Anda di halaman 1dari 18

BAGIAN DERMATOLOGI & VENEROLOGI KASUS

FAKULTAS KEDOKTERAN 25 Februari 2017


UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

CHANCROID (ULKUS MOLE)

DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD NUR ISLAM, S.KED (111 2015 2206)

PEMBIMBING :
d r. N u r u l R u m i l a R o e m , M . K e s , S p . K K

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


BAGIAN DERMATOLOGI & VENEROLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MULSIM INDONESIA
2017
DEFINISI

Penyakit ulkus genital akut, setempat yang disebabkan


oleh Haemophyllus ducreyi
PENYEBAB & ETIOLOGI

Penyebab : Haemophillus ducreyi (Streptobacillus


sucreyi)

Umur : Hanya mengenai orang dewasa yang


aktif

Jenis kelamin : Lebih banyak pada pria


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Bangsa/ras : Kulit berwarna lebih sering terkena


penyakit ini.

Iklim : Banyak terdapat di daerah beriklim


tropis dan subtropis

Kebersihan/higienis : Berperan penting untuk penyebaran


penyakit
GEJALA SINGKAT PENYAKIT

Sesudah lewat masa tunas 3-5 hari, mulai dengan


papula yang berkembang menjadi ulkus dangkal, tepi
merah, dasarnya kotor, dan mudah berdarah. Pada
penekanan sakit dan indurasi tidak ada.
PEMERIKSAAN KULIT

Lokalisasi : Pria : Prepusium, frenulum, korpus


penis, dan skrotum.
Wanita : Labia, klitoris, anus dan
perineum.

Efloresensi/sifat-sifatnya : Ulkus berbentuk cawan, tepi


tidak rata, dinding menggaung,
daerah sekitar eritema.
Gambar
Gambar
KRITERIA DIAGNOSTIK
Klinis

Umumnya cukup secara klinis : terdapat ulkus


multiple, tepi tidak teratur, dinding bergabung, dasar kotor,
sangat nyeri.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI

Bagian atas ulkus dijumpai neutrofil, fibrin, dan


eritrosit. Bagian tengah dijumpai pembuluh kapiler baru
dengan proliferasi endotel. Bagian bawah terdapat sel-sel
radang yang terdiri dari sel plasma dan limfosit.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Sediaan apus dari dasar ulkus dan diwarnai dengan


pewarnaan Gram atau Unna Pappeinheim, ditemukan basil
negative Gram yang berderet seperti rantai.

Catatan : pemeriksaan laboratorium ini dapat mendukung diagnosis,


tetapi bila klinis jelas, dan laboratorium (-), tetap dianggap
seperti ulkus mole.
DIAGNOSTIK BANDING

1. Herpes genital

2. Sifilis stadium I

3. Limfogranuloma Venereum

4. Granuloma inguinale
Gambar
Gambar
Gambar
PENATALAKSANAAN

Nonmedikamentosa :

Sedapat mungkin lakukan penangan terhadap pasangan

seksualnya

Konseling, kemungkinan resiko tertular HIV

Kunjungan ulang : dilakukan 3-7 hari setelah terapi

dimulai
Lanjutan .

Medikamentosa :
Obat pilihan :
Siprofloksasin 2 x 500 mg/oral selama 3 hari atau
Azitromisin 1 gram/oral dosis tunggal atau
Eritromisin 4 x 500 mg/oral selama 7 hari atau
Seftriakson 250 mg injeksi intramuscular dosis
tunggal
TERIMA KASIH