Anda di halaman 1dari 31

Hipertensi Gestasional dan Tinea

kruris
Presentasi
Kasus Istimewa
Oleh : Restu Wulandari
I11111062
2

Identitas Pasien
Nama : Ny. Yusriani
Umur : 39 tahun
Alamat : Jl. Ampera
Tanggal Masuk : 23 Juli 2017
No. RM : 071920
Anamnesis
Pasien datang via IGD membawa rujukan
G5P4A0M0, hamil aterm dengan inpartu fase
aktif kala 1 susp anak besar.
Pasien mengeluh mulas sejak pk. 18.00, disertai
pengeluaran darah dan lendir pervaginam
Pengeluaran air pervaginam (-)
Merupakan kehamilan ke-5 dengan riwayat bayi
besar semua.
4

Anamnesis
Status Obstetri
1. 20 thn/aterm/spt/3800/pr/RS Bhayangkara/H
2. 15 thn/ aterm/spt/4300/pr/klinik/H
3. 6 thn/ aterm/spt/ 4000/pr/ Klinik/H
4. 2 thn/ aterm/spt/ 4000/lk/ Klinik/H
5. Hamil ini
Hpht : lupa

Riwayat ANC Bidan 1x, usg (-)


5

Pemeriksaan Fisik (Vk IGD 17.35)


Keadaan Umum: Baik
TTV
TD : 140/90 mmHg
Nadi : 90 x/m
Respirasi : 19 x/m
Temp : 36,50C

TFU : 36 cm, pu-ka,


DJJ : 140
His : 4 x 1040
Vt: pembukaan lengkap, portio tidak teraba,
ketuban (+) menonjol, kepala HIII-IV
6

Pemeriksaan Laboratorium
(23/07/2017)
Leukosit : 10.5 x 10 3 uL BT : 4 30 ( 1-3 menit )
Eritrosit: 3.71 x 106 uL (L) CT : 8 00 (5-15mnt)
HB : 7.6 g/dL (L)
HT : 24,9 % (L)
Mcv : 67,1 fl (79-99)
Mch : 20,5 pg ( 27-31)
Mchc : 30,5% (33-37)
Trombosit : 189 x 10 3uL

HBsAg : Non Reaktif


HIV : Non Reaktif
Diagnosis
G5P4A0M0 hamil aterm inpartu kala 1 fase aktif
dgn Anemia + Hipertensi Gestasional dan susp
Tinea cruris
Planning
Transfusi PRC 2 x 250cc, Premedikasi Inj Dexa
1amp
Cek protein bila positif rawat isolasi
Asam Mefenamat 3x500mg
Amoxiciline 3 x500 mg
SF 1 x1 tab
9

Follow up
23/07/2017 , 20.00 WIB (VK IGD)

S : Mules (+), ingin meneran, ketuban pecah spontan


O: Td : 130/90 Rr : 22x/mnt
N : 84x/mnt T : 36,5c
Vt: pembukaan lengkap, portio tidak teraba,
ketuban (+) menonjol, kepala HIII-IV
His: 4 x 1040
A : G5P4A0M0 hamil aterm inpartu kala 1 fase aktif
dgn Anemia + Hipertensi Gestasional

P : observasi ttv
pimpin persalinan
10

Follow up
23/07/2017
20.15 WIB Pasien partus spontan
Bayi perempuan lahir segera
menangis, BB : 3820gr, A/S 9/10
PB/LK/LD/LL 50/37/34/10cm
belitan tali pusat 1x longgar
20.25 WIB Plasenta lahir lengkap
Kontraksi uterus keras, TFU 2 jari
dibawah pusat, perineum ruptur gr
2perdarahan 200cc
11

Follow up
24/07/2017 , 07.00 WIB
S : Pusing (-), nyeri (-)
O: Td : 100/80 Rr : 20x/mnt
N : 84x/mnt T : 37,4c
TFU 2 jr dibawah pusat, kontraksi uterus (+), keras
tampak alergi dibagian perut bawah, gatal(+)

A : P5A0M0 PP spontan dengan GH, anemia sedang dan susp tinea


corporis

-P : - IVFD RL 20 tpm
- amoxiciline 3x 500mg
- Asam mefenamat 3x 500mg
- Sulfas ferosus 1x1
- Obs ttv
-Obs tfu & kontraksi
-Obs perdarahan
-konsul Sp.Kulit dan Kelamin
Follow Up
10.00 dr Sp. Kulit dan Kelamin visite
S : gatal di daerah perut bawah, bercak merah
kehitaman(+)
O : TD : 110/80 HR: 86 RR: 20
A: Tinea corporis
P: Cetirizine 1x10 mg (oral)
Terbinafin 1x 250 mg
Terbinafine hydrochloride 1x1
mometasone 1x1
13

Follow up
24/07/2017 , 13.00 WIB (isolasi)

S : Mules (-), demam (-), perdarahan (-)


