Anda di halaman 1dari 162

Modul Metoda Penelitian

Program Magister Akuntansi


Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada

Prof. Bambang Riyanto LS, CMA, MBA, PhD


All research emerges from a
perceived problem, some
unsatisfactory situation in the
world that we want to confront
(Lock et al., 1987)
What is Reseach About.
Teori, Konsep
Penelitian sebelumnya Fenomena
Di dunia

Akan saya tunjukkan bhw


Dugaan saya benar
Akan saya kumpulkan data

Data apa yang akan saya


Kumpulkan?
Dari mana datanya?
Bagaimana cara mengumpulkan?
Berapa banyak?

ANALISIS DAN HASIL


Esensi Riset
Riset menyangkut upaya memahami dunia
lewat kacamata akademik
Riset menyangkut kegiatan observasi terhadap
kehidupan nyata (research is about making
abservations to real event)
Its about making sense of the world we live in
Dengan riset kita bisa memahami dunia dengan
lebih baik
Manfaat Penelitian

Penelitian harus memberikan manfaat:


Memperluas pengetahuan
Memperdalam pengetahuan
Memperbaiki kualitas hidup
Memperbaiki praktik bisnis
Meningkatkan kinerja
Pertanyaan Umum
Pertanyaan umum yang sering diajukan
Jenis penelitian yang boleh dilakukan
mahasiswa itu apa saja?
Apakah boleh melakukan peneliltian studi
kasus untuk S-2
Apa bedanya riset kualitatif dan kuantitatif?

Apa yang menentukan baik-buruknya


penelitian itu?
Apakah dlm penelitian harus ada hipotesis?
Jenis Penelitian

Reporting
Descriptive
Explanatory
Predictive
Reporting Study
Jenis penelitian yg paling
sederhana
Data mungkin mudah diperoleh,
mungkin juga susah
Perlu pemehaman yang baik
mengenai sumber informasi dan
gatekeeper of information
Pada umumnya mungkin tidak
perlu simpulan atau inferens
Descriptive Study
Penelitian yang dilakukan untuk
mencari jawaban mengenai who, what,
when, where, dan kadang-kadang how
Tujuan utamanya adalah untuk describe
atau define suatu subyek atau hal lain
Mungkin tidak ditujukan untuk mencari
simpulan atau inferens yang kuat atas
sesuatu
Explanatory
Penelitian yang dilakukan untuk
mencari jawaban mengenai why atau
how
Penelitian ini pada umumnya
didasarkan pada teori (grounded on
theories)
Tujuannya adalah mencari penjelasan
seperti yang ditemukan dalam
descriptive study
Predictive Study
Jika kita sudah menemukan penjelasan
atas fenomena yang terjadi, maka
langkah selanjutnya adalah
memprediksikan kapan atau dalam
kondisi seperti apa fenomena itu akan
terjadi
Penelitian yang ditujukan untuk itu
adalah predictive study
Penelitian ini didasarkan pada teori
Klasifikasi Riset yg Lain
Applied Research: dilakukan untuk
memecahkan masalah (tidak selalu hal
yang negatif)
Pure Research/Basic Research: ditujukan
untuk mencari jawaban atas pertanyaan
yang sifatnya teoritis
Business Research: penelitian yang
ditujukan untuk menyediakan informasi
yang diperlukan untuk mengambil
keputusan
Agenda Penelitian
Meniliti kembali apa yang pernah dilakukan
oleh peneliti terdahulu (replication)
Mengintegrasikan beberapa penelitian yang
berbeda yang pernah dilakukan (integration)
Mengembangkan penelitian yang pernah
dilakukan (extention)
Memperbaiki metoda penelitian yang umum
dilakukan
Menemukan teori baru
Agenda Penelitian

Terlepas dari agenda penelitian


yang akan dilakukan, peneliti harus
bisa menjelaskan masalahnya.
Mengapa perlu ekseternsi?
Mengapa metoda perlu diperbaiki?
Mengapa perlu direplikasi?
Mengapa perlu teori baru?
Karakteristik Penelitian yang
Baik

Tujuan dinyatakan secara jelas


Proses penelitian diutarakan
terinci
Research design direncanakan scr
matang
Masalah etika diperhatikan
Kelemahan diutarakan dgn jelas
Karakteristik Penelitian yang
Baik

Analisis yang memadai sesuai


dgn kebutuhan pengambil
keputusan
Temuan disajikan secara tegas
dan jelas
Simpulan ada dasarnya
Pengalaman peneliti tercermin
dalam proses dan laporan
Prinsip Dasar Penelitian

Observasi langsung atas fenomena bisnis yg ada


Variabel, metoda, dan prosedure yang diutarakan
dengan jelas
Hipotesis atau jawaban sementara yang bisa diuji
Bisa menafikan alternatif jawaban yang mungkin
ada
Simpulan yang didukung oleh hasil analisis
statistis
Self-correcting process
Thought Process
Reasoning
Deduction: a form of inference that
purports to be conclusive simpulan
sesuai dengan (merupakan konsekuensi
logis dari) argumen yang diajukan
Induction: simpulan tidak didasarkan
pada reasoning, tapi didasarkan pada
beberapa bukti yang ada. The
conclusion explains the fact, and the
facts support the conclusion
Proses Penelitian

Observasi Teori

Masalah Hipotesis Definisi & Pengukuran Analisis


dan Questions Variabel
Sumber & Cara Pengumpulan
Sampling Design
Anomali
Temuan Empiris
(Prior Studies) Design:
Ex-post Facto,
Quasi Experiment
Experiment
Participant-involvement
Proses Penelitian
Observasi: untuk mengidentifikasi permasalahan yang
dihadapi/ada, seperti
Masalah yang saat ini dihadapi oleh perusahaan

Bidang yang dipandang memerlukan perbaikan

Konsep/permasalahan teoritis yang perlu


diinvestigasi lebih lanjut untk memperoleh
pemahaman yg lebih baik tentang permasalahan
tersebut
Pertanyaan riset dasar yang ingin dijawab oleh
peneliti
Proses Penelitian
Pengumpulan data awal
Informasi mengenai perusahaan

