkan dalam sertifikat;
IUKJ
PERIJINAN JASA KONSTRUKSI PP No. 28 Th 2000
(Pasal 14 )

(1) Badan usaha nasional yang menyelenggarakan usaha jasa konstruksi wajib memiliki
izin usaha yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah di tempat domisilinya.
(2) Izin usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku untuk melaksanakan
kegiatan usaha jasa konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia.
(3) Izin usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan pada badan usaha
nasional yang telah memenuhi persyaratan :
a. memiliki tanda registrasi badan usaha yang dikeluarkan oleh Lembaga;
b. melengkapi ketentuan yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan
lainnya yang terkait dengan kegiatan usaha.
(4) Badan usaha asing yang menyelenggarakan usaha jasa konstruksi wajib memiliki izin
usaha yang diberikan oleh Pemerintah dengan persyaratan sebagai berikut :
a. memiliki tanda registrasi badan usaha yang dikeluarkan oleh Lembaga;
b. memiliki kantor perwakilan di Indonesia;
c. memberikan laporan kegiatan tahunan bagi perpanjangan;
d. memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman persyaratan pemberian izin sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) akan ditetapkan oleh
Menteri.
BEBERAPA SYARAT IUJK
1. Akte Pendirian Badan Usaha / Akte terakhir

2. Susunan Penanggung Jawab Umum / Teknis dan Pengurus BU

3. Susunan Kepemilikan Badan Usaha

4. Kekayaan bersih Badan Usaha (necara, pajak, dll)

S B U
5. Bukti dukungan perbankan pada Badan Usaha

6. Bukti kepemilikan peralatan atau dukungan penyediaan peralatan


dari perusahaan penyewaan alat kerja konstruksi
7. Bukti pengalaman kerja perusahaan atau kompetensi manajerial
yang berkaitan dengan sistem jaminan mutu pekerjaan konstruksi.
8. Memiliki keterangan domisili usaha (alamat tetap)
9. Pernyataan dalam melakukan kegiatan usahanya tunduk kepada
ketentuan: Ketenagakerjaan; K3; Tata Ruang; Tata Bangunan; Tata
Lingkungan; Peraturan Daerah yang terkait.
10. Pernyataan dalam melakukan kegiatan usahanya tunduk kepada
ketentuan peraturan perundang-undangan jasa konstruksi.
FORMULIR PENILAIAN KUALIFIKASI (KONTRAKTOR)
1 Surat Pernyataan Berhak tanda tangan kontrak; tidak sedang pailit; tidak pernah dihukum;
melampirkan data perusahaan sbb:
Minat
A Data Administrasi Nama; status BU; Alamat

B Ijin Usaha No IUJK/SIUP/SIUI/TDP; masa laku ijin, pemberi ijin

C Landasan Hukum BU Akte pendirian BU, Akte perubahan terakhir

D Pengurus Komis; Direksi; Penang. Jawab (Tek./Um); Pengurus Perusahaan

S B U
E Data Keuangan Susunan kepemilikan; Pajak; Neraca

F Data Personalia Tenaga Ahli/Teknis yang diperlukan

G
G Peralatan/Perlengkp Jenis; Jumlah; Kapasitas; Merek; Tahun pembuatan; Kondisi;
Lokasi; Bukti kepemilikan alat
H Pengalaman perush. Nama paket ; Bid/Subid pek (Bid. Usaha); Lokasi; Pemberi
(nilai 3 paket tertinggi) tugas; Kontrak (No; tgl; nilai); FHO

I Pekerjaan yang Nama paket ; Bid/Subid pek (Bid. Usaha); Lokasi; Pemberi
sedang dilaksanakan tugas; Kontrak (No; tgl; nilai); Progres akhir

