Anda di halaman 1dari 21

Plagiocephaly

Pembimbing:
Dr. Ineu Nopita .SPA, Mkes

Disusun oleh:
Dandan adi nurhakim 110170012
Fakultas kedokteran unswagati
RSUD WALED
2017
Definisi
Plagiocephaly adalah kondisi dimana kepala bayi memiliki sisi yang rata,
hingga membuat kepalanya berbentuk tidak simetris atau tidak membulat
sempurna. Yang paling umum terjadi adalah positional plagiocephaly, ini
terjadi ketika kepala bayi memiliki bagian yang rata dikarenakan tekanan pada
bagian tersebut secara terus menerus.

Kepala bayi cenderung rapuh dan gampang berubah bentuk, karena


tempurung kepalanya masih lunak dan sangat lembut saat mereka
lahir. Positional plagiocephaly biasanya terbentuk setelah bayi lahir, dan dia
menghabiskan banyak waktu di satu posisi, hingga menimbulkan tekanan pada
satu bagian tempurung kepala.
Contohnya, bayi baru lahir lebih banyak ditelentangkan, sehingga
tempurung kepala bagian belakangnya mengalami tekanan, maka
bagian belakang tersebut menjadi rata.
Pada awal tahun 1990-an, orangtua diberitahu untuk membiarkan
bayi tidur pada posisi telentang untuk menghindari sindrom bayi
mati mendadak (SIDS). Meski anjuran ini telah menyelamatkan
banyak bayi, para ahli mencatat bahwa praktik ini juga
meningkatkan jumlah bayi yang memiliki bentuk kepala tidak
membulat sempurna sebanyak lima kali lipat.
Etiologi
Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, bayi
mengalami positional plagicephaly saat masih di dalam rahim.
Pergerakan di dalam rahim, atau saat ibu mengandung bayi
kembar, tempurung kepala bayi bisa terjebak di antara tulang
panggul atau tulang rusuk ibu. Hal ini menyebabkan bayi lahir
dengan tempurung kepala yang tidak membulat sempurna.
Kebanyakan bayi yang lahir melalui persalinan normal memiliki
bentuk kepala yang aneh, hal ini terjadi karena tekanan yang
dialami bayi saat ia melewati jalan lahir. Biasanya bentuk kepala
bayi akan berubah menjadi bulat sempurna setelah enam minggu.
Apabila setelah enam minggu kepala bayi masih memiliki bagian
yang rata, bisa jadi ia mengalami positional plagiocephaly. Sindrom
kepala bayi rata ini sering terjadi pada bayi yang dianggap sebagai
tukang tidur, bayi yang memiliki kepala besar, dan bayi yang lahir
prematur dengan otot tubuh yang lemah.
Tampak atas
Kepala Normal