Filosifi manajemen, kebijakan


perusahaan, dan aspek structural
lain
Persepsi, sikap, dan behavioural
responses karyawan dan
pelanggan
Telaah literature/bahan bacaan
Proses Penelitian
Definisi problem: pernyataan mengenai
permasalahan yng akan diteliti
Landasan teoritis: uraian mengenai teori yang
diterapkan
Pengembangan hipotesis: pernyataan
mengenai dugaan pola hubungan antar
variabel yang diteliti
Desain penelitian ilmiah
Pengumpulan data, analisis, dan interpretasi
hasil
Deduksi atas temuan yang dihasilkan
Karakteristik Penelitian
Purposiveness: penelitian mempunyai
tujuan yang jelas
Rigor: penelitian dilakukan dengan
memenuhi prinsip kehatian-hatian;
menggunakan landasan teori dan
metodologi yang kuat
Testability: hipotesis yang diajukan bias
diuji secara empiris
Replicability: penelitian bisa diulangi
oleh orang lain, pada kesempatan yang
lain
Karakteristik Penelitian
Precision and confidence: temuan
menggambarkan realita (precise) dan
probabilitas bahwa dugaan atau estimasi yang
dilakukan benar adanya (correct)
Objectivity: simpulan yang diambil
berdasarkan temuan yang dihasilkan dari
analisis data tdk mengandung unsur
subyektivitas
Generalizability: temuan yang dihasilkan bisa
diterapkan (juga berlaku) di tempat lain
Karakteristik Penelitian
Parsimony: teori, pendekatan,
analisis, dan simpulan yang
digunakan sederhana dan bisa
dimengerti
Menjaga etika penilitian
dengan seksama
Kelemahan diungkapkan
dengan jelas
Research Design
Merupakan blueprint menyangkut data
collection, measurement, dan analisis
data
Merupakan rencana dan struktur
investigation yang disiapkan dengan
matang untuk memperoleh jawaban
atas research questions yang diajukan
(ingin dijawab)
Komponen utama: sampling design,
measurement, dan measurement scale
Belum pernah lihat ini.?

Judul Proposal:

Analisis Pengaruh Likuiditas,


Solvabilitas, dan Leverage
terhadap Return Perusahaan yang
Terdaftar di BEJ
Belum pernah lihat ini.?

Masalah:
Apakah likuiditas mempengaruhi
return?
Apakah solvabilitas mempengaruhi
return?
Apakah leverage mempengaruhi
return?
Belum pernah lihat ini.?

Tujuan Penelitian
Menguji pengaruh likuiditas terhadap
return
Menguji pengaruh solvabilitas terhadap
return
Menguji pengaruh leverage terhadap
return
Belum pernah lihat ini.?

Manfaat Penelitian
Memberikan bukti empiris bahwa
likuiditas mempengaruhi return
Memberikan bukti empiris bahwa
solvabilitas mempengaruhi return
Memberikan bukti empiris bahwa
leverage mempengaruhi return
Bagaimana komentar Anda.????
Masalah Riset
Hypothesis Testing Study
Dan
Studi Kasus
Pertanyaan Umum
Apakah masalah riset sama dengan
pertanyaan riset?
Apakah masalah harus lebih dari satu?
Apa bedanya masalah riset dengan
tujuan riset?
Apa berbedaan masalah dalam studi
kasus dengan masalah dalam
hypothesis testing study?
Masalah Riset
Pengertian:
Pengalaman yang kurang berkenan (atau yang
belum pernah ditemui sebelumnya), atau
sesuatu yang mengganggu pikiran, yang kita
hadapi.
Setelah kita formulasikan dengan baik, maka
masalah ini akan bisa menghasilkan beberapa
pertanyaan yang bisa dijadikan dijadikan
agenda penelitian.
Agenda riset tidak akan meniliti masalah
tersebut, tapi akan mengevaluasi beberapa
pertanyaan yang dianggap problematik dari
masalah tersebut.
Hypothesis Testing vs. Studi Kasus

Hypothesis testing:
Anomali (perbedaan teori dan praktek)
Ketidakkonsistenan penelitian sebelumnya
Keterbatasan kemampuan prediksi teori
(manambah variabel)
Kelemahan metodologis pada penelitian
yang ada
Belum ada teori yang menjelaskan
Hypothesis Testing vs. Studi Kasus

Studi Kasus (Consulting Research)


Ketidaksesuaian praktik dengan teori

Performance gap (terus menerus menurun

kinerjanya)
Kesempatan untuk meningkatkan kinerja.

Tidak ada masalah, tapi kinerja bisa


ditingkatkan
Kendala mempertahankan kinerja: kinerja

sudah baik, tapi tantangan ke depan tidak


mudah
Research Questions
Pengertian:
Pernyataan mengenai apa yang ingin Anda
ketahui mengenai hal yang kurang wajar
(masalah) tersebut, seperti:
Seperti apakah hubungan antara..?
Manakah cara yang lebih baik untuk.?
Apa yang akan terjadi jika?
Di manakah letak .?
Jika dinyatakan dalam bentuk yg tepat dan
bisa dijawab (answerable), beberapa
pertanyaan ini bisa menjadi bagian utama
penelitian.
Tujuan dan Hipotesis
Tujuan:
The explicit intention of the investigator to
accumulate data in such a way as to answer the
research question posed as the focus for the
study.
Hipotesis:
An affirmation about the nature of some
situation in the world.
A tentative propostition se up as a convinienct
target for an investigation, a statement to be
confirmed or denied in terms of evidience.
Latar Belakang dan Rumusan
Masalah

Sangat tergantung pada


karakteristik dan tujuan penelitian
yang dilakukan. Pada umumnya,
thesis mahasiswa magister dan S1
bisa digolongkan sebagai studi
kasus atau hypothesis testing
study.
Masalah dan Manfaat
Layaktidaknya masalah diteliti
tergantung pada kontribusi atau
kemanfaatan
Manfaat penelitian bisa dilihat dari
What
How
Why
When dan Where
Masalah Case Study: Exploratory

Exploratory: Mahasiswa berusaha


mengungkap perbedaan penerapan
suatu sistim atau konsep tertentu di
satu atau lebih perusahaan, dan
kemudian berusaha mengidentifikasi
behavioural reaction atau implication
sistim tersebut.
Dalam hal ini latar belakang berisi arti
penting pengertian mengenai sistim
tersebut dan arti pentingnya bagi
organisasi (normative).
Masalah Case Study: Exploratory

Rumusan masalah kemudian


memaparkan penerapan tersebut dalam
perusahaan (yang diteliti), dan berbagai
keganjilan yang ditemui (dalam
observasi awal), dan kemudian
menjelaskan kemungkinan konsekuensi
negatif dari keganjilan ini, atau
factor/motivasi yang menyebabkan
terjadinya perbedaan perbedaan.
Penelitian Kuantitatif

