Anda di halaman 1dari 9

Laboratorium Teknik Lingkungan

Penentuan Produktivitas Perairan

Oleh :
Mita Riani Rezki H1E113053
Produktivitas Perairan menggambarkan jumlah energi
cahaya yang diserap dan disimpan oleh
Phytoplankton dalam bentuk bahan makanan (Bahan
organik) lewat proses fotosintesis dan kemosintesis
dalam periode waktu tertentu

Produktivitas perairan menunjukkan simpanan


energi kimia yang tersedia untuk konsumen.
Pengukurannya digunakan untuk mengetahui
tingkat kesuburan suatu perairan
Metode Penentuan Produktivitas Perairan

Oksigen 14C
Metode Pengukuran Oksigen

Siapkan 3 botol BOD (Volume 300cc)

Masukkan air ke dalam botol gelap dan terang


Botol BOD

Diamkan botol (inkubasi) dalam air selama 3-6 jam


2 botol terang 1 botol gelap

Angkat kedua botol


inisial(I) terang(L) gelap (D)

Analisis Kandungan oksigen terlarut


Sampel air

1 mL MnSO4
1 mL KOH-
KI
Dikocok Diambil sebanyak
Didiamkan 100 mL
Ditetesi Na2S

Sampel dengan
endapan Larutan sampel berwarna coklat
putih/coklat

Sampel berwarna kuning pucat

1 mL H2S
Dikocok Sampel berwarna biru
Didiamkan

Sampel bening

Hasil
Metode 14c

Prosedur

Masukkan air kedalam 2 botol terang dan 1 botol gelap

Tambahkan 1 ml Na2 14CO3 ke dalam 1 botol terang dan 1 botol gelap


(V=125)

Kocok sampai rata

Lakukan inkubasi ke perairan selama 2 jam

Saring sampel dengan membran filter 7


Analisis Data dalam pengukuran produktivitas perairan

1. DO (Dissolved Oxygen)

8000
=


2. GPP (Grass Primary Production)


2
=

= 0.375 /

3. NPP (Net Primary Production)


2
=

= 0.375 /
4. R (Respiration)
2
=

= 0.375 /

Keterangan :
L = DO botol terang (mg/L)
D = DO botol gelap (mg/L)
I = DO botol inisial (mg/L)
PQ = 1.2
RQ = 1.0
Metode Oksigen Metode 14C

Hanya dapat di Dapat dipakai


Metode lebih lakukan pada dalam
produsen mikro, Teknik sangat
analitik, lebih berbagai tipe mahal,
mudah dan efisien asumsi respirasi ekosistem
pada botol sama memerlukan alat
digunakan tanpa
sehingga hasil canggih
kurang akurat penghancuran
pada
ekosistem
tersebut