J Dukungan Bank No; Tanggal; Nama Bank; Nilai

2 Pakta Integritas Tidak KKN; melapor jika ada indikasi KKN; berjanji bersih, transparan dan
profesional; jika melanggar bersedia kena sanksi moral, administrasi serta

ganti rugi, pidana sesuai ketentuan.
KRITERIA KUALIFIKASI B U JASA KONSTRUKSI

1. RESIKO : ( kecil, sedang, berat )


Terhadap pekerja :
berkaitan dengan lokasi, jumlah pekerja, jenis/jumlah peralatan, jenis

KualifIkasi
2. TEKNOLOGI : (sederhana, madya, tinggi)
bahan bangunan, tata cara pelaksanaan. (kecil, sedang, berat)
Terhadap : Metoda, Tata Cara, Bahan, Peralatan
Terhadap pengguna
berkaitan dengan jasa
struktur :
konstruksi, spek teknis, Keahlian /
berkaitan
3. BIAYA dengan
PEKERJAAN
keterampilan kekuatan/kokoh
: (kecil,
/ kefungsian konstruksi,
sedang,
kerja berat)
tertentu tata caramadya,
(sederhana, pemanfaatan
bangunan,
tinggi).
??? kebiasaan masyakat umum. (kecil, sedang, berat)
Diukur dari besar biaya penyelenggaraan pekerjaan, namun tetap
Terhadap lingkungan alam :
memperhatikan aspek resiko dan teknologi penyelenggaraan
pengaruh kegiatan maupun hasil pekerjaan pada rona lingkungan
pekerjaan. (kecil, sedang, besar).
alam sekitarnya/dampak lingkungan. (kecil, sedang, berat).
Terhadap Waktu Penyelesaian pekerjaan :
berpengaruhKompetensi Badan
terhadap berbagai Usaha
kegiatan Jasa
yang telahKonstruksi
direncanakan.
dapat di identifikasi melalui
(kecil, sedang, berat).

Struktur Organisasi Badan Usaha


SBU Jaminan
kompetensi

simpl
TENAGA INTI BUJK KUALIFIKASI KECIL
Bahan
TenagaBangunan
Teknologi
Peralatan Kerja :: :
Pekerjaan
Kerja :
Struktur bangunan utama
1 s/d 10 orang
Peralatan
Tidak kerja lang-
dapat memerlukan
dikerjakan oleh tenaga
Ada
sung
gudangT/ Terampil
bahan. ber
konvensional.
kerja konstruksi dengan
sertifikat.
Tidak perlu
Transport alat
bahan kerja P
ketrampilan kerja tertentu. SBU
Koord:
bantu Mandor
spesifik. /
tidak mengganggu
Pekerjaan dari bagian bangu-
Penanggung
Tidak perlu
fasilitas Jawab
alat
umum. kerja Pemilik/GM/PUtm
nan utama dapat dikerjakan KTA
Teknik
pendukung.
Bahan bangunan
oleh tenaga kerja konstruksi
Tempat
tidak kerja terbuka
berbahaya.
dengan ketrampilan kerja
tidak perlu sarana
tertentu.
bantu untuk K3 PJTek / Pelaksn Resiko : Kecil
Mandor/ Pelaksn
PELAKSANA Tekno : Sederhana
Nilai : Kecil
Melakukan ketentuan K3;
Tkng/Oprs Tkng/Oprs
PRODUKSI Belum wajib ada unit K3

Dampak Lingk. :Sebatas lokasi kerja/ komplek hunian/ satuan permukiman.