Replikasi
Agenda Penelitian
Kuantitatif Ekstensi

Perbaikan
Metoda

Test Teori Baru


Masalah Empirical: Replication

Replikasi: Penelitian menguji hipotesis


yang pernah diuji oleh peneliti lain.
Latar belakang membahas mengenai
arti penting dan substansi teori dan
hubungan antar variabel (teori) yang
pernah diteliti, serta temuan utamanya.
Konteks penelitian, seperti tahun dan
lokasi penelitian juga perlu diungkap
secara singkat.
Masalah Empirical: Replication

Rumusan masalah menjelaskan


konteks yang membedakan
penelitian terdahulu dan penelitian
yang dilakukan, dan arti penting
perbedaan konteks ini terhadap
interpretasi teori (atau hubungan
antar variabel) yang direplikasi.
Masalah Empirical: Extension
Extension: Mengembangkan teori (atau
hipotesis) yang pernah diteliti dengan
menambah satu atau lebih variabel
(biasanya variabel moderating atau
mediating).
Dalam hal ini latar belakang berisi
uraian mengenai substansi teori,
berbagai penelitian yang pernah
dilakukan, dan temuan empiris yang
ada, dan kontroversi yang ada, atau
keterbatasan penelitian-penelitian
sebelumnya.
Masalah Empirical: Extension

Rumusan masalah menjabarkan


konsekuensi dari kontroversi dan
keterbatasan tersbut, serta arti
penting variabel yang ditambahkan
untuk bisa memahami (atau
mempercayai) teori tersebut.
Hipotesis
Apakah penelitian harus ada
hipotesis?
Apakah hipotesis null dan hipotesis
alternatif harus ditulis semua?
Apakah penelitian boleh hanya ada
1 hipotesis?
Apa bedanya research questions
dengan hipotesis?
Hipotesis
Merupakan educated guess atas
pemecahan masalah (riset)
Menyatakan hubungan logis (yang
diduga) antara dua atau lebih variabel
yg dinyatakan dlm bentuk yg bisa diuji
(testable statements)
Disusun berdasarkan rerangka teori
yang diajukan
Bisa juga berisi tentang perbedaan
antara dua variabel
Hipotesis: Tiga Aspek Utama

Nature: Jenis Arah


Berpasangan Keterkataitan Keterkatian
Ho dan HA Hubungan Tak-berarah
Mutually Pengaruh (Non-directional)
Exclusive & Perbedaan Berarah
Exhaustive (Directional): +
atau -
Hipotesis Null
Proposisi yang menyatakan tidak ada
hubungan yang pasti tentang dua
variabel atau lebih

Menyatakan bahwa keterkaitan antara


dua variabel sama dengan nol (tidak
ada keterkaitan); atau bahwa
perbedaan means di antara dua group
dalam populasi sama dengan nol (tidak
ada hubungan)
Hipotesis Alternatif
Merupakan kebalikan dari Hipotesa Null

Merupakan pernyataan yang:


mengatakan adanya hubungan antara
dua variabel (atau lebih);
atau adanya perbedaan antara dua
group (atau lebih)
Jenis hubungan dalam hipotesis
Jelas (directional), Positif atau Negatif
Semakin tinggi semangat belajar
mahasiswa, semakin bagus prestasi mereka
positif
Semakin rendah semangat belajar
mahasiswa, semakin lama masa studi
mereka negatif
Tidak Jelas (Non-directional)
Ada hubungan antara semangat belajar
mahasiswa dengan prestasi
Ada hubungan antara semangat belajar
dengan masa kuliah
Variabel dan Pengukuran
Pertanyaan Umum
Apakah bedanya variabel kualitatif
dengan variabel kuantitatif?
Bolehkah mengembangkan kuesioner
sendiri?
Apakah variabel skala likert tidak
boleh diregres?
Apakah sebaiknya skala likert itu genap
atau ganjil?
Mengapa tingkat kembalian survey
rendah?
Pengertian Variabel
Adalah segala sesuatu yang
nilainya bisa berubah (bervariasi)
Perubahan nilai dari suatu
variabel:
orang/obyek yang sama pada
waktu yang berbeda, atau
orang/obyek yang berbeda pada
waktu yang sama
Jenis Variable
Variabel Tergantung (dependent atau
criterion variable)
Variabel Bebas (independent atau
predictor variable)
Variabel Moderating (moderating
varble)
Variabel Mediating (mediating variable)
Variabe Kontrol (Control Variable)
Definisi Operasional
Variabel
Dilakukan dengan cara melihat
dimensi perilaku atau karakteristik
(properties) dari konsep yang akan
diukur
Diperlukan untuk mempermudah
pengukuran, terutama untuk
variabel-variabel yang tidak bisa
diukur dengan mudah
Variabel yg Sulit Diukur
Motivasi: dilihat dari perilaku
orang yg termotivasi
dipacu oleh pekerjaan;

tidak bisa rileks;

tidak senang melihat


ketidakefektifan;
mencari tantangan;

mencari feed-back
Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel merupakan proses
pemberian nilai (value) terhadap
konsep atau variabel yang akan diteliti
Selecting observable empirical events
Penggunaan angka atau simbol untuk
represent aspects of the events
Applying a mapping rule to connect the
observation to the symbol
Pengukuran Variabel
Ada variabel yang bisa dengan
mudah diukur dan ada variabel
yang tidak bisa diukur dengan
mudah
Variabel yang tidak bisa diukur
memerlukan teknik
pengukuran yang valid dan
reliable
Apakah yang Diukur..?
Objects:
Things of ordinary experience
Sesuatu yang tidak kongkrit

atau sesuatu yang abstrak


Properties
Karakteristik objek
Karakteristik Data

Classification
Order
Distance (interval between
numbers)
Origin of number series
Jenis Nilai Data
Nominal
Ordinal
Interval
Ratio
Likert
Jenis Data
Order Interval Origin
Nominal none none none

Ordinal yes unequal none

Interval yes equal or none


unequal
Ratio yes equal zero
Sumber Perbedaan
Measurement

Respondent

Faktor Situasional

Pengukur atau Peneliti

Instrumen yang digunakan


Validitas Data

Content Validity
Criterion-Related Validity
Predictive

Concurrent

Construct Validity
Reliabilitas Data
Stability
Test-retest

Equivalence
Parallel forms

Internal Consistency
Split-half

KR20

Cronbachs alpha
SAMPLING
Pertanyaan Umum
Haruskah besarnya sampel disesuaikan
dengan polulasi? Bagaimana
menentukan besarnya sampel?
Bolehkan teknik sampling digabung?
Bolehkah memilih sampel secara non-
probability?
Apakah probability sampling itu lebih
baik dari non-probability?
Apa yang dimaksud dengan sampling
frame?
Pengertian
Sample: bagian (subset) dari populasi yang
diteliti
Sampling: proses pemilihan sejumlah elemen
dari populasi agar dengan meneliti sample dan
memahami karakteristiknya peneliti akan bisa
menjeneralisasi karakteristik tersebut ke
seluruh elemen populasi
Dilakukan karena tidak mungkin (secara
praktis dan ekonomis) meneliti semua elemen
dalam populasi
Sample harus mewakili populasi
Pemilihan sample mempengaruhi
generalizability dan kualitas penelitian
Alasan Penggunaan Sample

