Anda di halaman 1dari 19

Plagiocephaly

Plagiocephaly adalah kondisi dimana kepala bayi memiliki sisi


yang rata, hingga membuat kepalanya berbentuk tidak
simetris atau tidak membulat sempurna. Yang paling
umum terjadi adalah positional plagiocephaly, ini terjadi
ketika kepala bayi memiliki bagian yang rata dikarenakan
tekanan pada bagian tersebut secara terus menerus.
Kepala bayi cenderung rapuh dan gampang berubah bentuk,
karena tempurung kepalanya masih lunak dan sangat lembut
saat mereka lahir. Positional plagiocephaly biasanya terbentuk
setelah bayi lahir, dan dia menghabiskan banyak waktu di satu
posisi, hingga menimbulkan tekanan pada satu bagian
tempurung kepala.
Contohnya, bayi baru lahir lebih banyak ditelentangkan,
sehingga tempurung kepala bagian belakangnya mengalami
tekanan, maka bagian belakang tersebut menjadi rata.
Pada awal tahun 1990-an, orangtua diberitahu untuk
membiarkan bayi tidur pada posisi telentang untuk
menghindari sindrom bayi mati mendadak (SIDS). Meski
anjuran ini telah menyelamatkan banyak bayi, para ahli
mencatat bahwa praktik ini juga meningkatkan jumlah bayi
yang memiliki bentuk kepala tidak membulat sempurna
sebanyak lima kali lipat.
Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, bayi
mengalami positional plagicephaly saat masih di dalam rahim.
Pergerakan di dalam rahim, atau saat ibu mengandung bayi
kembar, tempurung kepala bayi bisa terjebak di antara tulang
panggul atau tulang rusuk ibu. Hal ini menyebabkan bayi lahir
dengan tempurung kepala yang tidak membulat sempurna.
Kebanyakan bayi yang lahir melalui persalinan normal
memiliki bentuk kepala yang aneh, hal ini terjadi karena
tekanan yang dialami bayi saat ia melewati jalan lahir.
Biasanya bentuk kepala bayi akan berubah menjadi bulat
sempurna setelah enam minggu.
Apabila setelah enam minggu kepala bayi masih memiliki
bagian yang rata, bisa jadi ia mengalami positional
plagiocephaly. Sindrom kepala bayi rata ini sering terjadi
pada bayi yang dianggap sebagai tukang tidur, bayi yang
memiliki kepala besar, dan bayi yang lahir prematur
dengan otot tubuh yang lemah.
Normal Head Shape
Back of the head is curved
Both sides of the head match
Plagiocephaly Head Shape
One ear is closer to the shoulder than the other
One side of the head appears higher than the other
Brachycephaly Head Shape
Head is shortest in length from front to back
Head is tall
Forehead slopes back
Back of head is flat
Scaphocephaly Head Shape
Head is longest in length from front to back
Normal Head Shape
Eyes are the same size and are level on the face
Cheeks are the same size
Top of the head is level
Plagiocephaly Head Shape
One eye is smaller than the other
One cheek is fuller than the other
Top of the head slopes
Brachycephaly Head Shape
Face appears small relative to the size of the head
Head is wide
Widest part of the head is just above the ears
Tips of ears protrude
Scaphocephaly Head Shape
Head is tall and narrow
Normal Head Shape
Eyes and ears are the same on both sides
Forehead is arched and level across
Plagiocephaly Head Shape
Forehead is sloped
Face is sloped and appears lopsided
Eyes and ears are not level
One cheek and side of the face are fuller than the other
Brachycephaly Head Shape
Head is wide
Widest part of the head is just above the ears
Scaphocephaly Head Shape
Head is narrow
Forehead is square
Bayi yang mengalami tortikolis (gangguan sakit pada leher)
juga bisa mengalami positional plagicephaly, karena mereka
cenderung tidur dengan memiringkan kepalanya ke satu sisi.
Tortikolis terjadi saat otot di salah satu sisi leher memendek,
sehingga membuat dagu terangkat ke sisi lain. Bayi prematur
sering mengalami tortikolis.
Semua orang memiliki bentuk kepala yang sedikit asimetris,
dan dalam banyak kasus, bagian rata pada kepala bayi akan
membulat dengan sendirinya pada saat bayi berusia enam
bulan. Ketika bayi sudah mulai belajar merangkak dan duduk.
Akan tetapi, bila Anda melihat ada bagian kepala bayi yang
rata, Anda tidak perlu menunggu hingga bayi berusia enam
bulan. Segera bicarakan dengan dokter mengenai hal ini.
Tempurung kepala bayi mulai mengeras dan kuat seiring
dengan bertambahnya usia. Jadi, bila Anda ingin mengambil
langkah untuk membetulkan bentuk kepala bayi, semakin dini
usia bayi, maka langkah tersebut akan semakin mudah
dilakukan.
Terapi
Terapi ini melibatkan perubahan posisi bayi sesering mungkin,
untuk mengurangi tekanan pada bagian kepala yang rata.
Berikut ini adalah beberapa cara untuk memberikan terapi
reposisi yang bisa Anda praktikkan di rumah.
Waktu tidur. Saat meletakkan bayi di kasur atau keranjang
bayi untuk tidur, entah tidur malam atau tidur siang, ubah
posisi kepalanya. Bila bayi biasa tidur dengan posisi kepala
menengok ke kiri, ubah arahnya menjadi ke kanan. Ubah
posisi kepalanya di setiap waktu tidur untuk menghindari
tekanan berlebihan pada satu sisi.
Saat menyusui. Gantilah posisi bayi saat ia sedang menyusui
sesering mungkin. Sesuaikan posisi kepala bayi untuk
menghindari tekanan pada bagian kepala yang rata.
Ketika duduk. Hindari meninggalkan bayi terlalu lama
dalam posisi duduk bersandar di kursi mobil, stroller,
gendongan bayi, atau tempat lain yang membuat kepala
bayi menyender pada posisi yang sama dalam waktu lama.
Tummy time. Pada jam-jam ketika bayi bangun, usahakan
untuk meletakkan dia pada posisi tengkurap, selain
mengurangi tekanan pada kepala, hal ini juga berguna bagi
kemampuan motorik si bayi. Tummy time juga berguna
untuk mencegah plagiocephaly karena bisa menguatkan
otot-otot leher bayi. Otot leher yang kuat akan membuat
bayi lebih mudah mengubah posisi kepala saat tidur,
sehingga tidak terus menerus di satu sisi.
Cranial orthotic therapy