O: Td : 110/80 Rr : 22x/mnt
N : 86x/mnt T : 36,4c

A : P5A0M0 PP spontan dengan GH, anemia sedang dan


tinea corporis

P :IVFD RL 20 tpm
Transfusi PRC 2 x 250cc, Premedikasi Inj Dexa 1amp
(kolf 1)
15

Follow up
24/07/2017 , 20.00 WIB (nifas)

S : Mules (-), demam (-), perdarahan (-)


O: Td : 110/80 Rr : 22x/mnt
N : 86x/mnt T : 36,4c

A : P5A0M0 PP spontan dengan GH, anemia sedang dan


tinea cruris

P :IVFD RL 20 tpm
Transfusi PRC 2 x 250cc, Premedikasi Inj Dexa 1amp
(kolf 1)
16

Follow up
25/07/2017 , 08.00 WIB (nifas)

S : Mules (-), demam (-), perdarahan (-)


O: Td : 120/80 Rr : 22x/mnt
N : 86x/mnt T : 36,4c

A : P5A0M0 PP spontan dengan GH, anemia sedang dan


tinea cruris

P :IVFD RL 20 tpm
Transfusi PRC 2 x 250cc, Premedikasi Inj Dexa 1amp
(kolf 2)
Tx lain lanjut
Permasalahan

Bagaimana diagnosis tinea cruris?


Bagaimana tatalaksana tinea cruris?
Bagaimana tatalaksana Hipertensi gestational?
Bagaimana diagnosis anemia pada ibu hamil?
Tinea
Infeksi jamur golongan dermatofita: mencerna
keratin
Dermatofitosis atau tinea: penyakit pada
jaringan yang mengandung zat tanduk yang
disebabkan oleh jamur golongan dermatofita.
Microsporum, trichophyton dan epidemophyton
Klasifikasi Tinea
Tinea kapitis : kulit dan rambut kepala
Tinea barbe : dagu dan jenggot
Tinea kruris : daerah genitokrural, sekitar
anus, bokong dan kadang2 sampai perut bagian
bawah
Tinea pedis et magnum: kaki dan tangan
Tinea unguium: kuku jari tangan dan kaki
Tinea corporis
Tinea corporis
Dermatofitosis pada kulit tubuh tidak berambut
Klinis: lesi bulat atau lonjong, berbatas tegas
terdiri atas eritema, skuama, kadang dengan
vesikel dan papul di tepi. Daerah tengah
biasanya lebih tenang
pada tinea corporis yg menahun, tanda radang
akut biasanya sudah tidak terlihat lagi
Diagnosis Tinea Kruris
Klinis
Pemeriksaan mikroskopik
kerokan kulit, rambut dan kuku
Pembiakan
Tatalaksana
Topikal
alilamin 2x1 selama 2-4 minggu
Sistemik
griseofulvin
flukonazol
itrakonazole/ terbinafin 3-6 mg/kgBB/hari
selama 1-2 minggu
Hipertensi pada kehamilan
Hipertensi kronik: hipertensi yang timbul sebelum
usia kehamilan 20 mg atau hipertensi yang pertama kali
didiagnosis setelah usia kehamilan 20 mg dan hipertensi
menetap sampai 12 mg pasca salin
Preeklamsia: hipertensi yang timbul setelah 20 mg
kehamilan disertai dg proteinuria
Eklamsia: preeklamsia yang disertai kejang dan atau
koma
Hipertensi kronik dengan superimposed
preeklamsia: hipertensi kronik disertai tanda
preeklamsia atau hipertensi kronik disertai proteinuria
Hipertensi gestasional
Hipertensi Gestasional
Hipertensi yang timbul pada kehamilan tanpa
disertai proteinuria atau hipertensi menghilang
setelah 3 bulan pascasalin atau kehamilan
dengan tanda preeklamsia tapi tanpa
proteinuria
Indikasi pemberian antihipertensi
Risiko rendah hipertensi
Obat antihipertensi lini pertama golongan a2-
agonis sentral: metildopa 0.5-3 gr/hari dibagi 2-
3 dosis
Obat antihipertensi lini kedua calsium channel
blocker: nifedipine
Anemia pada ibu hamil
Trimester 1 dan 3
Kadar Hb< 11 gr/dl
Trimester 2
kadar Hb< 10,5 gr/dl
Faktor predisposisi
Diet rendah zat besi, B12, dan asam folat
Kelainan gastrointestinal
Penyakit kronis
Tatalaksana Umum
Pemeriksaan apusan darah tepi tidak tersedia
suplemen besi 3x60mg perhari
asam folat 1x 250g
Tatalaksana Khusus
Cek morfologi darah tepi
Mikrositik Hipokromik
defisiensi besi: cek kadar feritin
talasemia: rawat bersama penyakit dalam
Normositik Normokrom
perdarahan
infeksi kronik
Makrositik hiperkromik
defisiensi asam folat dan vit B12
Transfusi
Kadar Hb< 7 g/dl atau hematokrit <20%
Kadar Hb>7 gr/dl dengan gejala klinis pusing,
pandangan berkunang, takikardi ( frekuensi
nadi>100x/menit