Pada umumnya, pengamatan dilakukan


bukan terhadap keseluruhan subyek,
tapi hanya sebagian saja (samplenya)
karena:
Biaya lebih murah

Hasil lebih akurat

Pengumpulan data bisa lebih cepat

Seringkali jumlah populasi infinite


Populasi vs Sample
Pengamatan dilakukan terhadap
keseluruhan anggota populasi jika
Populasi kecil, jumlah elemen finite

Jika elemen populasi sangat berbeda


antara satu dengan yang lainnya,
sehingga jika hanya sebagian yang
diambil tidak akan mewakili
keseluruhan anggota populasi
Isu Utama dalam Sampling
Populasi yg diteliti itu apa? (What is the
relevant population?)
Parameter yg ingin diamati? (What are the
parameters of interest?)
Sampling framenya seperti apa? (What are the
sampling frame?)
Metoda pemilihan sampel sepert apa? (What
type of sampling method will be used?)
Seberapa besar sampel nanti? (What is the
size of the sample?)
Berapa biaya yang diperlukan? (How much will
it costs?)
Populasi, Frame, dan Sample
Sample Frame
Merupakan (Bagian) dari populasi di
mana nanti sampel akan dipilih
Merupakan daftar responden (elemen
sample yang akan dipilih), yang sering
kali tidak mencakup semua populasi
Contohnya: daftar telpon, company
directories, daftar alamat supplier, dsb.
Teknik Sampling
Probability Sampling: Pemilihan sample
dilakukan dengan mendasarkan pada
konsep probabilitas; setiap elemen
dalam populasi memiliki suatu
kemungkinan atau probabilitas tertentu
untuk dipilih
Non-probability: pemilihan sample tidak
dengan menggunakan pendekatan
probabilistik
Probabilistic Sampling
Simple Random (Unrestricted) Sampling

Complex Probability (Restricted) Sampling


Systematic

Stratified Random Sampling

Cluster Sampling

Area Sampling

Double Sampling
Probability Sampling Designs

Simple random
Systematic
Stratified
Proportionate
Disproportionate
Cluster
Double Sampling
Cluster Samples

Seberapa homogen cluster yg ada?


Apakah sebaiknya memakai cluster yg
sama (equal) atau tidak sama?
Apakah besar setiap cluster yg akan
digunakan?
Apakah sebaiknya menggunakan single-
stage ata multistage cluster?
Seberapa besar samplenya nanti?
Nonprobability Sampling
Digunakan jika..
Prosedur yg digunakan sesuai
dengan tujuan sampling (sampling
objectives)
Biayanya lebih murah
Keterbatasan waktu
Dafter populasi yg lengkap tidak
tersedia
Non-probability Sampling
Snow-balling
Pemilihan sample dilakukan
tidak secara langsung, tapi
melalui jaringan (network),
seperti asosiasi manajer, ketua
kelas, ikatan profesi, dsb.
Ini dilakukan jika memang akses
ke responden memang sulit
Sample Size
Seberapakah besarnya sample agar
peneliti bisa menjeneraliasi temuannya
ke semua anggota populasi dengan
secara akurat (precise) dan yakin
(confident)?

Dipengaruhi oleh tingkat precisi dan


tingkat keyakinan yang diinginkan
Pengujian Hipotesis
Pengertian Dasar Pengujian
Hipotesis
Hipotesis selalu ada secara berpasangan
Prosedur pengujian mengasumsikan bahwa
hipotesis nol yang benar
Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui
apakah ada bukti yg cukup untuk mengatakan
(infer) bahwa hipotesis alternatif itu benar
Kemungkinan hasil
Reject HO in favor of HA
Do not reject HO in favor of HA
Kemungkinan kesalahan
HO ditolak padalah benar (Type I)
HO tidak ditolak padahal salah
Pengujian Hipotesis
Parametric Test
Tergantung pada arah hubungan
yang ada di dalam hipotesis
One-tail test: dipakai untuk menguji
hipotesis yang arah hubungannya
jelas (directional hypothesis)
Two-tails test: dipakai untuk menguji
hipotesis yg hubungannya tidak jelas
(non-directional hypothesis)
Pengujian Hipotesis
Esensi pengujian:
Berpasangan: Menolak H0
H0 & HA Menggunakan teori
probabilita

Keterkaitan Hubungan: Korelasi


Pengaruh: Regresi
Perbedaan: Uji beda

Arah Nondirectional: Two-tail


test
Keterkaitan Directional: One-tail test
Pengujian Hipotesis

Pilihan alat analisis: alat analisis


utama yang perlu dipahami oleh
mahasiswa
Hubungan = menggunakan korelasi
Pengaruh = menggunakan regresi
Perberdaan = menggunakan uji beda
Uji Beda Means: T-tests
Beda means antara sampel-sampel yang
independen (independent-samples t
test atau two sample t test).
Beda antara dua means yang
berpasangan (paired-samples t test
atau dependent t test).
Menguji mean dari sampel tunggal
(one-sample t test).
Uji beda antara beberapa grup = ANOVA
Analisis Regresi
Menguji pengaruh satu (atau lebih)
variabel terhadap variabel yang lain
Uji t = menguji ada tidaknya pengaruh
var. independent thd var. dependent
Uji F = menguji goodness of fit model,
seberapa bisa dipercaya model anda
R-Square: mengukur perubahan
dependent variable yang dijelaskan oleh
perubahan independent variable(s)-nya
Beberapa Asumsi Penting
Multicollenereaty
Error-nya berdistribusi normal
Homoscedasticity: variation di
sekitar garis regresi constant
untuk semua nilai X
Independent of Error: error di
sekitar garis regresi independen
untuk setiap nilai X
Simple Regression
Regresi di mana independennya hanya
ada satu
Y = a + bX + e
Uji pengaruh: b = 0, diuji dengan t-test
Uji pengaruh juga bisa dilakukan
dengan F-test
Korelasi menunjukkan hubungan antara
X dan Y
Multiple Regression
Regresi dengan independen variabel
lebih dari satu
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
H0: b1 = b2 = 0
HA: salah satu b tidak sama dengan Nol
Uji koefisien untuk setiap independent
variabel (pengaruh) dengan t-test
Uji F menunjukkan bahwa salah satu
koefisien signifikan
Korelasi
Menguji hipotesis hubungan antar
variabel
Jenis korelasi
Pearson r (Karl Pearsons Product Moment
Correlation Coefficient)
Spearman rho: jika data dalam bentuk
rangking
Point biserial: salah satu data berbentuk
dikotomus (1 atau 0, 1 atau -1, dsb)
Uji Beda Means
Independent variabel ada Satu
Beda dua means (sample independent): dengan t-
test
Uji beda lebih dari dua means: One Way Anova

