Anda di halaman 1dari 34

Laporan Kasus

Uretritis Gonorrhea
OLEH
DODDY ARIO SISWANTO PUTRO
2012730032

PEMBIMBING :
dr. Mahdar Johan. Sp. KK

KEPANITERAAN KLINIK RSUD R. SYAMSUDIN, SH


SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
Identitas Pasien

Nama : An. DA,


Umur : 18 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : kec. Gagar bitung
Status : Belum menikah
No. RM : 66835
Tanggal : 25-9-2017
Anamnesis
Keluhan Utama:
Kencing mengeluarkan nanah.
Riwayat penyakit sekarang:
Pasien datang dengan keluhan mengeluarkan nanah
dari kemaluannya, nanah berwarna putih kekuningan.
Keluhan terjadi sejak 1 minggu yang lalu. Awalnya kencing
terasa panas dan nyeri. 4 hari yang lalu bengkak pada ujung
penisnya. Saat ini pasien mengeluh demam sejak 1 hari yang
lalu, dan terdapat benjolan pada selangkangan kiri. Pasien
mempunyai riwayat hubungan seksual dengan temannya 2
minggu sebelum keluhan. Hubungan seksual dilakukan
sebanyak lebih dari 5 kali dan Pasien sering berganti-ganti
pasangan seksual. Keluhan seperti ini dirasakan baru pertama
kali.
Anamnesis

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah menderita penyakit seperti
ini sebelumnya.
Riwayat Pengobatan
Belum Pernah berobat sebelumnya
Riwayat Perilaku Seksual.
Pasien melakukan hubungan seksual dengan
dengan temannya lebih dari 5 kali.
Terakhir melakukan hubungan 2 minggu yang lalu
dengan temannya.
Pemeriksaan
Status generalis
Dalam batas normal
Status dermatologis
Lokasi : Orificium
uretra eksternum (OUE)
Distribusi : Lokal
Ruam : Tampak duh
tubuh berwarna
kekuningan, purulen,
yang keluar dari
Orificium uretra
eksternum (OUE),
edema (+), eritem (+)
Status Veneriologis
Lnn : Ditemukan pembesaran di inguinal sinistra
Corpus penis : tidak ditemukan kelainan
Preputium : (-) pasien telah disirkumsisi
Glans penis : tidak ditemukan kelainan
OUE : edema (-), eritem (+)
Scrotum : tidak ditemukan kelainan
Frenulum : tidak ditemukan kelainan, tidak ada nyeri tekan
Epididimis : tidak ada nyeri tekan
Testis : tidak ada nyeri tekan
Discharge : purulen, berwarna putih kekuningan
Diagnosis Banding

Uretritis Gonorrhoe
Uretritis Non Gonorrhoe
Rencana Pemeriksaan Penunjang

Pewarnaan gram discharge


Kultur
Tes beta laktamase
Tes thomson
Pemeriksaan Serologi
Diagnosis
Uretritis Gonore
Resume
An. DA Laki-laki 18 tahun datang dengan keluhan
mengeluarkan nanah dari kemaluannya, nanah berwarna
putih kekuningan. Keluhan terjadi sejak 1 minggu yang lalu.
Awalnya kencing terasa panas dan nyeri. 4 hari yang lalu
bengkak pada ujung penisnya. Saat ini pasien mengeluh
demam sejak 1 hari yang lalu, dan terdapat benjolan pada
selangkangan kiri. Pasien mempunyai riwayat hubungan
seksual dengan temannya 2 minggu sebelum keluhan.
Hubungan seksual dilakukan sebanyak lebih dari 5 kali dan
Pasien sering berganti-ganti pasangan seksual. Keluhan
tersebut dirasakan baru pertama kali.
Riwayat Perilaku Seksual di dapatkan
Pasien melakukan hubungan seksual dengan dengan
temannya lebih dari 5 kali.
Terakhir melakukan hubungan 2 minggu yang lalu dengan
temannya.
Pemeriksaan fisik di dapatkan, Status Generalis
dalam batas normal,
Status Dermatologis :
Lokasi : Orificium uretra eksternum (OUE)
Distribusi : Lokal
Ruam : Tampak duh tubuh berwarna putih
kekuningan, purulen, yang
keluar dari Orificium uretra eksternum (OUE), edema
(-), eritem (-)
Status Veneriologis
OUE : edema (-), eritem (+)
Discharge : purulen, berwarna putih kekuningan
Penatalaksanaan

Kausatif : - Cefixime 1x400 mg


- Doxycyclin 2x100 mg
- Ibuprofen 3x400 mg
KIE :
Obat diminum sesuai dosis
Tidak melakukan hubungan seksual dulu selama masa
pengobatan, atau menggunakan kondom bila berhubungan
seksual
Pemeriksaan terhadap pasangan (istri) penderita
Prognosis

Quo ad Vitam : Bonam


Quo ad Sanam : dubia
Quo ad Fuctionam : Bonam
Quo ad kosmeticam: Bonam
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI

Gonore dalam arti luas mencakup


semua penyakit yang disebabkan
Neisseria gonorrhoeae.