PERAN PENANGGUNG JAWAB TEKNIK
( Psl. 11 (1), PP.28/2000; Psl 15 (1) UUJK)

1. Merencanakan langkah pelaksanaan


Kenali output
dan out come 2. Mengelola proses perwujudan proyek (output)
projek

Bang.
Bang.
3. MenetapkanHitek/komplek
sederhana
kapan proyek harus PJ Teknik
mulai/berhenti / selesai (Penyedia/Pengguna)

Cakupan Jenis
tugas kegiatan STRATEGI :
pekerjaan Tujuan
Segi tiga Asumsi
pelaksanaan Limitasi
projek Penyelesaian

Waktu Dana
Jadwal (budget)
kegiatan Orang
Alat Cintingensies plan
Bahan Changes order
dll
jkon

bin

PERENCANAAN/PELAKSANAAN KEGIATAN
Proyek : Pembangunan Rumah Sederhana
Nilai Juli Agst Sept
Vol.
No Jenis kegiatan /sat Bobot
% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12
100
1 Pembersihan Lahan M2 02350
%
.
2
3
Perataan tanah
Mobilisasi alat
M3
Ls
03540
%
05435
%
.
4 Pengukuran (Uit zet) m 02275
%
5
6
Pasang Profil
Galian pondasi
m
M3
02440
%
04750
%
.
7 Pasangan pondasi M3 1.234
08 %
8 Potong besi beton Kg 09775
%
9 Begesting sloof M1 04300
% .
10 Corbeton sloof M3 2.345
Dst
11 Besi kolom tembok M1 1.245
12 Stel kosen pintu Bh 775 .
.
13 Pasangan dinding M2 1.240
14 Stel kosen jendela Bh 856
.
. .
15 Ring balk. M3 1.125
16 Dst dll
0
Bobot komulatip ( % ) 100 % 2% 3% 7%

Kebutuhan uang/bahan/alat/upah 9.950 1.99 2.98 6.95 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 9.950


per minggu

TENAGA INTI BUJK KUALIFIKASI MENENGAH

Teknologi
Peralatan
Tenaga Pekerjaan
: : : :
Bahan Bangunan
Kerja
Kerja
SBU
Peralatan
Perlu
Struktur
11 s/dgudang
25bangunan
orang
bahan.utama
kerja Pemilik
langsung/konvensional.
Perlu
dapat dukungan
dikerjakan
Ada Tenaga ahlikhu-
oleh tenaga
ber
sus
kerja
untuk
konstruksi
sertifikat.
Perlu alat transport.
kerja dengan
bantu
spesifik.
Bahan
keahlian GM/PUtm
Koord:bangunan
kerja
Pgg. Jawabtertentu.
tidak
Perlu bersifat
Pekerjaan
Teknik / Dir
alat explosif.
dari bagian
pendu- bangu-
Teknik.
kerja MANAJER
nan utama
Tempat
kung bukan dapat
kerja dikerjakan
terbuka
untuk Pe- PJTek Operas
oleh
atautenaga
kerjaan tertutup.
utama. kerja konstruksi TENAGA AHLI
dengan ketrampilan
Perlu sarana bantu kerja
tertentu.
untuk K3 Pelaksn Pelaksn Pelaksn
Resiko : Sedang
TEKNISI
Tekno : Madya

MANDOR MANDOR MANDOR


Nilai : Sedang/
kecil (bersyarat)
PELAKSANA
subkont Melakukan ketentuan K3;
Ada unit K3
Tkng/Oprs
Dampak Lingk. :Sebatas Satuan Pemukiman / Komplek perumahan
Tkng/Oprs Tkng/Oprs PRODUKSI bin
TENAGA INTI BUJK KUALIFIKASI BESAR

Teknologi Pekerjaan :
Tenaga
Bahan
Kerja
Bangunan
Peralatan
Struktur Kerja : : : utama dikerja-
bangunan
SBU

kan
Lebiholeh
daritenaga
Peralatan kerja kerja konstruksi
lang-
25 orang. Pemilik
Tidak
dengan Perlu gudang
keahlian kerja dan keteram-
sung
Ada / konvensional.
Tenaga ahli ber