F-test
Variable Independent lebih dari satu:
Ada dua var. independen, masing-masing terdiri

dari dua kelompok: Two Way Anova: F-test


Selain itu: Menggunakan Anova Factorial Design:
F-test
Tool yang lain: Logit Model
Merupakan analisis regresi di mana
dependent variablenya berskala nominal
(binomial variable)
Hubungan yang dijelaskan adalah
merupakan ..
Interpretasi sama dengan dalam model
regresi
Tool yg Lain: Diskriminan
Anilisis hubungan di mana
dependent variablenya adalah
categorical variables
Jika nilai catagorical variable
hanya terdiri dari dua
kemungkinan (besar kecil, mis)
maka sama dengan logit model
Model dasar:
Z = a +W1X1 + W2X2++ WnXn
Topik Khusus: Event Study
Event Study
Metoda Pre Post (Event)
Pendekatan untuk mendeteksi akibat
dari suatu treatment
Digunakan untuk mendeteksi apakah
suatu peristiwa direaksi oleh pasar
Reaksi pada umumnya didefinisikan
sebagai abnormal return
Definisi Abnormal Return
Perbedaan antara return yang
diharapkan (expected return) dengan
return yang sebenarnya
Abnormal return positif berarti event
direaksi secara positif oleh pasar
(merupakan good news)
Sebaliknya, abnormal return merupakan
bad news
Expected Returns Model
AR = Expected Returns Actual Returns
Expected Returns:
The Mean Adjusted Return Model: predicted
returns dihitung dari rata-rata returns
(selama jangka waktu tertentu)
Market Adjusted Return: expected returns
adalah sama dengan market returns
Market Model: expected returns dihitung
dgn meregres returns perusahaan terhadap
returns pasar
Rjt = aj + bjRmt
Penulisan Laporan Penelitian
Isi Laporan
Abstract
Daftar Isi
Laporan Penelitian
Pendahuluan
Teori dan Hipotesis
Metoda Penelitian
Analisis dan Pengujian Hipotesis
Penutup: Simpulan dan Saran
Pendahuluan
Pendaluluan atau Bab I menyajikan.
Background

Problem statement dan Research

Questions
Tujuan (Research objectives)

Pembatasan Masalah

Manfaat (Research Contribution)

Jadual Kegiatan
Hipotesis
Bab 2 menyajikan
Landasan Teori dan Review
Penelitian yg pernah dilakukan,
yang merupakan logika atau
teori yang melandasi hipotesis
penelitian yang akan diuji
Research Model

Hipotesis
Metoda Penelitian
Pada umumnya yang dilaporkan
dalam bagian ini (Bab 3) mencakup
Definisi Variabel dan Pengukuran,
laporan hasil validitas dan reliabilitas
instrumen yang dipakai (untuk
survey)
Sampling design dan jumlah data
yang berhasil dikumpulkan
Metoda dan prosedur Pengumpulan
Data
Analisis dan Pengujian Hipotesis
Statistik Deskriptif
Pengujian hipotesis
Hasil analisis statistis

Pembahasan

Integrasi dengan penelitian


sebelumnya
Analisis sensitivitas untuk
mengetahui robustness
pendekatan yg digunakan
Penutup
Ringkasan masalah dan tujuan
penelitian
Ringkasan hasil yang diperoleh
Kontribusi hasil penelitian dan
implikasi hasil penelitian baik
praktik maupun teoritik
Kelemahan-kelemahan, terutama
dari sisi metodologis
Lampiran dan lainnya
Daftar pustaka
Lampiran-lampiran
Tabel-tabel

Kuesioner atau daftar pertanyaan lainnya

Surat-menyurat yang pernah dilakukan

Surat ijin (dari instansi yang berwenang)

Daftar responden atau sampel (optional)


Kutipan dan Bibliography
Panduan Menulis Karya
Ilmiah dan Kode Etik
Penulis
What is Research About.
Teori, Konsep
Penelitian sebelumnya Fenomena
Di dunia

Akan saya tunjukkan bhw


Dugaan saya benar
Akan saya kumpulkan data

Data apa yang akan saya


Kumpulkan?
Dari mana datanya?
Bagaimana cara mengumpulkan?
Berapa banyak?