Kepala 1/3 lebih panjang dari pada lebar

Kepala plagiocephaly

Kepala datar di satu sisi

Bentuk kepala menyerupai genjang

Kepala Brachycephaly

Kepala lebih lebar dari yang panjang

Bagian belakang kepala rata bukan melengkung

Bentuk Kepala Scaphocephaly

Kepala panjang dan sempit


Tampak Bawah
Kepala Normal

Mata dan telinga sama di kedua sisinya

Dahi melengkung dan melintang

Kepala plagiocephaly

Dahi melengkung

Wajah melengkung dan tampak miring

Mata dan telinga tidak rata

Satu pipi dan sisi wajah lebih penuh dari yang lain

Kepala Brachycephaly

Kepala lebar

Bagian kepala yang paling lebar berada tepat di atas telinga

Kepala Scaphocephaly

Kepalanya sempit
Tampak samping
Normal Head Shape:
Belakang tampak melengkung
Kedua sisi sama
Plagiocephaly Head Shape
Kepala datar di satu sisi
Satu telinga lebih maju dari yang lain
Brachycephaly Head Shape
Kepala lebih lebar dari biasanya
Kepala tidak normal tinggi
Scaphocephaly Head Shape
Kepala panjang dari depan ke belakang
Tampak depan
Kepala Normal
Mata memiliki ukuran yang sama dan sejajar dengan wajah
Pipi adalah ukuran yang sama
Bagian atas kepala sejajar
Kepala plagiocephaly
Satu mata lebih kecil dari yang lain
Satu pipi lebih penuh dari yang lain
Bagian atas lereng kepala
Kepala Brachycephaly
Wajah tampak kecil relatif terhadap ukuran kepala
Kepala lebar
Bagian kepala yang paling lebar berada tepat di atas telinga
Tip telinga menonjol
Bentuk Kepala Scaphocephaly
Kepala tinggi dan sempit
Bayi yang mengalami tortikolis (gangguan sakit pada leher)
juga bisa mengalami positional plagicephaly, karena mereka
cenderung tidur dengan memiringkan kepalanya ke satu sisi.
Tortikolis terjadi saat otot di salah satu sisi leher memendek,
sehingga membuat dagu terangkat ke sisi lain. Bayi prematur
sering mengalami tortikolis.
Semua orang memiliki bentuk kepala yang sedikit asimetris,
dan dalam banyak kasus, bagian rata pada kepala bayi akan
membulat dengan sendirinya pada saat bayi berusia enam
bulan. Ketika bayi sudah mulai belajar merangkak dan duduk.
Akan tetapi, bila Anda melihat ada bagian kepala bayi yang
rata, Anda tidak perlu menunggu hingga bayi berusia enam
bulan. Segera bicarakan dengan dokter mengenai hal ini.
Tempurung kepala bayi mulai mengeras dan kuat seiring
dengan bertambahnya usia. Jadi, bila Anda ingin mengambil
langkah untuk membetulkan bentuk kepala bayi, semakin dini
usia bayi, maka langkah tersebut akan semakin mudah
dilakukan.
Terapi
Terapi ini melibatkan perubahan posisi bayi sesering mungkin,
untuk mengurangi tekanan pada bagian kepala yang rata.
Berikut ini adalah beberapa cara untuk memberikan terapi
reposisi yang bisa Anda praktikkan di rumah.
Waktu tidur. Saat meletakkan bayi di kasur atau keranjang
bayi untuk tidur, entah tidur malam atau tidur siang, ubah
posisi kepalanya. Bila bayi biasa tidur dengan posisi kepala
menengok ke kiri, ubah arahnya menjadi ke kanan. Ubah
posisi kepalanya di setiap waktu tidur untuk menghindari
tekanan berlebihan pada satu sisi.
Saat menyusui. Gantilah posisi bayi saat ia sedang menyusui
sesering mungkin. Sesuaikan posisi kepala bayi untuk
menghindari tekanan pada bagian kepala yang rata.
Ketika duduk. Hindari meninggalkan bayi terlalu lama
dalam posisi duduk bersandar di kursi mobil, stroller,
gendongan bayi, atau tempat lain yang membuat kepala
bayi menyender pada posisi yang sama dalam waktu lama.
Tummy time. Pada jam-jam ketika bayi bangun, usahakan
untuk meletakkan dia pada posisi tengkurap, selain
mengurangi tekanan pada kepala, hal ini juga berguna bagi
kemampuan motorik si bayi. Tummy time juga berguna
untuk mencegah plagiocephaly karena bisa menguatkan
otot-otot leher bayi. Otot leher yang kuat akan membuat
bayi lebih mudah mengubah posisi kepala saat tidur,
sehingga tidak terus menerus di satu sisi.
Cranial orthotic therapy

Terapi ini dilakukan pada bayi yang


mengalami plagiocephaly cukup parah, dengan
menggunakan helm atau ikat kepala selama 23 jam setiap
hari untuk memperbaiki bentuk kepala bayi. Perawatan ini
biasanya berlangsung sekitar dua hingga enam bulan,
bergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami bayi.
Penggunaan helm ini biasanya dibarengi dengan latihan fisik
untuk hasil terbaik. Terapi ini memiliki tingkat keberhasilan
tinggi bila dimulai saat usia bayi enam bulan, karena
tempurung kepala bayi masih lunak dan bisa diperbaiki.
Semakin bertambah umur bayi, semakin keras tempurung
kepalanya. Sehingga akan semakin sulit untuk diubah
bentuknya.
Helm yang digunakan untuk terapi ini akan
disesuaikan dengan kepala bayi, terbuat dari
bahan ringan dan bayi akan segera terbiasa
mengenakannya. Karena dibuat khusus untuk
setiap bayi, maka harga perawatan ini juga cukup
mahal.
Plagiocephaly bisa disembuhkan, dengan
melakukan perawatan dan terapi sedini mungkin,
maka kemungkinan berhasil juga lebih besar.
Tidak semua bentuk kepala asimetris itu jelek,
pada akhirnya kepala bayi akan ditumbuhi rambut
yang menutupi bagian kepalanya yang rata, jadi
Anda tidak perlu terlalu khawatir.
TERIMA KASIH