bahan
pilan yang terjaga.
kerjakerja
tertentu.
Perlu
Perlu alat
sertifikat.
dukukungan bantu Dir.3 DirTk Dir.1 Dirut
Bangunan
spesifik.
Koord: Pgg.keseluruhan
Jawab terdiri dari
khusus untuk
bangunan utama
transp.
dan bangunan MANAJER
Perlu
Teknik alat
/Dirkerja
Bahan bangunanTeknik.pendu-
pendukung kerjayang secaraPerson
teknis dapat
kung untuk Survey
Alatmengerja- Anggr Konstrk Mutu
Tempat
bersifat terbuka
berbahaya /
dikerjakan
kan
atau pekerjaanterpisah/
tertutup. utamasimultan. TENAGA AHLI
explosif
Bangunan
Perlu sarana pendukung
bantu terdiri dari
Resiko : Tinggi
berbagai jenis
khususPelaksn pekerjaan
untukPelaksn konstruski,
K3 Pelaksn Pelaksn Pelaksn Pelaksn
yang pelaksanaan memerlukan Tekno : Tinggi
keahlian kerja dan keterampilan TEKNISI
Nilai : Besar/
kerja tertentu. sedang;
MANDOR MANDOR MANDOR MANDOR
MANDOR MANDOR MANDOR kecil (bersyarat)
MANDOR MANDOR MANDOR
PELAKSANA Melakukan ketentuan K3;
Wajib ada unit K3
Tkng/Oprs
Dampak Lingk. : Meliputi Kawasan Pemukiman atau lebih.
Tkng/Oprs Tkng/Oprs
PRODUKSI
Meliputi satu wilayah kecamatan atau lebih. bin
BUJK YANG MERUGIKAN PENGGUNA JASA

Astaghfirullah Kalau
model

K K N !!!
ini
mah,
Gue
mau.
ditipu
Pemilik/GM/PUtm . ???
. ???

Pengguna jasa

TANDA TANGAN KONTRAK




Mandor/ Pelaksn
Mandor/ Pelaksn
PELAKSANA
Mandor/ Pelaksn
Mandor/ Pelaksn
PELAKSANA
Mandor/ Pelaksn
Tkng/Oprs Tkng/Oprs Mandor/ Pelaksn
PRODUKSI PELAKSANA

Tkng/Oprs Tkng/Oprs
PRODUKSI
Tkng/Oprs Tkng/Oprs
PRODUKSI


bin
KEBIJAKAN KLASIFIKASI / KUALIFIKASI
( Psl 12 (1) UU. No. 18/99)

0 juta
0 juta

0 juta
0 juta
K3
0 juta
B
B
Pemilik/GM/PUtm

MEMBENTUK STRUKTUR USAHA YANG KOKOH


DAN
PJTek / Pelaksn
PERLINDUNGAN KONSUMEN (SYARAT
Mandor/ Pelaksn
PELAKSANA
PEMILIHAN
M1 PENYEDIA JASA)

Tkng/Oprs Tkng/Oprs
PRODUKSI


KEBIJAKAN KLASIFIKASI
SEGMENTASI / PASAR
KUALIFIKASI
(s/d 2002)
( Psl 12 (1)
( s/d UU. No.
Keppres 18/99)
18/2000)

0 juta

0 juta
0 juta

0 juta
0 juta
K3

0 juta

MEMBENTUK STRUKTUR USAHA YANG KOKOH


M1 DAN
PERLINDUNGAN KEPADA KONSUMEN


SEGMENTASI PASAR JASA KONSTRUKSI
( Keppres 80/2003 )
Perlindungan kepada Resiko/Tekno
pengusaha kecil (kompeten) Tinggi
(Psl. 46 Keppres 80/03)
(Psl 9 (5) Keppres 80/03)
Resiko/Tekno
(kompeten) Madya
(Psl. 46 Keppres 80/03)

Resiko/Tekno
Resiko/Tekno
Resiko/Tekno
(kompeten)
(Kompeten).
(kompeten).
(kompeten)
(kompeten).Kecil
Tinggi
Madya
Tinggi:
Madya
Kecil :

