Anda di halaman 1dari 23

Nama : An.

Nazril Adrean S
No. RM : 10168
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 11 tahun
Warga negara : Indonesia
Agama : Islam
Alamat : Tambak Dalam, Kaligawe, Semarang
Pemeriksaan Subjektif
Keluhan Utama
Pasien datang mengeluhkan gigi belakang bawah
kiri berlubang.
Anamnesis
Pasien anak laki-laki berusia 11 tahun datang
mengeluhkan gigi belakang kiri bawah berlubang.
Pasien tidak mengeluhkan rasa sakit. Orang tua
pasien ingin gigi anaknya dirawat supaya lubang
tidak semakin dalam. Pasien suka mengkonsumsi
coklat dan permen. Pasien menyikat gigi dua kali
sehari setiap mandi pagi dan sore.
Penyakit Diabetes Melitus : d.t.a.k
Penyakit Darah Tinggi : d.t.a.k
Penyakit Gastrointestinal : d.t.a.k
Penyakit Jantung : d.t.a.k
Penyakit Liver : d.t.a.k
Penyakit Ginjal : d.t.a.k
Penyakit Kulit : d.t.a.k
Penyakit Paru-paru : d.t.a.k
Riwayar Perdarahan : d.t.a.k
Pemeriksaan Objektif

Kondisi umum pasien : baik


Tekanan Darah : t.d.l
Nadi : - x/menit
Respiration Rate : 20 x/menit
Berat Badan : 40 kg
Tinggi Badan : 120 cm
Temperatur : t.d.l
Pemeriksaan Ekstra Oral: d.t.a.k
Pemeriksaan Intra Oral : d.t.a.k
Pemeriksaan Gigi-geligi
Gigi 55 : Restorasi amalgam klas II
Gigi 74 : Karies media klas II (distal)
Gigi 36 : Karies profunda klas I
Gigi 84 : Karies media klas II
Gigi 85 : Missing
Gigi 46 : Karies profunda klas I
Pada gigi 74
Terdapat kavitas kedalaman dentin pada
bagian oklusal dan distal
Perkusi : (-)
Sondasi : (-)
Palpasi : (-)
Mobilitas : (-)
CE : (+)
Gambaran Klinis Gigi 74
Diagnosa

Karies media kavitas klas II


Prosedur Preparasi kavitas
Proximal outline form (proximal box):
Ketebalan axial kurang lebih 0,75 mm
Pembuatan carfosurface sebesar 90 derajat
Gingival outline form tegak lurus dengan sumbu gigi
Perluasan arah bukal dan lingual serta konvergen ke arah
oklusal
Outline form (occlusal step):
Ketebalan minimal 0,75-2 mm
Enamel harus didukung dentin yang sehat
Pembuatan isthmus dibuat sesempit mungkin. Atap pulpa harus
dibuat rata
Axio pulpa line angle harus membulat supaya tidak terjadi
fraktur marginal.
Prosedur Penumpatan Amalgam
Penempatan matriks band
Pengadukan amalgam
Kondensasi (lateral dan gingival floor);
harus dilakukan dalam jangka waktu 3-4
menit
Kondensasi membantu mengurangi
resiko post op sensitivity dan celah
marginal
Trimming, carving, burnishing
Prosedur restorasi Amalgam Klas II
Membuka kavitas menggunakan round bur.
Membersihkan karies pada bagian proksimal dan
oklusal
Membentuk proximal box
Membuat isthmus dan dovetail
Isolasi gigi dengan cotton roll
Bersihkan dan keringkan kavitas, kemudian
aplikasikan semen seng phospat.
Aplikasikan matrix band pada gigi
Siapkan amalgam yang baik Mixing menggunakan
amalgamator.
Aplikasikan amalgam ke bagian proximal, kemudian pada
bagian oklusal dengan amalgam pistol dan padatkan dengan
amalgam condenser. Tahapan ini diulangi sampai kavitas
penuh. Haluskan dengan burnisher.

Pemasangan matrix band tumpatan amalgam


Pemeriksaan Subjektif
Anamnesis
Pasien anak datang untuk melanjutkan perawatan setelah dilakukan
penambalan amalgam 20 hari yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan rasa
sakit pada giginya.
Pemeriksaan Objektif
Intra oral
terdapat tumpatan amalgam pada bagian distal dan oklusal
palpasi = (-)
perkusi = (-)
tumpatan amalgam baik, tidak terdapat step
tumpatan belum tidak mengkilap
jaringan periodontal sehat
Terapi
Dilakukan poleshing amalgam
Pemolishan dilakukan setelah 24 jam penumpatan,
untuk mengurangi resiko terjadinya korosi pada
tumpatan amalgam. Pemolishan dilakukan sampai
tumpatan mengkilap dan tidak ada step antara
tumpatan dengan gigi.
Pemeriksaan Subjektif
Anamnesis
Pasien anak datang untuk memeriksakan giginya
kembali setelah dilakukan penambalan amalgam 30 hari
yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan rasa sakit dan rasa
mengganjal pada giginya.
Pemeriksaan Objektif
Intra oral
Terdapat tumpatan amalgam pada bagian
oklusal dan distal
Palpasi = (-)
Perkusi = (-)
Tumpatan amalgam masih baik
Tumpatan mengkilap, jaringan periodontal
sehat
Terapi
Kontrol tumpatan amalgam kelas I
Poleshing amalgam