Anda di halaman 1dari 30

KECAKAPAN BERPIKIR

UNTUK ABAD 21

Oleh
Kelompok 8 / Kelas B
Mustika Ayu Wulansari 160341801111
Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti 160341800337
Kecakapan Hidup
Abad 21?

Kecakapan hidup abad 21 menurut Greenstein


(2012) dikelompokkan menjadi 3 kelompok
yaitu kecakapan berpikir (thinking), kecakapan
bertindak (acting) dan kecakapan menjalani
kehidupan (living).
Kecakapan Berpikir?

Kecakapan berpikir mencakup berpikir


kritis (critical thinking), memecahkan masalah
(problem solving), berpikir kreatif (creativity)
dan metakognisi (metacognition).
Berpikir kritis (critical thinking)
Berfikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan
reflektif seta fokus untuk memutuskan apa yang mesti
dipercaya atau dilakukan (Ennis,1992).

berpikir kritis mencakup kecakapan untuk


menginterpretasikan informasi, menganalisis bagian atau
keseluruhan, mengevaluasi bukti, membandingkan
berbagai macam perspektif, membedakan pola dan
memahami gagasan abstrak (Greenstein, 2012).

Menurut (Glaser dan Fisher, 2008) menyatakan bahwa


berfikir kritis sikap mau berpikir secara mendalam
tentang suatu masalah menggunakan metode
pemeriksaan dan penalaran yang logis
Cara pengembangan kecakapan
berpikir kritis di dalam kelas
Menentukan susunan tempat duduk dan kegiatan
pembelajaran yang memfasilitasi kecakapan
berpikir kritis;
membangun pengetahuan dasar kemudian diikuti
dengan aplikasi dari pengetahuan tersebut;
memasukkan semua domain dan level Taksonomi
Bloom dalam mengajar dan pembelajaran;
melakukan asesmen dengan rubrik, checklist,
penilaian diri dan rekan sejawat , jurnal dan catatan
belajar.
Siswa yang terus dilatih
berfikir kritis memiliki
hubungan yang positif
dengan hasil belajar, artinya
siswa yang memiliki
kemampuan berpikir kritis
baik, akan diikuti oleh hasil
belajar yang baik juga
Penyelesaian Masalah
(Problem Solving)?

Kecakapan memecahkan masalah


merupakan proses dasar dalam
mengidentifikasi permasalahan,
mempertimbangkan pilihan dan mengambil
keputusan.
Proses memecahkan masalah
meliputi pengetahuan dan skill
1) mendeskripsikan masalah secara mendalam (understand
the problem)
2) memandang permasalahan dengan pikiran
terbuka, mengevaluasi alternatif dan
mempertimbangkan berbagai macam perspektif
(brainstrom all possible sollution)

3) mengumpulkan informasi untuk menentukan


pilihan dan mengembangkan rencana (devise a plan)
4) menerapkan dan memonitor dengan seksama
(carry out the plan) ;

5) mengevaluasi hasil (evaluate the result)


Belajar memecahkan masalah adalah
interaksi antara stimulus dengan respons

Pengalaman siswa yang diperoleh dari


lingkungan akan menjadikan kepadanya
bahan dan materi guna memperoleh
pengertian serta bisa dijadikan pedoman
dan tujuan belajarnya.
BERPIKIR KREATIF
(CREATIVITY)

definisi Kemampuan untuk menciptakan sesuatu dalam


bentuk yang baru menggunakan imajinasi dan
keunikan dari setiap individu (Greenstein, 2012)

mencakup
Originalitas
Keterampilan Keunikan
Rasa Ingin Tahu
dasar Imajinasi
Fleksibilitas
Kelancaran
Brainstorming dan Membuat hubungan
problem solving Membuat pola baru
Menurut hasil survey 1500
CEO, kreatifitas merupakan
kompetensi kepemimpinan
nomor 1 dimasa yang akan
datang (Bronson &
Merryman, 2010)
KARAKTERISTIK/INDIKATOR
(GREENSTEIN, 2012)
Menyelidiki
Rasa Ingin Mengajukan pertanyaan
Tahu(Curiosity) Mencari makna
mendalam

Kelancaran Menghasilkan sejumlah


(Fluency) ide

Ide-ide baru
Orisinil Unik
(Originality) Tidak Biasa (Out of the
box)
KARAKTERISTIK/INDIKATOR

Elaborasi Ide yang dihasilkan


menambah yang sudah ada

(Elaboration) Detail
Intensif

Imaginasi Memimpikan
(Imagination) Menciptakan ide-ide baru

Fleksibel Ide-ide yang dihasilkan


mungkin untuk dilakukan
(Flexibility) dan bervariasi
KARAKTERISTIK/INDIKATOR
Bagaimana
Berbeda mengggabungkan,
memodifikasi,
(Divergent) mengadaptasi dan
menyusun ulang suatu ide

Mengambil Perasaaan dalam


resiko (Risk melakukan hal yang
kreatif
Taking)
Bagaimana ide dapat
Hubungan disampaikan,
dengan yang lain dikolaborasikan dan
disinergikan dengan
(With others) orang lain
PRAKTIK KELAS
Menyusun pembelajaran berbasis research
dan proyek dimana diakhir pembelajaran
akan dihasilkan produk maupun ide-ide baru
STRATEGI ASESMEN
Rubrik

Checklist

Self- dan peer- assessment

Catatan kemajuan

Observasi

Anecdotal record
MANFAAT

Membangun kemampuan untuk mengambil resiko

Mengembangkan kemampuan untuk menangani


masalah yang tidak terstruktur dan ambigu

Membantu siswa untuk menghargai berbagai


perspektif

Mempromosikan inovasi dan mendorong belajar


mandiri
METAKOGNISI
(METACOGNITION)
Kemampuan untuk mengamati, mengatur dan
memonitor cara berpikir seseorang (Flavell, 1979;
Flavel, 2000))
definisi

Mengetahui kesadaran dan manajemen dari pross


kognitif yang dimiliki seseorang (Kuhn, 2000)

Memikirkan skill Korelasi


berpikir yang Berpikir dengan
mereka gunakan kritis kecakapan
abad 21 lainnya
Menganalisis hubungan
Metakognisi transfer pengetahuan dari
Problem
pengalaman yang dimiliki
dengan masalah baru yang
Solving
ditemukan
(Greenstein, 2012)
ASPEK METAKOGNISI
Berorientasi pada tujuan,target dan maksud
tertentu

Tinjauan ke masa depan

Kesadaran

Regulasi diri

Fleksibel

Greenstein, 2012
LAYERS OF METACOGNITION

Gambar 1. Level Metakognisi (Greenstein, 2012)


INDIKATOR METAKOGNISI
Reflektif

Kesadaran berpikir

Kekuatan dan gaya

Penggunaan metakognisi

Greenstein, 2012
PRAKTEK
KELAS
Menyisipkan
aktivitas pre-
existing learning
caranya dan penilaian
metakognisi
dalam rencana
pembelajaran
Contoh: RQA,
mind map,
concept map
STRATEGI ASESMEN
Asesmen disisipkan dalam RPP

Refleksi metakognisi (metacognitive wrapper)

Angket

Self-report

Anecdotal record

Greenstein, 2012
Saran, tanggapan,kritik, Pertanyaan
Pertanyaan Sdri. Andin: Jika kecakapan
berfikir siswa kurang, bagaimana dengan
penilaiannya? Solusi?
Pertanyaan Sdri. Indri: Pentingnya
kecakapan berpikir untuk kehidupan
sehari-sehari?