Diperuntukkan ba-
gi usaha mene-
ngah jasa pelaksa-
naan konstruksi (Psl
52. (3) Keppres 80/03)

y
Mahal ???
Tabel 5

BIAYA SERTIFIKASI DAN REGISTRASI


BADAN USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI BADAN USAHA BARU ATAU BADAN USAHA PINDAH ASOSIASI
SERTA BADAN USAHA PERPANJANGAN PER SUB BIDANG UNTUK TAHUN 2004 dan 2005
(KPTS NO. 75/KPTS/LPJK/D/XI/2002)

Biaya Sertifikasi dan Registrasi Thn 2003


No Kualifikasi Anggota Asosiai Sertifikasi dan
Sert. Asosiasi Regist. LPJK Registrasi

1 Besar 450.000,- 150.000,- 600.000,-


2 Menengah 1 350.000,- 100.000,- 450.000,-
3 Menengah 2 400.000,- 50.000,- 450.000,-
4 Kecil 1 115.000,- 35.000,- 150.000,-
5 Kecil 2 130.000,- 20.000,- 150.000,-
6 Kecil 3 140.000,- 10.000,- 150.000,-

Catatan :
1. Biaya tersebut di atas ditambah dengan biaya bagi pengembangan jasa
konstruksi dan sistim informasi LPJK Nasional sebesar Rp. 25.000 per sertifikat;
2. Biaya Sertifikat yang dilaksanakan oleh Badan Sertifikasi LPJK Nasional ditetapkan oleh Ketua
Dewan LPJK Nasional.
bin
Mahal ???
Tabel 6

BIAYA PERPANJANGAN REGISTRASI


BADAN USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI BADAN USAHA BARU ATAU BADAN USAHA PINDAH ASOSIASI
SERTA BADAN USAHA PERPANJANGAN PER SUB BIDANG UNTUK TAHUN 2004 dan 2005
(KPTS NO. 75/KPTS/LPJK/D/XI/2002)

Biaya Perpanjangan Registrasi Thn 2004 &


No Kualifikasi 2005
Biaya Total
Asosiasi LPJK
1 Besar 100.000,- 150.000,- 250.000,-
2 Menengah 1 70.000,- 100.000,- 170.000,-
3 Menengah 2 60.000,- 50.000,- 110.000,-
4 Kecil 1 50.000,- 35.000,- 85.000,-
5 Kecil 2 40.000,- 20.000,- 60.000,-
6 Kecil 3 30.000,- 10.000,- 40.000,-

Catatan :
1. Biaya tersebut di atas ditambah dengan biaya bagi pengembangan jasa
konstruksi dan sistim informasi LPJK Nasional sebesar Rp. 15.000 per sertifikat;
2. Biaya Sertifikat yang dilaksanakan oleh Badan Sertifikasi LPJK Nasional ditetapkan oleh Ketua
Dewan LPJK Nasional.
bin
Mahal ???
Tabel 7

DAFTAR KINERJA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI

Kinerja I II III IV V
Kriteria
1. Jumlah paket pe- Masuk Daftar
kerjaan yang Sanksi Perusa-
ditandatangani X < 10% 10% X < 20% X < X > 50% haan
mengalami ke- 20% 50%
terlambatan pa- (Kriteria III)
da tingkat kritis

2. Keikutsertaan Dapat mengikuti Dapat mengiku- Tidak dapat me- Tidak dapat Tidak dapat
lelang dan pe- lelang, dan da- ti lelang sepan- ngikuti lelang mengikuti kegi- mengikuti ke-
milihan langsung pat mengikuti jang masih me- disuatu penga- atan lelang dan giatan penga-
pemilihan lang- miliki SKN tidak daan dan tidak pemilihan lang- daan sampai
sung sepanjang dapat mengikuti dapat mengikuti sung kurun waktu
masih memiliki pemilihan lang- pemilihan lang- tertentu
SKN sung sung