Uretritis gonore adalah


peradangan pada uretra pada
laki-laki ataupun perempuan.
EPIDEMIOLOGI

Merupakan penyakit Tidak ada imunitas 25 juta kasus baru


kelamin yang bawaan setelah ditemukan di dunia
terbanyak menderita penyakit tiap tahun

Beberapa strain
kuman gonokok yang
resisten terhadap Wanita 1,03 tiap Pria 1,34 tiap 100.000
penisilin, quinolone 100.000 penduduk penduduk
dan antibiotik lainnya
telah ditemukan
ETIOLOGI
Neisseria gonorrhoeae
Bakteri gram negatif
diplokokus non motil
diameter mendekati 0,8 m
Masing-masing cocci berbentuk
ginjal
Kultur selama 48 jam koloni
gonokokus berbentuk cembung,
berkilau, meninggi dan sifatnya
mukoid berdiameter 1-5 mm. Koloni
transparan atau pekat, tidak
berpigmen dan tidak bersifat
hemolitik
PATOFISIOLOGI

Gonokokus berkembang kuman akan


melakukan menghasilkan
biak di dalam berbagai macam
penetrasi ke
permukaan jaringan sub produk ekstraseluler
(fosfolipase, peptidase
mukosa epitelial dan lainnya)

mikroabses sub kerusakan sel


epitelial yang pada komponen
akhirnya akan Mobilisasi
permukaan sel
pecah dan leukosit PMN yaitu LOS (Lipo
melepaskan PMN
dan gonokokus Oligosaccaride
PATOFISIOLOGI
Gonokokus menyerang supurasi akut
selaput lendir saluran peradangan
yang
genitourinari, mata,
menyebabkan
kronis dan
rektum, dan fibrosis.
tenggorokan, invasi jaringan

Pada pria biasanya Pada infeksi yang


terdapat uretritis Proses dapat tidak diobati terjadi
dengan nanah yang fibrosis, yang
berwarna krem kuning menjalar ke kadang-kadang
dan nyeri waktu epididimis. mengakibatkan
kencing. striktur uretra

Pada wanita, infeksi Infeksi dapat


primer terjadi di menjalar ke tuba Infertilitas
endoserviks dan meluas uterina dan
ke uretra dan vagina, menyebabkan terjadi pada
mengakibatkan sekret salpingitis, fibrosis, 20% wanita
mukopurulen. dan obliterasi tuba.
MANIFESTASI KLINIS

Laki Laki

Sebanyak 10%
Sekali kontak dengan wanita laki-laki stadium
yang terinfeksi, 25% akan presimtomatik
terkena uretritis gonore sering terjadi
komplikasi

nyeri dan panas gejala komplikasi


pada waktu nyeri waktu
masa tunas yang kencing yang kencing, frekuensi
berlangsung antara kemudian diikuti kencing meningkat,
2-5 hari keluarnya nanah dan keluarnya tetes
kental berwarna darah pada akhir
kuning kehijauan kencing
MANIFESTASI KLINIS

Wanita
Karena gejala keputihan biasanya ringan,
gejala uretritis ringan
seringkali disamarkan dengan penyebab
atau bahkan tidak
keputihan fisiologis lain, sehingga tidak
ada,
merangsang penderita untuk berobat.

karena uretra pada wanita seringkali menjadi carrier dan akan


wanita pendek menjadi sumber penularan yang tersembunyi..

meningkatkan sekresi cairan


Pada wanita, infeksi primer
kontak pertama pada cervix yang mukopurulen. Ini dapat
tejadi di endocerviks dan
gejala yang menonjol berkembang ke tuba uterine,
menyebar kearah uretra dan
berupa cervicitis keputihan menyebabkan salpingitis,
vagina
fibrosis dan obliterasi tuba.
KOMPLIKASI

