Anda di halaman 1dari 10

STRES TEST

MONITOR

Oleh :
kelompok
5
Nama-Nama Anggota Kelompok :

1. Masyuri Wanda Tanjung


2. Setia Gunawan Mendrofa
3. Reza Prasetya

TEM_03
Apa Itu Stres Test Monitor ?...
Stres test monitor adalah salah satu tes diagnostik
kardiovaskular yang berfungsi untuk mengevaluasi irama dan
fungsi kerja jantung. Terutama saat pasien sedang melakukan
aktivitas yang disimulasikan dengan berjalan dan berlari di atas
treadmill ataupun mengayuh ergometer sepeda stasioner,
dimana pasien terhubung dengan ECG monitor.

Pergerakan tingkat stress semakin meningkat dengan


menyesuaikan kesulitan (kecuraman lereng) dan kecepatan saat
elevasi treadmill naik dan kecepatan bertambah. Pengawas tes
atau dokter memeriksa gejala dan respon tekanan darah.
Dengan menggunakan EKG, tes ini paling sering disebut stress
test jantung, tetapi dikenal dengan nama lain, seperti pengujian
latihan, treadmill stress testing, uji toleransi latihan, stress test
atau stress test EKG.

Jenis tes ini sangat efektif dalam mendeteksi penyakit


kardiovaskular dan mengevaluasi risiko atau kemungkinan
seseorang terjerumus ke penyakit jantung kronis
Tes stres treadmill berguna untuk pasien yang :
Diduga memiliki masalah kardiovaskular karena munculnya beberapa gejala
Memiliki riwayat keluarga penyakit jantung kronis, atau pasien dengan risiko sedang terpapar
penyakit jantung koroner
Perokok kronis atau perokok yang sudah lama
Sedang menjalani pengobatan jantung
Sudah memiliki kondisi jantung
Memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes

Gejala-gejala berikut dapat menyebabkan dokter menyarankan tes stres :


Sakit dada
Detak jantung tidak teratur atau abnormal
Kesulitan bernapas

Tes ini berfungsi :


Menentukan apakah aliran darah ke jantung, yang diharap meningkat secara proporsional dengan
aktivitas seseorang, cukup.
Menilai apakah obat yang dikonsumsi untuk kondisi jantung yang sudah ada, seperti iskemia dan
angina, bekerja dengan benar.
Memeriksa apakah perawatan sebelumnya untuk kondisi jantung yang ada sudah efektif, misalnya
apakah orang dengan penyakit jantung koroner sekarang menerima suplai darah yang cukup dalam
pembuluh jantung selama masa peningkatan aktivitas.
Mendeteksi kelainan irama jantung atau adanya aritmia.
Periksa kesehatan dan fungsi yang tepat dari katup jantung
Menentukan apakah tes lainnya diperlukan
Menentukan tingkat ideal aktivitas seseorang yang harus dicapai atau diperbolehkan selama
latihan.
Mengevaluasi kondisi jantung seseorang setelah menderita serangan jantung (atau infark miokard)
Cara Kerja Stres Serta Pengoperasian Test Monitor :

Pasien dibawa ke laboratorium olahraga di mana denyut jantung dan tekanan darah direkam
saat istirahat. Elektroda yang lengket dilekatkan pada dada, bahu dan pinggul dan dihubungkan
ke bagian EKG pada mesin stress test. EKG 12-lead direkam pada kertas. Tiap lead dari EKG
mewakili bagian yang berbeda dari jantung, dengan lead berdekatan mewakili satu dinding.
Misalnya:

Lead 2, 3, dan aVF = dasar atau bagian bawah jantung


Lead V1 dan V2 = septum atau sekat jantung
Lead V3, V4, V5 dan V6 = anterior atau bagian depan jantung
Lead V1 dan aVL = atas atau atap dan bagian luar sebelah kiri dari jantung
Lead aVR melihat rongga jantung dan hampir tidak mempunyai nilai klinis dalam
mengidentifikasi penyakit koroner

Tiga dari lead EKG juga secara konstan ditampilkan pada monitor treadmill. Tiap lead mewakili
dinding yang berbeda. Dokter mempunyai pilihan untuk memilih kombinasi berbeda dari 3 lead.