CATATAN :

Kontrak dikatakan kritis apabila terjadi deviasi antara rencana dan kemajuan pelaksanaan pekerjaan
Pada rencana pelaksanaan 0 70 % terjadi deviasi sebesar 20 % atau lebih
Pada rencana pelaksanaan 70 100 % terjadi deviasi sebesar 10 % atau lebih

bin
KEWAJIBAN PEMERINTAH

1. Penjelasan Pasal 35, UU No 18/1999:


a. Mengingat peran jasa konstruksi dalam
pembangunan nasional, maupun dalam mendukung
perluasan kesempatan usaha dan lapangan kerja,
serta mengingat kewajiban Pemerintah untuk
melindungi kepentingan masyarakat dan kepentingan
nasional pada umumnya, maka Pemerintah
berkewajiban untuk melakukan pembinaan
terhadap jasa konstruksi.
SERTIFIKAT REGISTRASI DAN IZIN USAHA

Pasal 1 angka 8 UUJK :


8. Registrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kompetensi
profesi keahlian dan keterampilan tertentu, orang perseorangan
dan badan usaha untuk menentukan izin usaha sesuai
klasifikasi dan kualifikasi yang diwujudkan dalam sertifikat;

BAB VIII
PEMBINAAN

Pasal 35 UUJK
(1) Pemerintah melakukan pembinaan jasa konstruksi dalam bentuk
pengaturan, pemberdayaan, dan pengawasan.

G
(2) Pengaturan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
dengan penerbitan peraturan perundang-undangan dan standard-
standard teknis.
(3) Pemberdayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
terhadap usaha jasa konstruksi dan masyarakat untuk
menumbuhkembangkan kesadaran akan hak, kewajiban, dan
perannya dalam pelaksanaan jasa konstruksi.
(4) Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
terhadap penyelenggaraan pekerjaan konstruksi untuk menjamin
terwujudnya ketertiban jasa konstruksi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(5) Pelaksanaan.
BAB VIII
PEMBINAAN

Pasal 35 UUJK
(5) Pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
dilakukan bersama-sama dengan masyarakat jasa konstruksi.
(6) Sebagian tugas pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah yang diatur lebih
G

lanjut dengan Peraturan Pemerintah.


PEMBINAAN PEMERINTAH
(PP. 30 Tahun 2000)

PENYELENGGARAAN PEMBINAAN
Bagian Pertama
Umum

Pasal 3
Bentuk pembinaan jasa konstruksi meliputi :
a. pengaturan;
b. pemberdayaan; dan
c. pengawasan.

Pasal 4
(1) Pihak yang harus dibina dalam penyelenggaraan pembinaan jasa
konstruksi terdiri atas penyedia jasa, pengguna jasa, dan
masyarakat.