Penyulit uretritis bisa terjadi apabila tidak


secepatnya mendapat pengobatan atau
telah mendapatkan yang kurang adekuat.
Penyulit yang terjadi dapat bersifat lokal,
ekstra genital dan disseminated
Laki laki
Cowperitis
Nyeri perineum, Disuria, Bila pecah keluar ke perineum,
uretra dan rektum
Prostatitis
Akut : nyeri hebat pada perineum dan suprasimfiser,
nyeri saat t defekasi
Kronik : gejala sama dengan akut namun lebih ringan
Epididimitis
Febris, Edema pada epididimis, Kulit skrotum kenyal dan
rata
Funikulitis, Nyeri sehingga sulit berjalan
Orkho-epididimitis
Edema dengan batas tidak jelas
Tysonitis, litritis
Terjadi abses para uretra
Sistitis
Polakisuri, Pada yang prominen terdapat hematuria
terminal
Pada wanita

Bartolinitis

Sangat nyeri, sehingga sukar berjalan.


Pembengkakan labium mayus dengan tanda radang
akut lainnya pada muara kelenjar tampak nanah yang
purulen.
Bila berlanjut terjadi abses yang bila pecah menimbulkan
ulkus.

Penyakit radang panggul

Dapat simptomatik ataupun asimptomatik


Dapat mengenai endometrium, salping, ovarium, dan
periteneum dengan gejala nyeri perut perut bagian
bawah, nyeri pada menstruasi, dan nyeri pada saat
koitus. Gejala biasanya ringan dan kurang diperhatikan
Penyulit ekstra genital

Orofaringitis. konjungtivitis

Penyulit disseminated

Arthritis
myocarditis,
endocarditis
pericarditis,
meningitis.
DIAGNOSIS BANDING

Uretritis non gonokokus yang dapat disebabkan


oleh Clamydia trachomatis, Ureaplasma
urealyticum, Mycoplasma, Gardnerella vaginalis,
alergi ataupun bakteri seperti Staphylococcus
dan difteri.
Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan langsung dengan pewarnaan gram


Tampak kuman kokus berpasang- pasangan terletak di dalam dan di
luar sel darah putih (polimorfonuklear ). Pemeriksaan ini berguna
terutama pada kasus gonore yang bersifat simtomatis.

2. Pembiakan dengan pembenihan Thayer Martin


Akan tampak koloni berwarna putih keabuan, mengkilap dan
cembung. Pembiakan dengan media kultur ini sangat perlu terutama
pada kasus-kasus yang bersifat asimtomatis.

3. Enzyme immunoassay
Merupakan cara deteksi antigen gonokokus dari sekret genital, namun
sensitivitasnya masih lebih rendah dari metode kultur.

4. Polimerase Chain Reaction (PCR)


Identifikasi gonokokus dengan PCR saat ini telah banyak digunakan di
beberapa negara maju, dengan banyak sensitivitas dan spesifitas yang
tinggi, bahkan dapat digunakan dari sampel urine.
PENATALAKSANAAN
Gonorrhea tanpa komplikasi antara lain
:

ciprofloxacin 500 mg oral single dose


ofloxacine 400 mg
cefixime 400 mg oral single dose
Ceftriaxone 125 mg IM single dose.

Bila dicurigai adanya infeksi campuran


dengan chlamydia dapat ditambahkan
:

Erythromycin 4 x 500 mg oral selama 7 hari,


doxycycline 2 x 100 mg/hari per oral selama 7 hari
Untuk gonorrhea dengan komplikasi

meningitis dan endocarditis

ceftriaxone 1-2 g IV setiap 12 jam,


untuk meningitis dilanjutkan 10-14 hari,
untuk endocarditis diteruskan paling sedikit 4 minggu.

artritis, tenosynovitis dan dermatitis

ciprofloxacin 500 mg IV setiap 12 jam


ofloxacine 400 mg setiap 12 jam
cefotaxime 1 g IV setiap 8 jam
ceftriaxone 1 g IM / IV tiap 24 jam
EDUKASI
Gunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual.
Jika menderita gonore, hindari hubungan seksual sampai
pengobatan antibiotik selesai.
Walaupun sudah pernah terkena gonore, seseorang
dapat terkena kembali, karena tidak akan terbentuk
imunitas untuk gonore.
Sarankan juga pasangan seksual pasien untuk diperiksa
untuk mencegah infeksi lebih jauh dan mencegah
penularan.
TERIMA KASIH