ANALISIS DAN HASIL


Struktur dan Isi Proposal
Bagian I: Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Masalah dan Pertanyaan Riset
3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Bagian II: Landasan Teori dan Hipotesis
1. Tinjauan Pustaka
2. Hipotesis Penelitian
Bagian III Metoda Penelitian
1. Definisi Operasional & Penguran Variabel
2. Sumber dan Cara Pengumpulan Data
3. Sample dan Samplin Design
Bagian IV: Pendekatan Pengujian Hipotesis
Daftar Pustaka
Lampiran
Struktur dan Isi Laporan
Penelitian
Bab I: Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Masalah dan Pertanyaan Riset
3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Bab II: Landasan Teori dan Hipotesis
1. Tinjauan Pustaka
2. Hipotesis Penelitian
Bab III Metoda Penelitian
1. Definisi Operasional & Penguran Variabel
2. Sumber dan Cara Pengumpulan Data
3. Sample dan Sampling Design
Bab IV: Pengujian Hipotesis
Bab V: Simpulan, Saran, dan Keterbatasan
Daftar Pustaka
Lampiran
Aspek Kebahasaan
Bahasa yang dipakai
Bahasa yang di pakai ialah bahasa Indonesia yang baku (ada
subjek dan predikat dan supaya lebih sempurna, ditambah dengan
objek dan keterangan).
Ejaan sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
Bentuk kalimat
Kalimat-kalimat tidak boleh menampilkan orang pertama atau
orang kedua (saya, aku, kita, engkau, dan lain-lainnya), tetapi
dibuat bentuk pasif. Pada penyajian ucapan terima kasih pada
prakata, saya diganti dengan penulis.
Istilah
Istilah yang dipakai ialah Indonesia atau yang di Indonesiakan.
Jika terpaksa harus memakai istilah asing, istilah tersebut ditulis
dengan huruf miring (italic).
Aspek Kebahasaan
Kesalahan yang sering terjadi
Kata penghubung seperti sehingga dan sedangkan tidak
boleh dipakai untuk memulai kalimat.
Kata depan pada sering dipakai tidak pada tempatnya,
misalnya diletakan di depan subjek (merusak susunan
kalimat).
Kata dimana dan dari kerap kurang tepat pemakaiannya dan
diperlakukan seperti kata where dan of dalam bahasa
Inggris. Dalam bahasa Indonesia bentuk yang demikian
tidaklah baku dan jangan dipakai.
Awalan ke dan di harus dibedakan dengan kata depan ke
dan di.
Tanda baca harus dipergunakan dengan tepat.
Plagiat dan Sistim Pengutipan
Penelitian yang baik adalah penelitian yang
dibangun dari pemahaman yang baik tentang
perkembangan bidang ilmu atau pengetahuan
yang terkait dengan fenomena atau permasalahan
yang diteliti.
Oleh karena itu, thesis dan disertasi umumnya
dibangun dari konsep, teori, penelitian-penelitian
yang telah dilakukan. Dengan kata lain, penulis
tesis atau disertasi sering harus banyak meminjam
teori, konsep, argumen, bukti-bukti untuk
mendukung pendapat atau logikanya
Plagiat dan Sistim Pengutipan
Plagiat adalah pengutipan
pendapat/ide/hasil karya orang lain tanpa
mengungkapkan bahwa pendapat, ide, hasil
karya itu merupakan hasil karya orang lain.
Penulis makalah akademik dikatakan
melakukan plagiat apabila peneliti tidak
menyebutkan sumber pernyataan, argumen,
bukti pendukung argumen, konsep, ide, dan
teori peneliti (penulis) lain yang dia gunakan
di thesis atau disertasinya.
Plagiat dan Sistim Pengutipan
Setiap pernyataan atau apapun yang
dipinjam dari penulis lain harus dibuatkan
referensinya. Secara garis besar kutipan
bisa berupa:
1. Kutipan langsung, simpulan atau ringkasan
(summary), paraphrase
2. Ide, konsep, teori, table, gambar, dan grafik
penulis lain
3. Informasi yang bukan merupakan
pengetahuan umum (sesuatu yang sudah
umum diketahui)
Plagiat dan Sistim Pengutipan
Kutipan langsung seyogyanya digunakan untuk mendukung
argument penulis, bukan untuk mengemukakan ide baru.
Mengikuti ketentuan Chicago Style, dalam kutipan langsung
kata-kata yang ada di dalam sumber asli ditulis dalam tanda
kutip (); kata-kata yang dikutip tidak boleh diubah
sedikitpun. Jika penulis ingin menambahkan suatu kata, maka
tambahan bisa ditulis di antara tanda kurung; jika penulis ingin
memberi tekanan pada kata atau bagian pernyataan tertentu
dari sumber kutipan, misalnya dengan menebalkan atau menulis
italic kata atau bagian tersebut, maka penulis harus
menjelaskan dalam footnote bahwa penebalan atau penulisan
italic adalah tambahan penulis untuk menekankan kata atau
bagian dari pernyataan tersebut.
Plagiat dan Sistim Pengutipan
Jika kutipan langsung tidak ditulis
di antara tanda kutip (), maka
ini diartikan bahwa pernyataan
tersebut adalah merupakan
pernyataan asli penulis, dan oleh
karena itu tindakan ini dianggap
sebagai plagiat
Plagiat dan Sistim Pengutipan
Paraphrase adalah merupakan bentuk kutipan tidak
langsung, yaitu pengutipan suatu pernyataan,
konsep, teori, atau lainnya yang dilakukan dengan
menulis pernyataan, konsep, atau teori dengan
menggunakan kalimat (atau kata-kata) penulis
sendiri.
Paraphrase menggambarkan kemampuan peneliti
atas materi yang dihabas.
Umumnya paraphrase dipakai untuk mendukung
pendapat penulis. Dalam paraphrase, kutipan tidak
perlu ditulis dalam tanda kutip.
Plagiat dan Sistim Pengutipan
Referensi atau cara penulisan pengutipan
dilakukan dengan tujuan:
1. Memberikan apresiasi (kredit) kepada penulis
yang dikutip
2. Membantu pembaca untuk menemukan
artikel atau tulisan yang dirujuk dengan
mudah dan cepat.
3. Menunjukkan bahwa tulisan dilakukan
melalui riset yang baik
4. Menunjukkan keluasan pengetahuan penulis
Plagiat dan Sistim Pengutipan
Program Magister Sains dan Doktor FEB
UGM menggunakan sistim Author-Date
Chicago Style.
Pengutipan terdiri dari dua bagian, yaitu
pengutipan di text (in-text citation) dan
daftar pustaka di bagian akhir
thesis/disertasi (list of reference).
Setiap sumber kutipan harus ditulis di
text dan di daftar pustaka
Plagiat dan Sistim Pengutipan
Sumber kutipan di teks hanya disebutkan
nama, tahun, dan halaman yang memuat
pernyataan yang dikutip, sedangkan daftar
pustaka memuat informasi sumber kutipan
secara lengkap. Gelar akademik atau
kepangkatan tidak perlu dituliskan.
Banyaknya sumber yang dikutip di teks jumlah
harus sama dengan sumber kutipan yang ada
di daftar pustaka. Hanya mencatumkan
sumber kutipan di daftar pustaka saja
juga termasuk sebagai tindakan plagiat.
Sangsi Plagiat
Jika mahasiswa melakukan plagiat di satu mata
kuliah tertentu, maka mahasiswa akan
dinyatakan tidak lulus
Jika plagiat dilakukan di beberapa mata kuliah
atau mahasiswa melakukan plagiat tidak hanya
sekali, maka mahasiswa dipertimbangkan untuk
dikeluarkan dari Program
Jika mahasiswa melakukan plagiat di thesis,
maka mahasiswa bisa diminta untuk menulis
kembali thesisnya, atau dikeluarkan dari
program
Kode Etik Meneliti
1. Menjaga kerahasiaan responden/subyek
penelitian
2. Menjamin bahwa responden atau
partisipan tidak dirugikan, baik secara
materi maupun secara nonmateri (psikis)
3. Tidak boleh menipu responden atau
partisipan
4. Melaporan hasil penelitian sebagaimana
adanya
5. Tidak melakukan plagiat
Menulis Kutipan
Menurut Porter (1985) strategi merupakan
Strategi adalah merupakan .... (Porter, 1985)
Strategi adalah merupakan (Porter 1985)
Parasumaran et al. (1998) mengatakan bahwa
..
Kualitas jasa (service quality) adalah .
(Parasumaran dan Rasheed, 1999)
Menurut Parasuraman (1998), seperti dikutip
oleh Riyanto (2000), dimensi kualitas
mencakup ..
Footnoting
Hanya dipakai sebagai catatan
penjelas
Dimaksudkan agar keterangan
yang ditambahkan tidak
mengganggu alur cerita
Sudah tidak banyak dipakai
sebagai catatan untuk sumber
kutipan
Bibliography
Govindarajan, V. 1988. A contingency approach to
strategy implementation at the business-unit
level: Integrating administrative mechanisms
with strategy. Academy of Management
Journal, 31: 828- 853.
Gupta, A. K., dan Govindarajan, V. 1984. Business
unit strategy, managerial characteristics, and
business unit effectiveness at strategy
implementation. Academy of Management
Journal, 27: 25-41.
Bibliography
Hrebiniak, L.G., and Joice, W.F. 1984. Implementing
Strategy. New York: Collier Macmillan.