Terapi ini dilakukan pada bayi yang


mengalami plagiocephaly cukup parah, dengan
menggunakan helm atau ikat kepala selama 23 jam setiap
hari untuk memperbaiki bentuk kepala bayi. Perawatan ini
biasanya berlangsung sekitar dua hingga enam bulan,
bergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami bayi.
Penggunaan helm ini biasanya dibarengi dengan latihan fisik
untuk hasil terbaik. Terapi ini memiliki tingkat keberhasilan
tinggi bila dimulai saat usia bayi enam bulan, karena
tempurung kepala bayi masih lunak dan bisa diperbaiki.
Semakin bertambah umur bayi, semakin keras tempurung
kepalanya. Sehingga akan semakin sulit untuk diubah
bentuknya.
Helm yang digunakan untuk terapi ini akan
disesuaikan dengan kepala bayi, terbuat dari
bahan ringan dan bayi akan segera terbiasa
mengenakannya. Karena dibuat khusus untuk
setiap bayi, maka harga perawatan ini juga cukup
mahal.
Plagiocephaly bisa disembuhkan, dengan
melakukan perawatan dan terapi sedini mungkin,
maka kemungkinan berhasil juga lebih besar.
Tidak semua bentuk kepala asimetris itu jelek,
pada akhirnya kepala bayi akan ditumbuhi rambut
yang menutupi bagian kepalanya yang rata, jadi
Anda tidak perlu terlalu khawatir.