Pembinaan terhadap Penyedia Jasa
Pasal 5
(1) Pembinaan jasa konstruksi terhadap penyedia jasa dilakukan untuk
meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan hak dan kewajibannya.
(2) Pembinaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diselenggarakan
oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Pasal 6
(1) Pembinaan melalui pengaturan, pemberdayaan dan pengawasan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 merupakan tugas dan tanggung
jawab Pemerintah Pusat.
(2) Pengaturan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan :
1. menetapkan kebijakan nasional pengembangan jasa konstruksi
dan pengaturan jasa konstruksi;
2. menerbitkan dan menyebarluaskan peraturan perundang-
undangan jasa konstruksi dan peraturan perundang-undangan
lainnya yang terkait.
Pembinaan terhadap Penyedia Jasa
Pasal 6
(3) Pemberdayaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan
dengan menetapkan kebijakan, meliputi :
1. pengembangan sumber daya manusia di bidang jasa
konstruksi;
2. pengembangan usaha termasuk upaya mendorong kemitraan
fungsional yang sinergis;
3. dukungan lembaga keuangan untuk memberikan prioritas,
pelayanan, kemudahan, dan akses dalam memperoleh pendanaan;
4. dukungan lembaga pertanggungan untuk memberikan
prioritas, pelayanan, kemudahan, dan akses dalam memperoleh
jaminan pertanggungan risiko;
5. peningkatan kemampuan teknologi, sistem informasi serta
penelitian dan pengembangan teknologi.
(4) Pengawasan.
Pembinaan terhadap Penyedia Jasa
Pasal 6
(4) Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan guna
tertib usaha, tertib penyelenggaraan, tertib pemanfaatan jasa konstruksi
mengenai :
1. persyaratan perizinan;
2. ketentuan keteknikan pekerjaan konstruksi;
3. ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja;
4. ketentuan keselamatan umum;
5. ketentuan ketenagakerjaan;
6. ketentuan lingkungan;
7. ketentuan tata ruang;
8. ketentuan tata bangunan;
9. ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan
jasa konstruksi.
(5) Penyelenggaraan pembinaan jasa konstruksi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 dapat didekonsentrasikan atau ditugas-pembantu-
ankan kepada Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Pasal 7
(1) Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota
menyelenggarakan pembinaan jasa konstruksi untuk melaksanakan
tugas otonomi daerah mengenai :
a. pengembangan sumber daya manusia di bidang jasa konstruksi;
b. peningkatan kemampuan teknologi jasa konstruksi;
c. pengembangan sistem informasi jasa konstruksi;
d. penelitian dan pengembangan jasa konstruksi;
e. pengawasan tata lingkungan yang bersifat lintas Kabupaten dan
Kota.

(2) Penyelenggaraan pembinaan jasa konstruksi oleh Pemerintah


Propinsi dilakukan dengan cara :
a. melaksanakan kebijakan pembinaan jasa konstruksi;
b. menyebarluaskan peraturan perundang-undangan jasa
konstruksi;
c. melaksanakan pelatihan, bimbingan teknis, dan penyuluhan;
d. melaksanakan pengawasan sesuai dengan kewenangannya untuk
terpenuhinya tertib penyelenggaraan pekerjaan jasa konstruksi.
PP 28/2000

Pasal 7
(3) Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota menyelenggarakan
pembinaan jasa konstruksi dalam rangka pelaksanaan tugas
otonomi daerah dengan cara :
a. melaksanakan kebijakan pembinaan jasa konstruksi;
b. menyebarluaskan peraturan perundang-undangan jasa konstruksi;
c. melaksanakan pelatihan, bimbingan teknis, dan penyuluhan;
d. menerbitkan perizinan usaha jasa konstruksi;
e. melaksanakan pengawasan sesuai dengan kewenangannya untuk
terpenuhinya tertib penyelenggaraan pekerjaan jasa konstruksi.

PP 28/2000

Bagian Kelima
Tata Laksana Pembinaan
Pasal 12

(1) Pelaksanaan pembinaan terhadap penyedia jasa, pengguna jasa,


dan masyarakat oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 7, Pasal 9, dan Pasal
11 dapat dilakukan bersama-sama dengan Lembaga.
(2) Dalam hal Lembaga Daerah belum terbentuk, maka pembinaan
jasa konstruksi diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat atau
Pemerintah Daerah bersama Lembaga Nasional.

DEP PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH
BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN INVESTASI
PUSAT PEMBINAAN KONSTRUKSI

pok
SK Men KIMPRASWIL No. 02 05-Mn/182
Lembaga Yang Melaksanakan Pengembagan Jakon

SK Men KIMPRASWIL No. 02 05-


Mn/182
Lembaga Yang Melaksanakan Pengembagan Jakon

SK Men KIMPRASWIL No. 02 05-


Mn/182
Lembaga Yang Melaksanakan Pengembagan Jakon

SK Men KIMPRASWIL No. 02 05-


Mn/182
Lembaga Yang Melaksanakan Pengembagan Jakon