Anda di halaman 1dari 9

Disusun oleh:

Disusun Oleh : Kelompok 7


Nama Anggota Kelompok NIM
NANNI MUNTHE 1523 0310 36
NURAISYAH 2 1523 0310 372
JUMIANAH RITONGA 1523 0310 364

UNIVERSITAS AL-WASHLIYAH
LABUHAN BATU
PENGERTIAN THE SELF

Diri (self) adalah semua ciri, jenis kelamin, pengalaman, sifat-sifat, latar belakang budaya,
pendidikan dan sebagainya yang melekat pada seseorang.

Pengertian The Self menurut beberapa Ahli


a. James mengenai diri (the self) bahwa: diri, yang akhirnya berkembang ialah komposisi
pikiran dan perasaan yang menjadi kesadaran seseorang mengenai eksistensi
individualitasnya, pengamatannya tentang apa yang merupakan miliknya, pengertiannya
mengenai siapakah dia itu, dan perasaannya tentang sifat-sifatnya, kualitasnya, dan segala
miliknya.

b. William James dalam bukunya yang terkenal Principle of Psychology mengemukakan


bahwa diri (self) adalah segala sesuatu yang dapat dikatakan orang tentang dirinya sendiri,
bukan hanya tentang tubuh dan keadaan psikisnya saja, melainkan juga tentang anak-istri,
rumah, pekerjaan, nenek moyang, teman-teman, milik, dan uangnya.

c. Menurut De Vito, jika kita harus mendaftarkan berbagai kualitas yang ingin kita miliki,
kesadaran diri pasti menempati prioritas tinggi.
Komponen-Komponen Diri (Self)

a. Komponen pengamatan, yaitu: cara seseorang mengamati diri


sendiri tanggapannya tentang wajahnya, gambaran mengenai kesan-
kesan dibuatnya terhadap orang lain.

b. Komponen pengertian, yaitu pengertian seseorang tentang berbagai


sifatnya, kesanggupan-kesanggupannya,miliknya, kekurangan serta
batas kemampuannya, dan pengertiannya tentang latar belakang asal-
usulnya, serta masa depannya.

c. Komponen sikap, yaitu: meliputi perasaan orang terhadap dirinya


sendiri, asal-usul latar belakang sikapnya terhadap kedudukannya pada
saat ini, dan harapannya tentang hari depannya, kecenderungannya
terhadap rasa bangganya atau perasaan yang bercampur mengenai
penerimaan atau penolakan dirinya.
Konsep Diri

Djaali (2008 : 129-130), Konsep diri adalah pandangan


seseorang tentang dirinya sendiri yang menyangkut apa
yang ia ketahui dan rasakan tentang perilakunya, isi
pikiran dan perasaannya, serta bagaimana perilakunya
tersebut berpengaruh terhadap orang lain. Konsep diri
juga sebagai bayangan seseorang tentang keadaan
dirinya sendiri pada saat ini dan bukanlah bayangan
ideal dari dirinya sendiri sebagaimana yang diharapkan
atau yang disukai oleh individu bersangkutan.
Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri dapat diinterprestasikan dari titik pandang.

Pertama, sebagai suatu hasil dengan menekankan pada kualitas dan


efisiensi dalam penyesuaian, yaitu mengkaji sejauh mana individu-
individu atau seseorang dapat melaksanakan tugas-tugasnya dalam
lingkungan yang berbeda.

Kedua, penyesuaian sebagai suatu proses, yaitu menekankan pada


proses atau terjadinya penyesuaian individu-individu pada
lingkungan dalam dan lingkungan luarnya, yaitu harus memahami
terlebih dahulu masalah perkembangan manusia dari lahir sampai
dewasa hingga pada usia lanjut.
Frustasi

Purwa Atmaja Prawira (2013: 355-362),Apabila penyesuaian diri


berjalan lancar, individu tidak mengalami hambatan, kalaupun ada
hambatan dapat diamati dengan baik. Dan apa bila ada hambatan
yang tidak dapat diatasi, hal itu dapat menimbulkan frustasi.

Frustasi ialah keadaan di mana satu masalah hidup atau kesulitan


tidak bias terpecahkan, dan satu kebutuhan tidak terpenuhi atau
terpuaskan dan orang gagal mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Frustasi menurut C.P. Chaplin adalah:
a. Rintangan atau penggagalan tingkah laku untuk mencapai sasaran,
b. Satu keadaan ketegangan yang tidak mengenakkan/menyenangkan,
dipenuhi kecemasan dan aktivitas simpatetis yang semakin meninggi
disebabkan oleh perintangan dan penghambatan.
Tingkat Frustasi

Kartini Kartono (1994: 255-261),


Tingkat frustasi bergantung pada beberapa faktor antara lain:
Temperamen dan toleransi individu dalam menghadapi kesulitan
hidupnya
Trauma atau luka jiwa dan pengalaman hidup yang pahit serta
mengejutkan pada masa kanak-kanak.
Penghayatan yang baru-baru saja berlangsung yang sangat penting bagi
pribadi yang bersangkutan.
Kehidupan perasaan atau afektif dan tekanan-tekanan sosial yang sangat
berat dan menghimpit perasaan seseorang.
Reaksi-reaksi Yang Timbul Karena Adanya
Frustasi

a. Reakisi frustasi positif antara lain:


Mobilisasi dan penambahan aktivitas
Besinnung (mawas dengan kebeningan hati)
Resignasi (tawakal dan pasrah diri)
Kompensasi atau substitusi dari tujuan
Sublimasi

b. Reaksi frustasi negatif antara lain:


Agresi
Pendesakan (Fiksasi)
Proyeksi