Treadmill kemudian dinyalakan dengan kecepatan warm-up yang relatif pelan. Kecepatan
treadmill dan kemiringan atau inklinasi ditingkatkan tiap tiga menit menurut protokol yang
diprogram sebelumnya (Bruce adalah protokol yang paling umum di USA, namun beberapa
protokol lain dapat sepenuhnya diterima). Protokol memerintahkan kecepatan dan kemiringan
yang tepat. Interval tiap tiga menit dikenal sebagai Stage (Stage 1, Stage 2, Stage 3, dll). Jadi,
pasien yang telah menyelesaikan Stage 3 sudah berolahraga selama 3 x 3 = 9 menit). Tekanan
darah pasien biasanya direkam selama menit kedua dari tiap Stage. Namun, tekanan darah
pasien juga dapat direkam lebih sering jika hasilnya terlalu tinggi atau terlalu rendah.Seperti
sudah disebutkan sebelumnya, EKG secara konstan ditampilkan di monitor. EKG juga direkam
pada kertas tiap interval satu menit.
Dokter memberi perhatian khusus pada denyut nadi, tekanan darah,
perubahan pada pola EKG, irama jantung yang tidak teratur, dan
penampilan pasien dan keluhan. Treadmill dihentikan ketika pasien
mencapai denyut nadi target (yaitu 85% dari denyut nadi maksimal
yang diprediksi untuk umur pasien).
Namun, jika pasien melakukan dengan sangat baik pada puncak
olahraga, tes treadmill mungkin dilakukan lebih lanjut. Tes dapat
dihentikan sebelum mencapai denyut nadi target jika pasien
mengalami ketidaknyamanan pada dada secara bermakna, sesak
nafas, pusing, cara berjalan yang goyah, dll, atau jika EKG
menunjukkan perubahan yang mengkhawatirkan atau denyut nadi
tidak teratur yang serius. Tes juga dapat dihentikan bila tekanan darah
(blood pressure/BP) meningkat atau menurun melebihi batas yang
dapat diterima. Perhatikan bahwa tekanan darah sistolik (systolic BP)
(angka atas) mungkin secara normal meningkat hingga 200 pada
puncak olahraga. Pada waktu yang sama, tekanan darah diastolik
(diastolic BP) (angka bawah) tetap tidak berubah atau sedikit
menurun. Sebaliknya, tekanan darah pasien dengan hipertensi atau
tekanan darah tinggi akan menunjukkan peningkatan baik hasil
bacaan sistolik maupun diastolik. Di mana tekanan darah diastolik
dapat meningkat di atas 90-100 mmHg.
Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Stres Test Monitor

Resiko dari stress portion dari tes sangat kecil dan


serupa dengan apa yang diharapkan dari olahraga
berat mana pun (jogging di lingkungan tetangga,
berlari menaiki tangga, dll). Sebagaimana
disebutkan sebelumnya, staf medis yang telah
berpengalaman hadir untuk mengelola komplikasi
yang jarang seperti denyut nadi tidak teratur yang
berkelanjutan/bertahan, nyeri dada yang tidak
mereda atau bahkan serangan jantung.
Untuk memastikan tidak terjadi komplikasi saat tes
sedang berlangsung, teknisi yang memfasilitasi tes
stres haruslah petugas medis yang sangat terlatih
dan profesional, sehingga mampu menanggapi
setiap komplikasi dan keadaan darurat yang
mungkin timbul.
TROUBLESHOOTING
Apabila alat tidak hidup serta hasil tidak tampil dimonitor:
Analisa kerusakan/penanganan
Periksa alat kalau sudah terhubung dengan sumber tengangan/PLN
dengan baik
Kabel putus
Cek fuse pada alat apakah sudah putus atau masih bagus
Periksa apakah alat sudah terhubung satu sama lain dengan baik.

Untuk alat ekgnya sendiri hasil pemeriksaan EKG pada kertas ekg atau monitor
tidak jelas (grafikny tebal,terjadi trilling).
Analisa Kerusakan
Filter pada pesawat ECG Belum diaktifkan sehingga dapat interferensi dari luar.
Kabel elektroda ECG ada yang putus
ECG tidak mendapat grounding.

Untuk alat treadmillnya sendiri alat berat untuk berputar bahkan tidak mau
berputar.
Analisa Kerusakan
Periksa bagian motor pada alat apakah masih bagus atau tidak.
Lakukan pulumasan pada konsol / rel treadmilny supaya ringan putarannya.
Terimah
Kasih.