Isaac, S., and Michael, W.L. 1990. Handbook in


Research and Evaluation. Second Edition. San
Diego, CA: EdITS Publishers.

Kaplan, R.S. 1984. The evolution of managemen


accounting. The Accounting Review (July): 390-418.
Table 1: Demographics of Respondents

Demographic N Minimum Maximum Mean Std.


Dev.

Age 54* 24 59 40.074 10.051

Experience (as auditors) 51* 1 30 7.843 6.351

Tenure (in the present 51* 1 15 5.667 3.594


firm)

*Not all of the fifty-five respondents answered the demographic questions.


Table 2: Results of Validity and Reliability Tests of Instruments

Variables Number Sampling Variance Cronbach


of Items Adequacy Explained Alpha
Professional Commitment 5 0.704 (0.00) 47% 0.71
Suspension of Judgment 5 0.709 (0.00) 41% 0.62
Benevolent 4 0.758 (0.00) 64% 0.80
Principles 3 0.656 (0.00) 76% 0.74
Behavioral Attributes of Virtue (V-1) 4 0.663 (0.00) 64% 0.64
Intellectual Capacity of Virtue (V-2) 2 0.663 (0.00) 64% 0.76
Table 3: Descriptive Statistics of Variables (N: 55)
Variables Theoretical Actual Range Means S.D.
Range
Min. Max. Min. Max
Professional Commitment 5 25 13 25 19.87 2.99
Suspension of Judgment 5 25 14 25 20.40 2.17
Benevolent 4 20 7 20 14.86 2.61
Principles 3 15 7 15 12.44 1.85
Behavioral Attributes of Virtue 4 20 13 20 17.40 1.88
(V-1)
Intellectual Capacity of Virtue 2 10 6 10 8.87 1.09
(V-2)
Table 4: Results of Regression Analysis
Variables Coefficient Standard t-value Significance
error
Constant 8.550 - 4.204 0.047
Suspension of Judgment 0.282 0.165 1.702 0.045
Benevolent 0.479 0.151 3.164 0.002
Principles 0.282 0.218 1.294 0.100
Intellectual Capacity of Virtue -0.568 0.327 -1.734 0.048
(V2)
F: 6.406 (0.000), R 2: 0.339. Tests are for directinal hypothesis (one-tailed test)
Case Study dan Penelitian
Kualitatif

Bambang Riyanto L.S. 137


Jenis Penelitian
Tujuan Penelitian
Applied Basic

Nomethethic:
-Croos Sectional
-_Kuantitatif,

-Menguji hipotesis
Fokus
Amatan
Idiographic:
-Studi Kasus
-- Kualitatfi
-Memahami
fenomena

Bambang Riyanto L.S. 138


Alternatif Strategi Riset
Strategy Pertanyaan yang Perlukah control Apakah fokusnya
ingin dijawab atas behavioral ada contemporary
event? event?

Experiment How, why Yes Yes

Survey Who, what, where, No Yes


how many, how much

Archival Who, what, where, No Yes/No


how many, how much

History How, why No No

Case study How, why No Yes

Bambang Riyanto L.S. 139


Pengertian Case Study
Case study adalah merupakan
pendekatan meneliti yang ditujukan
untuk (Yin, 1989, halaman 23):
Investigate a comtemporary
phenomenon within its real-life
context; when
The boundaries between phenomenon
and cotext are not clearly evident; and
in which
Multiple sources of evidence
Bambang Riyanto L.S. are used
140
Desain Case Study

1. Pertanyaan penelitian
2. Proposi yang diajukan (jika ada)
3. Unit(s) of analysis
4. Logika yang menghubungkan data
dengan proposisi, dan
5. Kriteria yang digunakan untuk
menginterpretasikan temuan yang
dihasilkan

Bambang Riyanto L.S. 141


Single-Case Design Multiple Case Designs

Holistic
Unit of Analysis

Type 1 Type 3

Embedded
Multiple Units
of Analysis
Type 2 Type 4

Bambang Riyanto L.S. 142


Kriteria Design yang Baik
Construct validity: establishing correct
operational measures for the concepts
Internal validity: establishing a causal
relationship, whereby certain conditions are
shown to lead to other conditions, as
distinguished fromn spurious relationship
External validity: establishing the domain to
which a studys findings can be generalized
Reliability: demonstrating that the operation of a
study can repeated with the same results

Bambang Riyanto L.S. 143


Case Study Tactics for Four
Design Tests
Tests Case-Study Tactic Phase of Research in
which tactic occurs
Construct validity Use of multiple sources of Data collection
evidence
Establish chain of evidence Data collection
Have key informants review composition
case study report

Do pattern matching Data analysis


Internal validity Do explanation-building Data analysis
Do time-series analysis Data analysis

Use replication logic in Research design


External validity multiple case studies

Use case study protocol Data collection


Reliability Develop case study data Data collection
base

Bambang Riyanto L.S. 144


Case Study Protocol
A case study protocol is more than just an
instrument
The protocol contains instrument, but also
contains the procedures and general rules that
should be followed in using the instrument
The protocol is a major tactic in increasing the
reliability of case study research and is intended
to guide the investigator in carrying out the case
study

Bambang Riyanto L.S. 145


Case Study Protocol

Isi case protocol


Overview of the case study project
Field procedures
Case study questions
Guide for the case study report

Bambang Riyanto L.S. 146


Qualitative Research
Etnograpic research:
Memahami secara mendalam suatu fenomena
Tujuan untuk memperoleh gambaran secara detail
Juga untuk membangun teori
Consulting research
Penelitian untuk keperluan membuat suatu kajian
tentang kebijakan
perusahaan/pemda/satker/organisasi
Penelitian untuk menyiapkan suatu
sistim/kebijakan
Penelitian untuk mengevaluasi keefektifan
kebijakan atau sistim yang diterapkan perusahaan
atau instansi/satker
Bambang Riyanto L.S. 147
Studi Kasus
Studi Kasus (Consulting Research)
Ketidaksesuaian praktik dengan teori
Performance gap (terus menerus
menurun kinerjanya)
Kesempatan untuk meningkatkan
kinerja. Tidak ada masalah, tapi kinerja
bisa ditingkatkan

Bambang Riyanto L.S. 148


Masalah Case Study: Consulting Research

Consulting Research: mahasiswa berusaha


mencari permasalahan yang dihadapi oleh suatu
organisasi, dan berusaha menawarkan alternatif
penyelesaian.
Dalam hal ini, latar belakang berisi informasi
umum mengenai industri atau keadaan
lingkungan, perkembangan terakhir, intensitas
persaingan, perkembangan teknologi, dan
sebagainya.

Bambang Riyanto L.S. 149


Masalah Case Study: Consulting Research

Rumusan masalah berisi uraian mengenai


berbagi symptoms yang ada di
perusahan, trend kinerja dalam bebeapa
tahun atau bulan terakhir dalam bidang
pemasaran keuangan, atau lainnya. Bisa
juga berisi uraian mengenai teknologi
atau system manajemen yang digunakan
oleh perusahaan saat ini, dibandingkan
dengan apa yang terjadi di industri atau
perusahaan lain.
Bambang Riyanto L.S. 150
Management-Research Question Hierarchy
Management Decision:
What is the recommended course of action,
6 given the research findings?

Measurement Questions:
What should be asked or observed to obtain
5 the information the manager needs?

Investigative questions:
What does the manager need to know to
4 choose the best alternative from the
available courses of action?
Research questions:
What plausible courses of actions are available to
mgmt to correct the problem or take
3 advantage of the opportunity, and which
should be considered
Management Question:
How can mgmt eliminate the negative
2 symptoms? How can mgmt fully capitalize
on an opportunity?

Management Dilimma:
What symptoms cause mgmt conerns? What
enviroment stimuli raise mgnt interset?
1
Bambang Riyanto L.S. 151
Formulating the Research Questions
This may be either a problem or an
opportunity
at this stage you may even have
Discover identified symptoms rather than
Mgmt Dillema problems or opportunities
Review published sources
and interview information
to identify what is
actually the dillema
(problems)
Using collected exploratory
information, you word the dillema or
Define mgmt the correction of the symptoms,
Questions usually starting with How the
Organnization?
Clarify the possible
management actions that
might be taken to solve
the problems
Formulation of research questions to
solve problems (i.e., alternative
Define Research actions)
Question(s)
Examining what is best for the firm

Bambang Riyanto L.S. 152


Pengumpulan data: Wawancara
Wawancara

Jenis Wawancara
Structured: wawancara di mana
pertanyaan disusun secara terstruktur
materai dan urutan pertanyaan sudah
disiapkan
Unstructured: pertanyaan tidak disusun
secara terstruktur, topik pembicaraan
bisa berkembang sejalan dengan
perkembangan proses wawancara

Bambang Riyanto L.S. 154


Teknik Wawancara Unstructured
Funelling: Mulailah dengan open-ended
questions untuk memperoleh gambaran yg luas
Pertanyaan Tidak Bias: pilihlah pertanyaan yg
tidak akan membuat bias jawaban
Menjelaskan Isu: untuk mengurangi salah
interpretasi, rephrase beberapa info penting
Membantu Responden: bantulah responden
untuk memahami masalah yang didiskusikan
Take notes

Bambang Riyanto L.S. 155


Metoda Wawancara

Face-to-face: wawancara dilakukan


dengan bertatap muka secara
langsung dengan responden
(subyek penelitian)
By-phone: wawancara dilakukan
langsung, tapi melalui media
telepon
Bambang Riyanto L.S. 156
Analisis Kualitatif
Qualitative analysis:
methods for examining data without

converting them into numerical format


The nonnumerical examination and
interpretation of observations, for the
purpose of discovering underlying
meanings and patterns of
relationships.

Bambang Riyanto L.S. 157


Pendekatan Anilisis Kualitatif
Salah satu pendekatan adalah dengan mengamati
pola (discovering patterns). Adapun pendekatan
untuk mencari pattern adalah:
Frequencies
Magnitudes
Structures
Processes
Causes
Consequences
Cross-case analysis
Variable oriented analysis
Case oriented analysis

Bambang Riyanto L.S. 158


Jenis Analisis
Semiotics atau the science of signs: the
study of signs and the meanings
associated with them. This is commonly
associated with content analysis
Conversation anaysis: analysis of the
details orf conversation, based on a
complete transcript that includes pauses,
hems, and also haws.

Bambang Riyanto L.S. 159


Prosedur Analisis
Coding
Coding units
Coding as a physical act
Creating codes
Open coding: pengklasifikasian dan pengkodean awal (tahap awal)
Axial coding: menyangkut regrouping data
Selective coding untuk mengidentifikasikan the central code of the
study; keterkaitan antar code
Memoing: menulis catatan atau memo untuk kepentingan
sendiri maupun untuk anggota kelompok peneliti
Concept mapping: penggambaran secara grafis tentang
berbagai konsep dan keterkaitannya, sangat bermanfaat
untuk membangun teori

Bambang Riyanto L.S. 160


Framework of Analysis
Tujuan sistim
kebijakan
Elemen sistim
Kebijakan yang ada: atau kebijakan Kebijakan yg seharusnya:
Framework yg dipakai Framework yg dipakai
Prosedur yang ditempuh Prosedur
Justifikasi Justifikasi

Perbedaan- perbedaan yang


ada
Penyebab perbedaan yang
terjadi

(Potensi) Akibat yang


Saran perbaikan
ditimbulkan dari
Langkah implementasi
perbedaan yang ada

Bambang Riyanto L.S. 161


Cekap Semanten